Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 195678 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sri Rantauwati
"ABSTRAK
Kebutuhan dan anggaran obat riil di RSUD Pemangkat diakhir tahun selalu lebih
besar dari anggaran obat yang disediakan di awal perencanaan. Tujuan penelitian
ini mengidentifikasi permasalahan yang berkaitan dengan perencanaan kebutuhan
dan anggaran obat di RSUD Pemangkat melalui metode kualitatif. Hasil dari
penelitian ini menunjukkan perencanaan kebutuhan dan anggaran obat di RSUD
Pemangkat tidak sesuai dengan perencanaan yang dibuat. Hal ini disebabkan
karena kurangnya kemampuan tenaga farmasi dalam perencanaan obat dan
pengelolaan perbekalan farmasi dan keterlibatan tenaga medis dalam perencanaan
kebutuhan obat dan data pemakaian obat yang belum akurat. Selain itu, Rumah
sakit juga belum mempunyai Standar Prosedur Operasional untuk perencanaan
anggaran obat , formularium rumah sakit dan kurangnya komunikasi antara
instalasi farmasi dan manajemen rumah sakit selama proses penyusunan anggaran.
Akibatnya menghasilkan perencanaan anggaran dan persediaan item obat yang
tidak sesuai dengan kebutuhan. Penelitian ini menyarankan RSUD Pemangkat
membentuk tim penyusun anggaran dan pelatihan sumber daya manusia di
instalasi farmasi dan menyusun formularium rumah sakit. Instalasi farmasi dan
manajemen harus selalu berkonsolidasi dalam penyusunan maupun pelaksanaan
anggaran obat sehingga tercapai perencanaan kebutuhan dan anggaran obat yang
efisien dan efektif sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan operasional rumah
sakit.

ABSTRACT
The real need for drug item and budget at Pemangkat Hospital has always been
larger than the initiated budget at planning stage. The purpose of this study is to
identify problems of drug planning and budgeting that have been implemented in
Pemangkat Hospital, using qualitative method. The study shows that the drug
planning and budgeting at Pemangkat hospital were not in accordance with the
planning has been made. This was caused by the lack of ability of pharmaceutical
personnel in the planning and management of pharmaceutical drugs, lack of
involvement of medical personnel in the drug planning and inaccurate drug
consumption data. The hospital also does not have Standard Operating Procedures
for budget planning and hospital formularies and lack of communication between
hospital pharmacy and hospital management during preparation budgeting
process. Consequently, the drug budget and supply was not in accordance with the
hospital needs. This study suggests that Pemangkat Hospital need to have the
budgeting team, provide training for human resources in pharmacy instalation and
formularies. Pharmacy instalation and the hospital management should always
consolidate in the drug need planning and implementation in order to make
planning and drug budgeting according to the needs and operational capability of
Pemangkat Hospitals."
Universitas Indonesia, 2013
T36143
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Purwitasari Restuning Ayu
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2009
TA1798
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Pradita Windy Hatafi
"Praktek Kerja Profesi di Apotek Kimia Farma No.5 bertujuan mengetahui dan memahami peran dan tanggung jawab seorang apoteker di Apotek Kimia Farma. Kegiatan ini dilakukan di Apotek Kimia Farma No. 5 Cikini Jakarta Pusat. Dalam hal ini, diharapkan apoteker dapat mengetahui dan memahami cara pengelolaan apotek dalam kegiatan administrasi, manajemen keuangan, pengadaan, penyimpanan, dan penjualan perbekalan farmasi serta mempraktekkan pelayanan kefarmasian di apotek sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan etika yang berlaku dalam sistem pelayanan kefarmasian di Indonesia.
Tugas khusus yang diberikan berjudul Studi Literatur Penatalaksanaan Penyakit Parkinson. Tugas khusus ini bertujuan untuk memahami tentang definisi dan penyebab Parkinson, mengetahui tentang obat yang digunakan, dapat memberikan informasi dan edukasi yang tepat bagi pasien penyakit Parkinson, serta meningkatkan pemahaman tentang pelayanan kefarmasian untuk penyakit Parkinson. Penatalaksanaan penyakit Parkinson meliputi terapi non farmakologi dan terapi farmakologi. Penatalaksanaan penyakit Parkinson mempunyai tujuan akhir untuk meningkatkan hidup pasien.

Apothecary Internship at Apotek Kimia Farma No.5 aims to know and understand the roles and responsibilities of a pharmacist in the pharmacy Kimia Farma. This activity is conducted in Pharmacies No. Kimia Farma. 5 Cikini in Central Jakarta. In this case, pharmacists are expected to know and understand how to manage a pharmacy in administration, financial management, procurement, storage, and sale of pharmaceuticals and pharmacy services in pharmacy practice in accordance with the laws and ethics in the pharmaceutical care system in Indonesia.
Given a special assignment titled Literature Management Parkinson's Disease. Special task aims to understand the definition and causes of Parkinson's, knew about the drugs used, can provide appropriate information and education for patients with Parkinson's disease, and to improve understanding of pharmaceutical care for Parkinson's disease. Management of Parkinson's disease include non-pharmacological therapy and pharmacological therapy. Management of Parkinson's disease have the ultimate goal of improving patients' lives.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2012
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Elizabeth Indah PSP
"Studi pelayanan farmasi di rumah sakit dilaksanakan di Rumah Sakit PMI Bogor dengan indikasi awal masih rendahnya nilai inventory turn over. Pendekatan action research dengan fokus pada pendistribusian dan penyimpanan perbekalan farmasi dipilih sebagai jenis penelitian yang digunakan. Metodologi yang digunakan untuk melakukan perbaikan adalah kombinasi Lean dan Six Sigma. Studi dilakukan terhadap proses pendistribusian, periode permintaan barang, buffer stock, besaran permintaan, kondisi-kondisi permintaan barang, ROP, indikator farmasi, kesesuaian jumlah stok barang, barang dan obat kadaluwarsa, penanganan kadaluwarsa, penanganan barang di gudang. Rendahnya nilai inventory turnover dapat disebabkan belum dipahaminya dengan baik makna persediaan perbekalan farmasi bagi pengelola perbekalan farmasi. Data pendukung menunjukkan besarnya jumlah permintaan barang farmasi pada setiap kali periode permintaan barang yaitu data standar deviasi kelipatan permintaan barang farmasi sebesar 54.8 dan standar deviasi kelipatan pemenuhan barang farmasi adalah 50.4. Nilai Six Sigma Deffect Per Million Opportunities untuk ketepatan pemenuhan permintaan barang farmasi sesuai perkiraan permintaan barang yang tertera di dokumen surat permintaan barang farmasi adalah 0.09. Pada proses pendistribusian barang farmasi terdapat 47.6% merupakan proses tidak mempunyai nilai tambah dan menimbulkan variasi dalam langkah proses tersebut.
Faktor yang mendukung terjadinya hal ini adalah waktu permintaan barang yang panjang, belum tepatnya peramalan yang dilakukan oleh ruang perawatan, tidak dipahaminya standar perkiraan permintaan yang tertera di surat permintaan barang farmasi, pemakaian barang farmasi yang belum terdata dengan akurat, bottleneck proses distribusi terdapat pada Instalasi Farmasi belum melakukan secara optimal pengendalian permintaan barang farmasi dari ruang perawatan, belum dilakukan pemantauan terhadap perputaran, persediaan, belum rincinya prosedur. Belum optimalnya pemanfaatan teknologi sistem inventori. Belum memiliki standar maksimum dan minimum setiap jenis barang farmasi dan belum menerapkan standar penyimpanan dan manajemen pergudangan. Untuk meningkatkan produktivitas dan profitabilitas Rumah Sakit PMI Bogor perlu dilakukan beberapa perbaikan pendistribusian dan penyimpanan perbekalan farmasi antara lain: Perbaikan kebijakan dan prosedur secara rinci dan operasional. Mengembangkan otomasi sistem inventori untuk mengurangi kesalahan. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan SDM pengelola melalui pelatihan. Mengembangkan Key Performance Indicator seperti Inventory Turn Over, kesesuaian jumlah barang, penataan 5-S.

Initial Study of pharmacy service at PMI Hospital found that inventory turnover was low. Action research approaching with focus on pharmacy distribution and inventory storage is chosen as a research method used. Methodology used to do improvement is combination of Lean and Six Sigma. Scope of study includes distribution process, material request period, buffer stock, quantity of demand, material request conditions, ROP, pharmacy indicator, adjusting stock quantity, expired material and medicines, expired item management, material handling in pharmacy warehouse. Inventory turnover is low could be caused by meaning of pharmacy inventory stock by pharmacy personnel is not clearly understood. Supporting data shows the quantity pharmacy item requested per each period of item request is deviation standard data of multiply pharmacy item request is 54.8 and deviation standard of completeness multiply of pharmacy item is 50.4. The value of Six Sigma Defect Per Million Opportunities for completeness accuracy of pharmacy item request is appropriate as estimation of item request that documented in pharmacy item request form is 0.09. The value in pharmacy item distribution process is 47.6% that means it is non value added and leads to variation in that process step.
The contributing factors of this problem are item request time is too long, inaccuracy estimation by nursing ward, request estimation standard attached in pharmacy item request form is not clearly understood, pharmacy item consumption have not been documented accurately, bottleneck occurs during distribution process at pharmacy installation due to controlling of pharmacy item request from nursing ward has not been done optimally, monitoring of stock rotation has not been done, detail of procedure has not been done, using of technology on inventory system has not been done optimally, has no minimum and maximum standard for each pharmacy item and has not implemented the standard of storage and warehouse management. To increase productivity and profitability PMI Hospital Bogor should have to do some improvement on pharmacy distribution and inventory storage are as follows : to improve policy and procedure with detail and operationally ; to develop automatic inventory system for reducing error; to improve knowledge and skill of pharmacy personnel by training ; to develop Key Performance Indicator (KPI); one of KPI could be developed is Inventory Turnover, the conformity of item quantity, 5S Program.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2013
T39227
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
cover
Wakhidah
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2008
TA1803
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Gardian Febri Hadiwibowo
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2009
TA1828
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
cover
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>