UI - Tesis (Membership) :: Kembali

UI - Tesis (Membership)

Kepemimpinan tertinggi wanita dalam perspektif yusuf al-qaradhawi

Nomor Panggil T-pdf
Pengarang
Pengarang lain/Kontributor
Subjek
Penerbitan 2012
Program Studi
Kata Kunci
 Info Lainnya
Pengarang
Sumber Pengatalogan LibUI ind rda
Tipe Konten text
Tipe Media computer
Tipe Carrier online resource
Deskripsi Fisik xviii, 120 pages : illustration ; 28 cm + appendix
Catatan Bibliografi page 113-118
Naskah Ringkas
Lembaga Pemilik Universitas Indonesia
Lokasi Perpustakaan UI, lantai 3
  • Ketersediaan
  • File Digital: 1 (Membership)
  • Ulasan
  • Sampul
  • Abstrak
Nomor Panggil No. Barkod Ketersediaan
T-pdf 15-20-366561241 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 20503862
ABSTRAK
Tesis mi membahas tentang kepemimpman tertinggm wamta dalam perspektif
Yusuf al-Qaradhawi Wanita menjadi kepala negara seperti, presiden, perdana
menten atau raja. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain
deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kepemimpman wamta pada
pemerintahan dalam konteks negara demokrasi perspektif al-Qaradhawi
diperbolehkan karena kekuasaannya tidak bersifat mutlak, wilayahnya terbatas.
Yang terlarang adalah kepemimpinan wamta atas keseluruhan umat Islam Al-
Qaradhawi menyebutkan beberapa persyaratan bolehnya seorang wamta menjadi
kepala negara, yaitu tidak dmrepotkan oleh urusan rumah tangga, memiliki
kapabihtas, ilmu pengetahuan, kecerdasan, berusia sekitar 50 tahun-an
(berpengalaman) tidak direpotkan oleh uzur kewanitaan.

ABSTRACT
This thesis attempts to analyze the woman leadership in accordance with the
perspective of Yusuf Al Qaradawi position of leader such as president, prime
minister, queen in the context of a democracy This research isconducted by using
descriptive method with qualitative approach to text analysis The results of the
study indicate that Yusuf al Qaradawi believed that woman was prohibited to
become the top leader or al zmamah a!- uzma in the context of a democracy He
did not see any verse of the Qur an and hadith which prohibits a women to occupy
the position as a leader The posibility of a woman to become a leader for it does
not belong to leadership of the highest significance of Islam Then, to occupy the
position as a leader Yusuf Al qaradawi emphasized some qualifications Firstly,
the woman is not bothered by the affairs of the household Secondly, she should
have the capability knowledge and intelligence And the last one her age is
about 50 years (be experienced)