Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 229748 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ōmae, Kenʾichi, 1943-
Jakarta: Binarupa Aksara, 1989
658 KEN d
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Ōmae, Kenʾichi, 1943-
Jakarta: Binarupa Aksara, 1991
337 OHM bt
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Nisrina Andini Larasati
"Penelitian terbaru menunjukkan tren isolasi dan penurunan kualitas hubungan interpersonal, meskipun hubungan interpersonal sangat penting untuk kesehatan mental pada dewasa (Keefer, Landau, & Sullivan, 2014). Fenomena ini dihipotesiskan sebagai disfungsi Object Relations (Mukherjee & Sanyal, 2014), di mana perkembangan fungsi tersebut terkait dengan attachment kepada orangtua (Twomey, Kaslow, & Croft, 2000).
Perkembangan attachment kepada Tuhan sebagai perpanjangan dari orangtua, sebagaimana dijelaskan dalam hipotesis Correspondence dan Compensation, juga diprediksi dapat memengaruhi fungsi Object Relations (Tisdale, 1997). Terkait attachment kepada Tuhan, kebutuhan untuk terus-menerus mempersepsi kehadiran fisik dari Tuhan sebagaimana tersimbolisasi dalam NO-WAR (Non-Obligatory Worn Attribute of Religion) juga diperkirakan sebagai rendahnya adaptabilitas Object Relations terhadap ketidak-hadiran fisik objek (Bell, 1995).
Berdasarkan penjelasan tersebut, penulis mengaplikasikan Analisis Multilevel untuk mengetahui pengaruh attachment kepada Tuhan dan attachment kepada orangtua terhadap Object Relations dalam urutan hierarkis, di mana pengaruh kedua variabel tersebut bervariasi pada kelompok dengan NO-WAR dan tanpa NO-WAR.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemakaian NO-WAR meningkatkan prediksi attachment kepada Tuhan terhadap fungsi Object Relations yang lebih adaptif, sementara pengaruh tersebut tidak ditemukan pada prediksi attachment kepada orangtua terhadap fungsi Object Relations. Model keseluruhan akhir yang diperoleh sesuai dengan model hierarki yang dihipotesiskan penulis.

Latest findings showed isolation and derivation trends of interpersonal relations among cultures, despite the importance of interpersonal relations for adults? mental health (Keefer, Landau, & Sullivan, 2014). This phenomenon is hypothesized to be a dysfunction of Object Relations (Mukherjee & Sanyal, 2014), which development intertwined with attachment built to parents (Twomey, Kaslow, & Croft, 2000).
In the other hands, development of God attachment as the extension of parental attachment figure is expected to impact one's Object Relations (Tisdale, 1997), as explained in Correspondence and Compensation Hypothesis. Urge for physical presence of God as symbolized in NO-WAR (Non-Obligatory Worn Attribute of Religion), is expected to be a sign of Object Relations? lack of adaptability to the physical absence of others (Bell, 1995).
Building on this work, the author proposed the Multilevel Analysis in determining the effect both parental attachment and God attachment to Object Relations function in hierarchical order, where the effects are nested within the NO-WAR and Non-wearer group.
Results showed that NO-WAR elevated the effect of God attachment to better Object Relations, while none is found in the effect of parental attachment. The overall model fit the hierarchical model hypothesized by author.
"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2016
S64966
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Marcic, Dorothy
San Francisco: Jossey-Bass, 1997
658 MAR m
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Miftah Thoha
Jakarta: Rajawali, 1988
658.409 2 THO k
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Miftah Thoha
Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2012
658.409 2 MIF t
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Karnoto Mohamad
Jakarta: PT Infoarta Pratama, 2023
658.409 2 KAR a
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Fina Febriani
"Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai hubungan antara identifikasi sosial dan perilaku memaafkan dalam konteks hubungan antarkelompok agama sekaligus melihat kemungkinan adanya bias antarkelompok (intergroup bias) pada perilaku memaafkan. Pengukuran identifikasi sosial menggunakan alat ukur Leach dkk. (2008) dan pengukuran perilaku memaafkan menggunakan alat ukur Rye dkk. (2001). Penelitian ini dilakukan pada 90 partisipan Muslim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara kontribusi identifikasi sosial pada perilaku memaafkan terhadap Muslim dan perilaku memaafkan terhadap non-Muslim.

This study is conducted to find the correlation between social identification and forgiveness in intergroup relationship context and to see the possibility of intergroup bias in intergroup forgiveness. Social identification is measured using the instrument constructed by Leach et al. (2008) and forgiveness is measured using the modification instrument constructed by Rye et al. (2001). The participants of this study are 90 Muslims. The results show that in general, there is no difference between contribution of social identification to forgiveness toward Muslim and forgiveness toward non-Muslims."
Depok: Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Sarrah Hasyim Abdullah
"Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara romantic self-efficacy dan kualitas hubungan romantis pada dewasa muda yang berpacaran jarak jauh. Romantic self-efficacy didefinisikan sebagai keyakinan yang dimiliki individu akan kemampuannya sebagai pasangan untuk dapat terlibat dalam perilaku spesifik dalam hubungan romantis dan merespon secara efektif terhadap tuntutan tugas-tugas yang terdapat pada hubungan romantis. Kualitas hubungan romantis didefinisikan persepsi individu terhadap sejauh mana hubungan yang sedang dijalani memberikan atau tidak memberikan manfaat melalui pengalaman dan interkasi. Pengukuran romantic self-efficacy menggunakan alat ukur Self-Efficacy in Romantic Relationship (SERR) yang disusun oleh Riggio, Weiser, Valenzuela, Lui, Montes, dan Heuer (2011). Pengukuran kualitas hubungan romantis menggunakan alat ukur Partner Behavior as Social Context (PBSC) oleh Ducat dan Zimmer-Gembeck (2010). Partisipan penelitian berjumlah 490 individu usia dewasa muda yang sedang berpacaran jarak jauh. Melalui teknik statistic Pearson Correlation, diketahui bahwa terdapat hubungan positif antara romantic self- efficacy dan kualitas hubungan romantis yang signifikan.

This research was conducted to find the correlation between romantic self- efficacy and romantic relationship quality among young adulthood currently in a relationship. Romantic self-efficacy defined as beliefs in one`s capabilities as a relationship partner to engage in specific romantic relationship and responding effectively to demands in romantic relationship. Romantic relationship quality defined as positive or negative beliefs about one`s capabilities as a relationship partner to involve in specific actions in romantic relationship and to responses effectively toward task demands in romantic relationship. Romantic self-efficacy was measured using an instrument named Self-Efficacy in Romantic Relationship (SERR) made by Riggio, Weiser, Valenzuela, Lui, Montes, dan Heuer (2011). Romantic relationship quality was measured using an instrument names Partner Behavior as Social Context (PBSC) made by Ducat and Zimmer-Gembeck, 2010). Participants of this research were 490 young adulthood currently in a long- distance dating relationship. The Pearson Correlation indicates positive significant correlation between romantic self-efficacy and romantic relationship quality."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2015
S59077
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>