Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 183492 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Andika Ratna
"Supplier merupakan elemen penting dalam rantai suplai suatu perusahaan. Pada saat suatu perusahaan memutuskan untuk membeli barang atau jasa yang dibutuhkan, maka perusahaan tersebut akan mulai berhubungan dan menciptakan ketergantungan dengan supplier yang bisa menyediakan barang atau jasa tersebut pada tingkat kualitas tertentu, waktu tertentu, pelayanan tertentu, dan harga yang kompetitif. Ketergantungan yang kuat kepada supplier meningkatkan keinginan perusahaan untuk secara efektif mengelola suppliernya. Setelah pemilihan supplier, pengevaluasian dan pengukuran kinerja supplier menjadi sangatlah penting.
Penelitian ini menggunakan metode DEA (kuantitatif) dan AHP (kualitatis) untuk melakukan evaluasi kinerja supplier yang efektif. DEA merupakan suatu metodologi pengukuran kinerja dengan pendekatan non parametrik berbasis linear programming yang digunakan untuk mengevaluasi efisiensi dari suatu unit pemgambilan keputusan dengan menggunakan sejumlah input untuk memperoleh suatu output yang ditargetkan.
Hasil dari DEA adalah tingkat efisiensi supplier, dan supplier yang efisien memiliki tingkat efisiensi sebesar 100%. Sedangkan AHP merupakan sebuah metode hirarki yang berisis sejumlah kriteriadan subkriteria evaluasi. Hasil dari AHP adalah peringkat dari supplier dan juga bobot/prioritas masing-masing kriteria. Dari kedua metode dihasilkan bahwa supplier terbaik dan efisien adalah supplier D.

Supplier is one of the important element in a company's supply chain. At the time that company decided to purchase products or services needed, then that will be the time when that certain company starting to have relation and creating dependency with suppliers that provide the products or services that the company needs with a certain quantity, services, in a certain time and a certain standard of quality and also in a competitive price. High dependency to supplier increases the willingness of the company to manage its suppliers effectively. After the suppliers selection, it is important for the company to do performance measurement to its suppliers.
This study used the DEA (quantitatively) and AHP (qualitatively) methods to measure suppliers' performance effectively. DEA is a performance measurement methodology with non parametric approach that bases on linear programming method which is used to evaluate the efficiency of a decision making unit using a number of inputs to obtain a targeted output.
The output of DEA is supplier's efficiency , and the efficient supplier is the one with efficiency of 100%. AHP is a hierarchical method that contains a number of criterias and sub-criterias of evaluation. The result obtained from AHP method is a list of suppliers, ranked by the determined criterias. From both methods it's proven that the best and the most efficient supplier is supplier D.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
S50395
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Safira Madarina
"ABSTRACT
Penilaian kinerja pemasok merupakan salah satu strategi pada bagian pembelian yang dilakukan oleh perusahaan untuk mendorong kelancaran produksi perusahaan. Penilaian kinerja pemasok termasuk dalam suatu proses makro rantai pasok yaitu pada bagian Supplier Relationship Management yang bertujuan untuk memperoleh nilai, mengevaluasi, dan meningkatkan kinerja pemasok dalam pengiriman sumber daya berupa barang dan jasa. Penelitian untuk penilaian kinerja pemasok dilakukan dengan menggunakan metode pengambilan keputusan multikriteria, salah satunya ialah metode Analytical Hierarchy Process dan metode Data Envelopment Analysis pada bidang industri pengemasan flexible packaging. Penelitian dilakukan dengan melakukan penilaian pemasok untuk setiap bahan baku. Penggunakan metode Analytical Hierarchy Process AHP bertujuan untuk mencari kriteria kriteria yang sesuai untuk penilaian kinerja pemasok serta melakukan pemeringkatan bobot alternatif berdasarkan prioritas. Hasil dari AHP ialah prioritas tertinggi untuk bahan baku resin PE dan resin PP adalah pemasok KPM, bahan baku OPP film terdapat PT. AKP, bahan baku PET film terdapat PT. INTI, bahan baku tinta terdapat PT. INKO, bahan baku solvent terdapat PT. ICC, dan bahan baku adhesive terdapat PT. PIC. Sedangkan metode Data Envelopment Analysis digunakan untuk melakukan penilaian efisiensi kinerja pemasok pada setiap bahan baku. Hasil dari penelitian ialah pemasok yang paling efisien untuk bahan baku resin PE ialah KPM dan PT. BCM, bahan baku resin PP terdapat KPM, PT. BCM, dan PT. PMM, bahan baku OPP film terdapat PT. AKP dan PT. LP, bahan baku PET film ialah PT. AKP, PT. INTI, dan PT. ISI, bahan baku tinta ialah PT. CT, bahan baku solvent terdapat PT. ICC dan MAP, dan bahan baku adhesive dengan PT. PMM.

ABSTRACT
Supplier performance assessment is one of purchasing strategies that conducted by the company to drive smooth production. Supplier performance assessment is included in supply chain macro process which part of Supplier Relationship Management to obtain value, evaluate, and improve supplier performance in resources delivery in form of goods and services. This research applied by using multicriteria decision method which include Analytical Hierarchy Process method and Data Envelopment Analysis method in flexible packaging industry. The research conduct supplier assessment on each raw materials. The use of Analytical Hierarchy Process method in this research is to find the selected criteria for supplier performance assessment as well as to order alternative weight based on priority. The result of AHP is the highest priority for raw material of resin PE and resin PP is KPM, OPP film is PT. AKP, PET film is PT. INTI, the raw material of ink is PT. INKO, raw materials of solvent is PT. ICC, and adhesive is PT. PIC. While Data Envelopment Analysis method is used to perform efficiency in supplier performance analysis on every decision unit making of raw materials.The result of the research is supplier ranking for each raw materials and also the supplier which is categorized as efficient suppliers. Result of this research is the most efficient supplier for resin PE are KPM and PT. BCM, resin PP are KPM, PT. BCM, and PT. PMM, OPP film are PT. AKP and PT. LP, PET film are PT. AKP, PT. INTI, and PT. ISI, the raw material of ink is PT. CT, solvent raw materials are PT. ICC and MAP, and adhesive with PT. PMM."
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hadi Al Rasyid
"Pemilihan supplier merupakan salah satu hal terpenting dalam supply chain, dengan seriing berkembangnya tuntutan zaman unutk sebuah industry yang ramah lingkungan, perkembangan supply chain pun juga menuntut unutk lebih ramah lingkungan, hal ini dijawab dengan adanya pemilihan supplier yang ramah lingkungan pada kriteria-kriterianya. Dalam penelitian ini akan mencoba mencari pemeringkatan dan pengukuran effisiensi supplier bahan kimia berbasis lingkungan dimana. Dari penelitian ini didapat bahwa bobot untuk kriteira supplier yang ramah lingkungan lebih dominan disbanding kriteria tradisional.Dan dari hasil rating dan evaluasi dari ke tiga supplier tersebut, supplier no 3 menjadi supplier yang memeiliki peringkat yang paling tinggi berdasarkan ANP dan pengkuran effisiensi yang paling tinggi berdasarkan DEA.
Supplier selection is the one of the most important thing in supply chain. With the growing demand for a green industry, development of the supply chain management is lead to maintenance of the enviroment which known as green supplier chain management, green purchasing is one part to achieve green supply chain management. This paper we will rank and measure efficiency the supplier based on green criteria. the result of this paper we can know that green criteria is more dominant than tradisional criteria, and supplier 3 have the first rank based on ANP and the most efficient supplier based on DEA."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S43038
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Bonita
"Pada era globalisasi saat ini, perkembangan industri mengalami kemajuan yang pesat. Keadaan tersebut menjadikan kondisi persaingan bisnis semakin ketat. Persaingan menjadi suatu tantangan bagi perusahaan untuk terus berupaya meningkatkan performansinya agar dapat menghasilkan output produksi yang mampu memenuhi kebutuhan pelanggan. Output yang akan dihasilkan oleh perusahaan sangat dipengaruhi oleh mutu dari produk yang diberikan oleh supplier. Oleh sebab itu, kegiatan pengukuran dan evaluasi kinerja supplier penting dilakukan oleh perusahaan dalam rangka meningkatkan kekuatan bersaing, kepuasan pelanggan, serta profitabilitas perusahaan. Pada penelitian ini menggunakan metode Decision Making Trial and Evaluation Laboratory (DEMATEL) dan Analytical Network Process (ANP). Metode DEMATEL digunakan untuk mendapat matriks hubungan total dimana matriks tersebut dapat diketahui kriteria dan sub kriteria mana yang paling penting dan yang paling banyak mempengaruhi. Hasil pada metode DEMATEL digunakan sebagai input pada metode ANP untuk menghitung bobot setiap kriteria dan sub kriteria. Dari bobot kriteria dan sub kriteria yang telah didapatkan, nilai terbobot setiap supplier dapat dihitung untuk mengetahui supplier yang memiliki nilai tertinggi sampai terendah.

In current era of globalization, industrial development is progressing rapidly. This situation makes condition of business competition becomes more intense. Competition is a challenge for company to continue to improve its performance in order to produce the output that is able to meet customer needs. The output to be produced by company is strongly influenced by quality of the product provided by supplier. Therefore, supplier performance measurement and evaluation activities are important for company in order to improve competitive strength, customer satisfaction, and company profitability. This study uses Decision-Making Trial and Evaluation Laboratory (DEMATEL) and Analytical Network Process (ANP) methods. DEMATEL method is used to obtain a Total Influence Matrix where the matrix can be known which criteria and sub-criteria are the most important and which affect the most. The results of DEMATEL method are used as input to ANP method to calculate the weight of criteria and sub-criteria. From the weight of criteria and sub-criteria that have been obtained, the weighted value of each supplier can be calculated to find out which supplier has the highest to the lowest value."
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
T-pdf
UI - Dokumentasi  Universitas Indonesia Library
cover
Laura Karina
"Seiring dengan semakin bertambahnya kompetitor, begitu juga demand kabel serta proyek listrik yang juga samakin meningkat di Indonesia, membuat perusahaan manufaktur kabel saling bersaing satu sama lain untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dengan tujuan mempertahankan eksistensinya. Sebagai salah satu perusahaan kabel terbesar di Indonesia, PT. Supreme Cable Manufacturing Commerce Tbk PT. SUCACO Tbk harus mampu meningkatkan performa serta produktivitas kinerjanya. PT. SUCACO Tbk membutuhkan alat ukur kinerja yang komprehensif yang dapat mengetahui tingkat efektivitas dan juga efisiensi perusahaan. Dalam perancangan alat ukur kinerja tersebut, diketahui data variabel input dan output dari 4 perspektif metode Balanced Scorecard BSC. Kemudian metode Data Envelopment Analysis DEA digunakan untuk mengetahui tingkat efisiensi kinerja tiap Decision-Making Units DMU yang ada dengan menggunakan bantuan software Efficiency Measurement System EMS versi 1.3. Hasil penelitian ini merupakan rancangan alat ukur kinerja perusahaan guna meningkatkan kinerja perusahaan sehingga dapat bersaing dengan perusahaan manufaktur kabel lainnya yang ada di Indonesia.

Along with the increasing number of competitors in the cable manufacturing industry, as well as demand for electricity and also number of electricity projects that Indonesia have been working on, cable manufacturing companies competing against each other to gain profit in order to keep their existence. As one of the largest cable company in Indonesia, PT. Supreme Cable Manufacturing Commerce Tbk, also well known as PT. SUCACO Tbk, should be able to improve their performance and productivity. PT. SUCACO Tbk requires a comprehensive performance measurement tool that could determine the level of effectiveness and efficiency of the company. In this research can be known input and output variables based on four perspectives of Balanced Scorecard BSC. Then the Data Envelopment Analysis DEA method is used to determine the performance efficiency level of each existing Decision Making Units DMU using Efficiency Measurement System EMS software version 1.3. The result of this research is to help the company designing a performance measurement tool that may help the company to determine their productivity level so they can compete with other competitors in the cable manufacturing industry in Indonesia."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2017
S66974
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ratna Mutiara Dewi
"Kesadaran lingkungan yang meningkat secara bertahap mendorong perusahaan untuk memiliki manajemen rantai pasok ramah lingkungan yang efektif dan efisien. Salah satu aspek penting dalam manajemen rantai pasok adalah pemilihan pemasok. Biaya pembelian bahan baku menggunakan hampir 70 total biaya produksi. Penelitian ini mengusulkan model dua tahap untuk evaluasi pemasok dan alokasi pesanan yang mempertimbangkan kriteria lingkungan selain kriteria tradisional seperti kualitas, biaya dan pengiriman. Untuk tahap evaluasi pemasok, penulis menggabungkan fuzzy set dan analytical hierarchical process AHP yang memungkinkan ketidakpastian dan ketidakjelasan karena pengambilan keputusan manusia dan kriteria yang subjektif serta mudah untuk diimplementasikan. Untuk tahap alokasi pesanan, salah satu metode multi-objective mathematical programming MOMP yaitu metode augmented ?-constraint AUGMECON digunakan untuk menemukan solusi optimal Pareto dalam permasalahan produk tunggal multipemasok. AUGMECON dapat mengurangi beban komputasi karena komputasi yang canggih dibandingkan dengan metode pemrograman lainnya. Model usulan diuji pada studi kasus di salah satu perusahaan produsen ban di Indonesia. Sembilan ahli diminta untuk memberikan bobot kepentingan pada 9 kriteria dan 41 subkriteria evaluasi pemasok. Hasil alokasi pesanan dari empat pemasok yang dievaluasi adalah x1 = 0, x2 = 10.000 ton, x3 = 4.000 ton, dan x4 = 15.000 ton. Solusi terpilih memberikan 0,16 total biaya lebih rendah dari pesanan eksisting.

Increasingly environmental awareness encourages companies to have effective and efficient green supply chain management GSCM . One crucial aspect of SCM is supplier selection. Purchasing cost use almost 70 of total production cost. This study proposes a two stage model for supplier evaluation and order allocation that consider environmental and traditional criteria such as quality, cost and delivery. For supplier evaluation stage, author combine fuzzy set and analytical hierarchical process AHP method that allows uncertainty and vagueness due to human decision making and subjective criteria that are easy to be implemented. For order allocation stage, one of the multi objective mathematical programming MOMP , augmented constraint AUGMECON method is used to find Pareto optimal solutions in single product multiple supplier problems. AUGMECON can reduce computing loads due to sophisticated computing compared to other programming methods. The proposed model was tested with a case study at one of the tire manufacturing companies in Indonesia. Nine experts are required to assign importance weight to 9 criteria and 41 subcriteria of supplier evaluation. Order allocations result from four evaluated suppliers are x1 0, x2 10,000 MT, x3 4,000 MT, and x4 15,000 MT. Selected solution gives 0.16 of total cost lower than the existing order."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2018
T50256
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lina Rosliana
"Evaluasi kinerja sebuah perusahaan merupakan bagian dari program peningkatan kemampuan operasi sebuah perusahaan. Skripsi ini menggambarkan sebuah pendekatan konseptual untuk mengukur dan membandingkan produktivitas dari penggunaan sumber daya yang diberikan pihak kontraktor kepada subkontraktor yang bekerjas sama, dengan menggunakan serangkaian metode kuantitatif Data Envelopment Analysis (DEA). Evaluasi ini diterapkan untuk beberapa jenis pekerjaan spesifik subkontraktor dengan menggunakan perbandingan dari variabel input dan output yang telah memenuhi kriteria evaluasi. Model DEA yang digunakan dalam evaluasi ini menekankan pada pemaksimalkan perolehan output yang dihasilkan oleh subkontraktor, dengan kriteria variabel inputnya adalah biaya material, jam kerja dan jumlah pekerja. Sedangkan variabel output yang digunakan adalah pendapatan subkontraktor dan volume pekerjaan. Interaksi antara output dan input membentuk suatu model persamaan linear yang menghasilkan nilai efisiensi dari masing-masing Decision Making Unit (DMU). Nilai efisiensi diharapkan dapat membantu perusahaan dalam proses pengambilan keputusan guna mengoptimalkan kinerja subkontraktor serta sebagai program benchmarking DMU inefisien terhadap DMU yang efisien.

Company's performance evaluation is a part of operational improvement programm. This thesis describe a conceptual approach to measure and compare the productivity of resources utility which is given by the contactor, using a set of quantitative method known as Data Envelopment Analysis (DEA). This evaluation is adapted for various specific work of the subcontractor by comparing input and output variable that fill the evaluation's criterias. DEA managed to maximize subcontractor's expected output, which has material cost, work hour, and labor as input variable, and net revenue and job volume as output variable. the interaction between input and output forms a linear programming model that gain efficiency score from each Decision Making Unit (DMU). Efficiency score is hoped that it will help the company in decision making process to optimize subcontractor's performance and as a benchmarking program for the inefficient."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2007
S50255
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Guntur Pamungkas Bayu Aji
"Penelitian ini dilakukan untuk mengukur kinerja rantai pasok pada perusahaan alat kesehatan di Indonesia, Pengukuran kinerja rantai pasok perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi rantai pasok dari suatu perusahaan. Metode yang digunakan adalah Supply Chain Operations Reference (SCOR) sebagai kerangka pengukuran kinerja rantai pasok perusahaan. Perbaikan yang dilakukan pada penelitian ini berkaitan dengan permasalahan di lapangan produksi. Tingkat kepentingan atribut kinerja diukur berdasar pembobotan dengan kuesioner oleh beberapa expert. Terdapat 29 indikator kinerja yang diukur dan terbagi ke dalam atribut model SCOR untuk tiap level. Dari hasil pengukuran didapatkan kinerja rantai pasok perusahaan pada tahun 2019 sebesar 70,94% yang menunjukkan kinerja perusahaan berada pada kategori good dengan warna hijau. Setelah itu setiap indikator dipetakan ke dalam kuadran Importance Performance Analysis (IPA), untuk mendapatkan indikator yang memiliki Performance yang belum baik dan memilih Importance yang cukup besar untuk diperbaiki atau di tingkatkan. Dengan menggunakan kuadran IPA didapatkan 7 indikator pada rantai pasok perusahaan yang kinerjanya perlu ditingkatkan, maka dari itu diperlukan strategi untuk dapat memperbaiki kinerja tersebut. Dengan dibantu Analytical Hierarchy Process (AHP), didapatkan sepuluh strategi yang dapat membantu perusahaan untuk meningkatkan kinerja rantai pasok mereka.

This research was conducted to measure supply chain performance in medical device companies in Indonesia. Measurement of supply chain performance needs to be done to determine the condition of the supply chain of a company. The method used is the Supply Chain Operations Reference (SCOR) as a framework for measuring the company's supply chain performance. Improvements made in this study are related to problems in the production field. The importance of performance attributes is measured by weighting with a questionnaire by several experts. There are 29 performance indicators that are measured and divided into the attributes of the SCOR model for each level. From the measurement results, the company's supply chain performance in 2019 was 70.94% which showed the company's performance was in the good category with green color. After that, each indicator is mapped into the Importance Performance Analysis (IPA) quadrant, to get indicators that have poor performance and choose Importance that is large enough to be repaired or increased. By using the IPA quadrant, there are 7 indicators in the company's supply chain whose performance needs to be improved, therefore a strategy is needed to be able to improve this performance. With the help of the Analytical Hierarchy Process (AHP), ten strategies were obtained that can help companies improve their supply chain performance."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Shinta Juliastri
"Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kriteria kinerja supplier bahan baku yang ramah lingkungan sebagai mitra perusahaan dalam jangka panjang yang berkelanjutan dan menghitung nilai optimum jumlah bahan baku yang perlu dipesan dengan menyeimbangkan berbagai aspek manufaktur dan green supply chain management GSCM.
Penelitian ini melibatkan responden sebagai pengambil keputusan yang merupakan representasi dari perusahaan dengan instrumen pengambilan data yang dilakukan dengan dua fase yaitu in-depth interview dan penyebaran kuesioner tiga tahap. Dengan menggunakan Fuzzy Analytic Hierarchy Process F-AHP dan Goal Programming GP didapatkan bobot prioritas dan solusi optimal jumlah pembelian yang lebih akurat dan spesifik dengan mempertimbangkan ketidakjelasan dan ketidakpastian dalam masalah yang disebabkan oleh kurangnya informasi ataupun kesubjektivitasan oleh para pengambil keputusan.
Dari hasil perhitungan dengan F-AHP, didapatkan bahwa komitmen manajemen 28,57 adalah kriteria yang paling penting dalam pemilihan green supplier, di mana dampak lingkungan 26,48 dan kualitas 18,78 menempati peringkat setelahnya. Dan dari hasil perhitungan GP, didapatkan bahwa utilitas maksimum terjadi pada empat dari enam variabel yang ada yaitu kualitas yang baik, harga yang rendah, pengiriman yang handal, dan dampak lingkungan yang positif. Pada akhirnya, fokus perusahaan pada pemilihan green supplier dengan keempat kriteria ini sebaiknya dilakukan dan dipertahankan seoptimal mungkin demi terciptanya sinergi supply dan demand dalam upaya keberlangsungan bisnis jangka panjang dan memiliki keunggulan daya saing.

This study aims to determine the performance criteria in selecting environmentally friendly suppliers as strategic partners for a long term and sustainable alliance and to calculate an optimum quantity of raw materials need to be ordered by considering various aspects of manufacturing and green supply chain management GSCM.
The study involved decision makers as representatives of the case company by adopting a two phase survey approach, which interviews and three stage questionnaire survey were undertaken. By using Fuzzy Analytic Hierarchy Process F AHP and Goal Programming GP , priority weights and optimum solution of quantity order were obtained in a way more accurate and specific that considered the vagueness and uncertainty of the problems caused by either lack of information or subjective views by decision makers.
The result of the F AHP study lays on management commitment 28.57 as the most important criteria in selecting green suppliers, with the environmental impact 26.48 and quality 18.78 rank consecutively. From the calculation model of the GP, it was found that the maximum utility occurs on four out of six variables good quality, low cost, reliable delivery, and the positive environmental impact. At the end of the day, the company 39 s focus in selecting green suppliers to these four criteria should be performed and maintained as optimal as possible in order to deliver the synergies of supply and demand for business sustainability and competitive advantage.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2016
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lucky Astri Fitriana
"Penelitian ini menggunakan teknik analisis nonparametric Data Envelopment Analysis sebagai pengukuran kinerja perbankan di Indonesia. Dalam penelitian ini mengamati bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan menggunakan laporan keuangan periode 2009-2011. Metode ini membandingkan masing-masing efisiensi bank yang terdaftar di BEI. Penelitian sebelumnya mengukur efisiensi bank menggunakan teknik tradisional yaitu rasio keuangan sebagai ouput, tanpa memperhatikan input yang digunakan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hanya 27,58% bank yang terdaftar di IDX yang secara berturut-turut selama periode penelitian konsisten menjalankan perusahaan dengan efisien. Penelitian ini juga menemukan bahwa penggunaan DEA merupakan alternatif maupun melengkapi evaluasi kinerja, terutama pada perbankan.

This study applies non-parametric analytical technique, i.e. Data Envelopment Analysis (DEA) as performance measure of commercial banking in Indonesia. The study observes efficiency of bank listed in Indonesia Stock Exchange (IDX) by using suggested financial report for the period of 2009-2011. The approach and technique proposed set of empirical references by comparing operating efficiency for commercial bank listed in IDX. The study departs from previous studies on measure of bank performance through the use of traditional ratios for banking institutions as the output measure and without using input measures.
The study found that among commercial banks listed in IDX during 2009-2011 only 27,58% operates in efficient manner consistently. As such, the study reveals that the DEA analysis could be used as eitheralternative or complementary measure to conventional ratio analysis to evaluate organizational performance, particularly in banking organization."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2013
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>