ABSTRAK Hasan al-Hanna dilahirkan di kota Mahmudiyah di daerah Bukhai_roh, Mesir pada tahun 1906. Dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang cinta ilmu dan dalam suasana yang islami. Masa hidup Hasan al-Banna merupakan masa krisis dan transisi bagi umat Islam di Mesir. Umat Islam pada waktu itu dilanda oleh berbagai tantangan yang berat dari dalam dan luar Islam. Tan_tangan dari dalam berupa perselisihan antara umat Islam dan keri_cuhan yang tak habis-habisnya, banyaknya bidah-bidah, khurafat-khu_rafat dan paham keagamaan yang telah menyimpang dari ajaran Islam yang benar. Sedangkan tantangan dari luar berupa sekularisasi, deislamisasi, demoralisasi, dan westernisasi. Hasan al-Banna berupaya menjawab tantangan tersebut dengan ge_rakan dakwahnya yang mempunyai ciri khas, jelas programnya, langka_ pemikirannya dan jelas tujuannya. Hasan al-Hanna mengetahui bahwa faktor utama kerusakan dan ke_hancuran adalah perlawanan terhadap kekuasaan Allah. Dalam melaksanakan pembaharuannya Hasan al-Banna mulai dari mendidik individu-individu untuk memiliki akidah yang kuat, ibadah yang baik, berpengetahuan dan mampu membimbing masyarakat dengan cara menyampaikannya lewat dakwah. Ini akan berlanjut kepada keluarga, masyarakat, pemerintah, dan seterusnya. Dakwah Ikhwanul Muslimin mempunyai ciri yang membedakan dari para pembaharu yang lain, seperti mempunyai dasar-dasar ajaran yang lengkap, mempunyai tahapan-tahapan dalam berdakwah, dan lebih isti_mewa lagi adalah dengan adanya rukun baiat yang sepuluh, di samping juga mempunyai prinsip duapuluh yang mencakup semua kewajiban yang ada pada setiap muslim untuk diyakini dan dilaksanakan dalam menga_tur hubungannya dengan Tuhan dan sesamanya.
|