UI - Skripsi (Open) :: Kembali

UI - Skripsi (Open) :: Kembali

Judul Kejadian anemia pada remaja putri di SMAN I Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman tahun 2011 = Insident of anemia at the young women in SMAN I Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman in 2011 / Era Oktalina
Nomor Panggil S-Pdf
Pengarang
Pengarang/kontributor lain
Subjek
Penerbitan Universitas Indonesia. Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat, 2011
Program Studi
Kata Kunci anemia · remaja putri anemia · young women ·
 Info Lainnya
Sumber Pengatalogan LibUI ind rda
Tipe Konten text (rdacontent)
Tipe Media computer (rdamedia)
Tipe Carrier online resource (rdacarrier)
Deskripsi Fisik xvii, 65 pages : illustration ; 28 cm + appendix
Naskah Ringkas
Lembaga Pemilik Universitas Indonesia
Lokasi Perpustakaan UI, Lantai 3
  • Ketersediaan
  • File Digital: 1 (Open)
  • Ulasan
  • Sampul
  • Abstrak
  • Tampilan MARC
Nomor Panggil No. Barkod Ketersediaan
S-Pdf 14-17-209593483 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 20440939
ABSTRAK
Anemia gizi besi merupakan salah satu masalah gizi yang banyak terjadi pada
remaja putri. Dampak anemia pada remaja putri yaitu gangguan pada
pertumbuhan, mudah terinfeksi, semangat belajar menurun, dan pada saat akan
menjadi calon ibu dapat beresiko tinggi pada saat hamil dan melahirkan. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan
kejadian anemia pada remaja putri di SMAN I Lubuk Sikaping Kabupaten
Pasaman Tahun 2011. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain
cross sectional dilaksanakan pada bulan April Tahun 2011 dengan jumlah sampel
100 orang siswi. Prosedur pengambilan sampel adalah simple random sampling
(acak sederhana). Cara pengumpulan data status anemia dengan pemeriksaan
darah menggunakan Hb sahli, data IMT diperoleh dengan melakukan pengukuran
BB/TB, data asupan gizi diperoleh dengan food recall 2x24 jam serta data
pendidikan ibu, pekerjaan ayah, pengetahuan remaja putri tentang anemia,
menstruasi, siklus menstruasi, lama menstruasi, volume menstruasi, dan konsumsi
tablet tambah darah dengan pengisian kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan
63% remaja putri menderita anemia. Hasil uji statistik menunjukkan ada
hubungan yang bermakna antara pekerjaan ayah, asupan energi, asupan protein,
asupan zat besi serta menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri. Dari
beberapa faktor tersebut faktor yang paling dominan terhadap kejadian anemia
pada remaja putri adalah ketika remaja putri sedang menstruasi.


ABSTRACT
An Iron Nutrition Anemia is one of nutrition problem that frequently occurs to
most adolescent. Its effect to adolescent has shown by growth disruptions, easily
infected, the spirit of learning declines, and if they will be a high risk future
mother for pregnancy and delivery. The purpose of this study was to determine
associated factor of anemia to adolescent in SMAN I Lubuk Sikaping Pasaman
District in 2011. This research is quantitative research with cross sectional design
conducted in April 2011 with 100 people sample. The procedure of taking
samples is simple random sampling. Data is collected to anemia by check up
blood with Hb Sahli, BMI data is obtained by means of BB/TB measurements,
nutrition intake data with 2x24 hours food recall and mother?s educational data,
father?s occupation, knowledge of anemia to adolescent, menstruation, cycles of
menstruation, long of menstruation, volume of menstruation and iron tablet
consumption by filling the questionnaire. The result of 63% adolescent had
suffered anemia. A statistic test results shows that there are mean correlation
among father?s occupation, energy intake, protein intake, iron intake and
menstruation with anemia to adolescent. Most dominant factor to adolescent who
had suffered anemia is when they in period menstruation.
004
020
022
040LibUI ind rda
041ind
049[14-17-209593483]
053[14-17-209593483]
082
090S-Pdf
100Era Oktalina, author
110
111
240
245|a Kejadian anemia pada remaja putri di SMAN I Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman tahun 2011 = Insident of anemia at the young women in SMAN I Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman in 2011 / Era Oktalina |c
246
250
260
260|a |b Universitas Indonesia. Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat |c 2011
270
300xvii, 65 pages : illustration ; 28 cm + appendix
310
321
336text (rdacontent)
337computer (rdamedia)
338online resource (rdacarrier)
340
362
490
500
502Skripsi
504pages 63-65
515
520ABSTRAK
Anemia gizi besi merupakan salah satu masalah gizi yang banyak terjadi pada remaja putri. Dampak anemia pada remaja putri yaitu gangguan pada pertumbuhan, mudah terinfeksi, semangat belajar menurun, dan pada saat akan menjadi calon ibu dapat beresiko tinggi pada saat hamil dan melahirkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMAN I Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman Tahun 2011. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dilaksanakan pada bulan April Tahun 2011 dengan jumlah sampel 100 orang siswi. Prosedur pengambilan sampel adalah simple random sampling (acak sederhana). Cara pengumpulan data status anemia dengan pemeriksaan darah menggunakan Hb sahli, data IMT diperoleh dengan melakukan pengukuran BB/TB, data asupan gizi diperoleh dengan food recall 2x24 jam serta data pendidikan ibu, pekerjaan ayah, pengetahuan remaja putri tentang anemia, menstruasi, siklus menstruasi, lama menstruasi, volume menstruasi, dan konsumsi tablet tambah darah dengan pengisian kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan 63% remaja putri menderita anemia. Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pekerjaan ayah, asupan energi, asupan protein, asupan zat besi serta menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri. Dari beberapa faktor tersebut faktor yang paling dominan terhadap kejadian anemia pada remaja putri adalah ketika remaja putri sedang menstruasi.
ABSTRACT
An Iron Nutrition Anemia is one of nutrition problem that frequently occurs to most adolescent. Its effect to adolescent has shown by growth disruptions, easily infected, the spirit of learning declines, and if they will be a high risk future mother for pregnancy and delivery. The purpose of this study was to determine associated factor of anemia to adolescent in SMAN I Lubuk Sikaping Pasaman District in 2011. This research is quantitative research with cross sectional design conducted in April 2011 with 100 people sample. The procedure of taking samples is simple random sampling. Data is collected to anemia by check up blood with Hb Sahli, BMI data is obtained by means of BB/TB measurements, nutrition intake data with 2x24 hours food recall and mother?s educational data, father?s occupation, knowledge of anemia to adolescent, menstruation, cycles of menstruation, long of menstruation, volume of menstruation and iron tablet consumption by filling the questionnaire. The result of 63% adolescent had suffered anemia. A statistic test results shows that there are mean correlation among father?s occupation, energy intake, protein intake, iron intake and menstruation with anemia to adolescent. Most dominant factor to adolescent who had suffered anemia is when they in period menstruation.
533
534
536
546Bahasa Indonesia
590[Deposit]
650young women
653anemia; remaja putri anemia; young women
700Zakianis, supervisor; Laila Fitria, examiner; Rahmawati, examiner
710Universitas Indonesia. Fakultas Kesehatan Masyarakat
711
850Universitas Indonesia
852Perpustakaan UI, Lantai 3
856
866
900
902
903[]