Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 180400 dokumen yang sesuai dengan query
cover
cover
Delima Titik Septiani
"ABSTRAK
Iklan merupakan salah satu alat promosi dimana produsen dapat
mempromosikan mengenai produknya dengan harapan agar konsumen
berkeinginan untuk mengkonsumsi produk yang ditawarkan. Efektif tidaknya
suatu iklan tergantung keberhasilan iklan dalam menyampaikan pesan hingga
sampai pada target sasaran yang dituju. Dalam menyampaikan pesan pada iklan
televisi, salah satu daya tarik yang dapat digunakan adalah daya tarik humor.
Beragam pendapat yang dikemukakan mengenai dampak penggunaan daya
tarik humor terhadap efektivitas iklan televisi. Telah banyak ahli yang
membuktikan akan manfaat yang didapat dari iklan humor. Namun, tak sedikit
pula ahli lain yang berpendapat mengenai efek negatif yang ditimbulkan dari
iklan humor. Adanya dilema ini membuat peneliti tertarik untuk mengetahui
dampak penggunaan daya tarik humor terhadap efektivitas iklan dan sikap
konsumen terhadap iklan televisi. Efektivitas iklan yang akan diukur dalam
penelitian ini berhubungan dengan tahap pemrosesan informasi kognitif yaitu
tahap attention dan comprehension. Sedangkan untuk komponen non kognitif,
peneliti akan mengukur sikap konsumen terhadap iklan televisi. Dalam penelitian
ini akan dilakukan eksperimen terhadap sejumlah mahasiswa yang mana masih
termasuk dalam kelompok remaja atau kawula muda. Dipilih kelompok ini karena
mereka merupakan pasar yang potensial bagi produsen dan termasuk usia
dimana mulai terbentuk pola konsumsi seseorang. Alat ukur yang digunakan
untuk mengukur tingkat perhatian dan pemahaman adalah brand recall test
dimana mereka akan diminta untuk menyebutkan nama merek, jenis produk,
slogan dan menjelaskan maksud dari pesan yang disampaikan. Sebagai data
tambahan mereka juga diminta untuk menyebutkan iklan mana yang paling
menarik perhatian dan paling mudah dipahami. Untuk mengukur sikap mereka
terhadap tayangan iklan televisi tersebut maka digunakan skala Likert.
Pengolahan data menggunakan perhitungan statistik perbandingan rata-rata
(compane means) dari subyek yang sama terhadap variasi IV yang berbeda
(iklan humor dan non humor). Hasil perhitungan t-test yang dilakukan pada iklan
humor dan non humor berdasarkan kategori peneliti, ditemukan perbedaan yang
tidak signifikan. Ini berarti penggunaan daya tarik humor pada iklan televisi tidak
lebih efektif dibandingkan iklan non humor. Namun berdasarkan kategori
jawaban subyek mengenai iklan humor dan non humor ditemukan bahwa
penggunaan daya tarik humor dalam iklan televisi terbukti lebih efektif dalam menarik perhatian dan pemahaman pesan iklan dibandingkan iklan non humor.
Dari data tambahan juga diperoleh gambaran bahwa iklan yang menggunakan
daya tarik humor lebih menarik perhatian atau mudah diingat iklannya
dibandingkan iklan non humor. Hanya saja ingatan konsumen terhadap iklan
humor tidak sejalan dengan ingatan akan nama merek yang ditampilkan. Untuk
iklan yang paling mudah dipahami, mayoritas responden juga menyebutkan iklan
dengan daya tarik humor. Maka, dari hasil yang didapat pada penelitian ini
menunjukkan bahwa penggunaan daya tarik humor dalam iklan televisi memiliki
efektivitas yang lebih baik pada perhatian dan pemahaman pesan pada
mahasiswa dibandingkan iklan non humor. Sehingga penggunaan daya tarik
humor ini dapat dijadikan alternatif bagi para pembuat iklan dengan pangsa
pasar kawula muda."
2004
S3417
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rika Yuni Lestari
"In technology market, a brand name represents functional value, pleasure value, and symbolic values as a reflection of buyer's self-image; prices measure its monetary value; country-of-origin image address the producer's competences. The whole of those makes a product easier to 'read'. To explore the effect of brand credibility and country-of-origin image on consumer price sensitivity, four brands of notebook 'Toshiba, Acer, MacBook Apple, and Zyrex- were compared. The research used survey method. The subjects were students of 10 faculties in University of Indonesia Depok. The research also required the subjects to have the original products of particular brand 'not second-hand products and/or not black-markets goods- to make sure the validity of answers about the brands.
Data from survey research conducted were analyzed by using multipleregression method and One-Way Anova method. Before conducted the analysis, it measured the reliability and validity to indicate each variable constructs. And then model structure was tested by multiple-regression method. The examination showed relationship among some the indicators in a variable. Examination to determine individual relation strength and also various tested hypothesis. To measure the difference among the brands, the research also conducted One-Way Anova test to know the variance analysis in the population area. Bonferroni test also used to find out which brand(s) differ from another.
The research indicated the following results: (1) there was impact from brand credibility on consumer price sensitivity in positive-linier directions, which expertise dimension was the most dominant factor of this. It showed that high brand credibility increase consumer price sensitivity. This might happened because of Indonesian consumers mostly are price-seeker and tend to be valueoriented consumers, (2) There was positive influence significant between country-of-origin image and consumer price sensitivity, (3) There were differences among consumers of four brands 'Toshiba, Acer, MacBook Apple, and Zyrex- for its brand credibility, (4) MacBook Apple obtained the highest brand credibility among others considering trustworthiness and expertise dimensions, (5) There were differences of country-of-origin among each brands, (6) There were differences of consumer price sensitivity among each brands.
The implications of this research were: (1) considering the unique characteristic of Indonesia's consumers, value-oriented consumers, it was suggested that companies started to apply the value-pricing strategy to gain bigger market share and to emphasize sales, (2) brand-naming strategy also can help to increase sales by mentioning the home-country or put the 'made-in' label on products. For Indonesian's products, in the purpose to survive or even win the competition in the industry, companies may considered to give a foreign brand-name to attract consumer's attention and achieve a better product-image."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2008
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Ambadar, Zara
DepokR : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 1993,
R 378.598 Fak
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Indrawan
"Persaingan yang ketat antar perusahaan dalam melayani pasar durable products di Indonesia membuat perolehan market share merek asli durable products Indonesia masih rendah. Untuk pasar notebook sendiri, Zyrex sebagai merek asli Indonesia tidak dapat mengalahkan merek luar seperti Acer, Toshiba, dan Asus.
Skripsi ini bertujuan untuk menganalisis preferensi konsumen untuk pengembangan produk notebook di Indonesia dengan menggunakan conjoint analysis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat empat faktor yang paling menentukan preferensi konsumen terhadap notebook yaitu merek, kapasitas memori , ukuran layar, dan kapasitas harddisk. Dengan memfokuskan pengembangan produk notebook pada empat faktor ini, Zyrex dapat meningkatkan market share sebesar 6,7%.

The intense competition among firms in serving durable products market in Indonesia makes market share of Indonesia durable products brand is still small. For the notebook market itself, Zyrex as the Indonesia brand can not defeat international brand like Acer, Toshiba, and ASUS.
This thesis aims to analyze consumer preferences for development of notebook in Indonesia by using conjoint analysis. Result indicates that there are four most determined factors in consumer preferences for the notebook product which are brand, memory capacity, size, and harddisk capacity. By focusing this factors in new product development, Zyrex can increase market share of 6.7%.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S43279
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Grasia Veranita
"Sebuah merek mewakili nilai fungsional, nilai kesenangan, nilai simbolik yang merefleksikan karakter dari seorang pembeli, citra negara asal yang memperlihatkan kecakapan produsennya. Itu semua membuat sebuah produk mudah "terbaca".
Untuk dapat menyelediki pengaruh dari citra negara asal pada persepsi kualitas konsumen, maka keempat merek notebook-Acer, Toshiba, MacBook Apple dan Zyrex dibandingkan. Responden penelitian ini adalah yang memiliki notebook yang asli dan bukan barang bekas atau barang ilegal karena dianggap tidak dapat mewakili kondisi asli produk. Pertanyaan penelitian ini adalah: (1) Adakah pengaruh citra negara asal terhadap persepsi kualitas konsumen?, (2) Apakah terdapat perbedaan citra negara tempat asal merek notebook pada masing-masing merek?, (3) Apakah terdapat perbedaan persepsi kualitas pada masing-masing merek produk notebook?.
Penelitian ini menggunaakan metode survei. Kemudian struktur model dilakukan dengan menggunakan regresi sederhana. Untuk memastikan perbedaan masingmasing merek, dalam penelitian ini juga dilakukan uji One Way Anova untuk mengetahui perbedaan analisis dalam populasi. Bonferroni juga digunakan untuk melihat lebih jauh merek mana yang berbeda dari merek yang lain.
Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) terdapat pengaruh citra negara asal terhadap persepsi kualitas konsumen dalam korelasi positif yang searah. Hal ini menunjukkan sebuah citra negara asal yang tinggi akan meningkatkan persepsi kualitas konsumen.. (2) terdapat perbedaan citra negara tempat asal merek notebook pada masing-masing merek. (3) terdapat perbedaan persepsi kualitas pada masing-masing merek produk notebook.
Implikasi penelitian ini adalah penggunaan strategi penamaan merek dapat membantu untuk meningkatkan penjualan dengan menyebutkan asal negara atau meletakkan label ?made-in? produk. Untuk produk Indonesia yang bertujuan untuk memenangkan persaingan industri dapat memberikan nama asing untuk dapat menarik perhatian konsumen dan mencapai citra produk yang lebih baik.

In tegnology market, a brand name play the important role in consumer?s purchase decision, so is country of origin. A brand name represent functional value, pleasure value and symbolic values as a reflection of buyers?s self image; country of origin image address the producer?s competences. The whole of those makes a product easier to "read".
To explore the effect of country of origin on perceived quality consumen, four brands of notebook-Acer, Toshiba, MacBook Apple and Zyrex are compared. The research used survey method with subjects to have the original products of particular brand-not second hand products and/or not black market goods-to make sure the validity of answers about the brands. These research questions is: (1) is there impact from country of origin on consumer perceived quality?, (2) are there differences of country of origin among each brands?, (3) are there differences of perceived quality among each brands?.
These reseach use survey method. Model structure will be tested by singleregression. To measure the difference among the brands, the research also conducted One Way Anova test to know the variance analysis in the population area. Bonferroni also used to find out which brand(s) differ from other.
Based on research question, the research indicates the following result: (1) there is impact from country of origin image on consumer perceived quality in positive linear direction. It showed that high country of origin image increase consumer perceived quality. (2) there are differences of country of origin image among each brands. (3) there are differences of country of origin of consumer perceived quality among each brands.
The implication from the result reseach is brand-naming strategy can help to increase sales by mentioning in the home-country or put the ?made-in? label on products. For Indonesian?s products in the purpose to survive or even win the competiton in industry companies may considered to give foreign brand name to attract consumer?s attention and achieve a better product image."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2009
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Eky Kusnul Yakin
"Penelitian terhadap kecurangan akademis yang dikaitkan dengan moral belum pernah dilakukan oleh satupun mahasiswa tingkat akhir Fakultas Psikologi Universitas Indonesia yang ingin menyelesaikan tugas akhirnya. Secara teoritis, moral adalah salah satu faktor internal yang secara signifikan mempengaruhi kecurangan akademis. Sekalipun sederhana, konsep moral sangat sulit untuk diteliti secara empiris. Kebanyakan orang akan menghindari penilaian "melawan moral." Penelitian ini merupakan upaya untuk mengisi kekosongan di atas dan diharapkan menjadi pendahuluan bagi penelitian sejenis yang lebih tajam terhadap hubungan di antara moral dan kecurangan akademis. Sejumlah topik tentang moral misalnya adalah penilaian moral (moral judgment), sikap moral (moral attitudes) nilai moral (moral values), kemunafikan moral (moral hypocr/sy), dan mekanisme pelepasan standar moral (moral d/sengogement mechanisms). Dalam penelitian ini sejumlah teori moral yang berbeda digunakan menjadi sebuah bangunan teori yang bersifat komplementer, dan berupaya mengungkapkan kemungkinan adanya hubungan positif antara sikap moral permisif dengan kecurangan akademis.. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan dua skala pengukuran yang secara khusus didisain untuk penelitian ini. Pengambilan sampel dilakukan secara nort probabilitas dengan teknik insidental. Semua data diolah dengan menggunakan SPSS 10 far Windows.
Dari hasil akhir penelitian diperoleh kesimpulan adanya hubungan yang kuat antara sikap moral permisif dan kecurangan akademis. Koefisien korelasi dengan menggunakan Pearson's Product A^oment adalah sebesar 0,43 pada level signifikansi di bawah 1% (0,01). Sebagai pembanding, dengan menggunakan Spearman's Rho diperoleh koefisien sebesar 0,326 dengan level signifikansi yang sama. Dengan demikian tidak ada keraguan untuk menerima hipotesis alternatif dan menolak hipotesis nol.
Sedangkan temuan tambahan dengan menggunakan uji t diperoleh kesimpulan bahwa nilai rata-rata dari kelompok jenis kelamin laki-laki dan perempuan terdapat perbedaan yang berarti dalam keduanya; kecurangan akademis dan sikap moral permisif. Toleransi mahaslswa laki-laki terhadap isu-isu moral yang diperdebatkan lebih tinggi dari mahasiswa perempuan dengan level signifikansi kurang dari 0,01 (0,00). Dan kecurangan akademis pada mahasiswa laki-laki juga lebih tinggi dari mahasiswa perempuan dengan level signifikansi kurang dari 0,05 (0,02).
Maka tingginya kecenderungan sikap moral permisif akan diikuti oleh tingginya intensitas kecurangan akademis. Dan sebaliknya, rendahnya kecenderungan pada sikap moral permisif akan diikuti pula oleh rendahnya intensitas untuk melakukan kecurangan akademis.
Sejumlah saran untuk penelitian lebih lanjut antara lain adalah melakukan uji validitas dan reliabilitas dengan menggunakan kriteria eksternal terhadap kedua skala yang digunakan dalam penelitian ini, penajaman pada salah satu teori moral kontemporer {Moral Hypocrisy dan Moral Diserigagement Mechar^isms), melakukan penelitian atas sejumlah modal-modal intervensi yang disebutkan secara lebih rinci dalam bab saran guna mereduksi fenomena kecurangan akademis."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2001
S2783
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lukman S. Sriamin
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 1977
S2217
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Depok: Ilmu Perpustakaan Universitas Indonesia, 2017
P 378 ABS
UI - Publikasi  Universitas Indonesia Library
cover
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia,
150 PER
Majalah, Jurnal, Buletin  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>