Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 12292 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Baltimore: Johns Hopkins University Press, 1985
801.92 LIT
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
London: Methuen, 1987
801.92 DIS
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Holland, Norman Norwood
New York: Oxford Universiy Press, 1990
R 150.195 HOL h
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Erdinast-Vulcan, Daphna
"Contents :
Part one. Homesickness, borderlines, and contraband -- The architectonics of subjectivity -- The poetics of subjectivity -- The shattered mirror of modernity -- Part two. The exilic constellation -- Introduction -- The dead end of omniscience : reading Bakhtin with Bergson -- In the beginning was the body : reading Bakhtin with Merleau-Ponty -- From dialogics to trialogics : reading Bakhtin with LeÌ?vinas -- Coda : a home away from home."
California: Standford University, 2013
801.95 ERD b
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Wright, Elizabeth, 1926-2000
London: Routledge, 1984
801.95 WRI p (1)
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
McKernan, Susan
Sydney: Allen & Unwin, 1989
820.9 MCK q
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Depok: Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya, Lembaga Penelitian, Universitas Indonesia, 2000
801.92 PSI
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Depok: Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya, Lembaga Penelitian, Universitas Indonesia, 2003
801.92 PSI
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Ratu Fidela Hanadestia
"Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dan menganalisis teori Carl Jung yaitu arketipe mentor-mentee dalam proses individuasi diantara dua novel yaitu Demian karya Hermann Hesse dan Aristotle and Dante Discover the Secrets of the Universe karya Benjamin Alire S enz. Arketipe adalah suatu bentuk dari ketidaksadaran kolektif yang memiliki pengertian bahwa seluruh konsep, ide, dan ingatan itu bersifat universal dan telah diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Satu contoh dari arketipe oleh Jung ini ada didalam hubungan antara seorang mentor dan mentee yang bisa ditemukan di kehidupan sehari-hari kita ataupun didalam platform kreatif seperti film, musik, dan di penelitian ini khususnya dibidang sastra.
Dengan menggunakan psikoanalisis oleh Jung, jurnal ini bertujuan untuk mengurai cara kedua novel tersebut menggunakan arketipe mentor sebagai bantuan bagi muridnya untuk mencapai realisasi diri mereka, dan untuk mengetahui signifikansi peran mentor itu sendiri. Jurnal ini menggunakan analisis tekstual untuk membandingkan kedua buku tersebut. Selain itu, penulis menghubungkan konteks novel dengan arketipe untuk melihat pengaruhnya terhadap arketipe mentor mentee.

This research tries to compare and analyze Carl Jung's mentor-mentee archetype in the process of individuation in Hermann Hesse's Demian and Benjamin Alire S enz's Aristotle and Dante Discover the Secrets of the Universe. Archetype is a form of collective unconscious in which it means that every concept, idea, and memory is shared universally and has been passed from one generation to the next. One example of Jung's archetype exists in mentor and mentee's relationship, which can be found in our daily life and in creative platforms such as in film, music, and in this research specifically literature.
By using Jung's psychoanalysis, this journal aims to dissect the way both novels use Mentor Archetype as a succor for the pupil to come to their self-realization, and to figure out the significance of the mentor's role itself. Textual analysis is used for this journal to compare the two books. In addition, the author connects the context of the novel with the archetype to see how it influences the mentor-mentee archetype.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2018
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Lubis, Ichsan Andi
"Sebagai salah satu unsur yang membangun cerita pada karya sastra anak, tokoh melakukan berbagai tindakan. Sama halnya dengan manusia, motif tindakan tokoh dipengaruhi oleh aspek psikologis atau kejiwaannya, baik secara sadar, prasadar, maupun tidak sadar. Berkaitan dengan penelitian ini, peneliti memfokuskan bahasan terhadap motif tidak sadar tindakan melarikan diri tokoh Matara yang ada di dalam Mata dan Rahasia Pulau Gapi  atau MDRPG (2018) karya Okky Madasari. MDRPG menceritakan seorang tokoh bernama Matara yang berusaha menjaga benteng tua di Pulau Gapi. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan teori psikoanalisis Sigmund Freud, terutama id, ego, dan superego. Penelitian dilakukan untuk menelaah motif tidak sadar tindakan melarikan diri tokoh Matara. Sebagai kesimpulan, penelitian ini menghasilkan temuan motif tidak sadar kedua tindakan melarikan diri Matara yang dilatari oleh instansi psikis id, ego, dan superego. Motif tidak sadar tindakan melarikan diri pertama adalah adanya dorongan instansi psikis id untuk memenuhi kepuasan rasa senang pada diri Matara dengan cara memunculkan rasa kebosanan. Selain itu, ego mengaktifkan mekanisme pertahanan represi, pengalihan, dan fiksasi. Juga, superego menilai bahwa Matara mendapatkan hukuman (punishment) tanpa pernah mendapatkan penghargaan (reward) atas usaha-usaha yang dilakukannya. Sementara itu, motif tidak sadar melarikan diri kedua adalah id dan ego menilai bahwa eksistensi ayah memiliki peranan yang penting. Dalam hal itu, ego mengaktifkan juga mekanisme pertahanan represi dan pembentukan reaksi.

As one of the intrinsic element that builds stories in children's literature, the character takes various actions. As well as human, the motive of the character's actions are influenced by psychological aspects of preconscious, conscious, and unconscious. In this research, the researcher focuses the discussion on the unconscious psychological motive of Matara`s flee action in Okky Madasari`s Mata dan Rahasia Pulau Gapi or MDRPG (2018). MDRPG tells of a character named Matara who tried to protect the old fort on Gapi Island. This qualitative research uses the approach of Sigmund Freud's psychoanalysis theory, especially on the id, ego, and superego. The study was conducted to examine the unconscious psychological motive of the Matara`s flee action. As the conclusion, this research resulted the discovery of the unconscious motive of two Matara`s flee actions which were based on the id, ego, and superego. The unconscious motive of the first act was the encouragement of the psychic aspect of the id to fulfill the satisfaction of Matara`s pleasure by giving rise to a feeling of boredom. In addition, the ego activates the defense mechanisms of repression, displacement, and fixation. Also, the superego considered that Matara received punishment without ever being rewarded for her efforts. Meanwhile, the unconscious motive of the second act is the id and ego assesses that the existence of her father has an important role. In that case, the ego also activates the defense mechanism of repression and reaction formation."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2019
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>