Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 151107 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Hasibuan, Muhammad Azani
"Peristiwa-peristiwa seperti bencana alam, kecelakaan lalu lintas, dan aksiaksiterorisme selalu meninggalkan tugas berat bagi pihak kepolisian untukmelakukan identifikasi. Hal ini disebabkan, rata-rata korban dari peristiwaperistiwa tersebut memiliki identitas fisik (wajah dan sidik jari ) yang sulit dikenali, sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan identifikasi secara biometric. Cara alternatif yang dilakukan pihak kepolisian adalah dengan cara mengidentifikasi korban lewat dental records milik korban yang berbentuk citra radiograph. Identifikasi ini dilakukan dengan mencocokkan citra dental x-ray korban dengan dental record (berbentuk citra dental x-ray) yang ada di arsip pihak kepolisian. Proses ini ditempuh karena rata-rata korban yang ciri fisiknya sudah rusak masih memiliki bentuk rahang dan struktur gigi yang utuh.
Tugas akhir ini akan mengembangkan sebuah prototipe sistem yang mampu melakukan identifikasi secara otomatis berdasarkan citra dental x-ray yang dimiliki korban. Informasi dari citra dental x-ray yang biasanya digunakan sebagai ciri antara lain, properti dari gigi (ada/tidaknya gigi, morfologi dari akar dan mahkota gigi, restorasi gigi), ciri jaringan periodontal dan ciri-ciri anatomis. Dalam penelitian ini ciri yang digunakan dibatasi hanya pada ciri anatomis saja yaitu bentuk lengkung rahang dan bentuk lengkung dagu. Perangkat lunak yang dicoba dikembangkan menggunakan metode quadratic regression dan centroid distance untuk membentuk deskriptor dari citra rahang, dan memanfaatkan least square loss function dan fuzzy similarity untuk mencari derajat kemiripan.
Sistem yang dikembangkan pada tugas akhir ini mampu memberikan keakuratan dalam proses pencarian sebesar 52.72 % untuk metode quadratic regression- least square loss function dan 70.91 % untuk metode centroid distance- fuzzy similarity. Sistem yang dikembangakan mampu membantu pihak kepolisian untuk meningkatkan kinerjanya dalam melakukan proses identifkasi."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2008
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Hanif Rasyidi
"Dalam ilmu forensik, gigi merupakan bagian tubuh yang digunakan untuk melakukan pengenalan seseorang ketika bagian tubuh lain telah rusak dan sulit dikenali. Pengenalan gigi dilakukan dengan membandingkan fitur yang ada pada gigi korban dengan fitur-fitur yang ada pada data gigi yang tersimpan. Pengenalan dengan cara tersebut memerlukan waktu yang lama, sehingga pengadaan metode pengenalan otomatis dengan menggunakan mesin sangat dibutuhkan.
Saat ini, beberapa metode pengenalan telah dikembangkan untuk mengenali gambar gigi yang berbentuk citra dental radiograph. Sayangnya, beberapa metode yang dikembangkan membutuhkan kualitas citra dental radiograph yang baik, sehingga penggunaannya masih sangat terbatas pada citra dengan kualitas tertentu. Oleh karena itu, peneliti mengajukan sebuah metode pengenalan yang dapat mengenali citra dental radiograph meskipun citra tersebut memiliki kualitas yang kurang baik. Metode yang dikembangkan akan meningkatkan kualitas citra dengan bantuan sistem inferensi fuzzy. Citra yang telah ditingkatkan kualitasnya tersebut kemudian akan dicari bentuknya dan dibandingkan dengan bentuk-bentuk gigi yang ada. Dari perbandingan tersebut akan dibuat peringkat kesamaan bentuk antara sebuah gigi dengan data yang tersimpan. Peringkat tersebut akan berguna untuk membantu seorang ahli forensik dalam mengenali seseorang

In forensic science, dental records are used to recognize someone when his/her body has been damaged and difficult to identify. Dental identification is done by matching the entire feature of victim?s dental condition and dental record from the police database. This process needs long time to finish, so procurement of automatic dental recognition method is very required.
Today, some automatic recognition methods have been developed to recognize dental record in form of dental radiograph image. Unfortunately, the methods need high quality dental radiograph image, which means it cannot be used to recognize all kind of image. Therefore, the researcher proposed a new method which can recognize all kind of dental radiograph images; even the image is a low quality image. The method proposed using fuzzy inference system to improve the quality of the dental radiograph image, before extract the shape of the dental and compare the extracted shape with some other extracted shape in police database. The methods measure the similarity of the image, and rank it based on the similarity value that help the forensic expert to indentify the victim."
2009
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Med Irzal
"Tesis ini membahas tentang sebuah metoda Principal Component Analysis untuk data yang terbentuk dari bilangan fuzzy. Metoda ini akan mentransformasi data fuzzy yang berada dalam ruang data berdimensi d ke sebuah ruang eigen yang berdimensi p dengan p < d, menggunakan sebuah Jaringan Neural Buatan Autoassociative Neural Network. Pengujian menggunakan data aroma dan data citra yang memiliki noise. Hasil dari percobaan menunjukkan bahwa metoda ini telah berhasil melakukan pemetaan terhadap data-data tersebut. Hasil percobaan juga menunjukkan bahwa metode ini lebih cocok digunakan pada data fuzzy berdimensi besar dan memiliki banyak dimensi yang berisi data redundant."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2008
T-Pdf
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Haris
"Bencana sangat sering terjadi di Indonesia, baik diakibatkan tangan manusia maupun kejadian alam. Pada proses identifikasi korban, polisi mempunyai beberapa prosedur standar. Salah satu cara yang paling umum adalah identifikasi menggunakan sidik jari. Namun, teknik ini sulit dilakukan bila korban mengalami cacat/kerusakan tubuh yang parah. Cara alternatif yang biasa digunakan adalah pencocokan dental dengan dental records. Namun, proses ini memakan waktu yang sangat lama sebab polisi harus membandingkan kondisi dental korban (post mortem) dengan dental records (ante mortem). Oleh karena itu, dibuatlah sebuah perangkat lunak yang mampu melakukan identifikasi pencocokan dental dengan otomatis menggunakan citra dental x-ray sebagai masukkan. Pada sistem ini, digunakan Zernike moments sebagai alat ekstraksi ciri. Zernike moments digunakan karena kemampuannya mengenali sebuah citra dengan tepat walaupun citra tersebut mengalami rotasi dan distorsi. Eksperimen yang dilakukan juga akan membandingkan masukkan biner dan grayscale. Sistem terbukti dapat mengenali 100% data uji yang ada pada scenario tertentu, sehingga sistem ini telah dibuktikan sebagai alat yang cukup efektif untuk melakukan identifikasi secara cepat dan tepat.
Disasters often happen in Indonesia, it is caused by human and nature. In order to identify the victim of the disaster, police have their own procedures. A common way to identify is by using finger print identification, but it is not often that the victims have badly body decay. The alternate way is using dental matching process. This process is very time consuming because the matching processes have to compare one by one the dental condition of the victim manually. Using dental x-ray as an input, an application to do matching process is developed. The application can automatically identify the victim by doing dental matching process. In this application, Zernike moments are used as feature extraction. Zernike moments are chosen because it has ability to recognize image accurately, even the image has rotated or distorted. The experiment also compare binary and grayscale image as input for Zernike moments. The application can 100% recognize the victim for some case, so it is powerful tool according to its ability to identify victim fast and accurately."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2009
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Nindya Larasati
"Latar Belakang: Terdapat beberapa kriteria yang diajukan sebagai standarisasi evaluasi material restorasi atau teknik operatif secara klinis yaitu US Public Health Service (USPHS) dan FDI World Dental Federation (FDI). Kriteria tersebut membantu dokter gigi memberi keputusan dalam menentukan keberhasilan suatu perawatan terutama restorasi. Adapun metode fotografi dapat menjadi metode indirek dalam menilai suatu restorasi dan sudah digunakan dalam praktik sehari-hari. Dengan media foto digital dokter gigi dapat mengidentifikasi perubahan awal pada kerusakan restorasi yang tidak terlihat jelas secara klinis. Tujuan: Untuk membandingkan kriteria USPHS-modifikasi dan FDI dalam menilai restorasi GIC gigi sulung pada media foto digital. Metode Penelitian: Penelitian analitik komparatif dilakukan di Klinik Gigi Anak RSKGM FKG UI pada 40 restorasi GIC di gigi geraham pertama bawah sulung anak usia 4-9 tahun. Gigi dibersihkan dan dilakukan evaluasi klinis menggunakan kriteria USPHS-modifikasi dan FDI sebelum pengambilan foto. Data foto yang terkumpul kemudian dievaluasi menggunakan kedua kriteria yang sama. Data hasil penilaian klinis dan foto digital diuji secara statistik. Hasil: Perbandingan penilaian evaluasi restorasi GIC gigi sulung secara klinis dan foto digital menggunakan kriteria evaluasi USPHS-modifikasi menunjukkan hasil yang berbeda bermakna dan signifikan secara statistik. Sedangkan dengan kriteria FDI menunjukkan hasil yang berbeda namun tidak bermakna dan signifikan secara statistik. Kesimpulan: Terdapat perbedaan antara kriteria USPHS-modifikasi dan FDI dalam menilai restorasi GIC gigi sulung dilihat pada media foto digital. Penilaian evaluasi dengan kriteria FDI memberikan hasil yang lebih konsisten dengan penilaian klinisnya dibandingkan kriteria USPHS-modifikasi.

Background: There are several criterias proposed as standardization for clinical evaluation of restoration materials or operative techniques, namely the US Public Health Service (USPHS) and FDI World Dental Federation (FDI). These criterias assist dentists in making decision to determine the success of a treatment especially restoration. The photographic method can be an indirect method in assessing a restoration and has been used in daily practice. With digital photo media, dentists can identify early changes in damaged restorations that are not clinically obvious. Objective: To compare modified USPHS and FDI criteria in assessing GIC restoration of primary teeth on digital image. Methods: A comparative analytic study was conducted at the Pedodontic Clinic, RSKGM FKG UI on 40 GIC restorations in lower primary first molars of children aged 4-9 years. The teeth were cleaned and evaluated using modified USPHS and FDI criteria prior to taking image. The collected photo datas are also evaluated using same criterias. Datas from clinical assessment and digital photo were tested statistically. Results: Comparison of clinical and digital image for GIC assessment on primary teeth using modified USPHS criteria showed statistically significant different result. Whereas FDI assessment criteria showed different result but not statistically significant. Conclusion: There is differences between modified USPHS and FDI criteria in assessing GIC restorations for primary teeth on digital image. Assessment using FDI criteria gave results that more consistent with the clinical assessment than modified USPHS criteria."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2022
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Ginanjar Cahya Komara
"Banyaknya dokumen pada Internet menuntut adanya mesin pencari. Mesin pencari yang ada saat ini dapat menemukan dokumen atau informasi berdasarkan kata kunci tertentu. Namun terkadang dokumen hasil pencarian tidak relevan dengan informasi yang dibutuhkan. Penelitian dalam tugas akhir ini bertujuan untuk membuat sistem yang dapat melakukan ekspansi kata kunci pada mesin pencari dengan menggunakan metode relasi fuzzy.
Relasi fuzzy merupakan suatu metode yang dapat menggambarkan hubungan antara dua buah objek. Dengan adanya ekspansi kata kunci, diharapkan hasil pencarian yang didapatkan akan lebih banyak dan dapat ditemukan dokumen dengan kata kunci lain namun memiliki relevansi dengan informasi yang dibutuhkan.
Dengan ekspansi kata kunci sebagai dasar, penelitian tugas akhir ini juga kemudian melakukan pemeringkatan hasil pencarian dengan menggunakan sistem inferensi fuzzy Takagi-Sugeno-Kang (TSK) orde-satu. Penelitian tugas akhir ini dibatasi pada kata kunci berbahasa Indonesia dan ekspansinya dibatasi maksimal tiga kata kunci.

The existence of search engine is required due to the increasing number of documents on the Internet. Search engines are able to find documents or information based on certain keyword. But the search results are seldom irrelevant with the necessary information. The aim of this final project research is to build a system which is able to expand the keyword on search engine using fuzzy relation.
Fuzzy relation is a method which is capable of describing the relationship between two objects. The expectation of the keyword expansion is to enable users to get more search results and perhaps some of them are relevant with the necessary information.
With the keyword expansion as basic, this final project research then ranks the search results using the orde-one Takagi-Sugeno-Kang (TSK) fuzzy inference system. The system can only accept keyword in Indonesian language, and will only have three keyword expanded in maximum."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2009
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Yuli Setiawannie
"Peranan pemasok sangat penting dalam manajemen rantai pengadaan. Evaluasi performa pemasok mendorong pemasok-pemasok untuk meningkatkan performanya. Evaluasi ini merupakan permasalahan kompleks dan tidak terstruktur yang meliputi banyak kriteria.
Metode yang dipakai adalah AHP dan fuzzy AHP. Metode fuzzy AHP dikembangkan untuk menyelesaikan ketidakpastian dari persepsi dan pengalaman manusia yang subjektif dalam pengambilan keputusan.
Penelitian ini bertujuan menentukan bobot performa pemasok dengan AHP dan fuzzy AHP dan membandingkan hasil pembobotan kedua metode. Penelitian dilakukan di perusahaan baru selama 1 bulan. Penelitian mulai dengan penyebaran kuesioner langsung terhadap 3 tenaga ahli untuk menilai 3 pemasok karet alam.
Faktor yang paling diperhatikan untuk evaluasi adalah kualitas yang meliputi barang dan pelayanan. Berdasarkan performa pemasok terhadap kriteria-kriteria evaluasi maka pemasok A memiliki performa terbaik dengan bobot 0,504 untuk AHP dan 0,5308 untuk fuzzy AHP. Penentuan bobot performa supplier dengan fuzzy AHP lebih akurat dan sesuai kebutuhan perusahaan. Analisa sensitivitas menunjukkan perubahan bobot akhir pemasok tetapi tidak mengubah peringkat prioritas pemasok dalam metode AHP dan fuzzy AHP.

Suppliers have an important role in supply chain management. Supplier performance evaluation would motivate suppliers to improve their perfomance. This evaluation is complex and unstructured problem and involve multi criteria.
The methods that can be used are AHP and fuzzy AHP. Fuzzy AHP method is employed to solve the uncertainty and vagueness from subjective perception and the experiences of human in decision making.
This research ptuposes to determine weight of suppliers with AHP and fuzzy AHP and comparing result of weighting from both methods. Research was conducted in a tire manufacturer during 1 months. The research starts by deploying questionnaires directly to 3 experts to asses 3 suppliers of natural rubber.
The important factors of evaluation are quality in material and service. Based on suppliers performance to evaluation criteria, supplier A has the best performance with weight 0.504 in AHP and 0.5308 in fuzzy AHP. Determination of supplier performance weight with fuzzy AHP is more accurate and appropriate company need. Sensitivity analysis indicated that a difference final weight supplier but it didn't change ranking of priority supplier in AHP and fuzzy AHP method."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2006
T16949
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mario Hendracia
"Pada skripsi ini dibahas pemodelan dengan mengidentifikasi suatu kumpulan data masukan-keluaran suatu proses nonlinier data fluktuasi harga saham dan data Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam bentuk model fuzzy Takagi-Sugeno. Struktur model Nonlinear Auto Regressif (NAR) divariasikan time delaynya sebanyak tiga kali, yaitu t=1, t=3, dan t=5 digunakan sebagai model sistem nonlinear. Algoritma Subtractive Clustering digunakan untuk mengelompokkan data masukan-keluaran menjadi beberapa cluster berdasarkan kesamaan linearitas, dimana setiap cluster mewakili suatu aturan bagian premis model fuzzy Takagi-Sugeno. Parameter model fuzzy Takagi-Sugeno untuk setip aturan (cluster) diestimasi dengan menggunakan metode least-square untuk masing-masing cluster. Model fuzzy Takagi-Sugeno untuk data fluktuasi harga saham dan data IHSG menunjukkan ferforma yang paling baik dengan struktur NAR t=1. Model fuzzy Takagi-Sugeno untuk data fluktuasi harga saham yang didapat telah diuji dengan proses validasi silang dan hasilnya menunjukkan bahwa model fuzzy Takagi-Sugeno untuk data fluktuasi harga saham mampu menyamai karakteristik proses nonlinear data fluktuasi harga saham dengan tingkat Root Mean Square Error (RMSE) sebesar 16.3. Demikian pula dengan model fuzzy Takagi-sugeno untuk data IHSG, dengan tingkat RMSE sebesar 6.52. Terjadinya overfitting menunjukkan bahwa model fuzzy Takagi-Sugeno untuk data IHSG hanya dapat digunakan untuk peramalan jangka pendek (short-term forecasting)."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
S40133
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
P. Hendarwan Budiarta
"Sistem simulasi yang diketengahkan dalam Tugas Akhir ini menggunakan algoritma pengaturan berbasis logika fuzzy. Logika fuzzy digunakan untuk mengatasi kesulitan pengendalian pada sistem yang memiliki sifat non-linieritas tinggi, di antaranya adalah pengemudian mobil. Akan dijelaskan model asli model yang disederhanakan, serta penentuan model fuzzy Takagi-Sugeno mobil. Sebagai pengendali digunakan kontroler fuzzy yang dioptimasi dengan persamaan Riccati. Dibahas juga pengujian kestabilan pengendalian. Dalam hal ini, logika fuzzy tidak hanya digunakan pada pengendali (kontroller) tetapi juga untuk memodelkan mobil (model fuzzy Takagi-Sugeno). Pada bagian akhir diberikan flowchart program simulasi dan Basil-hasil simulasi pada beberapa kondisi untuk menunjukkan pengaruh - kecepat:an, waktu cuplik, panjang mobil, dan besainya state feedback gain, K terhadap kinerja pemarkiran."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1996
S38856
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muchamad Irvan G.
"Tugas akhir ini merupakan lanjutan dari penelitian sebelumnya (Sanabila, 2008) dalam pengenalan sudut wajah dengan konsep yang sama, yaitu data acuan awal memiliki interval tertentu, dibuat data acuan baru menggunakan interpolasi, lalu data uji dihitung jaraknya terhadap semua data acuan, data acuan dengan jarak terdekat merupakan hasil tebakan. Perbedaan dalam penelitian ini adalah penggunaan data rata-rata dan data fuzzy sebagai data acuan, perbedaan dalam PCA yang dilakukan, serta penggunaan control point placement dalam interpolasi Bezier kuadratik.
Skema eksperimen dibagi menjadi dua, menggunakan set data yang sama dengan penelitian sebelum ini dan menggunakan set data yang lebih kecil intervalnya. Selain itu, penelitian ini juga mencakup pengenaan distorsi.
Kesimpulan dari peneltian ini adalah penggunaan data rata-rata lebih baik daripada data masing-masing foto yang harus dipisahkan berdasarkan kelas wajah terlebih dahulu, penggunaan PCA memberi hasil yang baik, algoritma dengan data fuzzy belum memberi hasil sebaik data rata-rata, pengenaan distorsi kurang mempengaruhi hasil pengenalan algoritma untuk eksperimen yang memakai data rata-rata, dan pemakaian control point placement menghasilkan tingkat pengenalan yang lebih baik untuk eksperimen dengan data rata-rata.

This final project is a continuity of previous research about angle estimation with the same main concept: with reference data in some intervals, new reference data with smaller intervals was made with the use of interpolation, and distances between testing data and all reference data was calculated, the reference data with the closest distance was the algorithm?s estimation (Sanabila, 2008). Differences made were the use of average data (crisp data) and fuzzy data for each angle as reference data, differences in PCA algorithm, and the use of control point placement in quadratic bezier interpolation.
Experiment scenarios were divided into two main schemes based on the intervals of the data set, the first one was an experiment scheme with the same data set intervals with previous research and another one was experiment scheme with smaller intervals. Data manipulation with noise addition have also been done in some experiment schemes.
Some of the Conclusions were: use of average data was more efficient than one data for each picture, the use of PCA gave better result than experiments without PCA, experiments with average data gave better result than with fuzzy data, noise addition to data did not effect the recognition rate of the algorithm for experiments with average data (crisp), control point placement gave better result in experiments with average data.
"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2009
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>