Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 127099 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Mohammad Wasisto
"ABSTRAK
Keberadaan kapal di Indonesia sangat diperlukan untuk mempersatukan kegiatan antarpulau dan sebagai sarana kegiatan ekspor non-migas. Kapal-kapal dalam kegiatannya diancam oleh banyak risiko, oleh karena itu keberadaan kapal harus dilindungi oleh asuransi rangka kapal. Di Indonesia saat ini banyak terdapat kapal-kapal berusia tua yang apabila dipandang dari sisi perusahaan asuransi maupun reasuransi, akan menyulitkan proses analisa risiko dalam kegiatan underwritingnya. Hal ini akan lebih terasa apabila perusahaan reasuransi yang dimaksud adalah perusahaan reasuransi profesional, yang mana tidak dapat menutup pertanggungan dari tertanggung langsung tetapi -melalui ceding company. Dan masalah ini akan lebih bertambah penting, sebab dalam perkembangannya tidak sedikit ceding company yang hanya lebih mementingkan kuantitas dari pada kualitas risikonya. Dalam skripsi dengan metode yang bersifat studi kasus pada PT. Tugu Jasatarna penulis tertarik untuk perusahaan rasuransi profesional menganalisa risiko terhadap kapal-kapal yang direasuransikan oleh ceding company dalam proses reunderwriting, pada perjanjian penelitian deskriptif Reasuransi Indonesia ini, melihat bagaimana reasuransi secara treaty (otomatis). Penulis juga tertarik untuk melihat bagaimana penerapan program retrosesi rangka kapalnya serta keterkaitannya dengan kegiatan reunderwriting. Kegiatan analisa risiko reasuransi rangka kapal di PT. Tugu Jasatarna Reasuransi Indonesia sangat dipengaruhi oleh kebijaksanaan underwritingnya, karena tidak semua pospos bisnis yang ditawarkan akan menguntungkan dan tidak semua pertanggungan yang baik akan diberikan kepada perusahaan. Salah satu faktor paling dominan yang mempengaruhi underwriting adalah kredibilitas dari ceding company. Hal ini akan tampak ketika PT. Tugu Jasatarna Reasuransi Indonesia melakukan proses analisa risiko reasuransi rangka kapal yang pada penerapannya dilakukan pada empat situasi, yaitu pada saat pra-negosiasi treaty, negosiasi treaty, saat evaluasi risiko yang sudah habis masa pertanggungannya dan pada saat treaty review. Kredibilitas dan kondite dari ceding company amat menentukan, mengingat«bahwa dalam suatu treaty, pelimpahan risikonya adalah otomatis dan segera. Akibatnya adalah hanya menganalisa hazard-hazard yang mungkin ditimbulkan oleh para pimpinan maupun underwriter dari ceding cornpany. Dengan demikian aspek yang menonjol pada analisa risiko pada reasuransi adalah analisa orang-orang dibelakang ceding cornpany. Konsekuensinya, hasil analisa risiko dari perusahaan reasuransi banyak dipengaruhi oleh hasil analisa belum tentu memberikan PT. Tugu Jasatama Reasuransi risiko ceding cornpany, yang mana hasil yang memadai bagi Indonesia. Untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut di maka perlu bagi PT. Tugu Jasatama Reasuransi Indonesia untuk menyelidiki ceding cornpany selengkap mungkin dalam hal motivasi atas, sejarah perusahaan, reputasi, manajemen, reasuransi, analisa terhadap laporan tahunan dan mempelajari bentuk kontrak reasuransi rangka kapal yang akan digunakan dengan ceding companynya. Untuk penerapan kegiatan retrosesi pada PT. Tugu Jasatama Reasuransi Indonesia, mempunyai program yang berbeda-beda tergantung pada jenis reasuransi yang akan diretrosesikan. Untuk jenis rangka kapal, program retrosesi terbagi dua, yaitu secara agreement atau treaty dan nonagreement atau fakultatif. Pada bentuk agreement, bisnis rangka kapal diretrosesikan secara surplus treaty. Retrosesi diperlukan karena tidak semua bisnis-bisnis reasuransi dapat ditampung oleh PT. Tugu Jasatama Reasuransi Indonesia. Oleh karena itu perlu kiranya PT. Tugu Jasatama Reasuransi Indonesia untuk memperbesar kapasitasnya baik treaty maupun fakultatif karena ketergantungan ceding company yang sangat besar. Keseimbangan antara kebijaksanaan underwriting dengan kebijaksanaan retrosesi merupakan suatu hal yang penting. Di dalam kebijaksanaan underwriting diusahakan agar dapat mengaksep bisnis sebanyak mungkin dengan tetap menjaga kualitas bisnis, dimana hal ini akan menguntungkan para retrosesionernya. Dengan hubungan yang serasi inilah akan dapat dicapai keuntungan bisnis yang maksimal"
1990
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1985
S17720
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bimantoro
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1991
S18114
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Soebekti Abdulwahab
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1981
S16556
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Anggrainy Kesuma D.
"ABSTRAK
Sebagai suatu negara yang berbentuk kepulauan, Indonesia memerlukan suatu sarana perhubungan, Kapal merupakan salah satu alternatif sarana perhubungan yang banyak digunakan didalam berbagai kegiatan pengangkutan. Tingginya tingkat resiko yang dihadapi oleh setiap kapal menyebabkan kapal perlu diasuransikan agar berbagai resiko yang mungkin akan terjadi dapat diatasi. PT. Tugu Pratama Indonesia sebagai perusahaan asuransi kerugian terbesar di Indonesia merupakan salah satu perusahaan yang menutup asuransi rangka kapal sebagai salah Sebagai pihak insurer (penanggung), maka PT. Tugu Pratama Indonesia tidak terlepas dari kegiatan satu kegiatannya. reasuransi atau measuransikan kembali. Kegiatan reasuransi ini pada dasarnya digunakan agar pihak insurer dapat menerima atau menutup bisnis asuransi dalam jumlah yang lebih besar serta menjaga stabilitas keuangan perusahaan apabila terjadi klaim (tuntutan ganti kerugian) dari pihak insured (tertanggung). Berdasarkan pada teori, maka program reasuransi terdiri dari Non-proporsional dan Proporsional, penerapannya, tidak seluruh program reasuransi digunakan pada suatu jenis asuransi, tetapi terdapat penentuan program yang dianggap paling sesuai untuk suatu jenis asuransi. Di dalam Dengan demikian, penulis tertarik untuk menelaah program reasuransi, khususnya reasuransi rangka kapal yang dibuat oleh PT. Tugu Pratama Indonesia. Telaah tersebut difokuskan pada penerapan program reasuransi rangka kapal berdasarkan pada ketetapan reasuransi yang telah dibuat oleh Divisi Reasuransi PT. Tugu Pratama Indonesia. Pelaksanaan kegiatan reasuransi ini haruslah dijalankan secara efisien dan efektif. Efisiensi yang telah diterapkan oleh PT. Tugu Pratama Indonesia didalam kegiatannya, khususnya kegiatan reasuransi serta efektifitas di dalam program reasuransi memberikan hasil akhir yang memuaskan pada perusahaan."
1990
S9031
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ade Bungsu
"Tugas akhir ini membahas mengenai konsep dasar penentuan premi bersih dari reasuransi non proporsional yang merupakan aplikasi dari teori risiko khususnya pada model risiko kolektif."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1994
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ni Made Kusuma Dewi
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2003
S26206
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mira Soraya R. Ashar
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1983
S16930
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Made Dany Pratiwi Bagiada
"Industri asuransi saat ini berkembang dengan pesat, seiring dengan makin meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berasuransi. Hal ini didukung pula dengan adanya potensi pasar di Indonesia yang cukup besar, dimana jumlah penduduk. yang besar memberikan peluang yang juga besar bagi perkembangan industri ini di masa datang. Perkembangan industri asuransi di Indonesia dapat dilihat dalam kurun waktu 5 tahun belakangan ini, dimana perkembangan premi bruto mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 26,08 % dan total kekayaan Industri asuransi mengalami pertumbuhan rata-rata 16,9 %.
Untuk mendukung kelangsungan usahanya, perusahaan asuransi memperhatikan eksposure dari perkembangan usaha terhadap tingkat kesehatan keuangannya. Salah satu indikator kesehatan keuangan perusahaan asuransi adalah dengan melihat loss ratio perusahaan. Loss ratio yang cukup stabil akan mendorong perusahaan asuransi untuk dapat mengelola risiko dan mengembangkan usahanya. Salah satu upaya untuk menstabilkan loss ratiovadalah dengan cara melakukan pemindahan risiko kepada perusahaan reasuransi melalui mekanisme reasuransi.
Secara umum dapat dikatakan bahwa laju kenaikan beban klaim cenderung lebih tinggi daripada laju kenaikan pendapatan premi. Hal ini disebabkan oleh karena perusahaan asuransi tidak dapat dengan leluasa menetapkan preminya. Untuk itu perlu kiranya dilakukan analisa trend terhadap laju pertumbuhan loss ratio dan menentukan proyeksinya. Analisa trend deret berkala terbadap loss ratio dilakukan dengan model peramalan kuantitatif linier, kuadrat dan eksponensial. Dari ketiga model tersebut dilakukan penghitungan Mean Absolute Deviation (MAD) untuk menentukan model peramalan yang terbaik. Dengan menambahkan beberapa asumsi yang diperlukan, maka basil proyeksi loss ratio dapat dipergunakan untuk menghitung proyeksi basil underwriting bersih pada berbagai metoda reasuransi.
Pada perusabaan asuransi kerugian PT. ABC mekanisme reasuransi dengan metoda quota share digunakan pada asuransi kendaraan bermotor. Berdasarkan data tahun 1997 sampai dengan 2002 dan ditambahkan beberapa asumsi, maka dapat dilakukan perhitungan basil underwriting bersih-nya untuk membandingkan ke-empat metoda reasuransi yaitu : quota share, surplus, excess of loss dan stop loss. Dari basil perhitungan yang dilakukan dan basil analisa dari berbagai tolok ukur maka metoda excess of loss dianggap metoda reasuransi yang paling baik dan cocok untuk asuransi kendaraan bermotor PT. ABC.
Berdasarkan basil perhitungan proyeksi underwriting bersih dengan proyeksi loss ratio pada asuransi kendaraan bermotor PT. ABC diketahui bahwa pilihan terhadap metoda excess of loss sebagai metoda reasuransi tetap lebih baik dan cocok untuk asuransi kendaraan bermotor PT. ABC daripada metoda quota share. "
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2003
T10417
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ardi Kusriadi
"Bagi perusahaan yang bergerak dalam sektor jasa reasuransi, peran public relations (PR) sangat penting, hal ini melihat pada tingkat persaingan yang semain tinggi terutama dengan masuknya perusahaan asing dan joint venture. Menujuk pada hal tersebut di atas, diperlukan strategi dan kegiatan PR sesuai dengan kebutuhan perusahaan asuransi guna mengatasi persaingan dimaksud.
PT. Reasuransi Internasional Indonesia (PT.ReINDO) sebagai perusahaan reasuransi yang terbesar di Indonesia, memiliki peran penting dalam membina hubungan baik dengan customer (perusahaan asuransi) melalui kegiatan PR dalam rangka mendukung dan meningkatkan citranya yang selama ini telah terbentuk.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang menghasilkan data deskriptif mengenai proses pelaksanaan strategi public relations dalam membentuk citranya di mata perusahaan asuransi, dengan menggunakan konsep public relations dan teori citra. Dari semua program PR yang ada, beberapa program yang dinilai memiliki citra dan manfaat yang positif oleh perusahaan asuransi adalah program nice weekend dan tutorial/seminar/ in-house training.
Berdasarkan temuan yang ada, kegiatan PR lainnya, meskipun memiliki citra yang positif, ada beberapa masukan/input yang datang dari perusahaan asuransi selaku customer PT ReINDO. Masukan yang ada sangat terkait pada produknya.
Riset dan evaluasi dapat dilaksankan untuk terus mengkaji efektifitas kegiatan PR yang telah dilaksanakan PT ReINDO yang menjadi rekomendasi dalam penulisan ini.
Secara keseluruhan strategi PR yang dilakukan oleh PT. ReINDO sudah cukup baik walaupun masih ada beberapa yang masih memerlukan peningkatan dan perbaikan."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2004
T14324
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>