Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 137540 dokumen yang sesuai dengan query
cover
B.V. Rahayuningtyas
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1991
S18178
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Seno Wibowo
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1992
S18364
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Silitonga, Gomos Benjamin
"Industri asuransi kerugian Indonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat dalam 10 tahun terakhir ini. Industri asuransi kerugian Indonesia tumbuh dan berkembang di dalam tingkat permintaan yang cukup tinggi seiring dengan semakin pesatnya laju pembangunan Indonesia sebagai negara berkembang. Di dalam usianya yang masih cukup muda, Indonesia banyak mengalami tantangan di dalam pencarian bentuk-bentuk kebijakan yang sesuai untuk mempengaruhi persaingan dan pertumbuhan dalam industri-industri terkait yang menjadi tulang punggung dalam perekonomiannya. Salah satunya adalah industri asuransi kerugian sebagai pelindung terhadap asset dan laju pertumbuhan dari perekonomian itu sendiri. Di dalam pencarian bentuk-bentuk yang sesuai di dalam industri asuransi kerugian tali, Indonesia mempunyai permasalahan-permasalahan di sekitar industri ini yang berimplikasi terhadap penerapan-penerapan kebijakan yang ditujukan untuk membentuk sebuah industri asuransi sebagai industri yang kuat. Di antaranya adalah tingginya tingkat premi reasuransi ke luar negeri yang tinggi dan ketergantungan industri asuransi dalam negeri terhadap kapasitas reasuransi luar negeri. Dan hal ini pulalah yang mendasari penulisan karya ilmiah ini yang ditujukan untuk mencari solusi atas permasalahan-permasalahan itu dan mencari arahan-arahan kebijakan yang dapat mempengaruhi industri asuransi kerugian dan pasar asuransi kerugian pada umumnya untuk mencapai suatu bentuk industri yang prudent, dewaca dan mandiri. (Islam perilaku industri asuransi Indonesia dalam mereasuransikan premi, yang telah diakumulasi dari dalam negeri, ke luar negeri. Implikasinya adalah pada perlunya pemerintah sebagai pembuat regulasi untuk mempengaruhi industri asuransi kerugian Indonesia ke arah yang Iebih mandiri dan dewacq serta kembali memetakan potensi-potensi yang dimiliki oleh industri asuransi kerugian nasional untuk menurunkan kebijakan-kebijakan yang mengoptimalkan seluruh potensi tersebut."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1998
S19212
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Made Dany Pratiwi Bagiada
"Industri asuransi saat ini berkembang dengan pesat, seiring dengan makin meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berasuransi. Hal ini didukung pula dengan adanya potensi pasar di Indonesia yang cukup besar, dimana jumlah penduduk. yang besar memberikan peluang yang juga besar bagi perkembangan industri ini di masa datang. Perkembangan industri asuransi di Indonesia dapat dilihat dalam kurun waktu 5 tahun belakangan ini, dimana perkembangan premi bruto mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 26,08 % dan total kekayaan Industri asuransi mengalami pertumbuhan rata-rata 16,9 %.
Untuk mendukung kelangsungan usahanya, perusahaan asuransi memperhatikan eksposure dari perkembangan usaha terhadap tingkat kesehatan keuangannya. Salah satu indikator kesehatan keuangan perusahaan asuransi adalah dengan melihat loss ratio perusahaan. Loss ratio yang cukup stabil akan mendorong perusahaan asuransi untuk dapat mengelola risiko dan mengembangkan usahanya. Salah satu upaya untuk menstabilkan loss ratiovadalah dengan cara melakukan pemindahan risiko kepada perusahaan reasuransi melalui mekanisme reasuransi.
Secara umum dapat dikatakan bahwa laju kenaikan beban klaim cenderung lebih tinggi daripada laju kenaikan pendapatan premi. Hal ini disebabkan oleh karena perusahaan asuransi tidak dapat dengan leluasa menetapkan preminya. Untuk itu perlu kiranya dilakukan analisa trend terhadap laju pertumbuhan loss ratio dan menentukan proyeksinya. Analisa trend deret berkala terbadap loss ratio dilakukan dengan model peramalan kuantitatif linier, kuadrat dan eksponensial. Dari ketiga model tersebut dilakukan penghitungan Mean Absolute Deviation (MAD) untuk menentukan model peramalan yang terbaik. Dengan menambahkan beberapa asumsi yang diperlukan, maka basil proyeksi loss ratio dapat dipergunakan untuk menghitung proyeksi basil underwriting bersih pada berbagai metoda reasuransi.
Pada perusabaan asuransi kerugian PT. ABC mekanisme reasuransi dengan metoda quota share digunakan pada asuransi kendaraan bermotor. Berdasarkan data tahun 1997 sampai dengan 2002 dan ditambahkan beberapa asumsi, maka dapat dilakukan perhitungan basil underwriting bersih-nya untuk membandingkan ke-empat metoda reasuransi yaitu : quota share, surplus, excess of loss dan stop loss. Dari basil perhitungan yang dilakukan dan basil analisa dari berbagai tolok ukur maka metoda excess of loss dianggap metoda reasuransi yang paling baik dan cocok untuk asuransi kendaraan bermotor PT. ABC.
Berdasarkan basil perhitungan proyeksi underwriting bersih dengan proyeksi loss ratio pada asuransi kendaraan bermotor PT. ABC diketahui bahwa pilihan terhadap metoda excess of loss sebagai metoda reasuransi tetap lebih baik dan cocok untuk asuransi kendaraan bermotor PT. ABC daripada metoda quota share. "
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2003
T10417
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lumatauw, Melissa Engeline
"Profesi aktuaris merupakan suatu profesi yang sangat dibutuhkan bagi bidang perasuransian, khususnya asuransi jiwa. Bahkan dapat dikatakan bahwa aktuaris memegang posisi 'kunci' bagi
kelangsungan hidup asuransi jiwa. Namun profesi ini kurang dikenal oleh masyarakat pada umumnya, sehingga jarang sekali ada penelitian yang berkaitan dengan profesi tersebut. Penulis
skripsi terdorong untuk melakukan penelitian terhadap seluruh aktuaris dengan tujuan untuk memberikan gambaran secara lebih jelas mengenai prof ii profesi aktuaris di Indonesia. Metode
penelitian yang digunakan oleh penulis adalah dengan menggali sumber-sumber dari studi kepustakaan, menyebarkan kuesioner,
dan melakukan wawancara. Kuesioner tersebut disebarkan kepada semua aktuaris dan ajun aktuaris yang terdaf tar pada Persatuan Aktuaris Indonesia. Kemudian penulis mengolah jawaban-jawaban
tersebut dan menganalisisnya dengan menggunakan metode statistik. Berdasarkan penelitian ini, terlihat bahwa untuk
menjadi seorang aktuaris, seseorang harus menjadi anggota organisasi profesi aktuaris yang diakui pemerintah, dengan cara mengikuti ujian profesi yang diselenggarakari oleh organisasi
tersebut, dalam hal ini Persatuan Aktuaris Indonesia. Di bidang
asuransi jiwa, umumnya aktuaris menduduki jabatan pada tingkat menengah dalam perusahaan; sedangkan di bidang konsultan
aktuaris, umumnya aktuaris menduduki jabatan sebagai direktur utama. Peranan dan tugas aktuaris di bidang asuransi jiwa dan konsultan aktuaria tidak dapat digantikan oleh profesi lain.
Lebih lanjut dikemukakan bahwa permintaan akan tenaga aktuaris merupakan derived demand dari perkembangan usaha asuransi jiwa.
Jika pembeli polis asuransi jiwa meningkat semakin banyak
tenaga aktuaris yang dibutuhkan. Berdasarkan penelitian ini,
penulis memberikan saran kepada: pemerintah, Persaatuan Aktuaris Indonesia, asuransi jiwa, dan kepada para aktuaris yang ada, agar mengupayakan pengenalan profesi aktuaris kepada
masyarakat, peningkatan sarana dan kualitas bagi pengembangan profesi ini di Indonesia."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1994
S18766
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Elisa
"Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi determinan dari profitabilitas perusahaan asuransi jiwa dan mengetahui pengaruh variabel-variabel keuangan terhadap profitabilitas di sektor perasuransian di Indonesia. Estimasi data dilakukan dengan menggunakan data panel yang meliputi informasi keuangan dari 28 sampel perusahaan asuransi jiwa dengan metode regresi Random Effect Model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Risk-Based Capital (RBC), cadangan teknis, likuiditas, leverage, dan intensitas modal merupakan variabel-variabel penentu profitabilitas perusahaan asuransi jiwa di Indonesia pada periode 2015-2021. Pengaruh signifikan dari variabel-variabel ini berkaitan erat dengan strategi manajemen risiko perusahaan untuk memenuhi kebutuhan nasabah, memperoleh keuntungan, dan mematuhi regulasi yang berlaku.

This study aims to identify the determinants of the profitability of life insurance firms and determine the effect of financial indicators on profitability in the insurance sector in Indonesia. Data estimation was performed using panel data which includes financial information from 28 samples of life insurance firms and using the Random Effect Model regression method. The result shows that Risk-Based Capital (RBC), technical reserves, liquidity, leverage, and capital intensity are the determinants of the profitability of life insurance firms in Indonesia on 2015-2021 period. The significant influence of these variables is closely related to the firms’ risk management strategy to meet client needs, gain profits, and comply to the government’s regulation."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dian Adhitama
"Sifat usaha yang berbeda antara asuransi jiwa dan asuransi kerugian mempengaruhi perilaku investasinya, dimana secara umum asuransi jiwa bersifat jangka panjang dan asuransi kerugian bersifat jangka pendek. Dalam pelaksanaannya di Indonesia, bila dilihat secara keseluruhan, industri asuransi komersial (asuransi jiwa dan asuransi kerugian) lebih banyak melakukan kegiatan investasinya dalam bentuk jangka pendek (terutama deposito berjangka). Skripsi ini mencoba melihat sejauh mana hal tersebut berlaku, apabila ditinjau lebih lanjut dengan melihat perilaku individual dari perusahaan-perusahaan asuransi.
Untuk mengungkapkan hal tersebut, penulis melakukan penelitian pada industri asuransi komersial di Indonesia, dengan menggunakan data sekunder 131 perusahaan dan data primer 5 perusahaan. Analisa dilakukan secara internal dan eksternal, dengan menggunakan pendekatan secara time series dan cross section pada data industri tahun 1986-1991.
Dari analisa yang dilakukan ditemukan bahwa hambatan-hambatan yang dihadapi perusahaan untuk melaksanakan investasi secara ideal diantaranya menyangkut instrumen investasi, peraturan dan penggunaan sistem manajemen investasi. Adapun pandangan bahwa perusahaan asuransi komersial hanya melakukan investasi dalam jangka pendek saja tidak sepenuhnya benar. Dengan melihat perilaku perusahaan-perusahaan asuransi komersial secara individual, terlihat bahwa terdapat perbedaan pola perilaku investasi antara perusahaan asuransi jiwa dan asuransi kerugian. Perbedaan tersebut terutama terlihat bahwa ada kecenderungan perusahaan asuransi jiwa pada tahun-tahun terakhir lebih melakukan diversifikasi dalam investasinya, (termasuk dalam bentuk investasi jangka panjang) dibandingkan dengan perusahaan asuransi kerugian. Di sini terlihat bahwa arah penanaman inves¬tasinya sekarang lebih sejalan dengan sifat usaha dari perusahaan, dengan tidak menyampingkan peranan faktor-faktor lainnya.
Untuk meningkatkan diversifikasi dalam investasi perusahaan asuransi, telah ada perangkat peraturan baru yang menunjang ke arah tersebut. Hal lain yang penting adalah perlunya instrumen-instrumen investasi yang kinerjanya memadai, sehingga perusahaan asuransi memiliki alternatif yang luas dalam memilih investasinya.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1993
S18591
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mufri Dharmawan
"Mencapai tingkat pengembalian yang tinggi adalah tujuan umum yang ingin dicapai dalam pengelolaan portofolio investasi, namun demikian tingkat pengembalian yang tinggi mendatangkan risiko yang tinggi pula. Bagi perusahaan asuransi jiwa risiko investasi yang lebih tinggi dapat menyebabkan terjadinya ketidaksesuaian antara nilai kekayaan dan kewajiban yang berpotensi menciptakan peluang terjadinya keruntuhan Probability of Ruin . Tesis ini menggunakan proksi nilai Value at Risk VaR untuk menguji apakah risiko investasi secara statistik mempengaruhi peluang terjadinya keruntuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai VaR valid untuk mengukur risiko investasi dan tidak secara signifikan mempengaruhi peluang terjadinya keruntuhan pada perusahaan asuransi jiwa di Indonesia.

Achieving higher returns is a common goal in the investment portfolio management, although, it could expose the portfolio to a higher risk level. For life insurance companies, higher investment risk may lead to a problem of asset liability mismatch that could potentially increase the probability of ruin. This thesis uses Value at Risk VaR as a proxy indicator for estimating portfolio risk and examines whether the presence of higher investment risk has a statistically significant effect on the company's probability of ruin. The results showed that the value of VaR is a valid tool for measuring portfolio risk and does not significantly affect the probability of ruin in the life insurance company in Indonesia.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2016
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nishnurtia Razak
"Kegiatan reasuransi mengambil peran penting dalam menunjang pesatnya perkembangan utama asuransi dewasa ini. Di negara kita usaha asuransi kerugian sangat erat kaitannya dengan pembangunan. Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk memahami kegiatan reasuransi, khususnya yang dilakukan oleh perusahaan reasuransi sebagai bagian dari industri asuransi, werta pentingnya pendekatan siklus sebagai suatu teknik pemeriksaan, khususnya dalam pemeriksaan keuangan oleh akuntan ekstern atau akuntan publik. Dalam perusahaan reasuransi pemeriksaan keuangan yang khas terletak pada pemeriksaan atas pendapatan dan beban underwriting. Metode penelitian yang dilakukan untuk menyusun skripsi ini adalah melalui penelitian kepustakaan dan praktek lapangan seperti praktek langsung, penelitian atas kertas-kertas kerja pemeriksaan, tanya jawab dan diskusi dengan pihak-pihak ahli yang terlibat dibidang pemeriksaan perusahaan asuransi dan reasuransi. Kesimpulan dan saran dari skripsi ini pada intinya adalah bahwa pemeriksaan ekstern Atas pendapatan dan beban underwriting melalui pendekatan siklus adalah menempatkan transaksi dan perkiraan-perkiraan yang erat hubungannya satu sama lain dalam segmen pemeriksaan yang sama. Contoh satu segmen pemeriksaan yang sama adalah pemeriksaan atas premi reasuransi diterima, komisi dibayar, piutang premi dan penagihannya dengan pendekatan siklus akan mempermudah proses penelaahan dan penilaiAn sistem akuntansi serta pengendalian intern yang terjadi, risiko pada pemeriksaan atas transaksi pendapatan dan beban underwriting adalah pisah batas pada akhir tahun (cut off), validitas (validity), kelengkapan pencatatan (completeness) serta penyajian (presentation) dalam laporan keuangan dengan adanya risiko pemeriksaan diatas maka pemeriksaan atas transaksi pendapatan dan beban underwriting pada perusahaan reasuransi PT. X harus mencakup beberapa aspek seperti test of control mengenai dipatuhinya perjanjian reasuransi dan program retrosesi yang telah ditetapkan test of control mengenai dipatuhinya peraturan pemerintah dan Prinsip Akuntansi Indonesia, test of control mengenai dipatuhinya sistem pengendalian intern perusahaan, substantive tast of transaction, analytical review procedure dan test of details of balances."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1992
S18416
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ika Surya Swastika Dewi
"ABSTRAK
Untuk menekan kerugian sekecil mungkin, lazimnya perusahaan reasuransi akan mengambil suatu jumlah tertentu sebagai jaminan atas risiko yang ditanggung dan
jumlah ini disebut retensi. Metode batas retensi yang ditetapkan oleh perusahaan selama ini memberikan keamanan bagi perusahaan. Sesuai Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan nomor 31/SEOJK.05/2015 tentang Batas Retensi Sendiri, Besar Dukungan Reasuransi dan Laporan Program Reasuransi/Retrosesi, dijelaskan mengenai batas minimum dan maksimum retensi sendiri sesuai dengan lini usaha.
Metode Pentikainen mencoba untuk menetapkan batas retensi terbaru untuk
perusahaan. Dengan batas retensi terbaru yang disimulasikan dengan bisnis
retrosesi akan didapatkan hasil underwriting bersih. Peningkatan hasil
underwriting bersih dapat meningkatkan profit bagi perusahaan

ABSTRACT
In order to minimize the loss as minimum as possible, a reinsurance company will
usually take a certain amount as the security for the risk that covered. This amount
is called retention. All this time the retention limit method which appointed by the
company may provide a security value to the company. In accordance to Surat
Edaran Otoritas Jasa Keuangan No 31/SEOJK.05/2015 concerning Limit Own
Retention, Reinsurance support and Reinsurance/Retrocession Program Report
explain the minimum and maximum limit own retention according to business
lines. Pentikainen methods try to define latest retention limit for the company.
When we use the latest retention limit simulated by the retrocession business, we
will get the net underwriting result. The increasing of the net underwriting result
can make the company profit growing bigger;"
2016
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>