Modal Alam dan Modal Sosial Terhadap Pembentukan Ruang Publik Nelayan = The Natural Capital and Social Capital on the Development of Fishermen’s Public Space
Jeannette Natasha;
Simatupang, Rossa Turpuk Gabe, supervisor; Joko Adianto, examiner; Sihombing, Antony, examiner
(Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023)
|
Komunitas nelayan menjadi masyarakat mayoritas yang hidup di wilayah pesisir. Dalam bertahan hidup, nelayan memanfaatkan alam sebagai modal utama yang dimiliki. Ketergantungan para nelayan dengan alam membuat mereka harus bertahan dalam kerentanan, yang disebabkan oleh kedinamisan dan ketidakpastian alam. Dengan begitu, para nelayan dituntut untuk bisa beradaptasi dengan lingkungannya dalam kesehariannya. Hasil adaptasi ini berupa modal sosial yang memicu adanya kebutuhan para nelayan akan kehidupan publik. Sejalan dengan itu, kehidupan publik mulai mendominasi dan memicu adanya kebutuhan akan ruang publik yang dapat mengakomodasi kebutuhan para nelayan. Maka, ruang publik terbentuk dari pengaruh modal alam dan modal sosial para nelayan. Skripsi ini akan membahas modal alam dan modal sosial para nelayan terhadap pembentukan ruang publik nelayan dengan mengambil studi kasus ruang publik nelayan di Blok Eceng, Muara Angke. Melalui pengkajian teori dan hasil observasi studi kasus tersebut, penulisan ini menghasilkan temuan bahwa beragam ruang publik nelayan terbentuk di area pesisir dengan kualitas fisik dan spasial yang unik. Ruang publik di area kanal memiliki intensitas penggunaan paling tinggi dan bersifat multifungsi. Keberadaan ruang publik ini bersifat adaptif mengikuti kedinamisan alam dan memungkinkan adanya modifikasi ruang secara dinamis. The fishermen community is the majority community living in coastal areas. Fishermen use nature as their main capital to survive. Their dependence on nature has been making them to endure vulnerability, that is caused by the dynamics and uncertainties of nature's condition itself. Therefore, they are required to be able to adapt to their environment in their daily lives. The result of this adaptation is social capital, which triggers their urgency for public life. This public life aspect soon becomes dominant and triggers their need for public spaces that can accommodate their public needs. Therefore, public space is developed as an influence of the natural and social capital of fishermen. This study will discuss the natural and social capital of fishermen on the development of fishermen's public spaces by a case study observation of fishermen's public spaces in Blok Eceng, Muara Angke. From the results of theoretical studies and case studies, this paper finds that various fishermen's public spaces are developed in coastal areas with unique physical and spatial qualities. Public space in the canal area has the highest usage intensity and multifunctional. The existence of this public space is adaptive following the dynamics of nature and allows dynamic modification of space. |
S-Jeannette Natasha.pdf :: Unduh
|
No. Panggil : | S-pdf |
Entri utama-Nama orang : | |
Entri tambahan-Nama orang : | |
Entri tambahan-Nama badan : | |
Subjek : | |
Penerbitan : | Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023 |
Program Studi : |
Bahasa : | ind |
Sumber Pengatalogan : | LibUI ind rda |
Tipe Konten : | text |
Tipe Media : | computer |
Tipe Carrier : | online resource |
Deskripsi Fisik : | xii, 43 pages ; illustration ; 28 cm + appendix |
Naskah Ringkas : | |
Lembaga Pemilik : | Universitas Indonesia |
Lokasi : | Perpustakaan UI |
No. Panggil | No. Barkod | Ketersediaan |
---|---|---|
S-pdf | 14-24-45868807 | TERSEDIA |
Ulasan: |
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 9999920524686 |