Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 121459 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Jakarta: BULOG, 1983
338.19 ANA
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Kopinfo, 1992
338.19 PER
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Dunn, William N.
Yogyakarta: Hanindita, 1988
320.6 DUN a
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Beddu Amang
Jakarta Dharma Karsa Utama 1995,
338.19 Ama k
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Primayana Miranti
"Gie (1994) mengungkapkan bahwa salah satu cara untuk menjadi sarjana yang berkualitas adalah dengan menguasai seluk beluk belajar serta keterampilan belajar di perguruan tinggi. Berbagai pengamat pendidikan di Indonesia mengungkapkan pendapatnya tentang seluk beluk belajar di perguruan tinggi. Dengan memahami dan menguasai seluk beluk belajar di perguruan tinggi, mahasiswa diharapkan untuk mengembangkan keterampilan belajar yang sesuai. Keterampilan belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pendekatan belajar yang digunakan mahasiswa dalam kegiatan belajarnya.
Biggs dan Moore (1993) mengungkapkan adanya 3 jenis pendekatan belajar, yaitu pendekatan belajar deep, surface dan achieving. Pendekatan belajar deep didasarkan oleh minat dan rasa ingin tahu terhadap apa yang dipelajari. Strategi yang dijalankan adalah dengan melakukan cara-cara yang menunjang pemahaman terhadap apa yang dipelajari. Pendekatan belajar surface didasarkan pada keinginan untuk mendapat kualifikasi yang penting bagi masa depan atau untuk menghindari kegagalan dalam belajar. Strategi yang dijalankan adalah dengan menghafal materi pelajaran. Sedangkan pendekatan belajar achieving didasarkan oleh keinginan untuk berprestasi. Strategi yang dijalankan antara lain dengan menggunakan waktu dan tenaga secara efektif dalam belajar.
Dari ungkapan para pengamat pendidikan di Indonesia serta pendapat para ahli, disimpulkan bahwa pendekdtan yang idealhya digunakan mahasiswa adalah pendekatan belajar deep dan achieving. Namun dari ungkapan beberapa pengamat pendidikan mengenai kondisi mahasiswa Indonesia, dan dari hasil suatu penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa belum mengembangkan pendekatan deep dalam belajar. Untuk itu, perlu dilakukan berbagai upaya yang dapat mengarahkan mahasiswa untuk menggunakan pendekatan belajar yang ideal. Salah satu faktor yang mempengaruhi pendekatan belajar adalah orientasi tujuan akademik yang dimiliki mahasiswa. Orientasi tujuan akademik merupakan suatu pola keyakinan dan intensi berperilaku yang mengarahkan bagaimana individu mendekati dan terlibat dalam kegiatan belajar di bidang akademik. Ames dan Archer (1988) mengutarakan dua jenis orientasi tujuan akademik, yaitu orientasi tujuan penguasaan (mastery goal) dan orientasi tujuan performa (perfonvance goal).
Orientasi tujuan penguasaan merupakan orientasi motivasional yang menekankan diperolehnya pengetahuan dan perbaikan diri, sedangkan orientasi tujuan performa merupakan orientasi motivasional yang menekankan diperolehnya pengakuan dan penghargaan dari orang lain, serta mendapat nilai baik sebagai hal yang utama (Slavin, 1994).Dari ungkapan para ahli serta berbagai penelitian menunjukkan bahwa orientasi tujuan penguasaan berhubungan dengan pendekatan belajar deep, sedangkan orientasi tujuan performa berhubungan dengan pendekatan belajar surface. Namun ada beberapa penelitian yang menunjukkan hasil yang berbeda, yaitu penelitian yang dilakukan oleh Elliot, McGregor dan Gable pada studi kedua (1999) serta penelitian Wolters (1998).
Peneliti pertama memperoleh hasil bahwa performance-approach goal orientation bukan merupakan prediktor positif dan signifikan bagi pendekatan belajar surface. Peneliti kedua menemukan tidak adanya hubungan yang signifikan antara orientasi tujuan performa dan strategi menghafal dalam belajar. Hasil penelitian yang belum konsisten ini mendorong peneliti untuk meneliti hubungan antara orientasi tujuan akademik dan pendekatan belajar.
Penelitian mengenai hubungan antara orientasi tujuan akademik dan pendekatan belajar dilakukan terhadap 262 mahasiswa Universitas Indonesia program Strata 1 reguler. Pengambilan sampel dilakukan dengan tehnik nonprobability sampling yang berbentuk incidental sampling. Penelitian dilakukan dengan menggunakan dua buah kuesioner, yaitu kuesioner orientasi tujuan akademik dan kuesioner pendekatan belajar. Uji reliabilitas kedua kuesioner dilakukan dengan menggunakan tehnik coefficient alpha dari Cronbach. Dalam pengolahan data, digunakan tehnik korelasi Pearson Product Moment untuk mengungkap hubungan antara orientasi tujuan akademik dan pendekatan belajar pada mahasiswa.
Dari analisis data penelitian diperoleh hasil bahwa keempat hipotesis penelitian, diterima. Hal ini berarti penelitian menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara orientasi tujuan penguasaan dan pendekatan belajar deep, orientasi tujuan penguasaan dan pendekatan belajar achieving, orientasi tujuan performa dan pendekatan belajar surface serta antara orientasi tujuan performa dan pendekatan belajar achieving pada mahasiswa. Selain itu, dilakukan pula analisis tambahan mengenai perbedaan jenis kelamin dan bidang ilmu subyek terhadap orientasi tujuan akademik dan pendekatan belajar.
Dari penelitian yang dilakukan, peneliti memberikan saran kepada pihak perguruan tinggi agar melakukan berbagai upaya yang dapat mengarahkan mahasiswa untuk menggunakan pendekatan belajar yang ideal. Upaya yang dimaksud adalah dengan melakukan modifikasi lingkungan belajar sedemikian rupa, sehingga mahasiswa diharapkan dapat mengadopsi orientasi tujuan akademik yang berkaitan dengan pendekatan yang ideal dalam belajar. Untuk penelitian selanjutnya, peneliti meny&rdnkan agar pada penelitian lanjutan mengenai pendekatan belajar pada mahasiswa, dilakukan pula tehnik wawancara sehingga dapat diketahui perbedaan manifestasi pendekatan belajar tertentu pada bidang ilmu yang berbeda. Di samping itu, peneliti menyarankan agar jumlah item kuesioner dikurangi dan pengambilan sampel dilakukan secara random, serta melibatkan pula mahasiswa dari perguruan tinggi swasta. "
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2001
S2885
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
H. Soenarko
Surabaya: Airlangga University Press (AUP), 2005
320.6 SOE p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Nenny Triana
"Penelitian mengenai kebijaksanaan pemerintah Konoe Fumimaro dilakukan dengan menggunakan data yang diperoleh dari buku dan tulisan yang berkaitan erat dengan masalah yang ditulis oleh penulis dilakukan pada bulan Nopember 1992 - Maret 1994. Tujuannya untuk mengetahui dengan jelas siapa Konoe Fumimaro perdana menteri Jepang selama 3 kali pemerintahannya dan kebijaksanaan politiknya yang membawa Jepang memulai perang pasifik. Pengumpulan data dilakukan melalui bacaan data-data biografi Konoe Fumimaro yang terdapat di dalam buku Konoe Fumimaro, Ummei no seijika yang dilanjutkan dengan metode penelitian kepustakaan. Hasil penelitian skripsi ini bulan merupakan gambaran menyeluruh yang mencakup semua karakteristik Konoe Fumimaro.
Akan tetapi, dari penelitian yang dilakukan telah dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: Konoe Fumimaro adalah salah satu tokoh dari kaum bangsawan yang merupakan pemimpin Jepang yang popular pada saat Jepang mengalami masa-masa darurat dan memperoleh dukungan dari kelompok militer dan kelompok sayap kanan sipil. Selama tiga kali memimpin bangsa Jepang kebijaksanaan-kebijaksanaan yang Konoe tetapkan sehingga Jepang terlibat perang Pasifik yaitu dimulai dari. Insiden Cana (Juli 1937) ---> Perang Cina-Jepang {1937-1945) ----> Kawasan Kemakmuran Asia Timur Raya (Septembar 1940) ---> Perang Pasifik (8-12-1941 sd 15-8-1945). 1938 ? (1) Mendirikan Orde Baru di Asia Timur (Toa Shinchi tu,jo) (2) Mengeluarkan UU Mobilisasi Umum (kokka sodoinho) 1940 -->(1) ditandatangani perjanjian 3 negara Jepang, Jerman, Itali. (2) Berdiri Taisei Yokusankai. 1941 -->(1) Perjanjian Netralisasi Jepang dan Soviet. (2) Dimulainya pembicaraan diplomatik Jepang-Amerika."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 1994
S13757
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ruth Patricia
"Pangan organik lebih sehat dari pangan non-organik, namun peminatnya masih sedikit karena harganya yang lebih mahal. Konstruk yang merangkum penilaian konsumen terhadap harga pangan organik dan kemampuannya untuk membeli, yaitu persepsi kendala keuangan, masih kurang diteliti. Konsumen yang memiliki kesadaran kesehatan lebih tinggi mungkin memiliki persepsi kendala keuangan yang lebih rendah, karena mereka lebih mementingkan manfaat makanan bagi kesehatan dan rela mengeluarkan dana lebih besar untuk membeli makanan sehat. Karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kesadaran kesehatan, persepsi kendala keuangan, dan intensi membeli pangan organik. Penelitian dilakukan menggunakan kuesioner daring kepada 301 partisipan yang berusia minimal 18 tahun, berdomisili di Indonesia, dan setidaknya mengetahui atau pernah mengonsumsi pangan organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran kesehatan tidak berhubungan dengan persepsi kendala keuangan. Persepsi kendala keuangan ditemukan berhubungan negatif dengan intensi membeli pangan organik. Artinya, konsumen yang lebih merasa terkendala secara keuangan memiliki intensi lebih rendah untuk membeli pangan organik.

Organic food is healthier than non-organic food, but not highly popular due to its higher price. The construct that includes both consumer’s evaluation of the price of organic food and their ability to buy it, which is perceived monetary barrier, is underresearched. Consumers who have higher health consciousness may have lower perceived monetary barrier because they put more priority on food’s benefit to health and are willing to pay more money to buy healthy food. So, this research aims to examine the relationship between health consciousness, perceived monetary barrier, and intention to purchase organic food. The research is done using online questionnaire to 301 participants who are at least 18 years old, live in Indonesia, and at least know or have consumed organic food. Research results show that health consciousness is not related to perceived monetary barrier. Perceived monetary barrier is found to have a negative correlation with intention to purchase organic food."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sitompul, Zulkarnain
[Place of publication not identified]: [Publisher not identified], [Date of publication not identified]
332.7 SIT j
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Arfan
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1998
TA2314
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>