Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 60008 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Erni Febriani
"ABSTRACT
Skripsi ini adalah studi genre terhadap sebuah cerita science--faction yang berjudul La Journee d'Un Journaliste Americain en 2889 karya Jules Verne. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan ciri-ciri science-fiction dalam karya, melalui analisis pengaluran, tokoh, latar ruang dan latar waktu.
Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah pendekatan struktural dengan menggunakan teori mengenai hubungan sintagmatik dan paradigmatik dari Roland Barthes, teori sekuen dari Schmitt dan Viala, serta teori science-fiction dari Gerard Cordesse dan Louis Vincent-Thomas.
Langkah awal penelitian ini adalah menguraikan cerita menjadi satuan-satuan isi cerita atau sekuen-sekuen, sesuai urutan penyajiannya dalam teks. Dari sekuen_-sekuen tersebut diketahui bahwa ada tiga pusat peristiwa menonjol, yang masing-_masing mempunyai alur yang kuat, yaitu: pusat peristiwa Francis Benett, pusat peristiwa Nathaniel Faithburn dan pusat peristiwa penemuan alat-alat canggih. Dari analisis terlihat bahwa ketiga alur dari pusat peristiwa tersebut berkisar pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal tersebut sesuai dengan salah satu ciri science-fiction, yaitu kehadiran ilmu pengetahuan dalam karya.
Dalam analisis tokoh terlihat bahwa ada sekelompok tokoh yang mempunyai tingkat intelejensia yang tinggi, yaitu tokoh Francis Benett, para ilmuwan dan para penemu. Selain itu terdapat pula tokoh yang mempunyai keinginan untuk hidup abadi, yaitu tokoh Nathaniel Faithburn. Francis Benett adalah gambaran manusia tahun 2889 yang hidup dalam dunia modern. Semua kegiatannya dibantu oleh mesin. Adapun tokoh Nathaniel Faithburn adalah gambaran seorang ilmuwan yang sangat mengagungkan ilmu pengetahuan. Ia melakukan percobaan hibernasi manusia yang sangat berbahaya demi mencapai ambisinya untuk hidup abadi.
Sernentara itu analisis latar ruang menggambarkan ruangan-ruangan modern yang dilengkapi peralatan berteknologi canggih. Hal ini sesuai dengan ciri Science-fiction. Begitu juga dengan analisis latar waktu. Sesuai dengan judulnya, semua peristiwa dalam La Journee d'Un Journaliste Americain en 2889 terjadi di masa depan, tepatnya tanggal 25 Juli 2889.

"
1999
S14375
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mita Sampaguita
"Voyage Au Centre De La Terre adalah salah satu dari tiga huah roman pertama Jules Verne yang terbesar selain Cing Semaines En Be/ion dan De La Terre A La Lune. dan salah satu dari karya-karva Jules Verne yang semuanya memiliki tema mobilitas. Skripsi ini adalah penelitian mengenai penyajian mobilitas tokoh dalam roman Voyage Au Centre De La Terre. Tujuannya ialah untuk mengemukakan penyajian mobilitas tokoh dalam roman ini melalui unsur_unsur struktur karyanya yaitu pengaluran, alur, tokoh, dan latar cerita.
Penelitian pengaluran dilakukan dengan menganalisis urutan satuan isi cerita, sedangkan analisis fungsi utama beserta bagannya dilakukan untuk meneliti alur. Adapun untuk meneliti tokoh dilakukan dengan menganalisis indeks-indeks tokoh, dan untuk meneliti latar cerita dilakukan analisis informan ruang dan waktu. Penelitian-peneiitian tersebut dilakukan berdasarkan pendekatan struktural dengan menggunakan teori Struktural dari Roland Sarthes dan teori Sekuert dari M.P. Schmitt dan A,Viala.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mobilitas dalam karya ini ditampilkan melalui kisah dua orang tokoh dalam cerita yang melakukan perjalanan berbahaya menantang maut, yang dilakukan karena ingin membuktikan kebenaran perjalanan Ame Saknussemm serta kebenaran teori suhu dari Humphry Davy.
Semua unsur struktur karya tersebut tampil menunjang penonjolan mobilitas tokoh dalam Voyage Au Centre De La Terre."
Depok: Universitas Indonesia, 1995
S14300
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Apollonia Corida H. I.
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 1994
S13820
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lidya Farhana
"ABSTRAK
Penelitian ini membahas ciri-ciri fantastik dalam sebuah teks sastra. Cerita fantastik ditegaskan dengan keraguan yang dialami oleh tokoh dalam cerita dan pembaca cerita. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan ciri-ciri fantastik yang terdapat di dalam cerpen ?La Morte? karya Guy de Maupassant dengan menggunakan ancangan struktural dengan teori dari Roland Barthes dan Tzvetan Todorov. Hasil analisis menunjukkan bahwa ciri-ciri fantastik dapat dilihat dari beberapa unsur instrinsik cerpen yaitu, alur cerita yang menampilkan peristiwa natural dan supranatural yang menimbulkan keraguan pada tokoh dan pembaca, tokoh yang mempertanyakan peristiwa aneh, kemunculan tokoh supranatural seperti tengkorak, penggunaan latar ruang dan waktu dalam cerpen yang menunjukkan kesan suram dan terpencil, penggunaan sudut pandang ambigu yang mengungkapkan peristiwa hanya sebatas apa yang diketahui oleh penutur, serta banyaknya diksi dan ungkapan yang menimbulkan kesan fantastik.
ABSTRACT
This research discusses the fantastic elements in a literary text. Fantastic story is confirmed by doubts experienced by the characters in the story and the reader. This research aims to demonstrate the fantastic elements contained in the short story "La Morte" by Guy de Maupassant using structural approach with theories of Roland Barthes and Tzvetan Todorov. The analysis showed that the fantastic elements can be seen by the intrinsic substances of the short story, such as the story line featuring the natural and supernatural events that cause doubt on the characters and the reader, character who questioned bizarre events, the appearance of supernatural character like the skull, the space and time background of the story that show the impression of bleak and desolate, the ambiguous point of view that reveals the events are limited only to what is known by the speaker and many dictions that give the fantastic impression."
Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2016
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Nurul Komari Oetomo
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 1992
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Diah Jayengrana
"Sebuah karya kadang-kadang sulit untukdimasukkan dalam suatu genre tertentu, apalagi pada masa-masa tertentu, misalnya abad XIX, masa dimulainya aliran Romantisme. Pada permulaan abad ini situasi politik di Perancis tidak stabil akibat Revolusi Industri. Keresahan dalam masyarakat dan perobahan nilai kehidupan yang tanpa pedoman membangkitkan individualisme (Lagarde, 1969). Hal ini terlihat pula dalam kesusasteraan. Adanya perkembangan ilmu pengetahuan serta latar belakang kehidupan masyarakat Perancis telah mengakibatkan berkembangnya kesusasteraan yang bebas. Penulis-penulis mulai mengungkapkan dirinya dengan kebebasan yang lebih besar. Romantisme juga memperbaharui dunia teater yang mendapat sukses besar menjelang tahun 1830. Victor Hugo, pelopor drama romantic, menyatakan dalam bukunya Preface de Cromwell bahwa ia ingin menerapkan suatu drama moderen terutama yang ditandai oleh percampuran genre_"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 1986
S14319
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Amanda Ariani
"Tujuan penelitian ini adalah untuk menunjukkan ciri-ciri fantastik yang terdapat di dalam karya. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan struktural. Teori yang digunakan dalam skripsi ini adalah teori struktural dari Roland Barthes tentang hubungan sintagmatik dan paradigmatik, teori M. P. Schmitt dan A. Viala tentang sekuen, teori Tzvetan Todorov tentang cerita fantastik, serta teori Raymond Rog_ mengenai struktur cerita fantastik. Analisis sintagmatik menunjukkan bahwa terdapat berbagai peristiwa supranatural yang menyebabkan ketakutan dan keraguan pada tokoh dan pembaca apakah peristiwa itu nyata atau hanya khayalan. Dari analisis penokohan terdapat tokoh yang tidak mempercayai hal-hal supranatural dan selalu mempertanyakan peristiwa aneh yang terjadi sehingga menimbulkan keraguan. Selain itu terdapat pula tokoh supranatural yang misterius hingga akhir cerita. Analisis sudut pandang menunjukkan bahwa karya ini menggunakan sudut pandang sama tahu dengan penutur yang mengungkapkan peristiwa sebatas apa yang diketahui oleh penutur, sedangkan dari pilihan kata terlihat bahwa banyak digunakan kata-kata yang menimbulkan efek fantastik. Sebagai kesimpulannya, semua aspek yang dibahas dalam skripsi ini menunjukkan bahwa karya Le Horla termasuk dalam genre fantastik."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2007
S14410
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aju Isni Karim
"Tujuan penelitian skripsi ini adalah untuk mendeskrepsikan chauvinisme Perancis dalam roman L'Etolle du Sud karya Jules verne. Metode penelitian yang digunakan adalah metode struktural yang menganggap bahwa karya naral tidak memerlukan acuan dari luar karya. Sementara teori yang digunakan adalah teori sintagmatik dan paradigmatik dari Roland Barthes, serta teori sekuen dari M.P. Schmitt dan A. Viala. Pengaluran, tokoh, dan latar ruang roman dianalisis berdasarkan metode dan kedua teori tersebut. Analisis pengaluran memperlihatkan penonjolan tokoh berwarga negara Perancis bernama Cyprien Mere dalam karya. Hasil tersebut diperoleh melalui penyusunan pusat cerita dan pengelompokan episode yang dibuat berdasarkan urutan satuan isi cerita. Analisis tokoh memperlihatkan adanya tiga tokoh berdarah perancis yang memiliki sifat dan tindakan yang baik, serta kedudukan yang tinggi dalam masyarakat. Mereka adalah Cyprien, Pharamond, dan Alice. Sementara tokoh-tokoh yang berasal dari lain digambarkan tidak sesempurna ketiga tokoh Hu. Hasil analisis tersebut semakin diperkuat dengan dukungan analisis ruang. Alam Afrika Selatan yang digambarkan 'keras' dan sangat berbahaya berhasil mereka hadapi berkat kemandirian dan keuletan mereka. Bagian kesimpulan memperlihatkan bahwa keseluruhan analisis yang telah dibuat membuktikan adanya gambaran chauvinisme Perancis dalam roman yang diteliti."
Depok: Universitas Indonesia, 1996
S13831
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Diana Yasmin
"Artikel ini membahas sebuah ciri khas pada karya-karya Jules Verne selain fiksi ilmiah dan chauvinisme. Ciri khas lain yang dimaksud adalah heroisme, terutama yang terdapat dalam tokoh utama novel Michel Strogoff. Penelitian kualitatif ini menggunakan teori Roland Barthes mengenai sintagmatik dan paradigmatik untuk menganalisis pengaluran dan penokohan tokoh utama. Hasil analisis menunjukkan terdapat heroisme dalam tokoh utama novel melalui deskripsi dan tindakan tokoh utama serta percakapan mengenai tokoh utama.

This article focuses on analyzing the heroism of the main character of a novel written by Jules Verne entitled Michel Strogoff. This research is a qualitative research using Roland Barthes’ syntagmatic and paradigmatic theory. The result of this research shows that the main character of the novel, Michel Strogoff, has a strong heroism verified by his figure descriptions, acts and other characters’ dialogues.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2014
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Tina Savitri
"ABSTRAK
Victor Hugo (1802-1885), salah seorang sastrawan besar Perancis, dikenal sebagai Bapak Romantisme. Aliran tersebut tumbuh dan berkembang di Perancis dan negara-negara Eropa lainnya pada abad ke-19 serta -- menurut Rene Jullian -- memiliki ciri-ciri tertentu yang membeda_kannya dengan aliran seni lainnya.
Pokok pembicaraan dalam skripsi ini adalah bagaimana struktur sajak L'Enfant dapat memperlihatkan adanya ciri-ciri karya romantik.
Sajak L'Enfant adalah sebuah sajak naratif karena dianggap lebih menekankan segi cerita. Dengan demikian, teori Todorov mengenai ketiga aspek dalam sebuah karya naratif -- aspek verbal, aspek sintaks naratif dan aspek semantik -- digunakan untuk memperlihatkan adanya ciri_-ciri karya romantik dan perwujudannya dalam sajak tersebut. Namun demikian, aspek semantik tidak dibahas kedua aspek sebelumnya. Pembahasan tentang tokoh dan latar disertakan pula untuk melengkapi pembahasan-pembahasan sebelumnya.
Pembahasan aspek verbal sajak lebih ditekankan mengingat aspek ini mencakup masalah tuturan dan panu_turan sajak, yaitu pemilihan kata, tatakalimat, versifi_kasi (metrik dan bunyi), penutur dan sudut pandang. Adapun aspek sintaks naratif serta aspek tokoh dan latar, dibahas untuk mendukung hasil permbahasan aspek verbal.
Adanya ciri-ciri karya romantik dalam sajak L 'Ehfant karya Victor Hugo menegaskan bahwa sajak tersebut merupakan sebuah sajak romantik, yang ditulis oleh seo_rang penyair romantik.

"
1990
S16194
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>