Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 6460 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Henrich, William L.
Philadelphia: Wolters Kluwer, 2009
617.461 PRI
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Kallenbach, Judith Z.
St. Louis : Mosby/Elsevier, 2012
617.461 KAL r
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Bertha Toha
"Pasien yang menderita Gagal Ginjal Terminal harus mendapatkan TerapiPengganti Ginjal berupa transplantasi ginjal, hemodialisis atau peritoneal dialisis.Diperkirakan pasien gagal ginjal terminal di Indonesia yang membutuhkan cucidarah atau dialisis sekitar 150.000 orang. Namun yang sudah mendapatkan terapidialisis baru sekitar 100.000 orang. Pelayanan CAPD di Klinik Khusus Ginjal Ny.R.A. Habibie sudah dimulai sejak tahun 2010 namun jumlah pasien CAPD masihsedikit. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis Strategi Pemasaran PelayananContinuous Ambulatory Peritoneal Dialysis di Klinik Khusus Ginjal Ny. R. A.Habibie Batam Tahun 2016. Desain penelitian yang digunakan adalah analitikdeskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Alat yang digunakandalam penelitian ini berupa lembaran kuesioner, cek list indikasi dankontraindikasi CAPD, Lembar pertanyaan untuk informan CAPD, LembarPedoman Analisis Situasi. Tahapan analisis yang digunakan adalah strategi FredR.David yang kemudian dilanjutkan dengan Segmenting, Targeting danPositioning, lalu menentukan bauran pemasaran Product, Promotion, Price,Place, People, Physical evidence, Process, Customer Service . Strategi Pemasaranyang layak dan sesuai dengan analisis situasi adalah : Market Penetration danProduct Development. Pemasaran produk pelayanan di Klinik Khusus Ginjal Ny.R. A. Habibie Batam dapat berupa periklanan melalui berbagai media seperti talkshow di radio, talk show di stasiun televisi di kota Batam, dan leaflet; penyebaranleaflet di ruangan pelayanan Ilmu Penyakit Dalam; promosi penjualan, danpembinaan dokter puskesmas. Selain itu bisa dilakukan promosi secara online.Dan dokter di Klinik Khusus Ginjal Ny.R.A. Habibie Batam dan di Rumah SakitBudi Kemuliaan Batam diberangkatkan ke Bandung untuk mengikuti pelatihanoperasi pemasangan catheter tenckhoff metode Bandung.

Name Bertha TohaStudy Programe Magister of Hospital Administration StudiesThesis Title Marketing Strategy of Continuous Ambulatory PeritonealDialysis Service at Mrs R.A. Habibie Special KidneyClinic Batam Year 2016Patients who suffer from Kidney Failure Terminal should get kidney replacementtherapy in the form of kidney transplantation, hemodialysis or peritoneal dialysis.It is estimated that patients with terminal renal failure in Indonesia who needdialysis or dialysis of approximately 150,000 people. But that is already gettingdialysis therapy about 100,000 people. CAPD Services at Mrs. R.A. HabibieSpecial Kidney Clinic began in 2010 but the number of CAPD patients is stillsmall. The purpose of this study to analyze the Marketing Strategy of ContinuousAmbulatory Peritoneal Dialysis Services at Mrs. R.A. Habibie Special KidneyClinic Batam Year 2016. The design study is an analytic descriptive withquantitative and qualitative approaches. The tools used in this study aquestionnaire sheet, check list CAPD indications and contraindications, andquestionnaires for informants CAPD, Guidelines Situation Analysis Sheets. Stagesof analysis is Fred R.David strategy followed by Segmenting, Targeting andPositioning, and then determine the marketing mix Product, Promotion, Price,Place, People, Physical Evidence, Process, Customer Service . Marketingstrategies are feasible and in accordance with the analysis of the situation is Market Penetration and Product Development. Product marketing services inMrs. R.A. Habibie Special Kidney Clinic Batam may include advertising throughvarious media such as radio talk shows, talk shows on television stations in thecity of Batam, and leaflet for distributing leaflets in internist pollyclinic serviceroom sales promotion, and training doctors clinic. In addition it can be doneonline promotions. Mrs. R.A. Habibie Special Kidney Clinic Batam and BudiKemuliaan Hospital Batam send to Bandung to attend training catheter fixingoperation Tenckhoff Bandung method."
Depok: Universitas Indonesia, 2017
T47273
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Evalina Romauli
"Gagal Ginjal Kronik pada anak saat ini berkembang pesat kasusnya terutama daerah perkotaan. Klien dengan GGK stadium akhir memerlukan terapi pengganti ginjal salah satunya hemodialisis. Komplikasi umum dari GGK adalah kelebihan volume cairan yang berkembang menjadi edema perifer atau anasarka, edema paru, dan hipertensi. Oleh karena terapi hemodialisis perlu disertai pembatasan cairan dan rendah garam. Pembatasan cairan dan garam ini bertujuan mencegah komplikasi akibat penambahan beban ginjal.
Karya Ilmiah Akhir Ners ini bertujuan menganalisis efektivitas intervensi pemantauan ketat pembatasan cairan dan garam untuk mengurangi gejala serta mencegah komplikasi pada pasien gagal ginjal kronik. Metodologi yang digunakan adalah metode studi kasus.
Hasil analisis menunjukkan pemantauan pembatasan cairan dan garam yang ketat terbukti menurunkan tanda dan gejala kelebihan volume cairan diantara dua waktu dialysis ditandai berkurangnya edema dan tidak muncul komplikasi Rekomendasi dari analisis ini adalah penting untuk perawat memonitoring dan mengedukasi anak dan keluarga dengan GGK untuk melakukan restriksi cairan dan diet rendah garam untuk menghindari masalah kelebihan volume cairan diantara waktu dialisis.

CKD in children now is a major health problem especially in urban city because of the increase of morbidity.. Children with CKD in end stage or End Stage Renal Disease ERSD needs renal replacement therapy RRT to help maintenance kidney function, and one of the RRT therapy is hemodyalisis. Moreover, although HD helping so much, the risk of complications still high, like lung oedem, anasarka or peripheral oedem,and hypertension. Dietary and fluid restrictions in CKD purposely needed to reduce the risk of complications.
This Final Scientific Work of Ners aims to analyze the interventions of the effectiveness fluid restriction and dietary as thight as much to reduce the risk fluid excess volume complication of CKD in children. The methodology used is the case study method and the existing research analisis.
The results showed that daily fluid restriction and diet monitoring is effective to reduce the risk of fluid excess inter dialisis time in children. It rsquo s important for nurses to monitor and educate patient about restriction to prevent fluid excess of CKD in children.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2017
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Hamidah
"ABSTRAK
Penelitian ini berfokus pada pengalaman dan persepsi kualitas hidup pada pasien dengan
Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD). Disain kualitatif fenomenologi dipilih
untuk mendapatkan informasi yang individual dan mendalam. Tujuh orang partisipan
ditentukan dengan purposive sampling. Wawancara mendalam dilakukan menggunakan alat
perekam, panduan wawancara semiterstruktur, dan catatan lapangan. Pendekatan Colaizzi?s
Qualitative content analysis menghasilkan tema : Pengalaman ketidaknyamanan fisik dan
psikis saat menjalani Hemodialisis; Dukungan orang terdekat dan tenaga kesehatan dalam
menguatkan keyakinan membuat keputusan CAPD dan meningkatkan kemampuan selfcare;
Pertimbangan kenyamanan memilih CAPD; Mengalami komplikasi yang kemungkinan dapat
dicegah; Selfcare membutuhkan waktu; Adanya rentang konsep diri; Perasaan nyaman
dengan CAPD; Koping positif dalam menyikapi perubahan pola hidup; Keterbatasan di
pelayanan primer untuk CAPD dan Pengharapan untuk menjadi ?normal?. Pengalaman
partisipan merupakan suatu kontinum. Studi lanjutan diperlukan untuk melihat faktor
dominan yang mempengaruhi dalam pembuatan keputusan memilih modalitas CAPD

ABSTRACT
This study focuses on the experiences and perceptions of quality of life of patients with
Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD). A Phenomenological qualitative design
was chosen to obtain personal and in-depth information. Seven participants were determined
using purposive sampling technique. An In-depth semi-structured interviews were tape
recorded. Theme emerged from the Colaizzi?s qualitative content analysis : Experience of
physical and psychological discomfort while undergoing Hemodialysis; Supports from the
closest persons and health care professionals strengthen confidence on making CAPD
decisions and improves selfcare abilities; Convinience reason for choosing CAPD;
Experience preventable complications; Selfcare takes time process; Positive coping in
response to changes in lifestyle; Existence of a range of self-concept; More comfort on
CAPD; Limited service of CAPD in Primary Care; and Hoping of being 'normal'.
Participant?s experience and quality of life perception laid in a continum. Further study
related to dominan factors in choosing CAPD is recommended."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
T42422
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sevrima Anggraini
"Penyakit Gagal Ginjal Kronik GGK merupakan suatu keadaan dimana ginjal mengalami kelainan struktural atau gangguan fungsi yang sudah berlangsung lebih dari 3 bulan. Penyakit ginjal kronik bersifat progresif dan irreversible, pada tahap lanjut tidak dapat pulih kembali. Diperlukan terapi pengganti ginjal untuk mengeluarkan produk sisa metabolisme dan mengatur keseimbangan cairan tubuh. Terdapat beberapa risiko yang dapat menyebabkan penyakit ginjal kronik seperti hipertensi, diabetes mellitus, pertambahan usia, pernikahan, pekerjaan dan IMT. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan terapi hemodialis dan peritonial dialisis terhadap ketahanan hidup pasien gagal ginjal kronik di RSCM tahun 2012-2017. Desain studi dalam penelitian ini adalah kohort retrospektif. Jumlah total sampel penelitian ini adalah 110. Dari studi ini diketahui sebanyak 49 pasien yang menjalani hemodialisis meninggal dan 29 pasien yang menjalani CAPD meninggal. Pengaruh jenis terapi terhadap ketahanan hidup pasien GGK setelah dikontrol variabel kovariat didapatkan bahwa variabel umur berinteraksi dengan jenis terapi dimana pasien hemodialis yang berumur ge;60 tahun berisiko untuk lebih cepat meninggal sebesar 4 kali dibandingkan pasien yang menjalani CAPD 95 CI 1,3-13. Disarankan kepada pasien GGK yang berumur ge;60 untuk mempertimbangkan menggunakan CAPD sebagai alternatif dialisis.

Chronic Kidney Disease CKD is a condition in which the kidneys have structural abnormalities or functional disorders that have lasted more than 3 months. CKD is progressive and irreversible, in the later stages can not be recovered. Kidney replacement therapy is needed to remove metabolic waste products and regulate body fluid balance. There are several risks that can cause CKD such as hypertension, DM, age, , marriage, BMI ,work. The purpose of this study was to determine the relationship between hemodialis therapy and dialysis peritoneal on the survival of patients with CKD at RSCM 2012 2017. The study design in this study was a retrospective cohort. The total sample of this study was 110. From this study it was found that 49 of patients undergoing hemodialysis died and 29 of patients who underwent CAPD died. The effect of this type of therapy on survival of CKD patients after controlled by covariate variables found that the age variable interacted with the type of therapy where hemodialis patients aged ge 60 years are at risk for more rapid death 4 times than patients CAPD 95 CI 1.3 13 . It is recommended to patients aged ge 60 to consider using CAPD as an alternative to dialysis."
Depok: Universitas Indonesia, 2018
T49814
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mia Astridivia
"ABSTRAK
Pasien gagal ginjal kronis rentan mengalami stress dan ansietas karena hospitalisasi dan perubahan kehidupan selanjutnya. Kondisi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah. Target tekanan darah bagi pasien dengan gagal ginjal kronis adalah <130/80 mmHg untuk mencegah morbiditas terhadap penyakit kardiovaskular. Penelitian sebelumnya telah menunjukan bahwa penggunaan teknik relaksasi otot progresif dan nafas dalam dapat menurunkan tekanan darah secara efektif. Studi kasus ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh pemberian kombinasi relaksasi otot progresif dan napas dalam pada pasien gagal ginjal kronis untuk mengontrol tekanan darah melalui penurunan tingkat stres dan ansietas. Hasil analisis pada kasus kelolaan di ruang rawat penyakit dalam Dr RSUPN Cipto Mangunkusumo menunjukan bahwa tekanan darah sistolik menurun 4-6 mmHg, namun tekanan diastolik tidak menurun. Skor DASS 21 menunjukan tingkat stres dan ansietas menurun setelah 7 hari implementasi relaksasi. Sosialisasi mengenai penggunaan teknik relaksasi otot progresif dan nafas dalam sebagai terapi tambahan selain medikasi dan mengatasi ansietas dan stress diperlukan untuk membantu pasien gagal ginjal kronis untuk menurunkan tekanan darah.

ABSTRACT
Patients with chronic kidney failure are susceptible to stress and anxiety due to hospitalization and subsequent life changes. This condition contribute in increasing blood pressure. The blood pressure target for patients with chronic renal failure is <130/80 mmHg to prevent morbidity against cardiovascular disease. Previous research has demonstrated the use of progressive muscle relaxation and deep breathing techniques are effective to reduce blood pressure. The purpose of this case study was to identify the effect of combination of progressive muscle and deep breathing relaxation in patients with chronic kidney failure to control blood pressure by reducing stress and anxiety levels. The results of case study of a patient in Internal Medicine Ward of RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo showed that systolic blood pressure decreased 4-6 mmHg, but the diastolic pressure did not decrease. Beside that, DASS 21 score shows that stress and anxiety levels decreased after 7 days of relaxation. Socialization on the use of relaxation and deep breathing techniques as adjuvant therapy of medication and to decrease stress and anxiety that related with increased blood pressure, were needed to control blood pressure of CKD patients."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2017
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Simbolon, Christina Natalin
"Gagal ginjal kronik pada anak merupakan salah satu penyakit yang khas pada masyarakat perkotaan. Salah satu komplikasi yang terjadi pada gagal gagal ginjal kronik adalah edema yaitu kondisi kelebihan cairan di dalam tubuh. Karya ilmiah ini bertujuan memberikan gambaran asuhan keperawatan melalui pendekatan KKMP pada pasien anak dengan gagal ginjal kronik yang mendapat tindakan hemodialisa dengan gejala edema anasarka dan edema paru. Intervensi yang diberikan adalah manajemen pembatasan cairan, intervensi ini diterapkan selama 7 hari. Hasil evaluasi didapatkan, kelebihan volume cairan teratasi ditandai dengan edema sudah tidak ada dan keadaan umum pasien baik. Intervensi ini dilakukan sejalan dengan intervensi kolaborasi dengan dokter, ahli gizi, farmasi dan bagian hemodialisa. Oleh karena itu intervensi manajemen pembatasan cairan perlu diterapkan secara disiplin di pelayanan keperawatan sebagai intervensi mandiri.

Chronic Kidney Disease in children is one of the speciality problem in urban community. One of the most serious complication this disease is oedema which means excess fluid volume in the body. The purpose of this case study to describe about nursing care with urban health nursing practice approach in child with anasarka and lung oedema caused by CKD during hemodylisis therapy. The intervension given was fluid restiction management in 7 days of care. The result was excess fluid volume could be resolved with there was no oedema and general physically was good. These interventions are conducted in line with collaborative interventions with doctorss, nutritionists, pharmacists and hemodialysis departments. So that, this intervention has to be applied consistenly in nursing care as independent intevension for nurse.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2017
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Kamajaya Mulyana
"Penyakit ginjal kronik (PGK) pada anak merupakan beban global dengan prevalens yang semakin meningkat, mencapai 73 kasus/1 juta anak/tahun di Amerika Serikat. Anemia merupakan komplikasi yang umum terjadi dan sebanyak >20% mengalami resistensi terhadap terapi eritropoietin (EPO) eksogen. Anemia resisten EPO dapat menurunkan kualitas hidup dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular hingga kematian pada anak dengan penyakit ginjal tahap akhir (PGTA) yang menjalani dialisis kronik. Dialisis yang inadekuat dan gizi buruk diduga berperan penting terhadap respons terapi EPO. Penelitian mengenai hubungan adekuasi dialisis dan gizi buruk dengan anemia resisten EPO pada anak belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara adekuasi dialisis dan gizi buruk terhadap anemia resisten EPO pada anak dengan PGTA yang menjalani dialisis kronik. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain potong lintang yang bertujuan untuk menelaah hubungan adekuasi dialisis dan gizi buruk terhadap anemia resisten EPO pada anak dengan PGTA yang menjalani dialisis kronik di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Subyek yang diteliti adalah pasien anak dan remaja berusia 0–18 tahun dengan PGTA yang menjalani dialisis kronik sejak Oktober-Desember 2024 di RSCM. Faktor-faktor risiko yang dianalisis yaitu adekuasi dialisis dan gizi buruk terhadap kejadian anemia resisten EPO. Terdapat 80 subyek yang memenuhi kriteria inklusi. Mayoritas PGTA disebabkan oleh congenital abnormalities of kidney and urinary tract/CAKUT (43,75%). Prevalens anemia resisten EPO di RSCM pada penelitian ini adalah 31,25%. Lelaki lebih banyak dibandingkan perempuan, dengan perbandingan 1,5:1. Prevalens gizi buruk pada penelitian ini adalah 18,75%. Sebanyak 42,85% subyek pada kelompok HD memenuhi kriteria dialisis inadekuat dan 38,09% di antaranya memenuhi kriteria resisten EPO. Kelompok PD memiliki proporsi dialisis inadekuat sebesar 64,51% dan 45% di antaranya memenuhi kriteria resisten EPO. Analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara dialisis inadekuat dengan kejadian anemia resisten EPO (PR 2,191; IK 95% 1,020–4,08; p=0,044). Gizi buruk tidak berhubungan dengan kejadian anemia resisten EPO (PR 1,368; IK 95% 0,662–2,828; p=0,417). Nilai adjusted PR adekuasi dialisis setelah dikontrol variabel perancu defisiensi zat besi adalah 2,024 (IK 95% 0,926–4,421; p=0,077), tetapi tetap dianggap penting secara klinis. Dialisis yang inadekuat dapat meningkatkan risiko 2 kali lebih besar untuk terjadinya anemia resisten EPO pada anak dengan PGTA yang menjalani dialisis kronik.

Chronic kidney disease (CKD) in children is a global burden with increasing prevalence, reaching 73 cases/1 million children/year in the United States. Anemia is a common complication and >20% experience resistance to exogenous erythropoietin (EPO) therapy. Erythropoietin-resistant anemia can reduce quality of life and increase the risk of cardiovascular disease and death in children with end-stage renal disease (ESRD) undergoing chronic dialysis. Inadequate dialysis and severe undernutrition are thought to play an important role in the response to EPO therapy. Research on the relationship between dialysis adequacy and severe undernutrition with EPO-resistant anemia in children has not been widely conducted. This study aims to determine the relationship between dialysis adequacy and severe undernutrition towards EPO-resistant anemia in children with ESRD undergoing chronic dialysis. This is an analytical observational study with a cross-sectional design that aims to analyze the relationship between dialysis adequacy and severe undernutrition on EPO-resistant anemia in children with ESRD undergoing chronic dialysis at Dr. Cipto Mangunkusumo National Hospital (CMH), Jakarta. The study subjects were children aged 0–18 years with ESRD undergoing chronic dialysis since October-December 2024 at CMH. The factors analyzed were dialysis adequacy and severe undernutrition on EPO-resistant anemia. Eighty subjects met the inclusion criteria. The majority cause of ESRD was congenital abnormalities of kidney and urinary tract/CAKUT (43.75%). The prevalence of EPO-resistant anemia in CMH in this study was 31,25%. Male gender is more frequent with a ratio of 1.5:1. The prevalence of severe undernutrition in this study was 18.75%. A total of 42.85% of subjects in the HD group had inadequate dialysis and 38.09% of them met the criteria for EPO resistance. The PD group had a proportion of inadequate dialysis of 64.51% and 45% of them met the criteria for EPO resistance. Bivariate analysis showed a significant association between inadequate dialysis and EPO-resistant anemia (PR 2.191; 95% CI 1.020–4.08; p=0.044). While severe undernutrition was not associated with EPO-resistant anemia (PR 1,368; IK 95% 0,662–2,828; p=0,417). The adjusted PR value of dialysis adequacy after controlling for the confounding variable of iron deficiency was 2.024 (95% CI 0.926–4.421; p=0.077), which was still considered clinically important. Inadequate dialysis can increase the risk of EPO-resistant anemia by 2 times in children with ESRD undergoing chronic dialysis."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2025
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Nissenson, Allen R.
Philadelphia, Pa: Elsevier/Saunders, 2008
R 617.461 NIS h
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>