Satu dari sejumlah "kantong" nelayan yang ada di daerah Pemalang adalah Desa Asemdoyong. Penelitan sistem pengetahuan tradisional pada masyarakat nelayan ini dilakukan di desa tersebut dengan metode kuantitatif. Analisis yang digunakan adalah analis-fungsional. Berdasarkan pemilikan peralatan produksi melaut, mereka terbagi dalam dua kelas sosial, yaitu nelayan kaya (juragan) dan nelayan buruh. Kegiatan penangkapan di laut membutuhkan kemampuan fisik dan kecepatan bertindak. Oleh karena itu, kegiatan tersebut hanya dilakukan oleh kaum lak-laki, sedangkan kaum perempuan mengurusi pekerjaan di darat, termasuk urusan rumah tangga (domestik). Kondisi geografis yang khas ditambah dengan kegiatan yang penuh dengan risiko pada gilirannya membuat perilaku sosial mereka relatif terbuka dan ekspresif sehingga cenderung kasar dan temperamental, khususnya jika terkait dengan harga diri. Adapun gaya hidupnya berkecenderungan konsumtif. Sebagai nelayan mereka mewarisi berbagai pengetahuan yang berkenaan dengan gejala alam seperti: angin, musim, gelombang, perbintangan, dan gejala alam lainnya dari para pendahulunya. Walaupun peralatan produksi melaut telah mengalami perkembangan, namun pengetahuan tradisional yang mereka miliki sangat berperan dalam aktivitas penangkapan ikan di laut. |