Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 36400 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Muhamad Khoyrurrizal
"
ABSTRAK
Penulisan ini bertujuan mengungkapkan gaya bahasa yang terdapat dalam pidato Al-Garra . Pidato tersebut diambil dan kitab Nahj al_ba :gah yang dihimpun Abu al-Hasan Muhammad ar-Radi, yang diterbitkan oleh Penerbit Dar al-kitab al-`arabiy, Suriah tanpa tahun.
Dulum kilub Nahj al-balagah yang memuat 245 pidato, 75 pucuk surat, dan lebih dari 200 mapun `Ali bin Abi Talib, disebutkan bahwa pidato al garra' merupakan salah satu pidato Ali bin Abi Talib yang terindah, Pidato ini banyak menggunakan permainan kata (al muhassinat al lafriyyah) terutama gaya hahasa Al Jinas dan As Saj'u, di samping gaya bahasa lainnya yang termasuk dalam bagian ilmu al badi'. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode struktural. Konsepnya adalah setiap unsur dalam kalimat dapat dianalisa secara struktural karena unsur-unsur itulah yang membangun sebuah karya sastra. Unsur-unsur tersebut dapat dianalisa antara lain dari sudut hubungan antar unsur yang satu dengan unsur yang lain.
"
1998
S13121
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1979
S11380
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fatriz Dianita
"Permasalahan pertama dalam skripsi ini adalah tentang bagaimana deskripsi pergantian gaya bahasa, baik secara situasional maupun secara metaforikal, dalam drama Pygmalion. Permasalahan kedua adalah tentang sejauh mana pilihan dan pergantian gaya bahasa tersebut dipengaruhi oleh konteks situasi komunikasi (meliputi latar, topik, dan hubungan peran di antara partisipan), dan perubahan motivasi dalam diri pembicara. Korpus data diambil dari drama Pygmalion, karya George Bernard Shaw. Drama tersebut dijadikan korpus penelitan skripsi ini karena ketika membacanya penulis temukan sejumlah pergantian gaya bahasa, dan penulis merasa ditantang untuk melakukan analisis dari sudut sosiolinguistik. Dasar teoretis yang dipakai dalam analisis korpus adalah teori klasifikasi gaya bahasa yang dikemukakan Martin Joos, yaitu bahwa gaya bahasa dapat dikelompokkan menjadi lima tingkat formalitas: gaya bahasa beku (frozen), gaya bahasa resmi (formal), gaya bahasa konsultatif (consultative), gaya bahasa santai (casual), dan gaya bahasa akrab (intimate). Penentuan gaya bahasa ujaran itu dapat dilihat dari pilihan variasi linguistik ujaran, yang meliputi variasi fonologis, leksikal, morfologis, dan sintaksis. Dasar teoretis lain yang digunakan adalah pendapat Muriel Saville-Troike yang menyatakan bahwa pergantian gaya bahasa dipengaruhi oleh variabelkonteks situasi (latar, partisipan dan hubungan peran, serta topik) dan variabel motivasi dalam diri pembicara. Berdasarkan pengamatan terhadap pergantian-pergantian gaya bahasa dalam korpus data, penulis menemukan bahwa pergantian gaya bahasa yang paling banyak dipakai adalah penaikan gaya bahasa santai menjadi gaya bahasa konsultatif (24,48%) dan penurunan gaya bahasa konsultatif menjadi gaya bahasa santai (23,97%). Sedangkan pergantian gaya bahasa yang paling sedikit muncul adalah penaikan gaya bahasa akrab menjadi gaya bahasa resmi (0,51%) dan penurunan gaya bahasa resmi menjadi gaya bahasa akrab (0,51%). Pergantian gaya 'bahasa secara metaforikal (90,30%) jauh lebih banyak daripada pergantian gaya bahasa secara situasional (9,70%). Pergantian gaya bahasa secara metaforikal umumnya dipengaruhi oleh perubahan psikologis atau motivasi dalam diri partisipan. Adapun pergantian gaya bahasa secara situasional disebabkan oleh pergantian partisipan dan hubungan peran atau perubahan topik pembicaraan. Gaya bahasa resmi biasanya dipergunakan apabila hubungan solidaritas belum terjalin baik, topik pembicaraan tergolong scrius, dan lain-lain. Gaya bahasa usaha biasanya dipergunakan dalam pembicaraan biasa, dan apabila pembicara ingin bersikap netral. Gaya bahasa santai dipilih apabila kekuasaaan pembicara lebih besar daripada kekuasan pendengar, ada solidaritas yang besar, topik pembicaraan tergolong ringan. Adapun gaya bahasa akrab cenderung dipergunakan apabila hubungan solidaritas di antara partisipan sangat tinggi, atau ketika pembicara tidak dapat melakukan kontrol terhadap emosinya dengan baik (dalam keadaan marah, gembira, dan sebagainya)."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1992
S14218
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Keraf, Gorys
Jakarta: Nusa Indah dan Yayasan Kanisius, 1981
499.221 KER d
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Sutan Takdir Alisjahbana
Jakarta: Dian Rakyat, 1979
959.8 SUT a
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Nabila Vina Fairuzzahra
"ABSTRAK
Penggunaan gaya bahasa lazim ditemukan dalam lirik lagu bahasa Jepang. Maka dari itu, permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah penggunaan gaya bahasa dalam lirik lagu bahasa Jepang. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai penggunaan gaya bahasa dalam lirik lagu bahasa Jepang. Sumber data dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan teknik snowball sampling, sedangkan macam data yang dijaring meliputi frasa dan klausa dalam lirik lagu bahasa Jepang yang mengandung gaya bahasa. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu identifikasi, klasifikasi, dan menemukan pola. Selanjutnya, penarikan kesimpulan dilakukan menggunakan metode induktif. Analisis data dijabarkan secara deskriptif dengan berlandaskan pada teori stilistika dan teori gaya bahasa oleh Seto Kenichi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat delapan macam gaya bahasa yang digunakan dalam lirik lagu pop bahasa Jepang tahun 2014-2018, yaitu metafora, simile, personifikasi, alusio, pertanyaan retoris, repetisi, inversi, dan hiperbola. Di antara delapan macam gaya bahasa tersebut, pertanyaan retoris adalah gaya bahasa yang kerap digunakan dalam lirik lagu bahasa Jepang.

ABSTRACT
The usage of style of language is commonly found in Japanese lyric song. Therefore, this research analyzed about the usage of style of language in Japanese lyric song. This research aimed to describe the usage of style of language in Japanese lyric song. The source of data was decided based on snowball sampling method, while the types of captured data were phrase and clause in Japanese lyric song which contained style of language. The analyzing of data had been done through three steps, which were identification, classification, and finding pattern. The analyzed data were explained in descriptive way based on stylistic theory and Seto Kenichi s style of language theory. The result of this research showed that there were eight types of style of language commonly used in Japanese lyric songs which released in 2014-2018. Those were metaphor, simile, personification, allusion, rhetorical question, repetition, inversion, and hyperbole. Among these types, rhetorical question was the style of language that was most commonly used in Japanese lyric song."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2019
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Asrika Mayang Puti
"Pada umumnya, seseorang akan selalu berbicara menggunakan gaya bahasa yang sesuai dengan konteks pembicaraan tersebut. Namun demikian, dalam film berjudul Enchanted, kesesuaian antara gaya bahasa yang digunakan oleh tokoh utama, Giselle dengan situasi pembicaraannya dengan tokoh-tokoh lainnya tidak terjadi secara konsisten.
Skripsi ini menganalisis gaya bahasa yang digunakan tokoh Giselle berdasarkan teori basic sentence pattern dan interpretasi latar belakang penggunaan gaya bahasa tersebut berdasarkan teori language and sex.
Seluruh pembicaraan tokoh Giselle dengan tokoh-tokoh dalam film Enchanted hampir selalu menggunakan gaya bahasa formal meskipun situasi pembicaraannya formal atau pun tidak formal. Hal tersebut menunjukkan bahwa selain tokoh Giselle menyesuaikan gaya bahasa dengan situasi pembicaraannya, kenyataan bahwa ia adalah seorang perempuan lebih mendominasi gaya bahasa yang digunakannya pada setiap pembicaraannya dengan tokoh-tokoh dalam film tersebut.

Commonly, people use a speech style in consistence with the speech context. However, in a movie titled Enchanted, the main character, Giselle, does not use a speech style which is consistent with the speech context in almost every scene the character talks to other characters.
This paper analyzes the speech style of the character Giselle based on basic sentence pattern theory and describes the reason of the particular speech style based on the theory of language and sex.
Almost all of Giselle?s dialogues of the movie are in the formal style although the context of the dialogue is either formal or informal. This shows despite fitting her speech style with the context of the speech, Giselle?s preference of using formal speech is based on her status as a woman in every dialogue she has with other characters."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2009
S13992
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Tazkiah Malahati
" Tujuan dari penelitian ini adalah mernperlihatkan gaya bahasa erotesis atau pertanyaan retoris yang digunakan oleh Gibran dalam salah satu karyanya yang berjudul AI-Arwah Al-Mutamarridah. Dalam pengumpulan data. penulis menggunakan metode dan teknik strukturalisme. Metode dan teknik ini bertujuan mernbongkar dan memaparkan secermat. seteliti. Semendetail, dan semendalam mungkin keterkaitan dan keterjalinan semua anasir dan aspek karya sastra yang bersama-sama menghasilkan makna menyeluruh. Berdasarkan analisis yang dilakukan penulis. telah menunjukkan bahwa gaya bahasa Insya Istifhamiyyah (Erotesis) yang digunakan oleh Gibran maknanya antara lain At-T'ahussur _kecewa_. Inkar lit taubikh 'sangkalan terhadap kejelekan'. At-Taqrier 'penetapan atau penegasan'. An-Nafyu `peniadaan'. At-Tahakkum _celaan_. dan At-Taajjub 'rasa heran'."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2005
S13423
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Syihaabul Hudaa
"Penelitian ini bertujuan untuk menemukan jenis, fungsi, dan makna gaya bahasa apa saja yang terdapat didalam lirik lagu Iwan Fals album 50:50 2007. Penelitian ini mengkaji setiap lirik lagu yang terdapat didalamnya, serta mengelompokan sesuai dengan jenis gaya bahasa, serta mengkaji fungsinya, lalu mengetahui makna yang ingin disampaikan melalui lirik lagu tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode analisis isi. Peneliti pertama-tama mengumpulkan data berupa lirik lagu, kemudian melakukan analisis terhadap gaya bahasa pada lirik-lirik lagu karya Iwan Fals dalam album 50:50 2007 untuk menemukan fungsi dari jenis gaya bahasa yang ditemukan, serta makna apa yang terdapat didalamnya. Hasil penelitian yang ditemukan oleh peneliti yaitu dalam album 50:50 2007 ini ditemukan 3 jenis kelompok gaya bahasa yaitu: (1) gaya bahasa perbandingan, (2) gaya bahasa pertentangan, (3) gaya bahsa penegasan. Dari keseluruhan gaya bahasa yang ada, pengarang lebih dominan menggunakan gaya bahsa metafora dalam menyampaikan pesan yang ingin disampaikan melalui lirik lagu tersebut. Dengan menemukan gaya bahasa dalam lirik lagu tersebut, pembaca dapat memahamio pesan yang disampaikan. Hasil yang ditemukan oleh peneliti, album 50:50 Karya Iwan Fals lebih dominan menggunakan gaya bahasa metafora. Penggunaan gaya bahasa metafora dianggap dapat mewakili perasaan penulis untuk disampaikan kepada pendengar atau pembacanya."
Banten: Kantor Bahasa Provinsi Banten, 2019
400 BEBASAN 6:2 (2019)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>