Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 50296 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Hasan
"ABSTRAK
Alloy FeSi adalah material softmagnetik yang banyak digunakan sebagai inti dalam transformator. Material ini memiliki sifat yakni magnetisasi saturasinya tinggi, koersivitasnya rendah, permeabilitasnya tinggi. Bertambahnya Si akan mengurangi koersivitas dan meningkatkan resistivitas sehingga core loss akibat hysterisis dan Eddy current menurun, dan didapatkan sifat magnetik material yang baik untuk apikasi transformer. Tetapi penambahan Si diatas 3 % menyebabkan alloy bersifat brittle. Penambahan Al pada alloy FeSi diharapkan dapat memperbaiki sifat magnetik dan sifat mekanik, sehingga efisiensi dari transformator dapat meningkat. Untuk itu dilakukan penelitian studi sifat magnetik beserta komposisi dan mikrostruktur dari FeSiAl. Dengan kadar Si 3% dan variasi kadar Al 4%,5% dan 6% serta kadar Fe100-3%-%Al . Dalam penelitian ini sifat magnetik yang diukur adalah koersivitas yang diperoleh dari hysterisis loop. dengan menggunakan alat VSM (Vibrating sample magnetometer). Dari hasil penelitian ini tampak bahwa koersivitas menurun dengan pertambahan Al yang berarti sifat magnetiknya lebih baik. Mikro struktur material diteliti dengan menggunakan XRD dan foto mikro yang menunjukkan fasa ketiga sampel sebagai body centered cubic.

ABSTRAK
The alloy FeSi is a softmagnetic material oftenly used as the core component of a transformer. This material has the properties of high saturation of magnetization, low coercivity and high permeability. Increased Si will reduce the coercivity and increase the resistance, so there is a reduction of core loss due to hysterisis and eddy current?properties of magnetic material that is good for application in transformers. But increasing Si more than 3% causes the alloy to become brittle. Adding aluminium to FeSi is hoped to improve the magnetic and mechanical properties of the alloy, so as to increase the efficiency of a transformer. To achieve the aims, a research was carried out to study the composition and microstructure of FeSiAl, with 3% Si concentration and varied concentrations of aluminium (4%, 5% and 6%), and Fe100-3%-%Al concentration. In this research, the magnetic property measured was coercivity obtained from loop hysterisis using VSM (vibrating sample magnetometer). In the research, it was observed that coercivity was reduced with the addition of Al, which means the alloy had better magnetic properties. The microstructure of the material was studied using XRD and microphotograph that showed the phase of the three samples as being body-centered cubic.
"
2008
T25326
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Lusyana
"Membran mixed ionic-electronic conductor dengan struktur perovskite merupakan konduktor ion dan elektron oksigen yang sangat baik sehingga banyak digunakan sebagai pengayak udara. Dalam reaktor membran untuk reaksi oksidasi parsial metana, perovskite dapat digunakan sebagai pengayak udara untuk memisahkan oksigen serta sebagai katalis dalam reaksi oksidasi parsial metana. Perbedaan koefisien ekspansi termal yang sangat besar antara support Al2O3 dengan membran provskite menyebabkan membran perovskite mengalami perengkahan (cracking) dari supportnya.
Preparasi membran dilakukan dengan dua metode yaitu metode pelapisan a-AI2O3 pada a-Al2O3 yang dilanjutkan dengan impregnasi dan pelapisan dengan perovskite serta metode presipitasi a-Al2O3 ke dalam a-Al2O3 yang dilanjulkan dengan impregnasi dan pelapisan dengan perovskite.
Uji kinerja kedua membran diperoleh bahwa dengan metode pelapisan a-Al2O3 membran mengalami kebocoran 2 %, konversi metana 60 %, selektivitas CO 23 % dan selektivitas H; 56 %, sedangkan pada metode presipitasi a-Al2O3 membran mengalami kebocoran 0,8 %, konversi metana 60 %, selektivitas CO 45 % dan selektivitas H2 53 %."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2002
S49281
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Akmal Johan
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2005
T39770
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Candra Nugraha
"Kondisi magnetis material menunjukan fenomena yang menarik yaitu apabila arus bolak-balik diterapkan pada inti suatu transformator maupun mesin listrik berputar maka dapat menimbulkan terjadinya histerisis dan anus Eddy. Kedua gejalatersebut merupakan rugi energi yang hares diminimalisasi agar kinerja suatu instrumen listrik, dalam hal ini motor induksi, menjadi baik. Minimalisasi rugi energi melibatkan komponen utama yaitu karakteristik bahan dan tebal Iaminasi yang digunakan.
Analisis material meliputi besi murni (99,9 % Fe), besi-silikon (4 % Si 96 % Fe), besi-silikon ( 3,3 % Si 96,7 % Fe), besi-silikon (3 % Si, 97 % Fe). Dasar pen ilihan material yaitu pemakaiannya yang luas, murah dan mudah didapatkan. Dengan merujuk pada karakteristik magnetik keempat material tersebut dapat dihitung besar rugi-rugi inti yang terjadi dalam Watt 1 kilogram.
Penerapan keempat material pada motor induksi menunjukan variasi yang mencerminkan perbandingan rugi inti terhadap daya keluaran motor induksi. Dengan mengacu pada IEC Publication No. 72 yang memuat data dimensi laminasi mesin dan daya keluaran maksimum 37 KW maka dengan menggunakan simulasi program Matlab versi 4.2c.1 diperoleh persamaan polinornial orde 4 yang menyatakan hubungan keduanya. Studi banding meliputi keluaran daya 5 KW, 10 KW dan 15 KW dengan perbedaan jurnlah kutub 2 dan kutub 4 dapat dilihat total rugi inti dan persen terhadap daya keluaran motor induksi tersebut."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1997
S38903
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Chakravarty, Ardhendu Sekhar, 1931-
New York: John Wiley & Sons, 1980
530.41 CHA i
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Djoko Triyono
"ABSTRAK
Studi sifat kemagnetan dan analisis kinetika alloy magnetic berbasis Nd-(Fe,Co)-B telah dilakukan. Ingot dan pita-pita alloy magnetic Nd10(Fel-xCox)14B6 (at %) dengan komposisi x = 0 ; 0.1; 0.2 ; dan 0.5 dibuat masing-masing dengan arc melting furnace dan Teknik melt spinning dengan kecepatan substrat 30 m s pita-pita sampel kemudial dianil dengan temperature 700 C selama 2 sampai 120 menit untuk meningkatkan derajat kristalisasi fasa yang terbentuk adalah Nd2(Fe,Co)14B sebagai fasa utama, dan fasa minar alpha-Fe serta Co. studi XD menunjukkan bahwa volume sel satuan fasa utama berkurang dengan peningkatan subsitusi Co. ukuran butir rata-rata fasa utama dievaluasi dengan menggunakan formula Scherrer dan ditemukan bahwa semua butiran berukuran dalam skala nanometer. Pengukuran sifat kemagnetan menggunakan VSM untuk alloy yang dipelajari diketahui bahwa nilai koersivitas masimum 499 kAm diperoleh untuk alloy dengan komposisi x = 0,1 setelah aniling pada temperature at 700 C selama 2 menit Remanen dari semua pita-pita alloy berkisar antara 0.80-1.10 T Peningkatan nilai remanen disebabkan oleh exchange coupling annatar fasa Nd2(Fe,Co)14B dan partikel alpha-Fe yang berukuran ultra halus (nanometer) di dalam alloy Nd-Fe-B dengan kandungan Nd rendah. Produk energi maksimum dari pita alloy yang telah dianil berkisar antara 28-115 kJ m3. Pengukuran temperature Curie, Tc dengan menggunakan differential scanning calorimeter (DSC) dari pita-pita kristalin menunjukkan bahwa terjadi kenaikan nilai Tc dari 304 C untuk alloy x = 0 sampai 650 C untuk alloy x = 0.5. kinetika kristalisasi dari fasa amorf alloy Nd10(Fe1-xCox)84B6 juga telah dianalisis dengan menggunakan DSC. Energi aktivasi Ec dan konstanta Avrami, n untuk kristalisasi alloy dengan komposisis X = 0 dan x = 01 dihitung dengan menggunakan metode Kissinger yang telah dimodifikasi. Hasil-hasil analisis kinetika menunjukkan bahwa transformasi fasa dikontrol oleh proses difusi dengan laju pertumbuhan dan nukleasi konstan.

ABTRACT
Magnetic studies and kinetic analysis on melt spun ribbon of Nd-(Fe,Co)-B based permanent magnets have been done. Ingot and ribbon samples of Nd10(Fel-xCox)14B6 (at %) with x = 0 ; 0.1; 0.2 ; and 0.5 compositions were prepared by arc melting furnace and melt spinning with substrate velocity of 30 mis respectively. The ribbon samples were subsequently annealed at 700 C for 2-120 minutes to promote crystallization. The phases present in the samples are Nd2(Fe,Co)14B type as main phase, alpha-Fe, and Co as the addition. X-ray diffraction studies indicate that the volume of unit cell of main phase tends to decrease by Co substitution. The mean grain size of main phase was also evaluated by line broadening analysis, using the Scherrer formula and found that all the grains were in nanometer scale. From magnetic measurements by VSM for the alloys under studied, it is found that the maximum coercivity of 499 kA per m was observed in the ribbon alloy of x = 0.1 composition after annealing at 700 C for 2 minutes. Remanence of all as-spun and heat treated ribbons are in the range of 0.80 to 1.10 T (above the theoretical value based on Stoner-Wohlfarth theory.L12; Js = saturation magnetization). The enhancement of remanence raised due to exchange coupling between nanosized Nd2(Fe,Co)14B and cc -Fe particles in the Nd-Fe-B alloys with lower Nd content. Maximum energy products of the annealed ribbon are in the range of 28 to 115 kJ per m3. The Curie temperature, T, measurement of crystallized melt spun ribbon by Differential Scanning Calorimeter (DSC) show an increase the value of L from - 304 C for alloy x = 0 to -650 C for alloy x = 0.5. The kinetic of crystallization process of amorphous Nd1o(Fe1-x Cox)14B6 alloy have also been analyzed by DSC employed modified Kissinger method from which activation energy, Ec and Avrami constant, n for the crystallization were determined for alloys with composition x = 0 and x = 0.1. Results of kinetic analysis show that the phase transformation is a diffusion-controlled transformation with initial growth of particles nucleated at a constant rate.
"
Depok: Universitas Indonesia, 1998
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Norita
"Telah dilakukan preparasi alloy magnet FeSi dengan variasi Si = 1, 2, 3 dan 4 at % menggunakan metode arc melting. Alloy tersebut kemudian di anil pada temperatur 800 C selama 1 jam. XRD dan fotomikro digunakan untuk meneliti struktur mikro seperti fase, parameter kisi, ukuran, distribusi dan batas butir. Analisis struktur mikro menunjukkan terjadinya fase tunggal a-Fe baik pada kondisi As cast maupun kondisi annealed. Proses anil menyebabkan pertumbuhan ukuran butir dan kristalisasi serta difusi atom-atom Si pada kristal a-Fe.
Karekterisasi listrik menggunakan RLC meter menunjukkan bahwa rangkaian ekivalen alloy FeSi adalah rangkaian RL yang tersusun secara seri. Bertambahnya %Si dalam alloy FeSi baik dalam kondisi As cast dan kondisi annealed cenderung meningkatkan nilai resistivitas dan induktansi listrik. Proses anil juga menyebabkan nilai resistivitas dan induktansi listrik meningkat.

Preparation of FeSi magnetic alloy with composition of Si = 1, 2, 3 and 4 at% has been done using arc melting technique under Ar atmosphere. These alloy was annelead at 800 C for 1 hour. XRD and metallography was used to investigate the existance of phase, lattice parameter, size, boundary and distribution of grains. Microstructural analysis of as-cast and annealed samples show that these alloys consist of single phase a-Fe. Heat treatment of these alloys cause grain growth, crystalization and diffusion of Si atoms in a-Fe crystals.
Electrical characterization by RLC meter indicates RL series circuit as equivalent circuit. Increasing %Si in FeSi alloy both in as-cast and annealed state tend to increase the values of electrical resistivity and inductance. These values also increase due to annealing process."
Depok: Universitas Indonesia, 2008
T21571
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Kaneyoshi, T.
Singapore: World Scientific, 1992
538.4 KAN i
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Ahmad Anwari
"Alnico merupakan salah satu kelompok jenis paduan magnet permanen yang penting. Kelompok ini dinamakan Alnico karena mengandung Alumunium, Nikel, Cobalt dan tentunya Besi yang mempunyai prosentase terbesar. Fariasi kamposisi dan proses telah menghasilkan banyak sekali jenis magnet A!nlco. Pemakaian terbesar magnet A!nlco adalah pada industrl alat-alat elektronik, loudspeaker, kamunikasi, MagnetOs dan industrl alat ukur elektranik. Alnico V merupakan salah satu jenis magnet Alnico Anisotropi dimana proses pendinginan dalam medan magnet memegaag peranan penting dalam menentukan hasil akhir yang diperoleh. Komposisi magnet Alnico V adalah 51% Fe, 8% AI, 14% Ni, 24% Co dan 3% Cu. Magnet A!nloo V yang telah dimagnetisasi mempunyai lnduksi remanen ( B,) = 1.2 T, Medan koersifitas (H.)= 0.6 Oe dan BH maks = 5.0 MG Qe. Dalam penelitian ini diteliti pengaruh kandungan master alloy terhadap berat jenis dan sifat kemagnetan magnet Alnico V sebelum dimagnetisasi dengan menggunakan Impulse Magnetizer. Fariasi kumposisi yang dibarikan masing-masing adalah 0"/0, 40"/o, 50% dan 60% dan dicetak dengan tekanan II tanlcm2. Proses sinterlsasi dilakukan pada atmosfer Hidrogen kerlng dan ternperatur 1300 •c dengan lama penahanan 4 (empat) jam yang dilanjutkan dengan pendinginan cepat (4 •cs·') dari 1300 - 850 •c kernudian dilakukan pendinginan lambat dalam medan magnet dari 820 - 500 •c. Terakhir dilakukan temperisasi selama 8 (jam) pada temperatur 585 •c. Dimensi dan berat jenisnya dihitung kemudian dibahas &ktor-&ktor yang mempengaruhinya. Dernikian juga sifat kemagnetannya. Basil optimum yang diperoleh untuk nilai berat jenis adalah campuran yang mengandung master alloy 40% dengan berat jenis 6.21 gr/cm'. Untuk sifat kemagnetan sebelum dimagnetisasi, basil optimum diperoleh juga untuk campuran yang mengan~ dung master alloy 40% dengan B, = ll80 Gauss, H., = 40 Oe dan energi maksimum (BH~~o) = 12000 G Oe."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1997
S41973
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1991
S40790
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>