Deskripsi Lengkap :: Kembali

UI - Skripsi (Membership) :: Kembali

UI - Skripsi (Membership)

Dukungan yang efektif dari istri terhadap medical adherence pada penderita diabetes

Nomor Panggil S2820
Pengarang
Pengarang/kontributor lain
Penerbitan [Place of publication not identified]: [Publisher not identified], 2002
Program Studi
 Info Lainnya
Pengarang
Sumber Pengatalogan LibUI ind rda
Tipe Konten text (rdacontent)
Tipe Media unmediated (rdamedia); computer (rdamedia)
Tipe Carrier volume (rdacarrier); online resource (rdacarrier)
Deskripsi Fisik vi, 117 pages ; 28 cm + appendix
Catatan Bibliografi pages 115-117
Naskah Ringkas
Lembaga Pemilik Universitas Indonesia
Lokasi Perpustakaan UI, Lantai 3
  • Ketersediaan
  • File Digital: 1 (Membership)
  • Ulasan
  • Sampul
  • Abstrak
Nomor Panggil No. Barkod Ketersediaan
S2820 14-19-632999749 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 20487453
ABSTRAK
Penyakit diabetes dapat menyerang siapa saja dan dimana saja.
Walaupun telah banyak obat yang dapat dikonsumsi penderita diabetes, namun
belum ada obat yang dapat menyembuhkan fingsi pankreas secara totai
sehingga salah satu cara untuk mengatasi penyakit ini adalah dengan cara
mengontrol kadar gula dalam darah, dengan cara pengaturan makanan, olah
raga, dan obat-obatan. Apabila penderita diabetes tidak disiplin dalam
menangani penyakitnya maka penyakit sulit sembuh dan dapat berakhir dengan
kematian. Ketidakdisiplinan merawat diri dan berobat secara teratur dan baik
akan berakibat penderita diabetes dapat terserang komplikasi. Perilaku
kepatuhan sangat rendah pada penyakit kronis seperti diabetes. Menurut
McGoldrick (dalam Carter, dkk, 1989) laki-laki cenderung lebih segan dalam
mencari bantuan dan mereka hanya mau mengakui dirinya sakit bila masalah
yang dihadapinya serius dan mengharuskan mereka dirawat.
Salah satu faktor yang mempengaruhi Individu untuk mematuhi nasehat
dokter adalah dukungan sosial. Individu yang merasakan bahwa mereka
menerima penghiburan, perhatian, dan pertolongan yang mereka butuhkan dari
orang lain atau kelompok lain cenderung lebih mudah mengikuti nasehat medis
daripada individu yang kurang menerima dukungan sosial (DiMatteo & DiNicola,
1982 dalam Sarafiono 1998). Dukungan ini dapat berasal keluarga, teman dan
support groups. Menurut Taylor (1991, dalam Smet, 1994) dibutuhkan ketja
sama anggota keluarga untuk menghasilkan perilaku kepatuhan. Berada dalam
keadaan sakit .membuat penderita berada dalam situasi yang tidak
menyenangkan, dan dampaknya dari penyakit selain dirasakan penderita juga
dirasakan oleh istrinya (Gatchel dkk, 1992). Oleh karena itu dibutuhkan
dukungan istri untuk menghasilkan perilaku kepatuhan pada penderita diabetes.
Penelitian ini mencoba untuk mengetahui bagaimana gambaran
dukungan istri yang diterima oleh penderita diabetes yang dilihat dari sisi istri dan
penderita diabetes dan dukungan yang efektif dari istri terhadap medical
adherence pada penderita diabetes.
Ada 3 teori besar yang mendasari penelitian ini, yaitu teori diabetes
mellitus, dukungan sosial dan medical adherence. Penelitian ini menggunakan
metode kuantitatif untuk mencari orang yang memiliki perilaku patuh yang lebih
dipengaruhi oleg dukungan sosial yang diukur mengunakan teori Fishbein dan Azjen, dan metode kualitatif untuk mengali penghayatan terhadap pengaaih
dukungan istri terhadap medical adherence pada penderita diabetes. Subyek
terdlrl 30 orang penderita diabetes dan 3 orang pasang suami Istri penderita
diabetes yang diwawancaral yang terpillh dari subyek kuantitaf.
Hasil dari penelltian Inl adalah bentuk dukungan yang diberikan oleh
seorang Istri terhadap penderita diabetes, yaltu dukungan emoslonal, dukungan
infonmasl, dan dukungan instrumental. Dukungan yang dipersepslkan diterima
oleh subyek penderita diabetes dari istri adalah dukungan emosional, dukungan
informasi, dan dukungan Instrumental. Sedangkan dukungan Istri yang
dibutuhkan subyek penderita diabetes agar patuh terhadap petunjuk dokter
adalah dukungan emoslonal, dan dukungan Informasi. Walaupun dukungan yang
diberikan Istri sama dengan dukungan yang dipersepslkan diterima oleh subyek,
tapi tidak semua dukungan itu dipersepslkan diterima oleh indivldu. Hal ini
menunjukkan bahwa tidak ada kesesuaian antara kebutuhan dukungan dan
ketersedian dukungan yang diberikan kepada subyek penderita diabetes.
Dukungan emosional walaupun sudah diberikan oleh istri tetapl masih
dibutuhkan oleh subyek penderita diabetes karena subyek masih membutuhkan
dukungan tersebut diberikan setiap saat untuk memberikan semangat kepada
subyek yang terkadang subyek merasa bosan, jenuh dan putus asa terhadap
kondisi penyakitnya. Sedangkan dukungan informasi masih dibutuhkan karena
subyek masih menpunyal harapan agar dapat sembuh dari penyakit diabetes
melalui pengobatan secara medls.
Untuk penelitlan selanjutnya, disarankan agar lebih menggali dan
menfokuskan perhatlan pada sumber stres sehingga membutuhkan dukungan
yang berbeda pula untuk menghasllkan perilaku kepatuhan yang tinggi pada
pasien penderita diabetes. Untuk menghasllkan penghayatan yang leblh dalam
maka proses wawancara mellbatkan anak dari penderita diabetes. Akan sangat
menarik jlka penelitlan Inl dllanjutkan dengan melihat lebih dalam lagi pengaruh
latar belakang budaya, perbedaan pendidikan istri dan pendldikan penderita
diabetes, dan faktor keprlbadlan pada penderita diabetes.