Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 144141 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Siti Salbiyah
"Di Indonesia terdapat banyak sekali bahasa dan dialek. Jumlahnya yang pasti belum diketahui, Lembaga Bahasa Nasional mencatat sejumlah 418 bahasa daerah yang tersebar di seluruh Indonesia. Suatu angka yang tentu akan berubah lagi, jika diadakan penelitian yang lebih mendalaml). Landasan undang--undang bagi pemelihara_an bahasa adalah DUD 45, bab XV, pasal 36, tentang Bendera dan Bahasa yang berbunyi sebagai berikut: Didaerah-daerah jang mempunjai bahasa sendiri, jang dipelihara oleh rakjatnya dengan baik (misalnja bahasa Djawa, Sunda, Madura dsb.) bahasa-bahasa itu akan dihormati dan dipelihara oleh Negara. Bahasa-bahasa itupun merupakan sebagian dari kebudajaan Indonesia jang hidup. Sedangkan fungsi bahasa daerah bagi bangsa Indonesia telah dirumuskan dalam Seminar Politik Bahasa Nasional"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1980
S15725
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Towa P. Hamakonda
Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1991
025.431 TOW p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
"Sistem Klasifikasi Dewey Decimal Classification ini merupakan salah satu sistem yang dikenal di kalangan pustakawan.Saking dikenalnya,hampir setiap pustakawan mengenal sistem ini minimal namanya dan bahkan mengetahui urutan kelasnya...."
SEBUPUI
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Eka Sapta Rakhmani
"Dalam penelitian penerapan skema klasifikasi HURIDOCS ini penulis meneliti mengenai penggunaan skema klasifikasi tersebut dan pengaruhnya terhadap proses temu kembali dokumen yang dilakukan oleh pemakai. Suatu sistem klasifikasi merupakan suatu kegiatan mengelola ilmu pengetahuan ke dalam susunan yang sistematis. Sistem klasifikasi terdiri dari dua jenis, yaitu sistim klasifikasi umum dan sistim klasifikasi khusus. Sistim klasifikasi umum banyak dipakai oleh perpustakaan maupun lembaga dokumentasi yang mempunyai koleksi berbagai subyek. Namun untuk perpustakaan yang mempunyai koleksi bidang khusus akan lebih tepat bila menggunakan sistim klasifikasi khusus. Biro kepustakaan dan dokumentasi Komnas HAM sebagai lembaga yang mempunyai koleksi dengan subyek hak asasi manusia (HAM) menerapkan Skema klasifikasi HURIDOCS. Suatu skema klasifikasi mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: (1) Terperinci dan komprehensif, artinya mampu menampung seluruh subyek yang sedan;, pernah atau mungkin akan menjadi terra i l mu pengetahuan, (2) Sistematis, artinya proses pembagian subyek-subyeknya hares sempurna. (3) Luwes (flexible) dan bersifat ekspansif, artinya dapat dikembangkan. (4) Terminologi yang digunakan tepat dan konsisten menurut pemahaman pembaca dan pustakawan. (5) Dari basil penelitian ditemukan bahwa penggunaan skema klasifikasi I-ILIRIDDCS diperpustakaan Komnas HAM mengakibatkan dua hal, yaitu: (a) Susunan koleksi yang bersubyek sama antara bahan pustaka yang menggunakan bahasa acing dan bahasa Indonesia letaknya terpisah. Kondisi ini tidak mendukung sistem pelayanan terbuka yang memungkinkan pemakai melihat langsung bahan pustaka di rak.(b) International classification yang digunakan untuk mengklasifikasikan bahan pustaka berbahasa asing mengutamakan aspek wilayah geografi sehingga bahan pustaka yang subyeknya sama bila cakupan wilayah geografinya berbeda akan mempunyai notasi kelas yang berbeda. Penerapan skema klasifikasi ini secara keseluruhan menyebabkan broken order yang menyulitkan browsing yang dilakukan pemakai, sehinggan peran OPAC (online public access catalogue) sebagai sarana bantu penelusuran amat penting."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2004
S15246
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muljana
"ABSTRAK
diversifikasi merupakan satu dari 2 strategi dasar untuk
mengembangkan perusahaan. Pada umumnya, perusahaan yang
sudah berkembang akan melakukan diversifikasi bidang usaha.
Begitu pula perusahaan-perusahaan di Indonesia. Bahkan
banyak perusahaan Indonesia yang berbentuk konglomerasi.
Sudah banyak pendapat dan penelitian yang menjelaskan
keuntungan?keuntungan yang dapat diperoleh dengan melakukan
diversifikasi. Namun, banyak pula pendapat yang bernada
negatif terhadap diversifikasi. Kritik terhadap penerapan
diversifikasi, terutama untuk masa mendatang, semakin me
ningkat dalam beberapa tahun terakhir ini.
Ada beberapa metode untuk mengukur diversitikasi, salah
satunya adalah dengan menggunakan sistem klasifikasi yang
dikembangkan oleh Richard P. Rumelt. Rumelt mengelompokkan
perusahaan kedalam 9 kategori, yaitu Single Business, Domi
nant?Vertical, Dominant-Constrained, Dominant?Linked, Domi
nant-Unrelated, Related-Constrained, Related?Linked, Unre?
Lated-Passive, dan Acquisitive Conglomerate.
Penelitian ini bertujuan mempelajari keterkaitan antara
strategi diversifikasi yang diterapkan oleh perusabaan
perusahaan Indonesia dan kinerja finansial yang dicapai oleh
perusahaan-perusahaan tersebut, untuk selanjutnya menentukan
strategi diversifikasi yang memberikan kinerja terbaik
Ada 8 besaran finansial yang dipakai untuk mengukur
kinerja finansial perusahaan.
Sebagai obyek penelitian ini adalah perusahaan-perusa
haan Indonesia yang telah menjual dan mencatatkan sahamnya
di Bursa Efek Jakarta sampai dengan tanggal 31 Desember
1993.
Kurun waktu penelitian ini adalah dari tahun 1983
sampai dengan tahun 1993.
Sampel penelitian untuk tahun 1983 berjumlah 18 perusa
haan, untuk tahun 1988 berjumlah 22 perusahaan, dan untuk
tahun 1993 berjumlah 37 perusahaan.
Dalam penelitian ini diasumsikan bahwa perbedaan kiner
ja finansial yang dicapai oieh 2 perusahaan yang menerapkan
strategi diversifikasi yang berbeda semata?mata merupakan
akibat dan perbedaaan strategi diversifikasi tersebut.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masing-masing
strategi diversifikasi memiliki kelebihan dan kekurangan
dalam kinerja finansialnya.
Kirierja finansial yang dihasilkan oieh tiap-tiap
strategi diversifikasi sangat berfluktuasi.
Depat disimpulkan bahwa pada periode 1983-1988, strate
gi diversifikasi yang memberikan kinerja finansial terbaik
adalah Related Business, sedangkan pada periode 1988-1993,
strategi diversifikasi yang memberikan kìnenja finansial
terbaik adalah Single Business.
"
1994
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sukrisrich Putra
"Permainan video telah menjadi temuan yang mempengaruhi kultur kekinian dan tak bisa diabaikan. Perkembangan permainan video yang semakin realistis dalam menggambarkan realitas dan interaktif menimbulkan banyak permasalahan. Permasalahan seperti terhambatnya perkembangan anak-anak dan paparan terhadap konten dewasa sebelum waktunya mempengaruhi anak-anak, yang di mana banyak permainan-permainan video tersebut sejatinya dipasarkan untuk kaum dewasa, ketimbang anak-anak. Untuk melindungi anak-anak dari dampaknya permainan video game yang memiliki konten dewasa, pemerintah melakukan pelbagai cara, terutama cara yang koersif seperti mengundangkan produk hukum tertentu, yang di mana tidak jarang tidak tepat sasaran dan mempengaruhi para pelaku industri permainan video, di mana ruangan untuk kebebasan berekpresi melalui permainan yang mereka buat dibatasi.Upaya yang dilakukan dalam mencapai tujuan negara dalam melindungi anak di bawah umur dari dampak negatif permainan video tidak harus selalu dalam bentuk peraturan perundang-undangan yang bersifat memaksa, namun dengan menggunakan sistem klasifikasi yang dikelola oleh organisasi otonom yang didekasikan khusus dalam ranah ini, yang di mana akan diikuti oleh para pelaku usaha. Metode ini juga merupakan metode yang mungkin digunakan untuk menyeimbangkan kepentingan negara dan pelaku usaha tanpa perlu menciptakan rintangan yang dapat dieliminasi.

Video game has become an invention that shapes modern culture that cannot be ignored. As video game becoming more realistic in depicting elements that are close to its real-life counterpart and real-time interactivity come a great cost. These costs follow such as disruption of minor’s development and early exposures of materials that are only befitting for adults, as in fact many of video games that are available commercially meant to be sold to mature audience, instead of minor. In protecting minors from negative effect of mature-rated video game, there are attempts taken by the State, especially coercive measure via enactment of laws, which many of them are inaccurate and harm the interest of video game companies, especially their right of express themselves freely through their works, which important to create variation of video game that is available in the market. Attempts to serve the state interest is not always limited to enactment of legal instrument, such as rating system, operated by autonomous institution that will be complied by video game companies, as this is one of the feasible method to be pursued to regulate video game industry that serve interest of most stakeholders, namely government and video game industry as a whole without putting any parties at unnecessary obstacles."
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bakar Domery
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 1988
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Moh. Amien Mansoer
"Pada dasarnya orang cenderung untuk menyusun buku-buku dalam perpus.takaan menurut subyek. Sewaktu jumlah buku masih sedikit, orang juga sangat memperhatikan susunan buku yang kelihatan indah. Untuk itu buku disusun menurut warna atau ada juga yang disusun menurut ukuran. Bila tujuan susunan adalah untuk dilihat dan bukan supaya buku-bukunya dibaca, susunan menurut warna atau ukuran tentu sudah baik sekali. Dengan bertambahnya jumlah buku dalam koleksi perpustakaan, susunan buku berdasarkan warna atau ukuran tidak dapat dipertahankan lagi. Buku-buku yang ditulis membahas berbagai masalah, berbagai pokok persoalan. Oleh karena itu cara menyusun yang paling baik serta memuaskan adalah pengelompokan buku berdasarkan subyeknya. Dengan demikian buku-buku yang mempunyai subyek yang berhubungan akan terletak berdekatan. Bilamana kita menghendaki supaya buku-buku di perpustakaan disusun secara sistimatis, sehingga buku-buku yang mempunyai subyek yang berhubungan terletak berdektan, maka diperlukan sebuah bagan klasifikasi. Yakni bagan yang mendaftar subyek secara sistimatis dan menunjukkan hubungn-hubungannya."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1978
S14970
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Gita Wandita Budiana
"Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendapatkan hasil berupa perbandingan makna berdasarkan kamus (Kamus Besar Bahasa Indonesia, Longman Dictionary of American English, dan Kamus Lengkap Indonesia-Inggris) dan pikiran responden (kalangan remaja) yang diungkapkan dalam kuesioner. Perbandingan makna tersebut dilakukan untuk melihat apakah ada persamaan atau perbedaan dalam makna berdasarkan kamus dan kuesioner. Selain mendapatkan hasil berupa perbandingan makna, penelitian ini juga bertujuan untuk menghasilkan klasifikasi semantis adjektiva dalam kolom About Me pada situs Friendster. Adjektiva yang menjadi data kemudian diklasifikasikan berdasarkan makna yang didapat dari kuesioner ke dalam kategori semantisnya. Landasan teori yang akan digunakan dalam penelitian adalah sintesis dari pembagian adjektiva secara semantis menurut Hasan Alwi dkk. (2003), Abdul Chaer (1990; 2000), Gorys Keraf (1991), dan R.M.W. Dixon dalam D.N.S. Shat (1991). Teori ciri-ciri dan penanda adjektiva menurut Harimurti Kridalaksana (2005), Abdul Chaer 1990; 2000), Gorys Keraf (1991), dan Alwi dkk. (2003) juga digunakan untuk menguji data penelitian yang berupa adjektiva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori semantis terbanyak yang digunakan remaja untuk mendeskripsikan diri mereka dalam kolom About Me adalah adjektiva sifat atau tabiat manusia (53 adjektiva), yang diikuti oleh kategori adjektiva sikap atau suasana hati manusia (37 adjektiva). Urutan berikutnya berturut-turut adalah adjektiva kualitas atau penilaian fisik atau mental (22 adjektiva), keadaan fisik atau mental manusia (13 adjektiva), keadaan fisik atau mental suatu hal atau aktivitas (10 adjektiva), adjektiva pencerapan (5 adjektiva), adjektiva ukuran fisik dan jarak (3 adjektiva), dan adjektiva waktu dan usia (2 adjektiva). Tidak ditemukan adjektiva dari kategori warna dan keadaan bentuk dalam data penelitian. Selain itu, berdasarkan perbandingan makna dalam kamus dan kuesioner, didapatkan hasil yang menunjukkan bahwa makna-makna adjektiva yang menjadi data ada yang tidak mengalami perubahan (maknanya tetap sama), mengalami perluasan (terjadi persamaan dan perbedaan makna), dan mengalami pergeseran makna (makna berubah sama sekali). DaIam kolom About Me di situs Friendster, banyak ditemukan kosakata-_kosakata dan istilah-istilah baru yang menarik untuk diteliti lebih lanjut. Misalnya pada penelitian ini, ditemukan kosakata jaim dalam data yang disinyalir merupakan bentuk akronim dari frase jaga image. Cara penulisan yang digunakan remaja dalam kolom tersebut juga bermacam-macam, kadang-kadang terjadi penyingkatan atau pemanjangan yang terkesan manasuka. Selain itu, mereka juga sering menggunakan huruf kapital di dalam penulisan sebuah kata secara acak. Hal tersebut menarik untuk dilakukan penelitian lebih lanjut"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2006
S10983
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hesti Dianingrum
"Skripsi ini membahas pengaturan dan pelaksanaan belanja hibah di Pemerintah Indonesia. Belanja hibah yang tertuang dalam Undang-undang, Peraturan Pemerintah maupun Peraturan Menteri, dibandingkan dengan belanja serupa dalam GFS Manual 2001. Selain itu dibandingkan juga dengan belanja serupa dalam Pemerintah Australia dan Amerika. Selanjutnya, dalam penelitian ini juga membandingkan pengaturan dan komponen belanja hibah dengan belanja bantuan sosial. Perbandingan ini dilakukan dalam tataran regulasi dan aplikasi dalam Laporan Keuangan. Dalam penelitian ini diungkapkan bahwa komponen grants dalam GFS Manual 2001 termasuk ke dalam komponen belanja hibah di Indonesia, grants di Australia dan assistance and subsidies di Amerika. Selain itu komponen dalam tiga negara tersebut mencakup komponen lain dimana dalam GFS Manual 2001 termasuk ke dalam kelompok belanja yang lain. Sedangkan dari perbandingan hibah dan bantuan sosial, ditemukan bahwa lembaga keagamaan dan lembaga sosial masuk ke dalam kedua jenis belanja tersebut. Sehingga pada pelaksanaannya banyak ditemukan kesalahan penganggaran pada belanja hibah terutama pada pemerintah daerah.

This study analyzes about regulation and application grant expense in Indonesian government. Grants expenditure that described in statute, regulations issued by government and regulations issued by ministry, will be compared with the similar expenditure in GFS Manual 2001, US and Australian government standard of expenditure. This grant also will be compared with social assistance expense. The comparations are between the regulation and also the application in Indonesian Government Financial Report. The result shows that grant componen in GFS Manual 2001 are also as a part of grants in Indonesia, United States and Ausralia. But in all of this country, they have other componen in grants that excluded in grants, but include in other expense at GFS Manual 2001. The comparations between grant and social assistance show that there are similar organizations or institutions that can be include as receiver of both expense. It was caused a lot of miss in budgeting of grants expense can be founded especially in local government report."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2011
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>