Pengukuran kinerja perguruan tinggi selama ini lebih banyak dilakukan dengan menggunakan rasio-rasio keuangan, maupun dengan penilaian kinerja yang dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN) ataupun metode pengukuran yang lain, dimana kesemuanya hanya mengukur bidang tertentu bukan secara komprehensip. Tujuan dari pengukuran-pengukuran tersebut adalah sebagai bahan evaluasi diri oleh masing-masing perguruan tinggi khususnya STIE Tamansiswa Jakarta.Guna memberikan dasar pengukuran kinerja yang lebih komprehensip, penulis merasa terpanggil untuk melakukan pengukuran kinerja STIE Tamansiswa Jakarta dengan menggunakan pendekatan balanced scorecard. Pendekatan ini tidak hanya mengukur kinerja dari aspek keuangannya saja melainkan juga dari aspek non keuangan, Adapun aspek non keuangan ini terdiri dari 3 (tiga) aspek, yaitu : aspek pertumbuhan dan pembelajaran, aspek proses bisnis internal dan aspek pelanggan.Dalam rangka memberikan hasil pengukuran yang dapat mempresentasikan kondisi dari perkembangan kinerja STIE Tamansiswa Jakarta, maka penulis melakukan penelitian untuk mengukur kinerja dalam 5 (lima) tahun terakhir yaitu tahun 1995/1996 sampai dengan 1999/2000 dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Penelitian mengenai pengukuran kinerja STIE Tamansiswa Jakarta dilakukan secara deskriptif analitis, untuk mendeskripsikan bagaimana mengukur kinerja organisasi dengan balanced scorecard. Selanjutnya penulis menetapkan sampel penelitian sejumlah 13 responden tenaga non edukatif, 17 responden tenaga edukatif (dosen tetap), dan 100 responden mahasiswa dari 190 orang mahasiswa yang dipilih secara acak.Dari hasil pengukuran kinerja dengan pendekatan balanced scorecard tersebut diketahui bahwa secara keseluruhan STIE Tamansiswa Jakarta berada dalam kondisi baik dengan total skor 43, dengan rincian : variabel pertumbuhan dan pembelajaran pada saat ini berada dalam kondisi baik dengan total skor 20, sedangkan variabel kinerja proses bisnis internal memperoleh skor 14 dengan kondisi baik sekali, variabel kinerja pelanggan berada dalam kondisi baik dengan skor 4, serta variabel kinerja keuangan berada dalam kondisi kurang baik dengan total skor 5.Untuk lebih meningkatkan kinerja di masa mendatang STIE Tamansiswa Jakarta harus lebih meningkatkan kemampuan sistem informasi, tingkat kepuasan pelanggan, serta kinerja keuangan melalui efisiensi penggunaan biaya pemeliharaan. |