Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 5546 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Jeanette Retnasanti Suwantara
Jakarta: Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional , 1990
363.96 JEA p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo-BKKBN, 2004
613.94 BUK
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, 2006
613.94 BUK
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
"Pelayanan kontrasepsi adalah pemberian atau pemasangan kontrasepsi maupun tindakan – tindakan lain yang berkaitan kontrasepsi kepada calon dan peserta Keluarga Berencana yang dilakukan dalam fasilitas pelayanan KB."
Jakarta: Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, 2021
613.94 BUK
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Azrul Azwar
"In order to further improve the quality of voluntary surgical contraception (VSC) services, since 1984, the VSC counseling services had been provided by the trained midwives, and then in the last five years, also by the trained nurses. The aim of study is to collect information regarding the roles of nurses in comparation to midwives in VSC services.
The method of data collection used was interview and observation towards 117 nurses and midwives who had been trained on VSC counseling technique in 1994. The result of study found our that the rotes of nurses in VSC services are as good as the midwives.
"
1997
JJKI-I-1-Jan1997-31
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Sri Mulyani
"Keberhasilan metode amenore laktasi yang merupakan metode kontrasepsi efektif wanita menyusui tergantung pada pemberian air susu ibu (ASI) secara eksklusif. Konseling postpartum diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan tentang metode kontrasepsi postpartum.
Tujuan penelitian ini untuk menilai hubungan konseling postpartum dan penerapan metode kontrasepsi amenore laktasi setelah mengendalikan pengaruh variabel paritas, status pekerjaan, dukungan petugas kesehatan, dan dukungan keluarga. Penelitian observasional ini menggunakan rancangan cross sectional dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitian adalah ibu yang mempunyai bayi usia 7 ? 12 bulan dan memberikan ASI eksklusif. Hubungan antara variabel penelitian dianalisis dengan regresi logistik multivariat dengan chi square, kekuatan hubungan dihitung dengan rasio prevalens dan 95% convidence interval odds ratio.
Ditemukan hubungan yang bermakna antara konseling postpartum dengan penerapan kontrasepsi metode amenore laktasi setelah mengontrol variabel paritas, status pekerjaan, dukungan petugas kesehatan, dan dukungan keluarga. Konseling tersebut berkontribusi sekitar 24% pada penerapan kontrasepsi metode amenore laktasi. Responden mendapatkan konseling dan dukungan petugas kesehatan tentang ASI eksklusif, tetapi kontrasepsi dengan metode amenore laktasi belum disampaikan.

Lactation amenorrheal method (LAM) is an effective contraception method for women that give exclusive breastfeeding. Postpartum counseling is important in order to improve knowledge about LAM as postpartum contraception method.
The objective of this research is to measure the relationship between postpartum counseling and lactation amenorrheal method after being controlled parity, work status, health care staff support, and family support. This observational research using cross sectional design with quantitative and qualitative approach. Subject of the study were mother who has 7 ? 12 months infant breasfeeded exclusively. Association among variables were analyzed using chi square, strength association was measured using prevalence ratio of 95% convidence interval odds ratio. Multivariate analysis used logistic regression technique.
The result of logistic regression analysis showed there was significant association between postpartum counseling and LAM contraception with the control of variables of parity, occupational status, health staff support and the family that contributed 24% in the implementation of LAM contraception. The result of indepth interview showed that postpartum mother got counseling and support from health staff about exsclusive breastfeeding and is not knowledge about LAM as postpartum contraception method.
"
Universitas Sebelas Maret Surakarta, Fakultas Kedokteran, Program Studi Diploma IV Kebidanan, 2012
PDF
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Perkumpulan Kontrasepsi mantap Indonesia, 1991
613.942 PAN
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta : Perkumpulan kontrasepsi mantap Indonesia, 1987
363.96 PAN
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Nadya Firdausi
"Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit gangguan metabolisme kronis yang meningkatkan kadar glukosa darah. DM disebabkan oleh kurangnya atau tidak adanya insulin yang diproduksi oleh pankreas, sehingga menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah dan perubahan metabolisme lemak dan protein. Jika tidak ditangani dengan baik, DM dapat menyebabkan komplikasi akut. Indonesia memiliki jumlah penderita diabetes tertinggi di Asia Tenggara. Prevalensi DM di Indonesia meningkat dari 6,9% pada 2013 menjadi 8,5% pada 2018, dengan provinsi DKI Jakarta memiliki prevalensi tertinggi. DKI Jakarta juga memiliki jumlah penderita DM tipe 2 terbanyak, dengan 300.422 penderita pada tahun 2021. Puskesmas DKI Jakarta menyediakan layanan kesehatan untuk penderita DM. Pelayanan kesehatan yang diberikan meliputi edukasi kesehatan, pelayanan nutrisi medis, terapi farmakologis, dan pemeriksaan laboratorium. Konseling dan edukasi kesehatan sangat penting dalam meningkatkan kepatuhan pasien DM. Konseling yang dilakukan oleh apoteker telah terbukti efektif dalam meningkatkan hasil kesehatan pasien DM. Maka dari itu, laporan ini bertujuan membuat formulir yang dapat digunakan sebagai panduan dalam pemberian materi konseling kepada pasien DM oleh apoteker Puskesmas Kecamatan Matraman. Materi panduan konseling dibuat dengan metode penelusuran data sekunder hasil penelitian yang telah dipublikasikan dalam 10 tahun terakhir dan membahas tentang DM beserta terapi farmakologinya. Kemudian, data diolah dengan meringkas data dan mengkaji obat yang tersedia di Puskesmas Kecamatan Matraman. Pada laporan ini formulir materi panduan konseling telah disusun untuk membantu apoteker Puskesmas Kecamatan Matraman dalam memberikan edukasi maupun konseling kepada pasien DM. Materi konseling disesuaikan dengan obat-obatan yang tersedia di Puskesmas, antara lain Metformin 500 mg, Glimepirid 2 mg, dan Glibenklamid 5 mg, serta tambahan informasi obat berupa insulin. Formulir panduan yang telah dibuat mengacu pada aspek-aspek tata laksana konseling American Society of Health-System Pharmacists (2020).
.

Diabetes Mellitus (DM) is a chronic metabolic disorder that increases blood glucose levels. DM is caused by a lack or absence of insulin produced by the pancreas, causing an increase in blood glucose levels and changes in fat and protein metabolism. If not treated properly, DM can cause acute complications. Indonesia has the highest number of diabetes patients in Southeast Asia. The prevalence of DM in Indonesia increased from 6.9% in 2013 to 8.5% in 2018, with DKI Jakarta province having the highest prevalence. DKI Jakarta also has the highest number of DM type 2 patients, with 300,422 patients in 2021. Puskesmas DKI Jakarta provides health services for DM patients. The health services provided include health education, medical nutrition services, pharmacological therapy, and laboratory examinations. Counseling and health education are very important in increasing DM patient compliance. Counseling carried out by pharmacists has been proven to be effective in improving the health outcomes of DM patients. Therefore, this report aims to create a form that can be used as a guide in providing counseling material to DM patients by Puskesmas Kecamatan Matraman pharmacists. The counseling guide material was created using a secondary data search method resulting from research that has been published in the last 10 years and discusses DM and its pharmacological therapy. Then, the data was processed by summarizing the data and reviewing the available drugs at the Puskesmas Kecamatan Matraman. In this report, a counseling guide material form has been prepared to assist Puskesmas Kecamatan Matraman pharmacists in providing education and counseling to DM patients. The counseling material is adapted to the medicines available at the Puskesmas, including Metformin 500 mg, Glimepiride 2 mg, and Glibenclamide 5 mg, as well as additional drug information in the form of insulin. The guide form that has been created refers to aspects of the counseling guidelines of the American Society of Health-System Pharmacists (2020).
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Eska Riyanti Kariman
"Tingkat pemakaian kontrasepsi pil di kalangan wanita PUS cukup tinggi, hal itu terlihat dari data pemakaian kontrasepsi pil hasil SDKI 2002103 sebesar 13,2 % . Tingginya prevalensi pemakaian kontrasepsi pil tersebut tidak dibarengi dengan tingginya tingkat kelangsungan pemakaian, hasil SDKI 1997 tercatat 34 % pemakai pit tidak menggunakan lagi setelah sate tahun_ Angka putus pakai (drop out) pil ini merupakan yang kedua tertinggi setelah kondom. Tingkat kelangsungan pemakaian kontrasepsi pil arnat dipengaruhi oleh kedisiplinan dan kepatuhan akseptor dalam memakainya. Hal tersebut dimungkinkan bila akseptor memiliki pengetahuan dan informasi yang cukup yang dapat diperoleh melalui konseling yang dilakukan oleh petugas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konseling kontrasepsi dengan tingkat kelangsungan pemakaian kontrasepsi pil. Data yang digunakan adalah data sekunder SDKI 2002103. Disain penelitian adalah crossectional dengan kajian statistik analisis survival.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat kelangsungan pemakaian kontrasepsi pil adalah 31 bulan dengan median survivalnya 37 bulan. Probabilitas kelangsungan pemakaian kontrasepsi pil setelah bulan ke-12 adalah 62 % dan probabilitas kelangsungan setelah bulan ke-60 adalah 31 %. Probabilitas kelangsungan pernakaian kontrasepsi pil setelah bulan ke-12 pads kelompok yang mendapat konseling kontrasepsi adalah 66%, sedangkan pada kelompok yang tidak mendapatkan konseling kontrasepsi 56 %. Risiko untuk putus pada akseptor pil yang tidak mendapatkan konseling adalah 1.6 kali bila bertempat tinggal dikota dan 1.5 kali bila tinggal didesa. Risiko untuk putus pada akseptor pil yang tidak konseling adalah 1.6 kali bila tidak ada efek camping dan menjadi 2 kali bila ada efek samping.
Tingginya risiko putus pemakaian kontrasepsi pil di wilayah perkotaan perlu mendapatkan perhatian dari pengelola program Keluarga Berencana. Dugaan sementara hal ini dijumpai didaerah kota pinggiran atau daerah kumuh, untuk itu kegiatan konseling kontrasepsi yang lebih intensif terkait dengan akseptor di daerah tersebut hares ditingkatkan misalnya melalui kunjungan petugas yang lebih sering ke rumah diharapkan dapat menurunkan risiko putus pakai. Kegiatan konseling pada prinsipnya dilakukan untuk mengurangi kekhawatiran akseptor akan efek sarnping yang ditimbulkan kontrasepsi selama pemakaiannya.

Prevalence of pill contraception used among reproductive woman are high, it can seen at SDKI 2002/03 which is about 13,2 %. This height prevalence is not followed with the-continuity rate, only 34 % of women still used pill contraception within 12th month recorded in SDKI 1997. This rate as highest secondly after condom. The pill contraception continuity rate is influenced by discipline and compliance of acceptor in using it.That things is possible when acceptor have enough knowledge and information about contraception usage which they can get it from councelling by family planning officer.
This study is aimed to gain information on relationship of contraception counselling with the period of time pills uses. This study uses secondary data SDKI 2002/03. Study design used is crossectional with statistical survival analysis.
The result study shows that mean of pill contraception continuity rate are 31 month with median survival are 37 month. The Probabilities of pills continuity rate after 12th month are 62 percent and probabilities of pills continuity rate after 60th month are 31 percents. Probabilities of pills continuity rate after 12'h month in whom that receive counsellings are 66 percents, men while the group whom that not receive counselling only 56 percent. The risk of drop out among the pills acceptbr whom that not receive counsellings are 1,6 times if they lives at the city and 1,5 times if they lives at the village. The risk of drop out pills among acceptor whom that not receive counsellings are 1,6 times if they not have side effect and it can be 2 times if they have side effects.
The height risk of drop out pills among acceptors in urban region need to get more attentions from the organizer of family planning program. Momentary, assumption whereas this matter is met in marginal town area or slum region, for that more intensive program of counselling contraception related to acceptor in the are, for example more regular follow up to the acceptors whom lives at this area and had side effect. The principle of counseling is to lessen the worried feeling of the acceptor with the side effects generated by contraception during its usage.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2006
T19128
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>