Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 171163 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Galih Dewandaru
"ABSTRAK
Skripsi ini akan membahas hasil pengujian IC Transceiver ADF7021 yang akan digunakan pada nanosatelit IiNUSAT, dan pendesainan hardware TNC dengan sensor suhu didalamnya. Transmitter dan Receiver yang digunakan merupakan IC Transceiver ADF7021 yang dapat digunakan sesuai spesifikasi, yaitu mampu bekerja pada frekuensi tengah 436.915MHz untuk transmitter dan 145.95MHz untuk receiver, sedangkan TNC menggunakan ATMEGA1280 karena memiliki empat buah port UART sebagai interface terhadap perangkat TTC dan OBDH.
Transceiver disimulasikan dengan menggunakan perangkat lunak ADIsimSRD Design Studio dan menghasilkan sinyal dengan modulasi 2-FSK, data rate 9600bps, dan hasil gain sebesar -29.2dbm pada frekuensi tengah transmitter. Untuk receiver, demodulasi menggunakan 2-FSK corellator demodulator, dan data rate 1200bps, sedangkan TNC dirancang agar mampu menjalankan fungsi pengawasan suhu board dan mampu menyediakan interface antara transmitter, receiver, dan OBDH satelit.

ABSTRACT
The focus of this undergraduate thesis is the measurement analysis of IC Transceiver ADF7021 which will be used for IiNUSAT satellite and hardware designing of TNC with temperature sensor. Transmitter and Receiver use IC Transceiver ADF7021 which can work at the center frequeny of 436.915MHz for transmitter, and 145.95MHz for receiver, while TNC uses ATMEGA1280 because it has four UART port as the interface with TTC and OBDH.
Transceiver simulated with using ADIsimSRD Design Studio software, and the output is signal with 2-FSK modulation, 9600bps data rate, and gain - 29.2dbm at transmitter center frequency. For receiver, demodulation using 2-FSK corellator demodulator, 1200bps data rate, while TNC design for doing temperature monitoring, and can provide the interface between transmitter, receiver, and OBDH.
"
2012
S45707
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Syifa Aulia
"Skripsi ini membahas tentang pengujian sistem transmitter dan receiver suatu payload komunikasi nanosatelit yang dibuat melalui program Inspire (Indonesian Nanosatelite Platform Initiative for Research and Education) dan diberi nama IiNUSAT (Indonesian Inter University Satelite). Sistem payload komunikasi pada IiNUSAT yang akan diuji memiliki frekuensi uplink 145,9 MHz untuk receiver serta frekuensi downlink 435,915 MHz untuk transmitter. Sistem payload yang diuji dalam skripsi ini menggunakan modul-modul dari hamtronics. Modul-modul tersebut terdiri dari TA451, R100, serta MO96. Hasil uji alat tersebut menunjukkan bahwa frekuensi TA451 berada pada 436.89661 MHz serta frekuensi R100 berada pada 145.988 MHz.

The focus of this thesis is testing of transmiter and receiver system of payload communication in nanosatellite which is named IiNUSAT (Indonesian Inter University Satelite) and made through Inspire (Indonesian Nanosatelite Platform Initiative for Research and Education) program. Payload communication system that will be tested has 145.9 MHz uplink frequency for receiver and 435.915 downlink frequency for transmitter. In this thesis, hamtronics module was used as a payload system for the nanosatellite. The result show that the frequency for TA451 is 436.89661 MHz and frequency for R100 is 145.988 MHz."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S44025
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rhyando Anggoro Adi
"ABSTRAK
Skripsi ini membahas tentang rancang bangun sistem receiver pada payload komunikasi IiNUSAT (Indonesian Inter University Satelite) yang mempunyai orbit LEO (low earth orbit) sun synchrounous dengan ketinggian 700 Km, payload komunikasi dengan jenis regenerative, sistem receiver dengan jenis superheterodyne, dan frekuensi kerja 145.95 MHz. Pembahasan akan dilakukan lebih spesifik pada low noise amplifier (LNA) dan bandpass filter (BPF).
LNA dan BPF disimulasikan dengan menggunakan perangkat lunak advanced design system (ADS). LNA mempunyai spesifikasi kelas A dengan menggunakan komponen aktif bipolar transistor junction (BJT) 2SC5006 yang dirancang dengan menggunakan smith chart dan mempunyai hasil simulasi gain 22.8 dB serta noise figure 1.2 dB pada frekuensi 145.95 MHz. Hasil fabrikasi LNA menunjukan pergeseran frekuensi kerja menjadi 70.279 MHz. Bandpass filter mempunyai tipe butterworth orde lima yang dirancang dengan metode insertion loss dan mempunyai nilai bandwidth 20 MHz serta insertion loss dB pada frekuensi 145.95 MHz. Hasil fabrikasi BPF menunjukan pergeseran frekuensi kerja menjadi 120.264 MHz.
Adanya perbedaan hasil simulasi dan hasil fabrikasi disebabkan oleh bentuk dan deviasi komponen pasif serta saluran transmisi dan diskontinuitas saluran transmisi yang menyebabkan pengaruh pada respon frekuensi yang dihasilkan karena terdapat reaktansi parasitik berupa komponen pasif induktor dan kapasitor pada rangkaian ekuivalen keduanya.
Hasil simulasi untuk rangkaian gabungan LNA dan BPF menunjukan nilai gain 22.6978 dB yang menunjukan LNA dapat menanggulangi loss pada sistem receiver termasuk insertion loss pada BPF.

ABSTRACT
Receiver system on payload communication of IiNUSAT (Indonesian Inter University Satelite) has sun synchrounous LEO (low earth orbit) with 700 Km altitude, regenerative payload communication, superheterodyne receiver, and 145.95 MHz operating frequency. Study will be done specifically on low noise amplifier (LNA) and bandpass filter (BPF).
Advanced design system (ADS) software is used to simulate LNA and BPF. Low noise amplifier (LNA) with class A specification and 2SC5006 bipolar junction transistor (BJT) active component is designed with smith chart and shows simulation results of 22.8 dB gain and 1.2 dB noise figure at 145.95 MHz operating frequency. Fabrication result of LNA showed a shift in operating frequency of 70.279 MHz. Bandpass filter (BPF) with five orde butterworth type is designed with insertion loss method and shows simulation results of 20 MHz bandwidth and dB insertion loss at 145.95 MHz operating frequency. Fabrication result of BPF showed a shift in operating frequency of 120.264 MHz.
The difference on simulation and fabrication result are caused by not only the shape and deviation of passive components but also transmission lines and discontinuity of transmission lines which has parasitic component of inductor and capacitor in their equivalent circuit.
Simulation result on combination of LNA and BPF circuit is 22.6978 dB gain which show that LNA can compensate loss in receiver system, including insertion loss in BPF."
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
S1091
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Meutia Nanda Aulia
"Laporan ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai audit atas akun properti investasi PT A dan perbandingan penyajian Laporan Laba Rugi Komprehensif atas pengukuran menara BTS dengan model nilai wajar dan model biaya. Pembahasan dibuat berdasarkan prosedur audit yang dilakukan penulis dibandingkan dengan PSAK 13 dan peraturan yang berlaku di Indonesia. Berdasarkan prosedur audit, disimpulkan bahwa akun properti investasi telah disajikan secara wajar dan sesuai dengan ketentuan pengakuan dalam PSAK 13. Penulis juga menyimpulkan pencatatan menara BTS dengan model nilai wajar pada tahun 2013 menghasilkan laba sebelum pajak yang lebih kecil dibandingkan dengan apabila PT A menggunakan model biaya akibat penurunan nilai wajar properti investasi PT A.

This report describes audit procedures of investment property account in PT A and comparison of Statement of Comprehensive Income in measurement of BTS tower in fair value model compared to in cost model. The discussion is written based on audit procedures done by the writer compared to PSAK 13 and applicable regulations in Indonesia. Based on the audit procedures, it can be concluded that investment property account has been stated fairly and has complied with recognition criteria in PSAK 13. The writer also concludes that measurement of BTS tower in fair value model results in lower net income before income tax than in cost model due to decreasing in investment properties? fair value of PT A."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Farida Solihati
"ABSTRAK
Sebagai dampak dari jatuhnya harga minyak, Indonesia harus terus meningkatkan nilai ekspor non-migas. Salah satu upaya pengorganisasian kegiatan dalam meningkatkan ekspor ini adalah dibentuknya perusahaan dagang (trading house) yang dapat bertindak proaktif dalam melakukan terobosan pada pasar internasional. Model pembentukan Sogososha sebagai perusahaan dagang merupakan suatu contoh yang paling berhasil di dunia bisnis internasional. Inisiatif pihak swasta untuk membentuk suatu perusahaan dagang ini patut dikaji secara mendalam, karena dalam memasuki pasar internasional, kompleksitas dan hambatan akan muncul, termasuk beragamnya karakteristik pasar dan produk di negara tujuan ekspor yang berlainan.
PT. TNC, yang didirikan pada tahun 1991, adalah merupakan antisipasi positif pihak manajemen korporasi terhadap perlunya keberadaan suatu perusahaan yang bertindak sebagai pengekspor produk yang dihasilkan oleh perusahaan lain dalam kelompok perusahaan yang sama. Bagi kelompok perusahaan, PT. TNC dimaksudkan sebagai perusahaan yang dapat menyeimbangkan pemasukan dan pengeluaran valuta asing yang dilakukan oleh kelompok. PT. TNC masih dalam tahap pencarian bentuk yang paling tepat bagi pengembangan strategi perusahaan, maupun bagi pengembangan pasar internasional.
Oleh karena itu, dengan semangat menunjang upaya pemerintah meningkatkan ekspor non-migas, penulis melakukan analisis tentang PT. TNC. Analisis yang dilakukan meliputi kajian kondisi eksternal perusahaan dengan cakupan keunggulan daya saing negara serta daya tarik industri yang melingkupi perusahaan, serta kajian internal perusahaan dengan kekuatan bisnis dan keunggulan daya saing perusahaan.
Keunggulan daya saing Indonesia dengan endowment factors seperti bahan baku, tenaga kerja serta lahan sangat menunjang kehadiran industri sabun mandi. Selain itu, dukungan pemerintah juga sangat membantu para produsen ataupun eksportir non-produsen yang akan melakukan kegiatan ekspor.
Daya tarik industri sabun mandi itu sendiri ditentukan oleh beberapa faktor seperti besar pasar, pertumbuhan besar pasar, tingkat keuntungan, tingkat persamgan, teknologi yang dibutuhkan, serta peraturan dan kebijaksanaan pemerintah. Setelah dilakukan analisis kuantitatif, disimpulkan bahwa industri ekspor sabun mandi Indonesia dapat diklasifikasikan dalam industri 'sedang sampai menarik'.
Kemudian kekuatan bisnis PT. TNC diukur dengan faktor-faktor kunci keberhasilan fungsional sebagai tolok ukur. Sebagai pembanding, dilakukan pula pengukuran kekuatan bisnis para pesaing terdekat. PT. TNC termasuk dalam klasifikasi 'sedang', dan berada dalam sel keempat pada matriks GE Nine Cells. Pada matriks yang sama juga terlihat kekuatan bisnis pesaing.
Strategi utama yang tepat bagi PT. TNC adalah pertumbuhan terkonsentrasi, pengembangan pasar dan pengembangan produk. Prioritas utama adalah strategi pertumbuhan terkonsentrasi, dengan penekanan pada pemilihan distributor yang tangguh, serta pengembangan pasar, mengingat peluang yang menjanjikan pada pasar internasional yang belum digarap.
Sebagai langkah pertama dalam strategi pengembangan pasar, dilakukan seleksi pasar. Setelah seleksi dengan contractible method disimpulkan bahwa terdapat empat pilihan negara yang merupakan negara tujuan ekspor yang paling potensial, yaitu Nigeria, Hongkong, Jepang dan Amerika Serikat. Keempat negara tujuan ekspor ini memiliki karakter pasar dan karakter produk yang sama sekali berbeda, sehingga perlu pula dilakukan analisis kekuatan bersaing PT. TNC dalam kaitannya dengan penetrasi pasar masing-masing negara.
Kemudian dari analisis kekuatan bersaing PT. TNC pada masing-masing negara serta daya tarik masing-masing negara, dapat disimpulkan bahwa negara tujuan ekspor bagi produk sabun mandi PT. TNC yang menempati prioritas utama adalah Nigeria. Dengan jumlah penduduk yang begitu besar, serta karakteristik pasamya yang sesuai dengan produk PT. TNC yang selama ini dikembangkan, Nigeria menjadi pasar yang patut diperhitungkan.
Untuk dapat merealisasikan strategi yang disarankan, kajian karya akhir ini mencoba mengembangkan strategi bersaing PT. TNC terutama strategi pemasaran internasional bagi produk sabun mandi. Sebagai hasil analisis diberikan beberapa saran berupa serangkaian perubahan yang dapat mendukung keberhasilan PT. TNC, seperti perubahan dalam struktur organisasi, serta pengembangan strategi yang telah dipilih, agar sasaran perusahaan dapat tercapai."
1994
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Marsya Yulia Astari
"Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui alasan dari PT ABC yang menjadi satu-satunya perusahaan publik penyewa menara telekomunikasi yang mengakui menaranya sebagai aset tetap di antara perusahaan sejenis lainnya yang mengakui menara telekomunikasi sebagai properti investasi. Dan melihat bagaimana penerapan akuntansi menara telekomunikasi sebagai properti investasi di PT JKL.Penelitian ini bertujuan untuk meneliti menara telekomunikasi pada industri penyewaan menara. Apakah memungkinkan diakui sebagai aset tetap. Dan bagaimana perlakuan akuntansi menara telekomunikasi sebagai properti investasi.

The study was conducted to investigate the reasons of ABC CO. whose the only public company that recognizes the telecommunications tower tenant towers as fixed assets of other similar companies that recognize the telecommunications tower as an investment property. And see how the application of accounting telecommunication towers as an investment property in JKL CO. This study aims to examine the telecommunications tower on tower leasing industry. Is it possible recognized as fixed assets. And how the accounting treatment of a telecommunications tower as an investment property."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Alika Adzhani
"Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dari intellectual capital terhadap kinerja keuangan serta nilai pasar perusahaan. Dengan menggunakan model Value Added Intellectual Coefficient (VAIC™) (Pulic, 1998, 2004; Ghosh dan Mondal, 2009; Yalama, 2013), penelitian ini menguji hubungan antara efisiensi VAIC™ dari 3 (tiga) sumber daya utama perusahaan, yakni: aset fisik, human capital, dan structural capital dengan variabel kinerja keuangan perusahaan (yang diproksikan dengan ROA dan ROE), dan variabel nilai pasar perusahaan (yang diproksikan dengan MBV). Data yang digunakan adalah perusahaan padat intellectual capital di Indonesia, yakni perusahaan sektor otomotif, media dan periklanan, perbankan, bioteknologi, teknologi informasi, perkreditan (selain perbankan), kabel, asuransi, farmasi, properti, layanan telekomunikasi, dan keamanan. Sementara perusahaan tidak padat intellectual capital di Indonesia yakni perusahaan barang dan pakaian, makanan, minuman, dan tembakau, jasa transportasi, pertambangan dan jasa pertambangan, serta perdagangan grosir dan eceran yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2009 – 2018. Pada akhirnya, akan dilakukan komparasi atas hasil dari perusahaan padat intellectual capital dan tidak padat intellectual capital di Indonesia. = The purpose of this study is to investigate the relation between intellectual capital, financial performance, and firms market value. By using Value Added Intellectual Coefficient (VAIC™) (Pulic, 1998, 2004; Ghosh dan Mondal, 2009; Yalama, 2013) model, this research examine the relationship between the VAIC™ by 3 (three) major components of firms resources, which are: physical asset, human capital, and structural capital and analyzing the relation between intellectual capital and financial performance variable (proxied by ROA and ROE), and firms market value variable (proxied by MBV). Data are drawn from corporate with High-IC Intensive that are companies from automotive and allied product, media and advertising, banks, biotechnology, computer and services, credit agency (other than banks), cable, insurance, pharmaceutical, property and real estate, telecommunication services, and security industries. Whilst from the Low-IC Intensive, are companies from consumer durables and apparels, foods, beverages, and tobaccos, transportation services, mining and mining services, and wholesale and retail trade that are listed in Indonesia Stock Exchange from the period of 2009 – 2018. Other output will be comparing the results from High-IC Intensive and Low-IC Intensive companies in Indonesia."
Depok: Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Silalahi, Ema Magdalena
"ABSTRAK
PLTS dapat dimanfaatkan sebagai catu daya listrik BTS hijau. Energi
Iistrik yang dihasilkan oleh PLTS cenderung tidak kontinyu, berubah-ubah setiap
waktu bergantung pada kondisi cuaca sekitarnya padahal BTS memerlukan sistem
catu daya listrik yang kontinyu dan andal selama 24 jam sehari. Oleh karena itu,
perlu dilakukan pembagian kontribusi energi diantara PLTS dan baterai sebagai
media penyimpan energi untuk memasok kebutuhan energi BTS. Kontribusi
energi ini diatur dengan algoritma manajemen energi yang disimulasikan
menggunakan MATLAB/SIMULINK dalam kondisi cuaca cerah dan cuaca
berawan/hujan dalam siklus 24 jam.
Hasil simulasi dalam kondisi cuaca cerah, diperoleh kontribusi energi
PLTS 54,06 kWh atau 49,688% dan kontribusi energi pengosongan baterai 54,74
kWh atau 50,30%, dari total kebutuhan energi listrik BTS. Dalam kondisi cuaca
hujan, diperoleh kontribusi energi PLTS 14,73 kWh atau I3,54% dan kontribusi
energi pengosongan baterai 98,645 kWh atau 90,67% dari total kebutuhan energi
listrik BTS.
Sedangkan nilai SOC baterai tidak pernah turun dibawah 25% dalam dua
kondisi tersebut, sehingga dapat diprediksikan bahwa ketersediaan energi baterai
dapat memenuhi kebutuhan energi BTS selama dua hari berturut-turut (dalam
kondisi cuaca hujan) secara mandiri.

Abstract
Photovoltaic systems can be used as electrical power supply for green
BTS. Electrical energy produced by photovoltaic system has an trend of
discontinue, timely variation depends on environment weather conditions, but
BTS need a reliably and continuously power supply in 24 hours a day. In such
conditions, needed an energy contribution sharing between photovoltaic system
and battery as an energy storage for supplying of BTS energy demands. The
energy contributions regulated by an energy management algorithms that are
simulated by MATLAB/SIMULINK in a sunny day dan a cloudy day conditions
at 24 hours cycles.
The simulation result in a sunny day condition, showing that an energy
photovoltaic system contribution 54,06 kWh or 49,688% dan a contribution of
discharging energy battery 54,74 kWh or 50,30% to supply all BTS energy
demands. For the simulation results in a cloudy day condition, showing that an
energy photovoltaic system conuibution 14,73 kWh or 13,54% and a contribution
of discharging energy battery 98,645 kWh or 90,67% to supply all BTS energy
demands.
In both simulation conditions, SOC never dropped under 25%, so it can be
predicted that the avalaibility of battery energi can meets all BTS energy demands
for two consecutive cloudy days in stand-alone state."
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2010
T27904
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Silalahi, Eva Magdalena
"PLTS dapat dimanfaatkan sebagai catu daya listrik BTS hijau. Energi listrik yang dihasilkan oleh PLTS cenderung tidak kontinyu, berubah-ubah setiap waktu bergantung pada kondisi cuaca sekitarnya padahal BTS memerlukan sistem catu daya listrik yang kontinyu dan andal selama 24 jam sehari. Oleh karena itu, perlu dilakukan pembagian kontribusi energi diantara PLTS dan baterai sebagai media penyimpan energi untuk memasok kebutuhan energi BTS. Kontribusi energi ini diatur dengan algoritma manajemen energi yang disimulasikan menggunakan MATLAB/SIMULINK dalam kondisi cuaca cerah dan cuaca berawan/hujan dalam siklus 24 jam.
Hasil simulasi dalam kondisi cuaca cerah, diperoleh kontribusi energi PLTS 54,06 kWh atau 49,688% dan kontribusi energi pengosongan baterai 54,74 kWh atau 50,30%, dari total kebutuhan energi listrik BTS. Dalam kondisi cuaca hujan, diperoleh kontribusi energi PLTS 14,73 kWh atau 13,54% dan kontribusi energi pengosongan baterai 98,645 kWh atau 90,67% dari total kebutuhan energi listrik BTS. Sedangkan nilai SOC baterai tidak pernah turun dibawah 25% dalam dua kondisi tersebut, sehingga dapat diprediksikan bahwa ketersediaan energi baterai dapat memenuhi kebutuhan energi BTS selama dua hari berturut-turut (dalam kondisi cuaca hujan) secara mandiri.

Photovoltaic systems can be used as electrical power supply for green BTS. Electrical energy produced by photovoltaic system has an trend of discontinue, timely variation depends on environment weather conditions, but BTS need a reliably and continuously power supply in 24 hours a day. In such conditions, needed an energy contribution sharing between photovoltaic system and battery as an energy storage for supplying of BTS energy demands. The energy contributions regulated by an energy management algorithms that are simulated by MATLAB/SIMULINK in a sunny day dan a cloudy day conditions at 24 hours cycles.
The simulation result in a sunny day condition, showing that an energy photovoltaic system contribution 54,06 kWh or 49,688% dan a contribution of discharging energy battery 54,74 kWh or 50,30% to supply all BTS energy demands. For the simulation results in a cloudy day condition, showing that an energy photovoltaic system contribution 14,73 kWh or 13,54% and a contribution of discharging energy battery 98,645 kWh or 90,67% to supply all BTS energy demands. In both simulation conditions, SOC never dropped under 25%, so it can be predicted that the avalaibility of battery energi can meets all BTS energy demands for two consecutive cloudy days in stand-alone state.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2010
T40955
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Wisnu Wahyu Wibowo
"ABSTRAK
Rasio elektrifikasi di Indonesia masih belum mencapai 100%, ini menandakan masih banyak daerah di Indonesia tanpa akses listrik. Sebagai kunci utama dalam fungsinya sebagai penggerak di negara berkembang, listrik memiliki dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan industri telekomunikasi. Dalam situasi seperti itu, sulit untuk menjamin keandalan jaringan telekomunikasi, khususnya, pasokan listrik untuk base transceiver station (BTS). Untuk mengatasi kekurangan ini, sumber energi terbarukan yang tersedia di wilayah tersebut harus bisa digunakan untuk mengoperasikan BTS. Studi ini mengusulkan penggunaan sistem hibrid fotovoltaik (PV) sebagai sumber daya untuk BTS di daerah terpencil di mana listrik dari PLN sebagai pemasok utama tidak tersedia. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan sistem PV mampu memasok kebutuhan beban listrik BTS dan sangat layak dianalisis dari sisi finansial. Keluaran daya sistem PV yang dirancang dapat menghasilkan 1,16 kW, sementara beban BTS adalah 1,15 kW. Kami menemukan bahwa sistem hibrid fotovoltaik mampu menangani beban BTS. Dalam perspektif ekonomi, biaya investasi untuk pembangunan sistem PV jauh lebih terjangkau, mudah dipelihara dan dioperasikan.

ABSTRACT
The electrification ratio in Indonesia has not yet achieved 100%, meaning there are still many areas without electricity access. As a key driven country development, electricity has a significant impact to the growth of telecommunication industries. In such situations, it is therefore difficult to guarantee the reliability of the telecommunication network, in particular, the electricity supply for the base transceiver station (BTS). To overcome this shortage, locally available renewable energy sources can be a solution as a power supply for a BTS. This study proposes the use of the integrated photovoltaic (PV) hybrid system as a power sources for BTS in the remote and isolated areas that have not yet supply electricity. The results show that the use of PV hybrid system is capable of supplying the electrical load requirement of BTS and is very feasible in financial analysis. The designed PV system output can produce 1.16 kW, while BTS load is 1.15 kW. We found that the integrated PV system is capable of handling BTS load. In economic perspective, the investment cost to deploy PV system is affordable due to the advantage of PV system, which is easy to maintain and operate."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2018
T50069
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>