Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 33420 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Bobby Haryoso
"Dengan berkembangnya teknologi komunikasi dalam dunia penyiaran yang semakin pesat dan kompetisi untuk memberi penampilan yang lebih apik maka diadakan pengembangan sistim kerja pengendali gambar. Untuk itu telah dilakukan studi terhadap sistim kerja switcher on-air opus MCS SD-16 sebagai kendali siaran di stasiun televisi swasta, TransTV. Dimana penelitian ini di dasarkan pada konfigurasi perangkat keras pendukung kerja dari switcher dan analisa kerja dari sistim tersebut serta kebutuhannya dalam kerja operasional secara manual dan perencanaan secara otomatis dalam kesatuan integrasi yang utuh. Switcher on-air mcs sd-16 merupakan instrument yang mampu untuk menampilkan trafik aplikasi gambar yang diangkat ke program dengan beberapa kemampuan transisi (slow,medium,fast,cut) dan transition key, penampilan dalam perpindahan gambar sebagai komponen utama video (normal atau efek tertentu) dan perpindahan audio baik dengan penempelan atau tidak yang telah terdistribusi ke dalam beberapa buses input/output dilakukan secara manual dengan daftar obyek yang telah dilakukan berdasarkan rundown atau playlist. Model pengaplikasian untuk menaikkan dan menurunkan logo live, impose melalui masukan key sangat baik dan sekuensial dengan persiapan yang telah dibuat dengan sistim kerja berasumsian logika dan biner untuk nilai key, maka didapat nilai kerja yang sesuai dan mampu memberikan kualitas pelayanan baik yang sesuai aplikasi dengan parameter standar EIA."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2004
S29066
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rochana Hanggi
"Telah dilakukan penelitian tentang penggunaan sistim
zat pengikat Kollidon-air, Kollidon-alkohol-air dan Kohldonair terkiadap zat aktif yang bersifat pohiniorf dan zat aktif yang tidak bersif at polixnorf. Bahan aktif tidak pollmorf sebagal model dianibil zat Paracetamol dan bahan aktif polimorf sebagai model diambil zat Prednisolon.
Ternyata pada penehitian ml sistim zat pengikat yang
terbaik untuk sediaan tablet Paracetamol adalah Kohhidon-alkohol dengan waktu hancur (rata-rata) = 5 1 31" (331 detik), kecepatan mélarut 30 menit (rata-rata) = 87 9 1+9 % dan kekerasan (rata-rata) = 6 9 85 kg dibandingkan sistim zat pengikat Kohhidon-alkohol-air dengan waktu hancur (rata-rata)= 20'03" (1203 detik), kecepatan nielarut 30 menit (rata-rata) = 87,06% dan kekerasan (rata-rata) = 9 922 kg dan sistim zat pengikat Koflidon-air waktu hancur (rata-rata) = 11+'37" (877 detik), kecepatan melarut 30 menit = 88,65 % dan kekerasan (rata-rata) = 7 9 70 kg.
Sedangkan untuk tablet Prednisolon dengan sistim zat pengikat Kohhidon-alkohol waktu hancur (rata-rata) = 171 detik, kecepatan melarut 20 menit (rata-rata) = 99,27 %, keregasan (rata-rata) = 0,05 % dan untuk sistim zat pengikat Kohildonair waktu hancur (rata-rata) = 152 detik, kecepátan melarut 20menit (rata-rata) = 97 932 %, keregasan (rata-rata) = 0912%.Maka kedua sistim zat pengikat tersebut untuk tablet Prednisolon adalah relatif sama baiknyá.
Setelah dilakukan uji statistik untuk ketiga sistim
tersebut ternyata memberikan perbedaan yang signifikan antara sistim zat pengikat Kollidon-alkohol dengan sistim zat pengikat Kollidon-alkohol-air dan sistim zat pengikat Kollidon ditinjau dari parameter-paraniater waktu hancur dan kecepatan pelarut."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1984
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Direktorat Jenderal Pengairan. Departemen Pekerjaan Umum, 1994
333.91 Ind p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1995
S38716
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sigit Jatiputro
"Penjejak panas merupakan suatu alat untuk mendeteksi dan menunjukkan suatu sumber panas di sekitarnya. Penjejak panas ini dapat pula menunjukkan suatu sumber panas yang bergerak. Pergerakkan sumber panas tersebut menyebabkan perubahan arah dari penjejak papas, sehingga diperlukan pengendali umpan balikk agar diperoleh basil yang diinginkan. Dalam tugas akhir ini digunakan pengendali berbasis logika fuzzy yaitu pengendali umpan batik yang mendasarkan pengendalinya pada teori logika fuzzy. Tujuan penerapan logika fuzzy tersebut adalah untuk memperbaiki respon sistem kendali dalam mencapai kestabilannya. Perangkat keras yang digunakan dalam tugas akhir ini terdiri dari tiga bagian yaitu bagian antarmuka PC, penggerak motor dan pendeteksi sensor.
Antarmuka PC berfungsi untuk mengatur pengalamatan dan jalur data antara perangkat lunak dan perangkat keras. Pendeteksi sensor memberikan masukan pada perangkat lunak fuzzy, melalui antarmuka PC, kemudian penggendali fuzzy memberikan keluaran pada pernggerak motor. Dalam analisa respon keluaran sistem dipakai parameter setling time, persen overshoot, steady state error dan kestabilan sistem. Selain itu dianalisa juga perubahan parameter dalam sistem logika fuzzy serta perubahan waktu sampling pada slat ini. Hasil analisa menunjukkan bahwa pemakaian pengendali logika fuzzy dapat memperbaiki tanggapan respon sistem kendali penjejak panas. Aplikasi penjejak panas ini dapat digunakan sebagai hulu rudal pengejar pangs, pendeteksi letak sumber kebakaran dan lain sebagainya."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1996
S38857
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Iwan Muhamad Ramdan
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah efikasi diri, pusat kendali,
dan persepsi tenaga kerja dapat dijadikan prediktor yang akurat untuk
memprediksi pencapaian prestasi kesehatan dan keselamatan kerja (K3),
serta untuk menguji apakah model pencapaian prestasi K3 yang disusun
dengan melibatkan interaksi tenaga kerja dengan lingkungannya cukup
tepat. Dengan pendekatan cross sectional, penelitian dilakukan terhadap
200 orang responden pada perusahaan kayu di Kalimantan Timur. Variabel
bebas terdiri dari efikasi diri, pusat kendali, dan persepsi tenaga kerja.
Variabel tergantung yaitu prestasi K3, sedangkan variabel moderator
adalah lingkungan fisik dan kimia kerja. Analisis data menggunakan struc-
tural equation model (SEM). Hasil penelitian menunjukan efikasi diri dan
persepsi tenaga kerja berhubungan positif signifikan dengan prestasi K3,
merupakan prediktor yang paling akurat untuk memprediksi pencapaian
prestasi K3 (p=0,007 dan p=0,012). Kedua variabel ini memberi sumbangan
efektif terhadap prestasi K3 yaitu sebesar 20,2 % dan 17,3 %.
This research was focused on the relationship between worker?s behavior
with Occupational Health Safety (OHS) achievement.The purposes of the
research is to identify whether worker?s self-efficacy, locus of control and
perception can predict OHS achievement, and to examine whether the OHS
model engaging workers and work environment interaction are fit. This re-
search was cross sectionally conducted towards 200 respondents in one of
plywood plant in West Kalimantan. The independent variable were the work-
er?s self efficacy, locus of control and perception, while the dependent vari-
able was OHS performance. The moderator variables were physical and
chemical work environment. Data analysis used structural equation model.
Research findings showed that self efficacy and worker perception have sig-
nificantly positive relationship with worker?s OHS performance, and could be an accurate predictor to predict OHS performance achievement (p=0.007
and p=0.012), and provided effective contribution to OHS performance as
big as 20,2 % and 17,3 % as well."
Universitas Mulawarman, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Bagian Kesehatan dan Keselamatan Kerja, 2010
PDF
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Abdul Razak
Depok: Universitas Indonesia, 2008
TA439
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Universitas Indonesia, 2010
TA556
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Abdul Razak
"Sistem keran biasanya digerakkan secara manual oleh manusia dengan cara memutar atau menggerakkan keran ke atas atau ke bawah. Namun sistem keran secara manual ini memiliki kelemahannya yaitu keran yang mudah rusak dan pemborosan air dikarenakan kelalaian menutup keran. Dengan memanfaatkan sensor Passive Infrared (PIR) dan Ultrasonik sebagai pendeteksi objek berupa anggota tubuh manusia dan mengirimkan sinyal tersebut ke Mikrokontroler ATMEGA8535 sebagai pusat pengendalinya. Mikrokontroler ini akan mengirimkan instruksi untuk menggerakkan solenoid valve yang berfungsi sebagai katup aliran air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sensor PIR ini dapat mendeteksi objek dalam jarak maksimum 3 meter dan sensor Ultrasonik mendeteksi jarak sampai 4 meter. Ketika sensor PIR menerima radiasi panas dari objek, maka solenoide valve membuka katu untuk mengalirkan air. Begitu juga dengan Ultrasonik Ketika sensor Ultrasonik menerima pantulan bunyi dari objek didepannya dalam jarak tertentu maka solenoide valve membuka katup untuk mengalirkan air. Di samping itu dibutuhkan debit air tertentu untuk dapat mengaktifkan solenoide valve

Water valve usually manual controlled by human with spin up or spin down but water valve manual system have negative side which this water valve easily destroyed and close the water valve. From that use passive infrared sensor ( PIR ) and Ultrasonic sensor as object detector in human organ and transimite that signal to microcontroller ATMEGA35 as central controller. This Microcontroller will transmit some instruction to spin the solenoid valve which used to water controler. Based on observasion this Passive Infrared sensor can detection motion with the maximum distance 3 meter and ultrasonic sensor detection until 4 meter. When PIR sensor receive calor radiation from object that solenoid valve will be open. Same with solenoid valve the ultrasonic sensor receive signal from in front the sensor. Beside that needed water debit to can make solenoid valve active condition"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2008
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
I Wayan Degeng
"Salah satu cara untuk mengurangi pengaruh gangguan pada sistim kendali adalah dengan menerapkan gabungan sistim kendali yang terdiri dari sistim kendali cascade, sistim kendali feedforward dan sistim kendali feedback. Pada tesis ini gabungan sistim kendali dirancang untuk pengaturan suhu heat exchanger. Pertama fungsi alih heat exchanger diturunkan dengan pemodelan fisik dan perhitungan matematis, hasilnya dibandingkan dengan fungsi alih yang sudah ada dari hash eksperimen dengan pendekatan orde satu dengan waktu tunda (FOPDT). l,alu parameter semua pengendali dihitung dan diperoleh gabungan sistim kendali.
Dan pengujian terhadap gabungan sistim kendali itu diperoleh bahwa sistim kendali cascade dapat meredam hampir seluruh amplitudo sinyal gangguan, sedangkan sistim kendali feedforward dapat meredam gangguan dengan cepat walaupun pengaruh awal gangguan tersebut masih cukup besar.

One of many ways of compensating for disturbances is by applying a combined control system which consist of cascade control system, feedforward control system and feedback control system. In this thesis a combined control system is designed for temperature control of a heat exchanger. At first, the transfer function of the heat exchanger is determined based on physical model chosen and mathematical calculation, the result is compared to the transfer function found previously with experimental data using first order plus dead time t IT)Pl7I') motel. Then all controller parameters are calculated for the combined control system
From simulation testing of the combined control system, it is found that the cascade control system can reduce almost all disturbance signal amplitude, while the feedforward control system can reduce disturbances quickly even though at the beginning the disturbance amplitudes are still high.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2003
T1102
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>