Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 108576 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Reza Nugraha
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2008
S33076
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Lifa Hanifah
"Hiperlipidemia merupakan salah satu faktor risiko untuk penyakit jantung koroner (PJK). Penurunan lipid telah terbukti dapat menurunkan risiko terjadinya PJK. Untuk mengatasinya dapat dilakukan diet sebagai terapi awal atau dengan menggunakan obat hipolipemik. Adanya sintesis obat baru golongan statin yang berkhasiat sebagai obat hipolipemik diharapkan dapat memberikan efek yang lebih baik. Untuk menjamin penggunaannya perlu diuji dengan penelitian ilmiah, yaitu dengan mengamati gejala toksik yang mungkin terjadi pada obyek uji dengan penggunaan dalam jangka waktu lama.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian obat LS secara oral selama 60 hari terhadap jumlah eritrosit, leukosit, trombosit dan kadar hemoglobin tikus putih galur Sprague Dawley. Tikus dibagi dalam tiga kelompok dosis uji, kelompok I, II, III adalah kelompok perlakuan yang diberi larutan uji dengan dosis 0,9; 1,8; dan 3,6 mg/200 g bb dan satu kelompok kontrol yang diberi larutan CMC 0,5%. Masing-masing kelompok terdiri dari 12 ekor tikus; 6 ekor tikus jantan dan 6 ekor tikus betina yang ditempatkan secara terpisah. Pemeriksaan jumlah eritrosit, leukosit, trombosit dan kadar hemoglobin dilakukan pada hari ke-0, 31 dan 61.
Berdasarkan hasil uji statistik (ANAVA) satu arah diperoleh bahwa pemberian obat LS tidak berpengaruh terhadap jumlah eritrosit, leukosit, trombosit dan kadar hemoglobin tikus putih (p>0,05).

Hyperlipidemia is one of the risk factor for coronary heart disease (CHD). The Reduction of lipid level has been proven to the declining of the coronary heart disease. The reduction can be done by dietary as an early therapy or by using hypolipemic agents. The existence of new synthetic drugs in statin group which is useful as hypolipemic drugs is expected to give better effect. To guarantee its usage needs to be examined by scientific research that is by observing the toxic symptom which maybe happened to experimental object in a long periode usage.
The study had an aim to observe the influence of LS drug orally for 60 days towards the total of erythrocyte, leucocyte, thrombocyte and the level of hemoglobin of albino rats strain Sprague Dawley. The experimental rats were divided into three groups of dosage, group I, II, III were given LS drugs with 0.9, 1.8 and 3.6 mg/200 g of body weight repeating and one group as control (group IV) was given CMC 0,5%. Each group consists of 12 rats, 6 male albino rats and 6 female albino rats, both of sex placed separetly. The examination of the total erythrocyte, leucocyte, thrombocyte and the level of hemoglobin were carried out on 0, 31st and 61st day.
Based on statistical analysis by one way ANOVA shows that giving LS drug doesn’t influence the total of erythrocyte, leucocyte, thrombocyte and the level of hemoglobin of The albino rat (p>0,05).
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2007
S33040
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Witriani
"Obat LS merupakan obat hasil sintesis lovastatin yang terbukti berkhasiat sebagai obat hiperlipidemia. Hiperlipidemia merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung koroner. Untuk menjamin keamanan dalam penggunaan obat LS harus di uji melalui uji keamanan terhadap organ tubuh, salah satunya adalah uji keamanan terhadap organ jantung.
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian obat LS terhadap organ jantung tikus putih melalui pengukuran aktivitas LDH dan histologi jantung. Digunakan 80 ekor tikus putih terdiri dari 40 ekor tikus putih jantan dan 40 ekor tikus putih betina yang terbagi kedalam empat kelompok perlakuan yang diberi suspensi bahan uji dengan dosis berturut-turut 1,8; 3,6 dan 7,2 mg/ 200 g bb. Satu kelompok adalah kelompok kontrol normal yang diberi larutan CMC 0,5%. Bahan uji diberikan satu kali sehari secara oral selama 90 hari. Pada hari ke-91 dilakukan pengukuran aktivitas LDH.
Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan ANAVA satu arah menunjukkan tidak adanya perbedaan yang bermakna pada aktivitas LDH antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol normal. Hasil pengukuran aktivitas LDH di dukung dengan pengamatan histologi jantung yang menunjukkan tidak terlihat tandatanda kerusakan pada otot jantung. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa obat LS tidak mempengaruhi aktivitas LDH dan histologi jantung.

LS is a synthetic medicine of lovastatin that was proved as hiperlipidemia medicine. Hiperlipidemia is one of the risk factor of coronary heart disease. To ensure the safety in using this medicine, it have to be to pass the safety test, one of them is LS medicine safety test to heart organ.
This study was aimed to investigate the effect of disposal LS medicine towards albino rat's heart organ through measurement of LDH activity and histology of the heart. A number of 80 albino rats were used in this study consist of 40 male and 40 female albino rats which were divided into 4 experiment groups that were given suspension of LS medicine with successive dose 1.8, 3.6, 7.2 mg/ 200 g bw. One group acted as a normal control group that was given CMC 0.5%. all of them, either LS medicine suspension or CMC 0.5%, were given once a day orally during 90 days. On day-91, conducting the measurement of LDH activity.
Based on statistic test results by using one way ANOVA showed that no significant difference in LDH activity between experiment and normal control groups. The LDH activity measurement results supported with observation of histology of heart which were shown no damage masking in heart muscle. This study had shown that LS medicine didn?t influence the LDH activity and histology of heart."
Depok: Universitas Indonesia, 2008
S33070
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Liestia Puspha Anggari
"Obat LS adalah obat golongan inhibitor HMG CoA reduktase (statin) yang dapat digunakan sebagai antihiperlipidemia. Penggunaan obat LS dimungkinkan dalam jangka panjang, maka perlu dilihat keamanan penggunaannya, salah satunya terhadap organ ginjal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian obat LS per oral dengan dosis 0,9 mg/200 g BB, 1,8 mg/200 g BB, 3,6 mg/200 g BB selama 60 hari terhadap fungsi ginjal ditinjau dari kadar urea dan kreatinin plasma. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kadar rata-rata urea plasma tikus jantan dosis I, dosis II, dosis III dan kelompok kontrol adalah 27.95 ± 1.80, 29.70 ± 3.35, 32.44 ± 4.40, 30.54 ± 4.73 mg/dl. Kadar rata-rata urea plasma tikus betina dosis I, dosis II, dosis III dan kelompok kontrol adalah 35.44 ± 4.24, 36.99 ± 4.19, 40.87 ± 3.58, dan 39.08 ± 5.17 mg/dl. Kadar kreatinin plasma tikus jantan dosis I, dosis II, dosis III dan kelompok kontrol adalah 0.55 ± 0.12, 0.60 ± 0.15, 0.73 ± 0.14, 0.63 ± 0.16 mg/dl. Kadar kreatinin plasma tikus betina dosis I, dosis II, dosis III dan kelompok kontrol adalah 0.45 ± 0.11 mg/dl, 0.56 ± 0.12, 0.63 ± 0.14 mg/dl dan 0.61 ± 0.14 mg/dl. Hasil uji dengan ANAVA (=0,05), menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna antara kelompok dosis dengan kontrol, sehingga dapat disimpulkan penggunaan obat LS selama 60 hari tidak mempengaruhi fungsi ginjal.
LS drug is one of HMG CoA reductase inhibitor (statin) that can be used as lowering cholesterol drug. As like as others statin, there is possibility of using LS drug for long period, so it is important to examinate it's use safety level. One of organ that has to be evaluate is kidney, This experiment were designed to identify the impact of consuming LS drug on rat's kidney function for 60 days in dosage 0,9 mg/200 g body weight, 1,8 mg/200 g body weight, 3,6 mg/200 g body weight in two parameter, urea and creatinin. The average result of male urea plasma level, dosage I, dosage II, dosage III and control group are 27.95 ± 1.80, 29.70 ± 3.35, 32.44 ± 4.40, and 30.54 ± 4.73 mg/dl. The average of female urea plasma level, dosage I, dosage II, dosage III and control group are 35.44 ± 4.24, 36.99 ± 4.19, 40.87 ± 3.58, and 39.08 ± 5.17 mg/dl. The average of male creatinin plasma, dosage I, dosage II, dosage III and control group are 0.55 ± 0.12, 0.60 ± 0.15, 0.73 ± 0.14, and 0.63 ± 0.16 mg/dl. The average of female creatinin plasma, dosage I, dosage II, dosage III and control group are 0.45 ± 0.11 mg/dl, 0.56 ± 0.12, 0.63 ± 0.14 mg/dl and 0.61 ± 0.14 mg/dl. ANAVA statistical analysis evaluated that there was no significant differences at the level urea and creatinin between normal and doses group. It is concluded that, the usage of LS drug for 60 days, does not have significant effect to rat's kidney function."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2007
S33063
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rina Ariasih
"Obat herbal atau jamu banyak digunakan masyarakat sebagai pengobatan alternatif yang bersifat empiris, satu diantaranya adalah untuk melangsingkan tubuh. Penggunaan obat herbal untuk pemeliharaan kesehatan perlu didukung dengan pengujian ilmiah untuk menjamin keamanan penggunaannya, yaitu dengan mengamati gejala toksik yang mungkin terjadi pada hewan uji dengan penggunaan dalam jangka waktu lama. Pada penelitian ini jamu pelangsing diberikan setiap hari secara oral selama 90 hari untuk mengetahui pengaruh hematologis tikus putih galur Sprague Dawley. Tikus dibagi dalam 3 kelompok dosis uji yaitu berturut-turut 1,35; 2,70; dan 5,40 g/kg bb dan 1 kelompok kontrol yang masing-masing terdiri atas 20 ekor tikus (10 ekor tikus jantan dan 10 ekor tikus betina). Pemeriksaan jumlah sel darah merah, trombosit, dan kadar hemoglobin dilakukan pada hari ke-0, 46, dan 91. Penilaiannya dapat dilihat dari uji statistik (ANAVA) satu arah. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pemberian sediaan jamu tidak berpengaruh terhadap jumlah sel darah merah, trombosit, dan kadar hemoglobin ."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2007
S32582
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mutiara Sari
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2008
S33060
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Elva Indri Yani
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2008
S32758
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Muzenah
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2009
S32961
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Abigail L.B
"ABSTRAK
Angkak merupakan beras hasil fermentasi kapang Monacus purpureus yang umum ditemukan dalam makanan berkabohidrat. Di Indonesia, angkak telah digunakan secara empiris untuk mengobati beberapa penyakit yang terkait dengan gangguan hematologi, namun penelitian ilmiah terkait dengan khasiat angkak terhadap gangguan tersebut masih jarang dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak angkak, yang diberikan peroral pada hari ketiga hingga kedelapan pada hewan uji yang telah diinduksi dengan anilin pada hari kesatu dan kedua, terhadap jumlah trombosit, eritrosit, hemoglobin, dan hematokrit. Kamar hitung Improved Neubauer digunakan untuk perhitungan trombosit dan eritrosit, cara Sahli untuk pengukuran kadar hemoglobin, dan metode mikrohematokrit untuk pengukuran kadar hematokrit. Hewan uji yang digunakan adalah 25 ekor tikus putih jantan galur Sprague Dawley yang dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok kontrol normal, kontrol anemia, dan tiga kelompok yang menerima ekstrak angkak dengan dosis 1,26; 2,52; 5,04 g/200g berat badan tikus. Trombosit, eritrosit, hemoglobin, dan hematokrit dihitung sebelum dan setelah pemberian ekstrak angkak, dan hasilnya dianalisa secara statistik. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan bermakna (p>0,05) antara jumlah trombosit, jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan kadar hematokrit kelompok dosis dengan kelompok kontrol anemia, walaupun jumlah rata-rata trombosit dan eritrosit serta kadar hemoglobin mengalami peningkatan.
ABSTRACT
Angkak is rice fermented by Monascus purpureus, which is yeast commonly
found in starchy food. In Indonesia, angkak has been used for treatment of disease
related with hematological disorder. Nevertheless, only few researches had been
done to verify the effect. The aim of this research was to understand the influence
of angkak extract, which had been given orally at 3"'-8"" day to male rats induced
with aniline at 1%-2" day, to thrombocyte, erythrocyte, hemoglobin, and
hematocrit. Counting chamber /mproved Neubauer was used for thrombocyte and
erythrocyte count, Sahli’s method for hemoglobin level, and microhematocrit
method for hematocrit level. This research used 25 male rats of Sprague Dawley
strain that were divided into five groups : normal control, anemia control and
three other groups receiving an angkak extract at doses 1,26; 2,52; 5,04 g/200g
body weight respectively. Thrombocyte, erythrocyte, hemoglobin, and hematocrit
were measured before and after taking the extract , then the result were analyzed
statically. The calculation indicated that there was no significant difference
(p>0,05) between anemia control and three dose groups, in thrombocyte count,
erythrocyte count, hemoglobin level, and hematocrit level, although the average of
thrombocyte, erythrocyte, and hemoglobin had increased."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2010
S33088
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Alef Festiawati
"LS drug is a synthetic of statin group that has been used as an antihyperlipidemia. The LS drug has been used long-term repeated administration must be assessing especially for liver function of rat through alanine aminotransferase (ALT) activity plasma and histological structure. This study used Sprague Dawley rats that is divided into 4 groups, each one consist of 10 male and female rats. Group I, II, III were given statin with 1,8; 3,6; 7,2mg/ 200g bw dosage as a study groups, while group IV was given CMC 0,5% orally as a control group. The studies have been finished for 90 days and 91st day, the blood samples were taken from orbital sinus of eye, and the liver was taken to observe its histology. The ALT plasma activities were measured with colorimetric method (Reitman-Frankel) and histological structure were colored by paraffin method and Haematoxylin-Eosin stain by further central vein diameters was measured. One way varian analysis of ALT plasma activities and central vein diameter (α = 0,05) showed that there was no significant differences between studies groups and control group. The result was indicated that given LS drug for 90 days did not have sigificant effect on the liver function.

Obat LS merupakan obat sintesis golongan statin yang digunakan sebagai antihiperlipidemia. Obat LS digunakan berulang dan dalam jangka panjang sehingga perlu diketahui pengaruhnya terhadap fungsi hati, dengan menilai aktivitas Alanin aminotransferase (ALT) plasma dan gambaran histologi hati. Penelitian menggunakan tikus putih jantan dan betina galur Sprague Dawley yang dibagi ke dalam empat kelompok masing-masing 10 ekor. Kelompok I, II, III adalah kelompok perlakuan yang diberi larutan uji dengan dosis berturut-turut 1,8; 3,6; dan 7,2mg/ 200g bb perhari. Kelompok IV adalah kelompok kontrol yang diberikan larutan CMC 0,5%. Penelitian dilakukan selama 90 hari dan pada hari ke-91 sampel darah tikus diambil melalui sinus orbital mata kemudian dibedah untuk diambil hatinya. Pengukuran aktivitas ALT plasma menggunakan metode kolorimetri (Reitman-Frankel) serta histologi hati dengan metode parafin dan pewarnaan hematoksilin-eosin kemudian dilakukan pengukuran terhadap diameter vena sentralis. Hasil ANAVA (α=0,05) terhadap ALT plasma dan pengukuran diameter vena sentralis tidak menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan maupun kelompok kontrol. Hasil menunjukkan bahwa pemberian obat LS selama 90 hari tidak mempengaruhi fungsi hati."
Depok: Universitas Indonesia, 2008
S33080
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>