Berdasarkan fakta, gedung bertingkat jika mengalami keadaan darurat seperti terjadinya kebakaran, gempa bumi atau hal lain sering menimbulkan korban jiwa akibat situasi darurat di gedung tersebut. Sekalipun gedung tersebut sudah memiliki sistem teknologi yang canggih.Mengacu pada fakta tersebut, maka diperlukan suatu sistem tanggap darurat yang dapat mengatasi situasi-situasi darurat yang terjadi pada suatu gedung sehingga dapat meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa. Untuk itu standarisasi tentang tanggap darurat sudah dilakukan oleh International Safety Rating System (ISRS) yang merupakan suatu lembaga yang mengatur tentang persiapan keadaan darurat.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa persiapan menghadapi keadaan darurat di Gedung Pusat Telekomunikasi PT. SIEMENS-INDONESIA ditinjau dari standar ISRS. Pencarian data menggunakan observasi dan wawancara dengan sumber-sumber terkait yang mengacu pada standar tanggap darurat yang dilakukan oleh ISRS.Dari penelitian yang dilakukan berdasarkan ISRS diperoleh nilai kesiapan dalam menghadapi keadaan darurat di Gedung Pusat Telekomunikasi PT. SIEMENS-INDONESIA adalah 66,5%. Hasil yang didapat menunjukkan persiapan keadaan darurat yang dilakukan perusahaan tersebut masuk kategori cukup dibandingkan nilai tertinggi yang ditetapkan oleh ISRS. Pursuant to fact, storey building if experiencing of emergency situation like fire, earthquake or something else often generate the victim of soul of effect emergency situation in that building. Even the building had owned the sophisticated technology system. Relate at the fact, is hence needed by a system emergency which can overcome the emergency situation that happened at one particular building so that earn the reduce risk fall the of soul victim. For that standard of about listening carefully emergency have been conducted by International Safety Rating System (ISRS) representing an institute arranging about emergency eparation.This research is aims to analyze system immediacy emergency telecommunication centre building PT. SIEMENS-INDONESIA based on standard of ISRS. Data livelihood uses observation and interview with related sources that threatens in standard of emergency that done by ISRS. From research that done got value 66,5% from evaluation result based on ISRS.Result that got to show mergency preparation that done in that company only enter category ough compared highest value that appointeds by ISRS. |