Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 142689 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Agus Sandianto
"Warren Buffet merupakan orang terkaya kedua di dunia (Forbes, 2007). Dia mendapatkan kekayaannya dengan berinvestasi pada perusahaan ? perusahaan baik publik maupun tertutup. Dalam emilihan portfolio perusahaan di mana ia berinvestasi, Buffett memiliki perangkat aturan (ruled-based investment system) yang harus dilalui oleh sebuah perusahaan sebelum perusahaan tersebut masuk ke dalam portfolio Warren Buffett. Salah satu buku yang paling rinci membahas metode pemilihan portfolio Warren Buffett adalah ?The Warren Buffett Way? karya Robert G. Hagstrom (2005), yang menjadi referensi utama penelitian ini. Aplikasi pemilihan portfolio Warren Buffett di pasar modal Indonesia dan menghitung risk-adjusted return portfolio yang terbentuk merupakan tujuan dari penelitian ini. Martin (2008) meneliti bahwa pemilihan portfolio menurut prinsip Warren Buffett telah menghasilkan portfolio yang menghasilkan return tahunan yang melebihi return tahunan market portfolio (S&P 500) sebanyak 11,4% dan portfolio yang terbentuk memiliki Sharpe?s Measure lebih tinggi dari Sharpe?s Measure market portfolio (S&P 500) (64,40% vs 40,19%). Dalam penelitian ini, penulis akan membuat replikasi dari portfolio Warren Buffett dengan menggunakan prinsip ? prinsip yang ada dalam buku ?The Warren Buffett Way? pada pasar modal Indonesia. Portfolio yang terbentuk ternyata menghasilkan return yang lebih rendah dari return market portfolio (IHSG). Hal ini terlihat pada Holding Periode Return (HPR) portfolio yang lebih rendah dari HPR market portfolio pada 9 periode penelitian (total 15 periode). Tetapi portfolio yang terbentuk ternyata menghasilkan risk-adjusted return yang lebih tinggi dari risk-adjusted return market portfolio (IHSG). Hal ini dapat terlihat dari Sharpe?s Measure portfolio yang lebih besar dari Sharpe?s Measure merket portfolio pada 9 periode penelitian (total 15 periode). Dan Treynor?s Measure portfolio juga lebih besar dari Treynor?s Measure market portfolio pada semua periode penelitian (15 periode). Nilai Jensen?s Alpha juga menunjukkan nilai yang positif dan signifikan pada 4 periode penelitian."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
S6056
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Andrianus Koosherlan
"Pasar modal merupakan alternatif baru pembiayaan pembangunan yang mencakup segi-segi idealisme Pancasila.
Tetapi investasi dalam bentuk kepemilikan saham di pasar modal mengandung resiko yang besar karena kondisi ketidakpastian. Untuk itu perlu dilakukan diversifikasi
investasi dalam bentuk portofolio optimal saham. Data penelitian diperoleh dari Bursa Efek Jakarta, BAPEPAM dan studi kepustakaan. Portofolio optimal saham ditentukan
nielalui Single Index Model dan Mean Variance Model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa portofolio optimal saham dapat mengurangi resiko investasi dalam bentuk kepemilikan
saham. Jadi portofollo optimal saham dapat meminimalisir resiko karena fluktuasi yang terjadi di pasar modal akibat systematic dan unsystematic risk.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1994
S18737
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Evi Wulansari
"Tujuan penelitian skripsi ini adalah untuk menentukan berapa proporsi masing-masing aset untuk setiap tingkat return yang diharapkan oleh investor dimana proporsi tersebut merupakan proporsi yang efisien yaitu proporsi yang akan meminimumkan risiko portfolio (dimana portfolio ini merupakan diversifikasi dari keempat aset yang diteliti). Hasil penelitian yang didapat adalah bahwa terdapat 5 korelasi antar aset yang negatif dan hanya 1 yang positif yaitu antar deposito rupiah dengan deposito dolar AS. Untuk setiap tingkat return portfolio yang diinginkan proporsi saham dan logam mulia adalah negatif. Hal ini dikarenakan expected return saham dan logam mulia relatif rendah sedang risikonya relatif tinggi (terutama pada saham) dibandingkan dua aset lainnya. Oleh karena short selling yang seharusnya dilakukan terhadap aset yang proporsinya negatif tidak diperbolehkan maka pilihan investor untuk melakukan diversifikasi kini terbatas hanya pada aset yang proporsinya positif dalam hal ini adalah aset deposito rupiah dan deposito dolar AS. Kesimpulan dan saran dari tulisan ini bahwa semakin rendah korelasi antar aset dalam suatu portfolio maka akan semakin baik karena usaha untuk meminimumkan risiko akan semakin efektif. Hasil penelitan seperti diatas banyak dipengaruhi oleh kondisi bursa saham yang lesu sebagai akibat situasi perekonomian seat itu seperti TUP, adanya koreksi pasar dan masalah-masalah struktural lainnya yang dihadapi oleh BEJ. Sebaliknya dengan adanya TUP menyebabkan suku bunga deposito membumbung tinggi. Agar saham dapat menjadi alternatif yang menarik maka kegiatan di bursa harus dibangkitkan kembali caranya antara lain dengan penyempurnaan peraturan, sistem informasi pasar, efisiensi transaksi (melalui komputerisasi) kesemuanya diharapkan dapat menarik para investor potensial untuk bermain di bursa sehing9a dapat mendorong sisi permintaan dan selanjutnya meningkatkan harga-harga saham di bursa ."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1993
S18550
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hagstrom, Robert G.
"The Warren Buffett Way menjelaskan mengenai karier Buffett dan memberikan berbagai contoh di masa kini tentang bagaimana teknik-teknik dan metode-metode investasinya kemudian berkembang, serta orang-orang penting yang terlibat dalam proses itu . Buku ini juga menjelaskan tentang berbagai keputusan investasi penting yang membuahkan sejarah kinerja yang tak tertandingi."
Jakarta: PT Elex Media Komputindo, 2023
332.6 HAG w
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Odhor Rita Rosmawati
"ABSTRAK
Pasar Modal telah menjadi bagian yang penting dari pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Melalui pasar modal di satu sisi sebuah perusahaan dapat memperoleh dana yang relatif lebih murah dan cepat untuk pengembangannya, dan sisi lain pemilik modal dapat melakukan investasi dalamfinancial asset.
Setiap investor dapat memilih berbagai investasi yang ada di pasar modal, dimana setiap jenis investasi tersebut memiliki karakteristik masing-masing baik dalam hal tingkat pengembalian. (return) maupun resikonya. Oleh karena itu disamping harapan memperoleh keuntungan yang lebih besar dibanding melakukan investasi di sektor lain, pemilik modal yang bcrinvestasi dalam saham harus menyadari adanya kemungkinan untuk mengalami kerugian yang besar pula.
Kerugian mcrupakan resiko dalam suatu investasi. Resiko investasi dalam bentuk saham bisa terjadi jika perusahaan yang menerbitkan saham mengalami kerugian sehingga tidak membagikan dividen, terjadi capita/loss akibat penurunan harga saham atau hilangnya modal akibat likuidasi perusahaan. Untuk memperkecil resiko investasi pada saham tersebut, pemilik modal dapat membentuk suatu portfolio saham. Tetapi pembentukan portfolio mempunyai banyak kemungkinan. Salah satu metode yang bisa
digunakan untuk membuat suatu portfolio saham adalah melalui metode Simple Ranking Devices.
Metode Simple Ranking Devices menerapkan single index model dalam pembentukannya, yang mcrupakan penyederhanaan model Markowitz baik dalam hal input yang digunakan maupun penaksiran dari input tersebut. Indeks tunggal yang dipakai dalam karya akhir ini adalah indeks harga saham di Bursa Efek Jakarta, dengan batasan penelitian mulai dari tanggal I Januari 2000 sampai 31 Desember 2001. Disamping indeks sebagai variabel dalam metode ini, dibutuhkan variabel lain yaitu tingkat pengembalian aset bebas resiko, yang dalam hal ini memakai tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia.
Pemilihan saham-saham yang kemudian menjadi kandidat portfolio optimal dilakukan dengan mencrapkan beberapa seleksi. Pertama, memilih saham-saham dari emiten yang sudah melakukan go-public selama periode l Januari 2000 sampai 31 Desember 200 I sepenuhnya. Kedua, membuang saham-saham dari emiten yang memberikan tingkat pcngcmbalian negatif pada periode pengamatan. Ketiga, membuang saham-saham dari emiten yang memberikan hasil ncgatif dari perbedaan tingkat pengembalian sahamnya terhadap tingkat pengembalian aset bebas resiko.
Dengan menggunakan metode Simple Ranking Devices dan saham-saham kandidat portfolio yang sudah melalui poses seleksi, diperoleh kombinasi saham yang akan dipakai dalam invcstasi berikut bobot dan prosentase masing-masing saham dalam portfolio terscbut. Berdasarkan kombinasi saham dan prosentase tersebut, dapat diperoleh tingkat pengembalian dan resiko dari portfolio.
Dari basil perrhitungan yang dilakukan penulis untuk saham-saham di Bursa Efek Jakarta selama periode 1 Januari 2000 sampai 3 I Desember 2001, diperoleh 27 saham yang merupakan anggota portfolio optimal berikut prosentasenya dalam portfolio.
Melalui pengkajian metode indeks tunggal yang dilakukan penulis dalam karya akhir ini, dapat menjadi suatu masukan kepada investor dalam memilih saham yang akan diinvestasikan dengan membentuk suatu portfolio optimal. Pemakaian Simple RankingDevices merupakan salah satu cara yang dapat dipakai oleh investor untuk memperoleh portfolio optimal, dengan ccpat dan sederhana.
Untuk lebih mcmpcrmudah pelaksanaan investasi, apabila basil dari perhitungan portfolio optimal membcrikan jumlah saham yang cukup banyak, maka dapat dilakukan penyederhanaan dengan mcngeluarkan saham-saham yang hanya memberikan prosentase yang kecil dalam portfolio optimal tersebut.
"
2003
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dwita Amelia Fitriani
"Penelitian ditujukan untuk mengetahui keberadaan Day of The Week Effect pada imbal hasil IHSG untuk periode Januari 2003 hingga Desember 2007. Pengujian akan menggunakan data harian dengan uji keseluruhan periode dan uji tiap tahunan untuk melihat konsistensi hasil. Uji menggunakan keseluruhan periode menunjukan adanya fenomena Day of The Week Effect selama periode observasi dengan Senin menunjukan imbal hasil terendah dengan Jumat menunjukan imbal hasil tertinggi. Kesimpulan yang sama diperoleh pada uji tiap tahunan dengan besaran yang berbeda-beda. Pola Day of The Week Effect menunjukan bentuk deterministic sehingga dapat dilakukan prediksi imbal hasil saham di masa yang akan datang. Penelitian lebih lanjut menunjukan tidak terdapatnya hubungan antara resiko dan Day of The Week Effect yang ditemukan selama periode observasi yang mengindikasikan adanya variabel lain yang menyebabkan keberadaan fenomena tersebut.

This study tests the presence of the Day of The Week Effect on market return in the case of the Jakarta Stock Exchange and covers the period between January 2003 and Desember 2007. By using the daily basis of Jakarta composite index, the study will use overall five years period and yearly basis also to look for the consistency. By using the overall five years period, the findings show that the Day of The Week Effect is present with the lowest and highest returns are observed on Monday and Friday. Same conclusion achieved by using sub-periods with statistically different volatility. Day of the Week Effect shows the deterministic seasonality that investor can predict the future return by learn the pattern. Further investigation shows that there is no correlation between equity market risk and Day of The Week Effect, means there is another variable that affected that phenomenon."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
S6570
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Imam Sjahputra Tunggal
[Place of publication not identified]: Harvarindo, 2008
332.6 IMA a
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Yuyun Aisyah Nuryanti
"Skripsi yang berjudul ?Pengujian Keberadaan Preholiday effect di Pasar Modal Indonesia? ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat preholiday effect di dalam pasar modal Indonesia. Preholiday effect merupakan penyimpangan yang terjadi di dalam pasar modal di mana tingkat pengembalian saham menjelang hari libur akan lebih tinggi dibandingkan dengan hari biasanya. Objek yang digunakan adalah saham-saham teraktif selama periode penelitian, yaitu dari tahun 1999-2006. Variabel yang digunakan adalah tingkat pengembalian saham, volume perdagangan, dan order size yang terbagi menjadi frekuensi order, kedalaman pasar, dan rasio volume per order. Metode yang digunakan dalam mengolah seluruh variabel adalah uji beda statistik yang digunakan untuk melihat apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara kelima variabel tersebut pada hari menjelang hari libur dengan hari biasanya. Sedangkan metode Seemingly Unrelated Regression digunakan khusus pada variabel tingkat pengembalian saham untuk melihat seberapa besar pengaruh hari libur terhadap variabel tersebut pada masing-masing saham. Berdasarkan kedua metode tersebut, diperoleh hasil bahwa keberadaan Preholiday effect tidak terbukti di pasar modal Indonesia."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2007
S5736
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sual, Winston
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1992
S18279
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>