Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 127393 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Anggrainy Kesuma D.
"ABSTRAK
Sebagai suatu negara yang berbentuk kepulauan, Indonesia memerlukan suatu sarana perhubungan, Kapal merupakan salah satu alternatif sarana perhubungan yang banyak digunakan didalam berbagai kegiatan pengangkutan. Tingginya tingkat resiko yang dihadapi oleh setiap kapal menyebabkan kapal perlu diasuransikan agar berbagai resiko yang mungkin akan terjadi dapat diatasi. PT. Tugu Pratama Indonesia sebagai perusahaan asuransi kerugian terbesar di Indonesia merupakan salah satu perusahaan yang menutup asuransi rangka kapal sebagai salah Sebagai pihak insurer (penanggung), maka PT. Tugu Pratama Indonesia tidak terlepas dari kegiatan satu kegiatannya. reasuransi atau measuransikan kembali. Kegiatan reasuransi ini pada dasarnya digunakan agar pihak insurer dapat menerima atau menutup bisnis asuransi dalam jumlah yang lebih besar serta menjaga stabilitas keuangan perusahaan apabila terjadi klaim (tuntutan ganti kerugian) dari pihak insured (tertanggung). Berdasarkan pada teori, maka program reasuransi terdiri dari Non-proporsional dan Proporsional, penerapannya, tidak seluruh program reasuransi digunakan pada suatu jenis asuransi, tetapi terdapat penentuan program yang dianggap paling sesuai untuk suatu jenis asuransi. Di dalam Dengan demikian, penulis tertarik untuk menelaah program reasuransi, khususnya reasuransi rangka kapal yang dibuat oleh PT. Tugu Pratama Indonesia. Telaah tersebut difokuskan pada penerapan program reasuransi rangka kapal berdasarkan pada ketetapan reasuransi yang telah dibuat oleh Divisi Reasuransi PT. Tugu Pratama Indonesia. Pelaksanaan kegiatan reasuransi ini haruslah dijalankan secara efisien dan efektif. Efisiensi yang telah diterapkan oleh PT. Tugu Pratama Indonesia didalam kegiatannya, khususnya kegiatan reasuransi serta efektifitas di dalam program reasuransi memberikan hasil akhir yang memuaskan pada perusahaan."
1990
S9031
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 1991
S9078
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Andika Maulana Sya`ban
"Konsep akuntansi pertanggung jawaban adalah suatu konsep yang dikenal dalam akuntansi manajemen. akuntansi pertanggung jawaban dijadikan sebagai dasar bagi PT. Tugu Reasuransi Indonesia untuk menyusun anggaran bagi kegiatan operasinya. Baik akuntansi pertanggung jawaban dengan proses penyusunan anggaran tersebut terjalin suatu hubungan yang saling berpengaruh. Anggaran membutuhkan penerapan akuntansi pertanggung jawaban yang efektif agar dapat berjalan dengan baik. Di lain hal, akuntansi pertanggung jawaban membutuhkan anggaran sebagai salah satu unsur pendukung bagi efektifitas pengaplikasiannya.
Penelitian yang dilakukan pada PT. Tugu Reasuransi Indonesia bertujuan untuk melihat pengaruh akuntansi pertanggung jawaban dalam anggaran perusahaan serta mengetahui kelayakan anggaran yang dibuat oleh Perusahaan sebagai standar untuk mengukur kinerja. Penelitian dilakukan penulis dengan melakukan pengamatan pada PT. Tugu Reasuransi Indonesia, yang merupakan salah satu perusahaan reasuransi sebagai suatu studi kasus. Penelitian dilakukan pada proses perencanaan hingga proses pelaksanaan anggaran.
Dari penelitian yang dilakukan, hasil yang didapat menunjukkan bahwa adanya keterkaitan antara keduanya. Proses penyusunan anggaran di PT. Tugu Reasuransi Indonesia dilakukan dengan seksama dan penuh pertimbangan, cukup sesuai dengan konsep akuntansi pertangggung jawaban. Meskipun penerapan akuntansi pertanggung jawaban tidak sepenuhnya diterapkan, dari sisi investasi, peranan direksi dan pusat pertanggung jawaban yang masih perlu dibenahi dan diperbaiki.
Kesimpulan dari penelitian ini, penerapan konsep akuntansi pertanggung jawaban di PT. Tugu Reasuransi Indonesia telah berjalan cukup efektif. Struktur organisasi dan kebijakan-kebijakan perusahaan yang mendukung pelaksanaan akuntansi pertanggung jawaban perlu untuk dievaluasi untuk mengantisipasi kemungkinan timbulnya penyimpangan antara teori dengan praktek yang terjadi. Akuntansi pertanggung jawaban.

The concept of responsibility accounting is a concept known in management accounting. Responsibility accounting serves as the basis for the PT. Tugu Reasuransi Indonesia to prepare a budget for its operations. Both responsibility accounting and budgeting process is established a relationship of mutual influence. The budgeting process requires the application of effective responsibility accounting in order to run properly. On the other hand, responsibility accounting requires the budget as a supporting element for the effectiveness of its application.
Research that has been done in PT. Tugu Reasuransi Indonesia aims to see the effect of responsibility accounting in the budget accounting firms as well as determine the feasibility of the budget made by the company as a standard to measure performance. PT. Tugu Reasuransi Indonesia is one of Reinsurance Company in Indonesia. The study was conducted from the budget planning process until the budget execution process.
Results show that there is a correlation between Budgeting process and responsibility accounting in PT. Tugu Reasuransi Indonesia, both of the elements done carefully and thoughtfully, fairly in accordance with concept of responsibility accounting. Although the application of responsibility accounting is not fully implemented, in terms of investment, the directors and responsibility center that still needs to be fixed and corrected.
The conclusion of this study, the application of responsibility accounting in PT. Tugu Reasuransi Indonesia has been running quite effective. Organizational structures and policies that support the implementation of responsibility accounting need to be evaluated to anticipate the possibility of a deviation between theory and practice occurs.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Shafaat Andika Ramly
"Asuransi pengangkutan barang melalui laut memegang peranan penting dalam perekonomian suatu negara karena jenis asuransi tersebut memberi proteksi atau jaminan pada barang-barang yang diangkut melalui laut yaitu terhadap risiko dan bahaya laut yang selalu mengancam.
Di Indonesia perkembangan asuransi pengangkutan barang melalui laut cukup pesat yaitu dapat dilihat dari premi bruto yang semakin meningkat dari tahun ke tahun Perkembangan jenis asuransi tersebut antara lain karena kapasitas terbesar pengangkutan barang antara pulau/negara dilakukan melalui laut dan telah ditetapkannya polis asuransi pengangkutan barang melalui laut sebagai salah satu syarat dalam pemasukan barang dari satu negara ke negara lainnya.
Dalam rangka proses underwritmg dan penyelesaian klaim asuransi pengangkutan barang melalui laut penulis mengambil obyek studi pada PT Tugu Pratama Indonesia sebagai salah satu perusahaan asuransi kerugian terbesar di Indonesia di mana penutupan asuransi terbesarnya adalah terhadap kekayaan/harta benda milik Pertamina serta kepentingan lain yang mendukungnya.
Tugas dan fungsi bagian underwntmg yang merupakan suatu proses dilaksanakan untuk menciptakan bisnis-bisnis yang aman dan menguntungkan bagi perusahaan asuransi.
Proses underwriting tersebut meliputi seleksi
atas risiko klasifikasi risiko dan penentuan tarip premi, pembuatan polis dan penetapan retensi/reasuransi Dalam praktek bagian underwriting asuransi pengangkutan barang melalui laut pada PT Tugu Pratama Indonesia melaksanakan sepenuhnya proses underwriting tersebut di maha pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan pasar dan kondisi perusahaan.
Proses penyelesaian klaim yang dilaksanakan oleh bagian klaim merupakan suatu proses penyelidikan eva¬luasi dan pencapaian persetujuan dengan tertanggung yang mengalami kerugian Adapun tujuannya adalah agar klaim dapat dibayar dengan cepat dan adil Tugas-tugas bagian klaim pada dasarnya adalah untuk menentukan apakah klaim yang diajukan tertanggung memenuhi syarat untuk dibayar (eligible for claim settlement) menentukan besarnya klaim (eytend of claim) dan membayar klaim (payment of of claim) tersebut Jika penyebab kerugian adalah pihak ketiga maka bagian klaim harus menuntut pula kepada pihak yang bersangkutan (sehubungan dengan hak subrogasi perusahaan asuransi).
Pada PT Tugu Pratama Indonesia penyelesaian klaim tidak sepenuhnya dilakukan oleh bagian klaim tetapi untuk klaim-klaim yang besar maka penyelidikan ke lokasi serta perhitungan klaim dilakukan oleh Loss Adjuster Independen Sedangkan tuntutan kepada pihak ketiga yang menyebabkan kerugian (hak subrogasi) dapat dilaksanakan oleh Recovery Agent
Dalam proses underwritmg dan penyelesaian klaim asuransi pengangkutan barang melalui laut pada PT Tugu Pratama Indonesia, terdapat beberapa masalah yang dapat mengganggu kelancarannya Masalah tersebut umumnya datang dari tertanggung yaitu disebabkan kurang pahamnya tertanggung/calon tertanggung mengenai penutupan asuransi tersebut secara keseluruhan Sehingga saran yang dapat diberikan antara lam agar PT Tugu Pratama Indonesia segera menggunakan cara-cara penerangan yang lebih efektif dan intensif.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 1987
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Adrian Mulyawan
"Magang laporan dan studi kasus ini didasarkan pada teori sebelumnya dan penelitian tentang manajemen sumber daya manusia strategis untuk mengidentifikasi hubungan penting dari strategi perusahaan dan manajemen sumber daya manusia Dalam laporan magang ini penulis mengevaluasi pelaksanaan HRM strategis di PT Tugu Reasuransi Indonesia Metode yang digunakan dalam apakah perusahaan memperoleh keuntungan kompetitif adalah dengan pengujian adalah proses yang dilaksanakan oleh manajemen konsisten dengan pandangan berbasis sumber daya strategi RBV Hal ini dilakukan dengan melakukan desain penelitian kualitatif wawancara dengan rekan rekan dan manajemen perusahaan dan menggunakan data sekunder Kata Kunci Manajemen sumber daya manusia strategis keunggulan kompetitif pandangan berbasis sumber daya.

This Internship report and case study builds on previous theory and research on strategic human resource management to identify the important linkage of firm's strategy and its human resources management. In this internship report, the author evaluates the implementation of strategic HRM in PT. Tugu Reasuransi Indonesia. The method that is used in whether the company gained any competitive advantage is by testing is the process implemented by management consistent with resource-based view of strategy (RBV). This is done by conducting qualitative research design, interview with peers and management of the company, and using secondary data.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Maisaroh
"Dalam praktek perbankan hampir dapat dikatakan bahwa jaminan merupakan suatu syarat pokok untuk mendapatkan kredit Bank, meskipun dilain pihak terdapat kebijaksanaan tersendiri (dari pemerintah) terhadap pengusaha golongan ekonomi lemah dan masyarakat golongan ekonomi lemah yang ada di desa-desa, maka di sini .tidak selamanya diperlukan jaminan. Namun dal am hal pemberian rtedit pada batas-batas tertentu , jaminan ini sangat penting arti dan peranannya bagi pihak Bank. Yaitu sebagai suatu jaminan bahwa kredit yang diberikannya itu akan dikembalikan.
Pada skripsi ini, yang dimaksud dengan jaminan adalah jaminan atas be nda-benda tetap, yang dalam praktek perbankan dikenal dengan jaminan hipotik. Setiap pengikatan kredit dengan jaminan hipotik ini biasanya ada suatu ketentuan dari pihak Bank bahwa jaminan tersebut diasuransikan pula pada suatu perusahaan asuransi. Untuk itu ada suatu klausula khusus sebagai penghubung antara pihak Bank dengan pihak asuransi, yang disebut dengan Banker's Clause. Disamping itu ada pula ketentuan penting, yang menyatakan bahwa jaminan. hipotik itu dilarang untuk dipindah tangankan. pada pihak lain. Padahal menurut ketent uan dasar (asas-asas ) hipotik jaminan hipotik dapat dipindah tangankan ataupun dibebankan berkali-kali (tingkatan-tingkatan hipotik). Klausula semacam ini tercantum di dalam Surat Kuasa Memasang Hipotik (SKMH) dan Akte Hipotik-nya.
Sehubungan dengan ketentuan tersebut di atas, yang sering terjadi dalam prkatek ada lah claim asuransi kebakaran atas jaminan hipotik tersebut. Ternyata masalah yang sering timbul adalah keadaan Under Insurance (pertanggungan di bawah harga), yang mana jika terjadi demikian pihak asurarsi akan kerugiannya berdasarkan kondisi prorata, dengan mempertimbangkan pula jumah pinjaman sitertanggung pada pihak Bank . Apakah da lam praktek kondisi prorata (berdasarkan penilaian dari adjuster) itu benar-benar diterapkan tanpa adanya kebijaksanaan dari pihak asuransi, ini akan penu lis bahas pada Bab-IV dalam bentuk kasus."
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 1992
S20312
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mohammad Wasisto
"ABSTRAK
Keberadaan kapal di Indonesia sangat diperlukan untuk mempersatukan kegiatan antarpulau dan sebagai sarana kegiatan ekspor non-migas. Kapal-kapal dalam kegiatannya diancam oleh banyak risiko, oleh karena itu keberadaan kapal harus dilindungi oleh asuransi rangka kapal. Di Indonesia saat ini banyak terdapat kapal-kapal berusia tua yang apabila dipandang dari sisi perusahaan asuransi maupun reasuransi, akan menyulitkan proses analisa risiko dalam kegiatan underwritingnya. Hal ini akan lebih terasa apabila perusahaan reasuransi yang dimaksud adalah perusahaan reasuransi profesional, yang mana tidak dapat menutup pertanggungan dari tertanggung langsung tetapi -melalui ceding company. Dan masalah ini akan lebih bertambah penting, sebab dalam perkembangannya tidak sedikit ceding company yang hanya lebih mementingkan kuantitas dari pada kualitas risikonya. Dalam skripsi dengan metode yang bersifat studi kasus pada PT. Tugu Jasatarna penulis tertarik untuk perusahaan rasuransi profesional menganalisa risiko terhadap kapal-kapal yang direasuransikan oleh ceding company dalam proses reunderwriting, pada perjanjian penelitian deskriptif Reasuransi Indonesia ini, melihat bagaimana reasuransi secara treaty (otomatis). Penulis juga tertarik untuk melihat bagaimana penerapan program retrosesi rangka kapalnya serta keterkaitannya dengan kegiatan reunderwriting. Kegiatan analisa risiko reasuransi rangka kapal di PT. Tugu Jasatarna Reasuransi Indonesia sangat dipengaruhi oleh kebijaksanaan underwritingnya, karena tidak semua pospos bisnis yang ditawarkan akan menguntungkan dan tidak semua pertanggungan yang baik akan diberikan kepada perusahaan. Salah satu faktor paling dominan yang mempengaruhi underwriting adalah kredibilitas dari ceding company. Hal ini akan tampak ketika PT. Tugu Jasatarna Reasuransi Indonesia melakukan proses analisa risiko reasuransi rangka kapal yang pada penerapannya dilakukan pada empat situasi, yaitu pada saat pra-negosiasi treaty, negosiasi treaty, saat evaluasi risiko yang sudah habis masa pertanggungannya dan pada saat treaty review. Kredibilitas dan kondite dari ceding company amat menentukan, mengingat«bahwa dalam suatu treaty, pelimpahan risikonya adalah otomatis dan segera. Akibatnya adalah hanya menganalisa hazard-hazard yang mungkin ditimbulkan oleh para pimpinan maupun underwriter dari ceding cornpany. Dengan demikian aspek yang menonjol pada analisa risiko pada reasuransi adalah analisa orang-orang dibelakang ceding cornpany. Konsekuensinya, hasil analisa risiko dari perusahaan reasuransi banyak dipengaruhi oleh hasil analisa belum tentu memberikan PT. Tugu Jasatama Reasuransi risiko ceding cornpany, yang mana hasil yang memadai bagi Indonesia. Untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut di maka perlu bagi PT. Tugu Jasatama Reasuransi Indonesia untuk menyelidiki ceding cornpany selengkap mungkin dalam hal motivasi atas, sejarah perusahaan, reputasi, manajemen, reasuransi, analisa terhadap laporan tahunan dan mempelajari bentuk kontrak reasuransi rangka kapal yang akan digunakan dengan ceding companynya. Untuk penerapan kegiatan retrosesi pada PT. Tugu Jasatama Reasuransi Indonesia, mempunyai program yang berbeda-beda tergantung pada jenis reasuransi yang akan diretrosesikan. Untuk jenis rangka kapal, program retrosesi terbagi dua, yaitu secara agreement atau treaty dan nonagreement atau fakultatif. Pada bentuk agreement, bisnis rangka kapal diretrosesikan secara surplus treaty. Retrosesi diperlukan karena tidak semua bisnis-bisnis reasuransi dapat ditampung oleh PT. Tugu Jasatama Reasuransi Indonesia. Oleh karena itu perlu kiranya PT. Tugu Jasatama Reasuransi Indonesia untuk memperbesar kapasitasnya baik treaty maupun fakultatif karena ketergantungan ceding company yang sangat besar. Keseimbangan antara kebijaksanaan underwriting dengan kebijaksanaan retrosesi merupakan suatu hal yang penting. Di dalam kebijaksanaan underwriting diusahakan agar dapat mengaksep bisnis sebanyak mungkin dengan tetap menjaga kualitas bisnis, dimana hal ini akan menguntungkan para retrosesionernya. Dengan hubungan yang serasi inilah akan dapat dicapai keuntungan bisnis yang maksimal"
1990
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bernadette Wirastuti
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 1983
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>