Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 680 dokumen yang sesuai dengan query
cover
New York: Raven, 1984
362.12 AMB
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Ross, Austin
New York: John Wiley & Sons, 1984
362.12 ROS a
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Philadelphia: W.B. Saunders , 2001
610.73 COR
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Sri Oktarina
"Di Sumatera Barat dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2008 telah terjadi peningkatan jumlah penduduk yang mengalami keluhan kesehatan. Namun hal ini tidak dibarengi dengan peningkatan pemanfaatan pelayanan kesehatan, termasuk pelayanan kesehatan rawat jalan. Demikian juga pemanfaatan pelayanan rawat jalan di tingkat Kabupaten dan Kota, terdapat perbedaan persentase pemanfaatan, dimana pemanfaatan terendah terdapat di Kabupaten Dharmasraya, sedangkan yang tertinggi terdapat di Kota Sawahlunto.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan pemanfaatan pelayanan rawat jalan di institusi pelayanan Kabupaten Dharmasraya dan Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat. Data sekunder yang digunakan adalah data Susenas 2007 dan Riskesdas 2007, dengan pendekatan kuantitatif dan desain Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh penduduk yang menjadi sampel Susenas 2007 dan Riskesdas 2007 di Kabupaten Dharmasraya dan Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat. Untuk mengetahui hubungan masingmasing variabel digunakan analisis bivariat dengan uji kai kuadrat (chi-square), setelah itu dilanjutkan dengan analisis multivariat menggunakan uji Regresi Logistik Ganda pada derajat kemaknaan 95%.
Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa pemanfaatan pelayanan rawat jalan di institusi pelayanan Kabupaten Dharmasraya dan Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat tahun 2007 masih rendah. Faktor-faktor yang berhubungan adalah umur, jenis kelamin, jarak ke fasilitas UKBM, dan lokasi. Dengan determinan pemanfaatan rawat jalan adalah lokasi.

The society of health problem had increased from 2005 to 2008 in West Sumatera. However, the utilization of health facilities did not increase, including the ambulatory care facilities. Also, it was in the regency and the city had a gap in percentage, that the utilization in Dharmasraya regency was lower while the Sawahlunto city was higher.
This research aims to know the determination of ambulatory care utilization in Dharmasraya regency and Sawahlunto city, West Sumatera province. The second data having used is Susenas and Riskesdas data 2007, with quantitative approach and Cross Sectional Design. The research population is all society, having been the Susenas and Riskesdas samples 2007 in Dharmasraya regency and Sawahlunto city, West Sumatera province. Bivariate analysis is the chi-square test used to know the relationships each variable, then going on the multivariate analysis, exactly Binary Regresi Logistic Test used, with confidence 95%.
Based on the analysis that ambulatory care utilization in the Dharmasraya regency and Sawahlunto City West Sumatera Province 2007 are lower. The relating factors is the age, gender, status, destination to health facilities (UKBM), location. determination of ambulatory care utilization is location.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2010
T31710
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Colyar, Margaret R.
Philadelphia: F.A. Davis ,
610.730 92 COL a
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
New York : Massen, 1981
617.461 059 CAP
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Sakti Oktaria Batubara
"CAPD merupakan suatu tehnik dialisis dengan menggunakan membran peritoneum sebagai membran dialisis yang memisahkan dialisat dalam rongga peritoneum dan plasma darah dalam pembuluh darah peritoneum. Berbagai komplikasi dapat timbul pada penanganan CAPD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko terjadinya komplikasi CAPD.
Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah 130 pasien CAPD di RSUD Dr. Moewardi Surakarta dan RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta yang dipilih dengan cara purposive sampling.
Hasil analisis menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap prosedur standar ( p = 0,019) dan higienitas saat penggantian cairan dialisat (p = 0,013) memiliki hubungan yang bermakna dengan komplikasi CAPD. Pasien dengan higienitas kurang baik saat mengganti cairan dialisat berisiko untuk mengalami komplikasi CAPD 3,82 kali lebih besar dibandingkan dengan pasien yang higienitasnya baik setelah dikontrol oleh variabel kepatuhan terhadap prosedur standar CAPD.
Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlu dilakukan evaluasi berkala terhadap kemampuan perawatan CAPD dirumah.

CAPD is a dialysis technique using peritoneal membran as a dialysis membrane that separate the dialysate in the peritoneal cavity and blood plasma in the blood peritonium vessels. This study aimed to identify the risk factors of complications on CAPD.
The study used a descriptive design with cross sectional analytic. The population in this study was 130 CAPD patients in hospitals RSUD Dr. Moewardi Surakarda and RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, selected by using purposive sampling.
The results of the study indicated that adherence to standard procedures (p = 0.019) and hygiene during the dialysate fluid replacement (p = 0.013) had a significant association with complications of CAPD. The patients with poor hygiene during dialysat replacement had a risk for experiencing complication of CAPD at about 3.82 times greater than patients who had good hygiene when controlled by variable of adherence to standard procedures CAPD.
The recommendation of this study was the necessity of conducting periodic evaluation of the patient?s ability of CAPD treatment at home.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2011
T-Pdf
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Yohanes Gamayana Trimawang Aji
"[ABSTRAK
Tindakan CAPD adalah salah satu terapi pengganti ginjal. Persepsi pasien yang
baik tentang CAPD dapat meningkatkan efikasi diri pasien yang menjalani
CAPD. Mayoritas pasien CAPD berawal dari pasien HD yang memiliki persepsi
pengalaman ketidaknyamanan baik fisik dan psikis. Tujuan penelitian mengetahui
hubungan antara persepsi tentang tindakan CAPD dan efikasi diri pada pasien
yang menjalani CAPD. Penelitian menggunakan pendekatan cross-sectional.
Jumlah sampel 75 responden dipilih dengan teknik consecutive sampling. Hasil
uji regresi logistik menunjukkan ada hubungan antara persepsi tentang tindakan
CAPD dan efikasi diri pada pasien yang menjalani CAPD dengan variabel
confounding yang mempengaruhi adalah variabel dukungan sosial.
Kesimpulannya, perawat perlu meningkatkan kemampuan saat mengkaji persepsi
pasien serta meningkatkan peran dukungan sosial, sehingga informasi yang
didapat menjadi dasar untuk meningkatkan efikasi diri pada pasien yang
menjalani CAPD.

ABSTRACT
Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) is one of renal replacement
therapies. Good perception of CAPD therapy could improve patients self-efficacy
who are undergoing CAPD. CAPD patients mostly came from HD patients who
had physical and psychological discomfort perception This study aimed to
determine relationship between the perception of CAPD therapy and patients selfefficacy.
A cross-sectional approach and 75 respondents selected using a
consecutive sampling technique. The results from logistic regression test showed
that there was a relationship between patients perception and self efficacy with
confounding variable was social support. In conclusion, nurses are required to
enhance the role of social support, so that the information obtained would become
the basis for improving self-efficacy in patients undergoing CAPD;Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) is one of renal replacement
therapies. Good perception of CAPD therapy could improve patients self-efficacy
who are undergoing CAPD. CAPD patients mostly came from HD patients who
had physical and psychological discomfort perception This study aimed to
determine relationship between the perception of CAPD therapy and patients selfefficacy.
A cross-sectional approach and 75 respondents selected using a
consecutive sampling technique. The results from logistic regression test showed
that there was a relationship between patients perception and self efficacy with
confounding variable was social support. In conclusion, nurses are required to
enhance the role of social support, so that the information obtained would become
the basis for improving self-efficacy in patients undergoing CAPD, Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) is one of renal replacement
therapies. Good perception of CAPD therapy could improve patients self-efficacy
who are undergoing CAPD. CAPD patients mostly came from HD patients who
had physical and psychological discomfort perception This study aimed to
determine relationship between the perception of CAPD therapy and patients selfefficacy.
A cross-sectional approach and 75 respondents selected using a
consecutive sampling technique. The results from logistic regression test showed
that there was a relationship between patients perception and self efficacy with
confounding variable was social support. In conclusion, nurses are required to
enhance the role of social support, so that the information obtained would become
the basis for improving self-efficacy in patients undergoing CAPD]"
2015
T43605
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
New York: Haworth Press, 1991
362.12 MAR
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Yuswinda Kusumawardhani
"Disfungsi seksual merupakan salah satu komplikasi dari penyakit gagal ginjal terminal. Pada pria yang menjalani CAPD, masalah pemenuhan kebutuhan seksual dipengaruhi oleh banyak faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor paling dominan yang mempengaruhi disfungsi seksual pria yang menjalani CAPD. Desain penelitian ini adalah analisis cross sectional dengan jumlah sampel 70 pria CAPD melalui teknik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara usia (p=0,024), ureum (p=0,018), dan albumin (p=0,001) dengan kejadian disfungsi seksual. Faktor yang paling dominan mempengaruhi adalah albumin, dimana pasien yang memiliki kadar albumin < 3,5 g/dL berisiko untuk mengalami disfungsi seksual 9,3 kali lebih besar dibandingkan pasien dengan kadar albumin 3,5-5 g/dL setelah dikontrol oleh variabel usia. Rekomendasi dari penelitian ini adalah asupan protein sebanyak 1,2-1,5 g/kg berat badan setiap hari dengan setidaknya 60% berupa protein dengan nilai biologis tinggi serta evaluasi kemampuan perawatan dan penggantian CAPD di rumah.

Sexual dysfunction is a complication of terminal kidney failure. The problem of fulfilling sexual needs in men undergoing CAPD is influenced by many factors. This study aimed to find out the most dominant factor affecting man sexual dysfunction who undergo CAPD. The design of this study was cross sectional analysis with a sampel of 70 CAPD man using purposive sampling technique. The results showed there was a relationship between age (p=0,0024), urea (p=0,018), and albumin (p=0,001) with the incidence of sexual dysfunction. The most dominant factor affecting is albumin, where patients who have albumin levels < 3.5 g/dL are at risk of experiencing sexual dysfunction 9.3 times greater than patients with albumin levels 3.5-5 g/dL after being controlled by age variables. The recommendation of this study are protein intake of 1.2-1.5 g/kg body weight with at least 60% of protein with high bological value and evaluation of the ability of care and replacement of CAPD at home."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2020
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>