Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 111592 dokumen yang sesuai dengan query
cover
"The service orientation of clinical pharmacy and community have been changed from focusing only managing the medicine as commodity to comprehensive service based on pharmaceutical care. Refer to that basic, ISFI with the cooperation of Ministry of Health establish Standard of Pharmaceutical Service in Pharmacy. The standard
is aimed to ensure the service quality and shall be implemented in all Pharmacies. The purpose of the study is to have an implementation overview Standard of Pharmaceutical Service in Pharmacy and the results may used for establishing the phase of implementation Standard of Pharmaceutical Service in Pharmacy.This study is a descriptive study, the data were compiled by using a questionnaire,
as respondents. Compiled data consist of pharmacy?s basic data, pharmacist?s basic data, implementation of non prescription drug?s service (section I), KIE?s service (section II), prescription drug?s service (section III) and management of medicine (section IV).
The average score of implementation of section I is 60.18 (not good), section II is 31.84 (worse), section III is 64.22 (not good) , section IV 87.84 (good) and the overall average from section I to IV is 61.02 (not good)"
[Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, Universitas Indonesia], 2004
pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Syifa Rizki Maharani
"Pengkajian resep pasien yang berasal dari Program Rujuk Balik di Apotek Kimia Farma 143 Margonda selama periode bulan Maret 2023 bertujuan untuk menganalisis pola penggunaan obat, kepatuhan pasien terhadap resep, dan efektivitas program rujuk balik dalam mendukung pelayanan farmasi yang optimal. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi terhadap resep-resep pasien yang diambil dari program rujuk balik, analisis data resep terhadap kesesuaian pemberian pengobatan sesuai dengan jenis penyakit pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh resep secara keseluruhan telah tepat dan memenuhi persyaratan dari hasil pengkajian resep, dan sesuai dalam pola penggunaan obat oleh pasien yang mendapatkan resep melalui program rujuk balik. Selain itu, ditemukan beberapa faktor yang memengaruhi peresepan obat kepada pasien, seperti informasi penunjang pemahaman terhadap petunjuk penggunaan obat, efek samping, dan ketersediaan obat. Dalam penulisan resep oleh dokter, masih banyak informasi yang kurang atau belum ditambahkan sehingga apoteker perlu mengkonfirmasi terkait informasi obat kepada dokter penulis resep agar tidak terjadi kesalahan dalam pemberian obat dan informasi obat kepada pasien. Namun, secara keseluruhan hasil pengkajian resep pada pasien dalam program rujuk balik mengindikasikan kesesuaian terapi dalam pelayanan kefarmasian. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan pelayanan farmasi, meningkatkan kepatuhan pasien, dan memastikan penggunaan obat yang aman dan optimal. Implikasi praktis dari penelitian ini dapat membantu Apotek Kimia Farma 143 Margonda dalam mengoptimalkan program rujuk balik serta meningkatkan kerjasama antara apotek dan pemberi layanan kesehatan untuk mencapai hasil terbaik bagi pasien.

The study of patient prescriptions from the Referback Program at Kimia Farma 143 Margonda Pharmacy during the period March 2023 aims to analyze drug use patterns, patient compliance with prescriptions, and the effectiveness of the referral program in supporting optimal pharmaceutical services. The research method used is observation of patient prescriptions taken from the referral program, analysis of prescription data on the appropriateness of providing treatment according to the type of patient's disease. The results of the study showed that all prescriptions as a whole were appropriate and met the requirements of the prescription review results, and were in accordance with the pattern of drug use by patients who received prescriptions through the referral program. In addition, several factors were found that influence drug prescribing to patients, such as information supporting understanding of drug use instructions, side effects, and drug availability. When writing prescriptions by doctors, there is still a lot of information that is missing or has not been added, so pharmacists need to confirm the drug information with the prescribing doctor so that there are no errors in administering drugs and drug information to patients. However, overall results of the review of prescriptions in patients in the referral program indicate the suitability of therapy in pharmaceutical services. These findings provide an important contribution to the development of more effective strategies to improve pharmaceutical care, increase patient compliance, and ensure safe and optimal medication use. The practical implications of this research can help Kimia Farma 143 Margonda Pharmacy optimize the referral program and increase collaboration between pharmacies and health service providers to achieve the best results for patients."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Ferina Rahmalia Fauziah
"

Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukannya praktek kefarmasian oleh Apoteker. Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek meliputi standar pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai, dan pelayanan farmasi klinik. Salah satu pelayanan farmasi klinik di apotek adalah pengkajian resep. Pengkajian resep meliputi kajian administratif, farmasetik, dan klinis. Hal-hal yang termasuk dalam kajian klinis diantaranya yaitu ketepatan indikasi dan dosis obat, aturan, cara dan lama penggunaan obat, duplikasi dan atau polifarmasi, reaksi obat yang tidak diinginkan, kontra indikasi, dan interaksi. kajian klinis ini perlu dilakukan agar pengobatan untuk pasien tepat sehingga target terapi pasien dapat tercapai. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk melakukan pengkajian klinis resep di Apotek Kimia Farma Siliwangi Cirebon bulan September 2022, diantaranya yaitu resep geriatri, pediatri, narkotika, psikotropika, dan polifarmasi. Melalui tugas khusus ini diketahui pada beberapa resep geriatri, pediatri, narkotika, dan psikotropika secara klinis untuk indikasi, dosis, waktu dan cara pemberian sudah sesuai, namun terdapat beberapa interaksi obat sehingga perlu dilakukan monitoring dan penyesuaian dosis, dan jika terdapat antibiotik pada resep disarankan tidak diracik bersama dengan obat lainnya. Untuk resep polifarmasi sebaiknya diperhatikan kembali karena polifarmasi dapat meningkatkan risiko terjadinya interaksi obat dan mungkin juga terdapat duplikasi obat.


Pharmacy is a pharmaceutical service facility where pharmacy practice is done by pharmacist. The Standards for Pharmaceutical Services in Pharmacies include standards for the management of pharmaceutical products, medical devices, consumable medical material, and clinical pharmacy services. One of the clinical pharmacy services in a pharmacy is prescription review. Prescription reviews include administrative, pharmaceutical, and clinical reviews. Things included in clinical studies such as the accuracy of drug indications and dosages, rules, method and duration of drug use, duplication and/or polypharmacy, unwanted drug reactions, contraindications, and interactions. This clinical study needs to be carried out so that the treatment for the patient is accurate so that the patient's therapeutic target can be achieved. Therefore, this research was conducted to obtain a clinical review of prescriptions at the Kimia Farma Siliwangi Pharmacy Cirebon in September 2022, including geriatric, pediatric, narcotics, psychotropic, and polypharmacy prescriptions. Through this special assignment it is known that several geriatric, pediatric, narcotics and psychotropic prescriptions are clinically appropriate for indications, dosage, time and method of administration, but there are several drug interactions so it is necessary to do monitoring and adjust doses, and if there is an antibiotic in the prescription it is recommended not mixed with other drugs. For polypharmacy prescriptions, must be reconsidered because polypharmacy can increase the risk of drug interactions and there may also be drug duplication.

"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Swartz, Harry
"Buku yang berjudul "Prescriber's handbook of therapeutic drugs" ini ditulis oleh Harry Swartz. Buku ini merupakan sebuah buku panduan obat-obatan untuk kepentingan medis."
New Jersey: Medical Economics Company Inc., 1981
R 615.1 SWA p
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Sekar Ayu Kinasih
"Apotek merupakan sarana atau fasilitas pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktek kefarmasian oleh apoteker. Salah satu pelayanan kefarmasian yang dilakukan di apotek adalah pelayanan resep. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2016, lama waktu pelayanan Resep antara 15-30 menit. Berdasarkan SOP Apotek Kimia Farma, waktu tunggu pasien resep non racikan adalah antara 5-10 menit. Untuk mengevaluasi mutu pelayanan resep di apotek, perlu dilakukan perhitungan durasi waktu tunggu pelayanan resep. Hingga saat ini, waktu tunggu pelayanan resep masih menjadi masalah. Hal tersebut terjadi karena kurangnya efisiensi waktu pelayanan yang dilakukan oleh Apoteker maupun tenaga teknis kefarmasian (TTK) dan antrian pasien yang hendak menebus resep di apotek. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis waktu tunggu pelayanan resep di apotek untuk mencapai kepuasan pasien terhadap pelayanan resep di Apotek Kimia Farma Cahaya Amalia. Penelitian dilakukan dengan metode observasi. Observasi dilakukan terhadap resep kredit dan resep tunai pasien di Apotek Kimia Farma Cahaya Amalia. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, rata-rata waktu pelayanan resep kredit di Apotek Kimia Farma Cahaya Amalia adalah 17 menit, sedangkan rata-rata waktu pelayanan resep kredit di Apotek Kimia Farma Cahaya Amalia adalah 6 menit. Rata-rata waktu pelayanan tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Namun, rata-rata waktu pelayanan resep kredit tidak sesuai dengan SOP Apotek Kimia Farma.

Pharmacy/drugstore is a pharmaceutical service facility or facility where pharmacists practice pharmacy. One of the pharmaceutical services carried out in a pharmacy is a prescription service. Based on Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2016, prescription service time is between 15- 30 minutes. Based on the SOP of Apotek Kimia Farma, the waiting time for non- concoction prescription patients is between 5-10 minutes. To evaluate the quality of prescription services in pharmacies, it is necessary to calculate the waiting time for prescription services. Until now, the waiting time for prescription services is still a problem. This happens due to the lack of time efficiency for services performed by pharmacists and pharmaceutical technical personnel (TTK) and the queues of patients who want to redeem prescriptions at the pharmacy. Therefore, it is necessary to analyze the waiting time for prescription services at the pharmacy to achieve patient satisfaction with prescription services at Apotek Kimia Farma Cahaya Amalia. The research was conducted by observation method. Observations were made on credit prescriptions and cash prescriptions for patients at the Apotek Kimia Farma Cahaya Amalia. Based on the results of the analysis that has been carried out, the average credit prescription service time at Apotek Kimia Farma Cahaya Amalia is 17 minutes, while the average credit prescription service time at Apotek Kimia Farma Cahaya Amalia is 6 minutes. The average service time is in accordance with Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 concerning Pharmaceutical Service Standards in Pharmacies. However, the average credit prescription service time is not in accordance with the SOP of Kimia Farma Pharmacy."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Angki Purwanti
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2004
T39593
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Henny F. Fachrudin
"Pengendalian adalah proses yang digunakan oleh manajer untuk memastikan bahwa aktivitas yang sebenarnya sesuai dengan rencana. Pengendalian bermanfaat untuk mengevaluasi seluruh kegiatan. Keberhasilan tujuan manajemen farmasi akan tergantung dari unsur-unsur pengendalian yang ada. Instalasi Farmasi merupakan satu-satunya unit kerja dirumah sakit yang bertanggung jawab dalam pengelolaan barang farmasi dan mempunyai kedudukan yang sejajar dengan instalasi lainnya.
Kelebihan atau kekosongan persediaan obat dan alkes pada waktu tertentu menunjukkan bahwa pengendalian terhadap pengelolaan obat dan alkes di Instalasi Farmasi Rumah Sakit kurang baik.
Temuan di Instalasi Farmasi RSD Ciawi menunjukkan bahwa sistem pengendalian obat dan alkes kurang baik sehingga mengakibatkan overstock dan out of stock.
Penelitian ini dilakukan di RSD Ciawi yang bertujuan untuk menganalisa sistem pengendalian obat dan alkes kebutuhan dasar ruangan Rawat Inap di Instalasi Farmasi, tujuan khusus mengidentifkasi dan menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi setiap unsur pengendalian.
Penelitian merupakan studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data dan informasi mengenai sistem pengendalian Obat dan alkes kebutuhan dasar ruangan Rawat Inap diperoleh dengan cara in-depth interview terhadap pejabat struktural dan staf pelaksana. Pengumpulan data melalui telaah dokumen serta pengamatan di lapangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengorganisasian yang belum efektif, kebijakan yang belum terarah, penyusunan rencana kerja belum optimal, pencatatan dan pelaporan yang belum baik, anggaran yang teratas dan belum terbentuknya pcngawasan intern.
Dalam pembahasan diulas tentang kondisi RSD Ciawi scat ini melalui wawancara, meneliti data sekunder serta pengamatan di lapangan dibandingkan dengan teori manajemen pengendalian logistik. Pembahasan menguraikan tentang struktur yang baik, menegaskan kembali uraian tugas tiap unit kerja, menyusun kebijakan tentang standar terapi dan formularium, proses pengendalian obat dan alkes di Instalasi Farmasi.
Kesimpulan yang didapat dari basil penelitian bahwa proses pengendalian obat dan alkes kebutuhan dasar ruangan di Instalasi Farmasi RSD Ciawi masih kurang optimal, sehingga banyak terjadi over stock dan out of stock.

Controlling is process used by manager to ensure that activity which in fact as according to plan. Useful controlling to evaluate entire all activity. Efficacy of pharmacy management target will be depended from existing operation elements. Pharmacy Installation is the single unit work at home pain in charge of in management of pharmacy goods and have to domicile the parallel ness with other installation.
Excess or blankness of supply of drug and medical equipment periodically indicate that control to management of drug and medical equipment. Unfavorable Installation Pharmacy Hospital.
Finding Installation Pharmacy of RSD Ciawi indicates that system control of drug and medical equipment. Unfavorable so that results over stock and out of stock.
This research is conducted in RSD Ciawi with aim to analyze system controlling of drug and medical equipment inpatient requirement of to lodge Installation Pharmacy, special target identify and analyze factors influencing each element.
Research is case study with approach qualitative. Data and information concerning system controlling drug of medical equipment inpatient requirement of to lodge to be obtained by interview in-depth to structural functionary and executor staff. Data collecting through document study and also perception in field.
Research result indicate that organization which not yet effective, policy which not yet directional, compilation of plan work not yet optimal, reporting and record-keeping which not yet good, limited budget and not yet been formed by internal control him.
Is under consideration commented by concerning condition of RSD Ciawi in this time through interview, accurate data of secondary and also perception in field compared to management theory operation of logistics. Solution elaborate concerning good structure, re-affirming the breakdown of duty every activity unit, compiling policy concerning therapy standard and of formularium, process controlling drug of and medical equipment in Installation Pharmacy.
Got conclusion of research result that process controlling of and medical equipment inpatient requirement in Installation Pharmacy of RSD Ciawi still less optimal, so that happened many over stock and out of stock.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2006
T20308
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Artie Pramita Aptery
"Tesis ini membahas mengenai Konstruksi Collaborative Governance dalam Pencegahan Narkoba di Provinsi DKI Jakarta. Kolaborasi dalam Pencegahan Narkoba memiliki empat (4) sasaran lingkungan yaitu Lingkungan Pemerintah, Pendidikan, Swasta dan Masyarakat. Stakeholder yang melakukan kolaborasi dalam Pencegahan Narkoba antara lain Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta, Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta, Dinas Pendidikan DKI Jakarta, LSM dan sektor swasta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kecenderungan konstruksi Collaborative Governance dalam Pencegahan Narkoba di Provinsi DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan dua (2) teori Collaborative Governance yakni Emerson dan Nabatchi (2015) dan Ansel dan Gash (2011). Peneliti menggunakan pendekatan postpositivism dengan metode pengumpulan data kualitatif menggunakan menggunakan wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa Konstruksi Collaborative Governance dalam Pencegahan Narkoba di Provinsi DKI Jakarta lebih cenderung kepada teori Emerson dan Nabacthi (2015). Adanya driver dalam Pencegahan Narkoba di Provinsi DKI Jakarta dalam hal ini adalah BNNP DKI Jakarta. Sistem konteks juga ada dalam proses kolaborasi ini sehingga dapat mendukung kolaborasi antara para stakeholder dalam Pencegahan Narkoba di Provinsi DKI Jakarta. Terakhir, penulis memberikan rekomendasi yang relevan dengan hasil penelitian ini.

This thesis discusses The Collaborative Governance Construction about Narcotic Prevention in Jakarta Province. This collaboration have four sectors, they are governance, education, private and society. This research aims to analyze trends in Collaborative Governance Construction about Narcotics Prevention in Jakarta Province. This research uses two theory Collaborative Governance. They are Collaborative Governance Regimes (CGR) from Emerson and Nabatchi (2015) and Collaborative Governance from Ansell and Gash (2011). Researchers uses postpositivism approach with kualitatif methode and collecting data uses interviewing and study literature. The results show that The Collaborative Governance Construction about Narcotic Prevention in The Jakarta Province more inclined to theory Collaborative Governance from Ansell and Gash (2011). In this collaboration has driver namely National Narcotics Board Jakarta Province. Collaboration Narcotics Prevention in Jakarta Province also have context system that support this collaboration running well. Finally, the authors provide recommendations that are relevant to the results of this thesis."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Administrasi, 2019
T52944
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lisa Amelia
"Dalam praktiknya, pengkajian resep dilakukan pada semua jenis obat yang diresepkan oleh dokter. Termasuk di antaranya yaitu obat-obatan untuk penyakit jamur pada kulit dan kepala. Infeksi jamur yang terjadi pada kulit dan kepala ini sering ditemukan di kehidupan sehari-hari dari keparahan yang ringan hingga berat. Tujuan dari tugas khusus ini yaitu untuk mengkaji aspek administrasi, farmasetika, dan klinis yang terdapat pada resep obat jamur kulit dan kepala yang ada di Apotek Atrika. Metode yang digunakan dalam pengerjaan laporan ini yaitu studi literatur dari berbagai sumber seperti buku ISO, MIMS, dan referensi mengenai obat lainnya. Dari hasil pengkajian dua resep untuk obat jamur kulit dan kepala, ditemukan bahwa pada aspek administrasi masih ada informasi yang tidak lengkap, namun pada aspek farmasetik dan klinis informasi yang dicantumkan sudah cukup lengkap dan sesuai.

In practice, prescription review is carried out on all types of drugs prescribed by a doctor. This includes medicines for fungal diseases of the skin and head. Fungal infections that occur on the skin and head are often found in everyday life, ranging from mild to severe in severity. The purpose of this report is to examine the administrative, pharmaceutical, and clinical aspects contained in the prescription for skin and head fungus at Apotek Atrika. The method used in preparing this report is the study of literature from various sources such as ISO books, MIMS, and other drug references. From the results of the study of two prescription for the medicine for skin and head fungus, it was found that in the administrative aspect there was still incomplete information, but in the pharmaceutical and clinical aspects the information included was quite complete and appropriate."
Depok: 2022
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>