Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 57661 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Matina Israr
"Beberapa pusat perdagangan buah berbentuk kios banyak dikunjungi
masyarakat karena berbagai faktor, masyarakat lebih memilih tempat
tersebut daripada di supermarket atau toko buah modern. Perbedaan
karakteristik di masing-masing lokasi berkaitan dengan bagaimana sebuah
pusat perdagangan buah-buahan dapat menarik konsumen dan dengan
mudah dijangkau. Penelitian ini bertujuan mengetahui jangkauan kios
buah berdasarkan karekteristik lokasi, penjualan, dan konsumen. Analisa
yang dilakukan bersifat deskriptif nomotetik. Kemudian pembahasan data
yang diolah menjadi peta dan matriks. Wilayah jangkauan kios buah jalan
Kalimalang dan Jatinegara berada di sekitar kios buah dan di sepanjang
jalan utama yang melewati kedua kios buah tersebut. Pada wilayah
jangkauan tersebut, konsumen yang membeli pada akhir pekan di awal
bulan memilih berdasarkan fasilitas kemasan yang disediakan di kedua
lokasi kios buah."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2010
S34148
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Aryuani Indriastuti
"Kepadatan di Jalan Raya Kalimalang antara perempatan Agung Shop hingga Pasar Sumber Aria pada jam-jam sibuk pada tahun 1996 yang dihitung berdasarkan hasil bagl kapasitas jalan per volume kendaraan atau disebut juga visi rasio adalah 1.53. Kondisi tersebut berdasarkan ketentuan DLLAJ adalah kondisi yang sangat padat.
Keadaan ini adalah gambaran kejadian sehari-hari dengan lalu lintas hariannya sebesar 7225 smp (satuan muatan penumpang) dengan 4725 sedan yang beroperasi setiap jamnya. Keadaan ini menimbulkan kemacetan yang membuat pengemudi membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua jam untuk menempuh jarak yang hanya 1,5 km panjangnya. Hal ini mengakibatkan pengemudi hanya bisa menjalankan kendaraannya dengan batas kecepatan maksimal 5 km/jam. Kondisi jalan yang padat dan macet ini membuat pengemudi merasakan sesak, tegang dan stress. Tujuan dan harapan yang ingin dicapainya terhalang sehingga dapat menimbulkan frustrasi.
Frustrasi yang dialami dapat memunculkan berbagai bentuk perilaku agresif pada saat mengemudi. Hal ini sesuai dengan teori dari Berkowitz (1989). yang mengatakan bahwa adanya frustrasi mendorong seseorang melakukan perilaku agresif. Selain melalui frustrasi, perasaan crowding yang muncul dapat menimbulkan perilaku agresif mengemudi pada beberapa pengemudi melalui adanya dorongan atau dipicu oleh berbagai perilaku dari pengemudi lain yang dlanggap memprovokasi pengemudi. Dollard et al (Berkowitz, 1993:16) mengatakan kecenderungan berperilaku agresif didorong adanya provokasi. Saling memotong, membuat jalur baru, memaki, menabrakkan badan mobil, membunyikan klakson adalah contoh-contoh tingkah laku agresif yang muncul di jalan raya yang didapat melalui observasi dari studi awal. Perilaku-perilaku tersebut diatas menurut Lavender (1997) dapat dikategorikan sebagai perilaku agresif mengemudi.
Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji proses yang terjadi dalam timbulnya perilaku agresif pada saat mengemudi di jalan yang padat dan macet pada pengemudi kendaraan pribadi di daerah Kalimalang. Pertanyaan yang muncul adalah apakah perilaku agresif yang muncul akibat kondisi padat dan macet di daerah Kalimalang disebabkan oleh frustrasi atau oleh provokasi dari pengemudi lain?
Untuk menjawab pertanyaan dan mengungkapkan hal tersebut diatas penulis bermaksud mengadakan penelitian pada penduduk pengguna Jalan Raya Kalimalang antara perempatan Agung Shop hingga Pasar Sumber Arta. Penelitian ini ditujukan pada pengemudi kendaraan beroda empat yang mengemudikan sendiri kendaraannya dan menggunakan kendaraan tersebut sebagai alat utama untuk menuju tempat tujuan. Alasan dan studi kepustakaan yang dilakukan menunjukkan bahwa belum ada penelitian sebelum ini yang memfokuskan studinya pada pengemudi kendaraan pribadi yang berperilaku agresif mengemudi.
Pengumpulan data dilaksanakan dengan meiakukan wawancara terhadap penduduk yang menggunakan Jaian Raya Kalimalang antara Perempatan Agung Shop hingga Pasar Sumber Arta. Teknik analisa yang digunakan adalah menggunakan program Ethnograph dan Triangulasi Teori.
Hasil Penelitian ini ditemukan adanya dua proses terjadinya perilaku agresif mengemudi pada pengemudi kendaraan pribadi di daerah Kalimalang. Proses yang pertama adaiah proses awal subyek mengalami kemacetan yaitu keadaan padat dan macet di jalan raya menimbulkan perasaan sesak yang menekan. Lamanya subyek terjebak dalam situasi tersebut memunculkan frustrasi karena ada tujuan yang terhalang dan mendorong terjadinya perilaku agresif mengemudi. Selain melalui frustrasi, adanya provokasi dari pengemudi Iain terhadap subyek yang merasa sesak yang menekan ini juga dapat menimbulkan periiaku agresif dalam mengemudi. Proses yang kedua adalah proses setelah subyek melakukan adaptasi, yaitu para pengemudi melakukan perilaku coping sehingga tidak memunculkan perilaku agresif dalam mengemudi. Namun perilaku coping ini tidak selalu menghasilkan adaptasi karena perilaku agresif mengemudi tetap muncul. Hal ini terjadi karena adanya provokasi dan pengemudi Iain serta kondisi-kondisi terberi di luar diri juga dapat memancing munculnya anger (rasa marah). Rasa marah yang disebabkan adanya provokasi pengemudi Iain mendorong terjadinya perilaku agresif mengemudi. Sedangkan rasa marah yang dikarenakan adanya kondisi-kondisi terberi yang ada di luar diri tidak mendorong munculnya perilaku agresif rnengemudi. Rasa marah itu sendiri dapat menimbulkan perilaku agresif mengemudi walau tidak ada provokasi dari pengemudi Iain maupun kondisi-kondisi terberi yang ada di luar diri subyek. Rasa marah ini sudah terbawa dalam diri subyek yang dikarenakan oleh peristiwa sebeIumnya. Selain itu, perilaku coping yang dilakukan subyek tetap dapat memunculkan perilaku agresif tanpa didahului oleh apapun juga.
Dari hasil yang diporoleh dalam penelitian ini, ada beberapa saran yang perlu diperhatikan, yaitu intensitas dari pengemudi dalam berperilaku agresif, perilaku coping dan rasa marah dalam diri individu. Pendalaman mengenai penelitian kualitatif dan teknik mewawancara agar tidak terjadi leading questions dan cara pengambilan data yang Iebih baik dengan menggunakan self-report. Perlunya perhatian Pemda untuk memperbaiki sarana transportasi umum, merealisasikan proye kjalan tol dan memperbaiki kondisi jalan yang rusak. Pihak pengembang rnemperhatikan sarana infrastruktur yang ada sebelum membangun kawasan real estat. Pengemudi mengembangkan perilaku coping yang paling sesuai untuk dirinya untuk meminimalkan gangguan psikologis."
Depok: Universitas Indonesia, 1998
S2774
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
cover
Handi Sapta Mukti
"Terdapatnya wiiayah urban (terbangun) dan rural (belum terbangun) dalam wilayah kota (city) merupakan gejala yang nampak pada kota-kota kolonial di Indonesia. Intensitas aktivitas ekonomi (commercial) akan tinggi pada wilayah-wilayah urban dengan harga tanah tinggi dan akan semakin berkurang intensitasnya ke arah wilayah pinggiran kota.
Pertambahan penduduk dan pembangunan yang pesat di DKI Jakarta akan mempengaruhi wilayah di pinggiran kota yang masih belum terbangun. Pengaruh pembangunan dan pertumbuhan penduduk yang pesat di kota Jakarta terhadap wilayah pinggiran kota, terlihat dari semakin banyaknya pemukiman-pemukilnan baru di wilayah tersebut.
Lingkup permasalahan:
1) Dimanakah wilayah-wilayah yang bersifat rural, suburban, dan urban di Kecamatan Jatinegara dan Perwakilan Kecamatan Duren Sawit ?
2) Bagaimanakah karakteristik aktivitas ekonomi di Kecamatan Jatinegara dan Perwakilan Kecamatan Duren Sawit tersebut?
3) Adakah hubungan antara karakteristik aktivitas ekonomi dengan wilayah-wilayah yang bersifat rural, suburban, dan urban serta harga tanah?"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1991
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Narulita Kurnia Setianggraeni
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2010
S26700
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Kristiono
"ABSTRAK
Selama tahun 1984 hingga 1995 jumlah kendaraan di Jakarta meningkat dua setengah kali lipat, dari 1.213.352 kendaraan pada tahun 1984 menjadi 3.021.136 pada tahun 1995 (BPS, 1987; 1991 & 1991). Berdasarkan pemantauan BAPEDAL (World Bank, 1994), sekitar 85 % timbal di udara berasal dari lalu lintas kendaraan bensin yang menggunakan timbal (Pb). Laporan World Bank (1994), menunjukkan dari indikator kualitas udara pencemar di daerah perkotaan padat lalu lintas, telah melebihi baku mutu ambien nasional, yaitu timbal, belerang dioksida, dan nitrogen oksida.
Timbal adalah bahan beracun yang dapat mengganggu kesehatan manusia, untuk melindungi kesehatan masyarakat, Departemen Kesehatan Republik Indonesia menetapkan kandungan timbal maksimum pada buah dan olahannya sebesar 2,0 mg/kg.Di Jakarta banyak penjual buah-buahan di kios tepi jalan yang berjarak 3-5 meter dari jalan raya. Partikulat gas buang kendaraan yang mengandung timbal lepas ke udara, akan mencemari lingkungan sekitarnya termasuk kios buah beserta buah-buahan dagangannya. Umumnya, penjual tidak menutup buah-buahan dagangannya, sehingga debu udara yang bercampur partikulat timbal gas buang akan mudah mencemarinya.
Tujuan penelitian ini adalah:
1. Mengetahui pengaruh lama pemaparan buah anggur di kios buah tepi JI. Inspeksi Saluran Kali Malang, Jakarta Timur terhadap kadar cemaran timbal yang diduga dari gas buang kendaraan bermotor.
2. Mengetahui seberapa jauh pengurangan kadar timbal pada buah anggur tercemar dengan pencucian air.
Hipotesis penelitian adalah sebagai berikut:
1. Semakin lama buah anggur dijajakan terbuka di kios buah tepi J1. Inspeksi Saluran Kali Malang, Jakarta Timur, akan semakin tinggi kadar timbalnya.
2. Pencucian pada buah anggur terpapar, akan menurunkan kadar timbal cemaran timbal.
Dalam penelitian ini, digunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk perlakuan pemaparan anggur selama 5 hari, setiap hari mulai pukul 06.00 hingga pukul 24.00 WIB; analisis statistik regresi linier sederhana untuk mengetahui kecenderungan lama waktu pamaparan anggur terhadap kadar timbal; digunakan hipotesis Uji F (o,05) untuk menguji apakah ada beda perlakuan pemaparan pada buah anggur antar waktu. Untuk percobaan pengurangan kadar timbal anggur hari ke 5 dengan tiga cara pencucian juga digunakan RAL, digunakan Uji-t (0.05) untuk mengetahui apakah ada beda nyata antar masing-masing perlakuan pencucian. Pengujian kadar Pb dengan metode Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) di laboratorium DNA Rekombinan MTP, Balai Penelitian Bioteknologi Tanaman Pangan, Departemen Pertanian di Bogor.
Hasil pengujian kadar Pb sampel anggur percobaan dan hasil analisis statistik dilakukan dengan menggunakan program Microsoft Excel, adalah sebagai berikut:
1. Rata-rata kadar timbal pada buah anggur yang dipaparkanldipajang di salah satu kios buah JI. Inspeksi Saluran Kali Malang Jakarta Timur dari hari ke 1 hingga hari ke 5 berturut-turut 2,60 ppm; 3,41 ppm; 3,82 ppm; 3,99 ppm; dan 4,18 ppm.
2. Diperoleh persamaan garis regresi Y = 1,5218 + 0,4993 X yang menunjukkan hubungan positip.
3. Penggunaan Uji F dengan tingkat kepercayaan 0,05 terhadap kadar Pb pada anggur karena efek lama pemaparan selama lima hari, diperoleh hasil F hitung 188,4051 > F tabel 5.12 3,1058, maka Ho ditolak, dapat disimpulkan ada perbedaan kadar Pb pada anggur karena perlakuan waktu pemaparan.
4. Uji t untuk data berpasangan, menggunakan tingkat kepercayaan 0,05 terhadap rata-rata kadar Pb pada anggur had ke 5 Vs kadar Pb pada anggur hari ke 5 yang mendapat tiga perlakuan pencucian, diperoleh kesimpulan tidak ada perbedaan rata-rata kadar Pb anggur hari ke 5 setelah dicuci air satu per satu Vs anggur hari ke 5 yang dicuci dengan air mengalir. Sedangkan perlakuan perendaman terhadap kedua perlakuan pencucian lainnya berbeda nyata.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat diambil kesimpulan:
Semakin lama buah anggur dijajakan secara terbuka (lebih dari l8 jam) di kios tepi jalan raga, kadar cemaran timbalnya semakin tinggi sehingga melebihi peraturan Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Pencucian dengan air dapat mengurangi kadar timbal pada buah anggur tercemar. Kadar Pb yang tinggi pada buah anggur tersebut, merupakan indikator telah terjadi pencemaran Pb pada bahan pangan yang dijual di tepi jalan.
Disarankan agar diberikan penyuluhan kepada pedagang buah, mengenai cara penjualan yang dapat mencegah cemaran timbal dari udara sekaligus memperpanjang masa simpan; kepada pembeli dianjurkan memilih anggur yang relatif segar dan mencucinya sebelum dimakan. Pemerintah agar mengurangi penggunaan bensin kadar timbal tinggi dan kemungkinan penerapan pajak untuk bahan bakar yang potensial mencemari udara, serta membangun sistem angkutan masal.

ABSTRACT
During the first decades of 1980s and 1990s, especially between 1984 and 1996, the number of vehicle in Jakarta had increased about twice and a half, i.e. from 1,213,352 to 3,444,095. Based on BAPEDAL monitoring in 1991, it showed that 85% of lead toxic substance in the air pollution was brought about by the ever more heavy traffic on most of the roads and streets. World Bank reports (1994), showed that the indicators of air pollution quality in the traffic areas had reached more than the national ambient standard, including such substances as sulphur oxide, nitrogen oxide, lead, and so on.
Lead (Pb) is a toxic substance that recognized as health hazard for humans. In this regard, to protect from lead contamination, the Indonesian Government had decided to set up regulation on lead contained in fruits and its processing. It should be lower than 2.0 mg/kg.
In Jakarta, there are lots of fruit-stalls on the sidewalks of the back streets, the distance of which is less than 3 to 5m from the street ways. Lead release coming out from the car exhausts will mix up with the dust flying in the air and spread all over the places, including the fruit-stalls found at the sidewalks. Commonly, the fruits, including the grapes, are freely open or at least not properly wrapped up in plastic papers for hours, so that they tend to be easily reached by the dust blown out of the exhaust gas of the busy traffic on the street sides. The result is that any harmful substances like lead will easily contaminate the grapes and other fruits at the stalls.
The purpose this research as follows:
How much would the impact of the length exposure be on the probable level of lead accumulation in grapes sold at the sidewalk fruit stalls on JI. Inspeksi Saluran Kali Malang, Jakarta Timur? Would the washing up of the grapes with water significantly reduce the probable lead contaminant in them?
The hypotheses based on the problems above can. be formulated as follows:
The longer the exposure of the grapes as displayed at the sidewalk fruit stalls on JI. Inspeksi Saluran-Kalimalang, Jakarta Timur the higher the level of lead accumulation will be.
The washing up of the grapes displayed as such will significantly reduce the level of lead contaminant.
In order to provide an objective account for the tendency of the length of exposure that causes the probable lead contamination upon grapes on the spot, a linear regression statistic analysis was used. The data gathered for the purpose were taken out through a random sampling of the experimented grapes, sold at the stalls during the 1st day up to the 5th day of exposure. Whereas to get the answer to the question whether or not
In Jakarta, there are lots of fruit-stalls on the sidewalks of the back streets, the distance of which is less than 3 to 5m from the street ways. Lead release coming out from the car exhausts will mix up with the dust flying in the air and spread all over the places, including the fruit-stalls found at the sidewalks. Commonly, the fruits, including the grapes, are freely open or at least not properly wrapped up in plastic papers for hours, so that they tend to be easily reached by the dust blown out of the exhaust gas of the busy traffic on the street sides. The result is that any harmful substances like lead will easily contaminate the grapes and other fruits at the stalls.
The purpose this research as follows:
1. How much would the impact of the length exposure be on the probable level of lead accumulation in grapes sold at the sidewalk fruit stalls on JI. Inspeksi Saluran Kali Malang, Jakarta Timur?
2. Would the washing up of the grapes with water significantly reduce the probable lead contaminant in them?
The hypotheses based on the problems above can be formulated as follows:
1. The longer the exposure of the grapes as displayed at the sidewalk fruit stalls on Jl_ inspeksi Saluran-Kalimalang, Jakarta Timur the higher the level of lead accumulation will be.
2. The washing up of the grapes displayed as such will significantly reduce the [evel of read contaminant.
In order to provide an objective account for the tendency of the length of exposure that causes the probable lead contamination upon grapes on the spot, a linear regression statistic analysis was used. The data gathered for the purpose were taken out through a random sampling of the experimented grapes, sold at the stalls during the '1st day up to the 5th day of exposure. Whereas to get the answer to the question whether or not
Conclusion:
The longer the exposure of the grapes as displayed at the sidewalk fruit stalls (longer than 18 hours), the higher the level of lead accumulation will be over the standard maximum tolerable of the Department of Health. The way of washing the grapes diminish the level of lead contaminant. The high lead level in grapes is an indicator of air pollution into the foods sold at the road side.
Recommendation:
It is suggested that guidance be given to the grape sellers at the sidewalk stalls on the way exposing the grapes sold in order to avoid probable lead contaminant caused by air pollution as well as to prolong shelf life; it is recommended that the grape consumers choose fresher grapes as for as possible and wash them up before consuming_ It is also hope that the Government would phase out any remaining of lead additives in gasoline and the possibility of the applying the tax for gasoline of air pollution potency, and developing mass transportation.
"
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 1999
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mahdalena Syarif
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1979
S16712
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nelson Eddy Radjulan
"Daerah Penelitian terdiri dari dua kecamatan yaitu, kecamatan Pasar Minggu dan kecamatan Jagakarsa. Kedua kecamatan ini merupakan pemekaran dari kecamatan Pasar Minggu pada tahun 1986, yang selanjutnya disebut daerah Pasar Minggu.
Daerah Pasar Minggu terletak diantara Depok dan Jakarta telah lama dikenal sebagai wilayah penghasil buah-buahan yang penting bagi warga kota Jakarta. Sehubungan dengan letaknya yang demikian itu Pasar Minggu sangat berperan sebagai jalur transportasi. Seirama dengan perkembangan kota Jakarta dan Depok, Pasar Minggupun berkembang dalam pembangunan fisik perkotaan sehingga banyak daerah yang pada mulanya ditanami dengan buah-buahan berubah menjadi penggunaan tanah perkotaan.
Masalah yang akan dicari jawabannya adalah sebagai berikut. Pertama, daerah manakah yang mengalami perubahan luas wilayah buah-buahan. Kedua, bagaimana tingkat perubahan luas. Ketiga, faktor-faktor apa yang berpengaruh dan yang paling berpengaruh terhadap perubahan luas wilayah buah-buahan.
Hipotesis yang diajukan sebagai jawaban sementara adalah sebagai berikut. Pertama, tingkat perubahan luas wilayah buah-buahan adalah bervariasi, tergantung pada letak daerah terhadap fungsi jalan. Kedua, faktor yang paling berpengaruh terhadap perubahán luas wilayah buah buahan adalah kerapatan jalan."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1991
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>