Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 55167 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1994
S40862
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Joice Katharina S.
"ABSTRAK
Suatu pembangkit energi listrik dituntut memiliki efisiensi yang baik karena terkait erat dengan baik-buruknya pemanfaatan energi panas dari bahan bakar utama.
Pembangkitan energi listrik di sebuah PLTU merupakan rangkaian proses konversi energi dan berlangsung di beberapa peralatan utama pembangkit. Konversi energi kimia batubara menjadi energi panas yang diserap oleh uap berlangsung di dalam boiler, konversi energi uap menjadi energi mekanik berlangsung di turbin dan konversi energi mekanik menjadi energi listrik berlangsung di generator.
Pembangkitan energi listrik di PLTU Suralaya Unit 3 terdiri dari beberapa proses konversi energi dan berlangsung di beberapa peralatan utama pembangkit. Perhitungan efisiensi dilakukan dengan memperhatikan besarnya pemanfaatan energi panas untuk membangkitkan uap di boiler dan pemanfaatan energi uap yang bertemperatur dan bertekanan tinggi untuk memutar turbin dan rotor generator untuk menghasilkan energi listrik. Sehingga dalam perhitungan efisiensi dilakukan perhitungan efisiensi boiler dan efisiensi turbin. Selain itu, jumlah panas yang dilepaskan uap bekas (exhaust steam) di dalam kondensor juga dihitung untuk mengetahui persentase pemanfaatan panas pada pembangkitan.
Perhitungan efisiensi dilakukan menggunakan rumus-rumus serta kurva-kurva yang biasa digunakan untuk menghitung efisiensi di PLTU Suralaya Unit 3.
Dari hasil perhitungan diperoleh efisiensi PLTU Suralaya Unit 3 sebesar 37,13 % dan rugi-rugi sebesar 62,87 % dengan perincian di boiler 14 %, di turbin 0,72 %, listrik pemakaian sendiri 2,13 % dan panas buang (heat reject) di kondensor 46,02 %. Berdasarkan basil perhitungan tersebut, disimpulkan PLTU Suralaya Unit 3 merupakan unit pembangkit yang memiliki efisiensi yang baik.

"
2000
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dadan Handani
"Pada pusat listrik tenaga uap (PLTU) unit 3/4 Tanjung Priok, energi kimia yang berupa bahan bakar (MFO/residu) yang dibakar akan menghasilkan kalor yang se1anjutnya digunakan untuk memanaskan/mendidihkan fluida kerja {air) sampai pada tekanan dan temperatur dimana air sudah berupa uap kering. Uap kering yang memiliki energi potensial dan energi kinetik terscbut diallrkan ke turbin uap untuk memutar sudu-sudu turbin pada putaran 3000 rpm. Ketika akan menaikan daya nyata generator (pada kondisi generator telah berbeban/terhubung ke jaringan), langkah pertama yang dilakukan adalah menambah jumlah aliran bahan bakar untuk. menghasilkan jumlah aliran uap kering lebih banyak (sesuai dengan daya yang akan dibangkitkan generator) yang selanjutnya dialirkan menuju inlet turbin. Kemudian daya nyata generator dinaikan dengan mengatur switch pembatas beban (load limit). Pada skripsi ini dilakukan pengamatan dan perhitungan daya mekanik kotor {gross meclumical power), load angle {Ogen) generator, dan efisiensi PLTU unit 4 Tanjung Priok. Hasil pcrhitungan memmjukan bahwa adanya penambahan jumlah bahan bakar yang masuk burner akan mcningkatkan produkasi uap rnasuk turbin schingga nteningkntkan daya mckanik kotor turbin dan load angle (daya generator). Jumlah bahan bakar yang dikonsumsi pada daya generator 20 MW, 35 MW, dan 40 MW berpengaruh terhadap efisiensi PLTU yang mana terjadi penurunan cfisiensi sebesar 2,5 % pada da)'a generator 40 MW dari 20 l\·iW dan 1,9% pada daya generator 35 MW dari 20 MW."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2006
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nanang Hermawan
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1999
S50854
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sutan Hamda R
"ABSTRAK
Kebutuhan air bersih untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Muara
Karang cukup besar, sehingga diperlukan daur ulang untuk membantu mengatasi
kebutuhan air. Debit air yang didaur ulang sebesar 285 m3/hari. Tujuan penelitian
ini adalah untuk mendapatkan hasil efluen Instalasi Pengolahan Air Limbah
(IPAL) PLTU sehingga didapatkan perencanaan daur ulang yang sesuai. Daur
ulang tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan air servis, hidran, dan
cadangan air pada PLTU Muara Karang. Hasil uji laboratorium efluen IPAL
PLTU Muara Karang yang tidak memenuhi baku mutu kelas II PP No. 82 Tahun
2001, yaitu TSS sebesar 67,5 ppm, BOD sebesar 4,76 ppm, dan COD sebesar 82,6
ppm sehingga diperlukan proses daur ulang untuk memenuhi kualitas air yang
sesuai dengan baku mutu. Terdapat tiga unit daur ulang, yaitu reverse osmosis,
ultrafiltrasi, dan mikrofiltrasi . Pemilihan unit daur ulang dari ketiga unit tersebut
ditentukan dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan kriteria
pemilihan berupa teknologi, ekonomi, dan lingkungan serta subkriteria
kemudahan operasional, keandalan proses, biaya konstruksi, biaya operasional
dan pemeliharaan, serta recovery product. Hasil pemilihan dengan metode AHP
menunjukkan unit daur ulang mikrofiltrasi merupakan unit yang tepat untuk
memenuhi kebutuhan air servis, hidran, dan cadangan dengan total skor tertinggi.

ABSTRACT
Clean water needs of Steam Power Plant Muara Karang is large enough so water
recycle is needed to help fulfill water needs. The discharge is 285 m3/day. The
purpose of the study is to obtain the results of waste water treatment plant effluent
to find the appropriate recycling plan. The recycled water is used to meet the
needs of services, hydrants, and water reserves in Muara Karang power plant.
Laboratory test results WWTP effluent Steam Power Plant Muara Karang that
does not meet the quality standard of Grade II PP No. 82 Tahun 2001, which is
amount 67,5 ppm TSS, BOD at 4,76 ppm and at 82,6 ppm COD so recycling is
needed. Selection of three recycling units selected from the reverse osmosis,
ultrafiltration, and microfiltration were conducted with Hierarchy Analytical
Process (AHP) with the selection criteria in the form of technology, economy, and
environment and then with sub-criteria of operational convenience, reliability
process, the cost of construction, operation and maintenance costs, and recovery
product . The results of the election showed AHP recycling microfiltration unit is
the right unit to meet the needs of water services, hydrants, and backup with the
highest total score."
2014
S54595
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2006
TA3378
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1994
S36468
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Ibnu Roihan
"Pada data skripsi 2011, efisiensi termal PLTU, khususnya pada kondisi superheater 205 OC, hanya menunjukkan sekitar 3.8%. Dalam uji coba yang dilakukan di tahun 2013, jika dibandingkan dengan data 2011, heat loss yang terjadi di keluaran condenser menuju feed water tank dapat dikurangi hingga mencapai 66.66%, yang berarti adanya peningkatan usaha pengurangan pelepasan energi ke lingkungan sebesar 66.61% atau sekitar 100.46 [kJ/kg]. Tetapi hasil positif tersebut tidak sebanding dengan hasil pada keluaran superheater menuju turbin. Dibandingkan dengan data 2011, adanya penurunan energi sebesar 26 [kJ/kg] atau sebesar 33.46%. Sehingga efisiensi PLTU pada tahun 2013 turun menjadi 2.3%. Indikasi awal adalah adanya gejala fouling atau penumpukan kerak kotoran sisa pemanasan uap sehingga menyebabkan suhu uap turun sebesar hingga 25%, dari 205 OC menjadi 155 OC.

In 2011 final project, thermal efficiency of steam power plant, especially with superheater temperature condition 205 OC, just indicate about 3.8%. In 2013 experiment, if compared with 2011 result, heat loss at out of condenser to feed water tank can decreased until 66.66%, there is upgrading for work decreasing energy loss to surroundings as big as 66.61% or 100.46 [kJ/kg]. But the positive result not comparable with the result out of superheater to turbine. As compared to 2011 result, there is decreasing energy as big as 26 [kJ/kg] or 33.46%. With the result that, thermal efficiency of steam power plant in 2013 decrease become 2.3%. First Indication is there is fouling in pipe distribution from superheater to turbine, until cause vapor temperature decrease as big as 25%, from 205 OC become 155 OC."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
S46883
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sinaga, Pricilia Duma Laura
"Lebih dari 60% dampak lingkungan yang dihasilkan sistem tenaga listrik berasal dari pembangkit listrik. Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap sebagai salah satu jenis pembangkit listrik yang cukup diandalkan di Indonesia diharapkan untuk melakukan upaya perbaikan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kinerja lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis potensi dampak lingkungan dari pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap serta menganalisis pengaruh perilaku pro lingkungan karyawan terhadap potensi dampak lingkungan tersebut. Metode yang digunakan untuk menilai potensi dampak lingkungan adalah penilaian daur hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi dampak lingkungan terbesar adalah acidification potential di mana sumber terbesar adalah emisi NOX dari combustion chamber dengan persentase sebesar 80,32%. Penerapan perilaku pro lingkungan termasuk dalam kategori CUKUP BAIK, di mana penerapan perilaku pro lingkungan tidak berpengaruh terhadap kategori dampak lingkungan hasil penilaian daur hidup. Kesimpulan penelitian ini adalah skenario perbaikan yang dapat direkomendasikan untuk menurunkan emisi NOX adalah selective catalytic reduction.

More than 60% of the environmental impacts generated by electric power systems came from electricity generation. As one of Indonesia's highly reliable power plants, Combined Cycle Power Plant was expected to enhance environmental performance continually. This research aims to determine the largest potential environmental impact category generated by the Combined Cycle Power Plant and analyze the impact of the employees' pro-environmental behavior on the impact category. A life cycle assessment was conducted to assess the potential environmental impacts. The result shows that the largest potential environmental impact was acidification potential derived from NOX emissions from the combustion chamber with a percentage of 80.32%. The employee's pro-environmental behavior implementation level falls into the LARGELY IMPLEMENTED category, where the behavior does not affect the potential environmental impacts assessed in the life cycle assessment. This research concludes that the recommended improvement scenario to reduce NOX emissions post-combustion is selective catalytic reduction technology."
Jakarta: Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>