Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 171895 dokumen yang sesuai dengan query
cover
cover
Masdianto
"Senyawa kimia yang terkandung dalam kulit batang tumbuhan jawura (Garcinia lateriflora BL ) diekstraksi dengan n-heksana. Senyawa tersebut diisolasi dengan cara kromatografi kolom cepat (flash column chromatography) dengan larutan pengelusi campuran n-heksana : EtOAc, yang polaritasnya dinaikan secara bertahap.
Dari fraksi 11-13 diperoleh senyawa GA, kristal jarum berwarna putih, transparan sebanyak 10 mg. Dari fraksi 20-22 diperoleh senyawa GB merupakan kristal jarum berwarna kuning, transparan sebanyak 300 mg.
Struktur molekul senyawa GA dan GB ditentukan berdasarkan data spektroskopi (inframerah, FAB-MS, 1H-NMR, 13C-NMR serta spektra dua dimensi) dan difraksi sinar- X. Dari data spektroskopi diketahui, bahwa senyawa GA adalah stigmasterol, dengan rumus molekul C29H46D (8M=412), sedangkan senyawa GB merupakan turunan benzoquinon dengan rumus molekul C33H3809 (BM=578), adalah suatu senyawa Baru yang diberi nama laterimasoton.
Daftar pustaka 20 0981-1997)

Chemical constituents contained in the stem bark of Jawura (Garcinia laterilora BL) were extracted by n-hexane, the compounds were separated and isolated with flash column chromatography using silica gel as the stationary phase, n-hexane and ethyl acetate as the mobile phase.
From 11-13 fraction was given rise GA compound, as white needle crystal, weight 10 mg. And from 20-23 fraction was isolated GB compound as yellow needle crystal, weight 300 mg. The structure of GA and GB were established using spectroscopy data (IR, 1H-NMR, 13C-NMR with 2D and X-ray diffraction).
Based on spectroscopy data the GA compound was identified as stigmasterol with formula molecular C29H480 (Mr = 412), while the GB compound was established as benzoquinon derivative with formula C33H3809 (Mr = 578), the GB compound is a new compound, named laterimasoton.
"
Depok: Universitas Indonesia, 1997
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Daulay, Aida Syahfitri
Depok: Universitas Indonesia, 1998
S29957
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ary Retnowati,
"Sambung nyawa {Gynura procumbens [Lour] Merr.) merupakan tanaman
berkhasiat yang banyak ditemukan di beberapa negara di Asia. Untuk
pengobatan, bagian tanaman yang digunakan adalah daunnya. Daun sambung
nyawa banyak dimanfaatkan untuk mengobati beberapa jenis penyakit seperti
diabetes mellitus, darah tinggi, antiinflamasi, luka bakar, dan beberapa jenis
penyakit kulit lainnya. Bahkan akhir-akhir ini banyak dipakai sebagai obat anti
kanker dan obat antihiperlipidemia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan menentukan struktur
senyawa kimia yang terdapat dalam fraksi n-heksana daun sambung nyawa.
Isolasi senyawa kimia ini dilakukgp dpngan cara merendam daun tersebut
dengan n-heksana disertai pengadukan agar proses ekstraksi berjalan dengan baik. Filtrat n-heksana yang diperoleh dipekatkan dan dilakukan uji bercak
memakai KLT dengan pelarut pengembang yaitu /?-heksana dan etil asetat pada
perbandingan 4: 1. Kemudian dilakukan pemisahan menggunakan kromatografi
kolom dengan silika gel sebagai fasa diam dan fasa geraknya berupa campuran
n-heksana dan etil asetat dengan gradien kepolaran yang meningkat.
Fraksi yang diambil untuk analisa lebih lanjut adalah komponen A dan
komponen B. Setelah proses rekristalisasi, komponen A berupa padatan putih
dan komponen 8 berupa kristal putih berbentuk jarum. Kedua komponen ini
ditentukan strukturnya dengan menggunakan spektrofotometer FT-IR dan GCMS.
Komponen A merupakan senyawa hidrokarbon yaitu n4)entakosana dengan
rumus molekul C25H52- Sedangkan komponen B merupakan senyawa golongan
steroid yaitu Bi adalah stigmaterol dengan rumus molekul C29H48O dan 82
adalah (3-sitosterol dengan rumus molekul C29H50O."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2004
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tangguh Berbudi
"Tanaman mundu (Gqrcinia dulcis KURZ) merupakan tumbuhan tingkat tingi
yang berasal darl Indonesia :dan Philipina. Tanaman mi terutama ditemukan di Asia
Tenggara, Burma, Malaysia. Philipina dan Indonesia. Di Indonesia, tanaman mi tersebar
di seluruh nusantara. terutama Jawa dan Kalimantan. Tanaman mi tumbuh liar di seluruh
Jawa path ketinggian 500 meter di atas permukaan laut. Pohon kecil yang tingginya
hingga 12 meter dengan batang berdiameter 20 cm mi termasuk dalam famih Guttiferae. Hampir seluruh bagian darl tananian mi dapat dirnanfaatkan. Terutama sehagai
obat tradisional penyakit parotitis (gondok), limpatitis dan pembengkakan kelenjar.
Selain itu dapatjuga digunakn sebagai pewarna bahan anyarnan.
Penelitian mi bertujuan untuk mengisolasi senyawa organik yang terkandung
dalarn biji mundu. Isolasi senyawa tersehut dilakukan dengan cara perendarnan dalam
pelarut n-heksana. Ekstrak n-heksana tersebut dipekatkan dengan rnen ggunakan rotary
evaporator. Setelah itu dilakukan uji KLT terhadap ekstrak kasar tersebut. Setelah itu
dilakukan pernisahan dengan rnenggunakan krornatografi kolom. Hasil pernisahan
dengan krornatografi kolorn, dilakukan uji KLT kembali, dan pemurniannya dilakukan
dengan cara kristalisasi. Senyawa hasil kristalisasi tersebut ditentukan struktur molekulnya dengan
rnenggunakan spektrofotometer infra merah (IR)dan GCMS.
Senyawa kimia yang berhasil diisolasi dan ditentukan struktur molekulnya adalah:
1. Senyawa A dengan rurnus molekul C70H3602 (etil-2l3-oktadekedienoat)
2. Senyawa B dengan rumus rio1eku1 C 18H3602 (butil-tetradekanoat)
3. Senyawa C dengan rumus molekul C 17H3402 (propil-tetradekanoat)
4. Seeyawa D dengan rumus molekul C 22H4202 (etil- I 8-dekadekenoat)
5. Senyawa E dengan rumus molekul C 20H3402 (etil-12-oktadekenoat)"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1999
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Hernita Arbiyanti
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1989
S29804
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nufri Wendri
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1990
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Desi Prasetyo
"Jamblang [Eugerua Jambolana (Lamk )] merupakan suatu tanaman tinggi yang batangnya besar dan kuat cabangnya rendah kulit batangnya keras berwarna abu abu gelap Daunnya lebar berbentuk e Mips bunganya kecil dan harum buahnya sebesar ruas ibu jari berwarna Jingga dan jika telah masak warnanya menjadi ungu tua sampai hitam Tanaman ini banyak terdapat di dataran rendah di seluruh Pulau Jawa Dalam pengobatan tradisional kulit batang dan biji tanaman ini dapat digunakan sebagai obat untuk penderita penyakit kencing manis (diabetes mellitus) Isolasi senyawa senyawa kimia dari kulit batang tanaman jamblang dilakukan dengan cara perendaman dalam pelarut n heksana Ekstrak n heksana yang diperoleh dilakukan pemisahan dengan menggunakan kromatografi kolom dan pemurnian dengan cara rekristalisasi Komponen komponen yang telah murni ditentukan struktur molekulnya dengan menggunakan spektrofotometer infra merah {IR) spektrometer resonansi magnetik inti proton (1H NMR) dan inti karbon (13C NMR) serta spektrometer massa (MS) Senyawa kimia yang berhasil diisolasi dan diidentifikasi adalah senyawa friedelanol dengan rumus molekul C30H52O."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1994
S29909
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Maya Sakuntala
"Daun Gynura procumbens Lour. Merr. (Sambung Nyawa) merupakan tanaman semak yang telah dikenal masyarakat sebagai tanaman obat. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi senyawa dan mengidentifikasi senyawa-senyawa yang terkandung dalam daun Sambung Nyawa. Daun Sambung Nyawa dimaserasi dengan metanol untuk mengambil semua senyawa yang ada. Selanjutnya diekstraksi dengan nheksana untuk mengambil senyawa non polar. Dari fraksi n-heksana diperoleh senyawa-senyawa utama yang diduga adalah metil heksadekanoat (metil palmitat), metil-9,cis-12,cis-oktadekadienoat (metil linoleat), metil-9,cis-12,cis-15,cis-oktadekatrienoat (metil linolenat), 2,4-noefitadiena, dan asam-1,2-benzendikarboksilat (asam ftalat) berupa cairan kuning. Fraksi n-heksana diekstraksi dengan diklorometana untuk mengambil senyawa semi polar. Dari fraksi diklorometana diperoleh senyawa-senyawa utama yang diduga adalah metil-9,cis-oktadekaenoat (metil-oleat), asam-9,cis-oktadekaenoat (asam oleat) dan β-sitosterol.

The dried powdered leaves of G. procumbens Lour. Merr. have been macerated with methanol for extracting all of compounds from leaves. Crude methanol extract was fractionated with n-hexane to withdraw non polar compounds. From n-hexane fraction has been isolated main compounds supposed as methyl hexadecanoic, methyl-9,cis-12,cisoctadecadienoic (methyl linoleat), methyl-9,cis-12,cis-15,cisoctadecatrienoic (methyl linolenat), 2,4-neofitadiena, and 1,2-benzenedicarboxylic acid (phthalic acid) as yellow liquid. The n-hexane fraction has been extracted with dichloromethane for fractionating semi polar compounds. From dichloromethane fraction has been isolated main compounds. They were supposed as methyl-9,cisoctadecaenoic (methyl oleat), 9,cis-octadecaenoic acid, and β-sitosterol."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2006
T39902
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>