Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 123398 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Rizki Azizah Amalia
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2010
TA1346
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Puspita Firsty Lestari
"Peramalan merupakan suatu metode yang digunakan untuk memperkirakan kejadian di masa depan dengan menggunakan data historis sebagai acuannya. Penggunaan pupuk meningkat pesat selama abad ke-20, dan harga pupuk serta pangan mempunyai korelasi yang sangat tinggi. Salah satu bahan baku pupuk adalah Muriate of Potash (MOP), yang dapat disebut juga Kalium Klorida (KCl). Bahan baku tersebut berasal dari barang tambang yang tidak ditemukan di semua negara, termasuk Indonesia. Kebutuhan MOP diprediksi terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini dikarenakan kebutuhan pupuk terus meningkat. Namun harga KCl sebagai bahan baku pupuk juga sama fluktuatifnya dengan harga Minyak Mentah. Banyak metode peramalan harga yang ada untuk memprediksi harga minyak mentah, namun proyeksi harga KCl masih terbatas. Indonesia merupakan negara pengimpor KCl terbesar kelima di dunia. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai proyeksi harga KCl karena KCl memiliki karakteristik yang berbeda dengan Minyak Mentah dan barang pertambangan komoditas lainnya. Dalam penelitian ini akan digunakan metode Jaringan Saraf Tiruan (JST) dan Regresi Linier Berganda yang akan dikombinasikan dengan Metode Multi Criteria Decision Making (MCDM) DEMATEL untuk menentukan kriteria yang berpengaruh. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh dalam peramalan harga KCl antara lain harga pupuk NPK, kapasitas produksi, harga minyak sawit, permintaan kalium, perang Russia-Ukraina dan biaya pengiriman. Peramalan harga KCl dengan menggunakan data historis dari tahun 2010-2023 dan memasukkan variabel berpengaruh berdasarkan metode DEMATEL, metode Regresi Linier Berganda memiliki error lebih tinggi yaitu sebesar 9,258% dibandingkan metode Jaringan Saraf Tiruan dengan regularisasi dan dropout sebesar 8,87%.

Forecasting is a method used to predict future events using historical data as a reference. Fertilizer use increased rapidly during the 20th century, and fertilizer and food prices are highly correlated. One of the raw materials for fertilizer is the Muriate of Potash (MOP), also called Potassium Chloride (KCl) for the element Potassium. These raw materials come from mining goods not found in all countries, including Indonesia. The need for MOP is predicted to continue to increase every year. This is because the need for fertilizer continues to increase. However, the price of MOP as a raw material for fertilizer is also as volatile as that of Crude Oil. Many price forecasting methods exist to predict crude oil prices, but MOP price projections are still limited. Indonesia is the fifth largest MOP-importing country in the world. Therefore, further research is needed regarding MOP price projections because MOP has characteristics different from Crude Oil and other commodity mining goods. In the research in this paper, the Artificial Neural Network (ANN) and Multi Linear Regression (MLR) method will be used, which will be combined with the Multi Criteria Decision Making (MCDM) DEMATEL Method to determine influential criteria. The research results show that the most influential factors in forecasting MOP prices include the price of NPK fertilizer, production capacity, palm oil prices, potassium demand, the Russia-Ukraine war, and freight costs. Forecasting MOP prices using historical data from 2010-2023 and including influential variables based on the DEMATEL method, the Multiple Linear Regression method has a higher error of 9.258% compared to the Artificial Neural Network method with regularization and dropout of 8.87%."
Jakarta: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tri Wahyuni
"ABSTRAK
Kalium merupakan kation intraseluler utama dalam tubuh yang penting untuk kelangsungan fungsi sel terutama menjaga rangsang elektrik jantung dan otot. Perubahan kadar kalium dalam darah sangat mempengaruhi kerja otot jantung dan fungsi sel sehingga diperlukan pemeriksaan kadar kalium yang tepat dan akurat agar terapi dan monitoring pasien tepat. Hasil pemeriksaan kalium sangat dipengaruhi oleh faktor pra-analitik. Spesimen yang direkomendasikan untuk pemeriksaan kalium adalah plasma heparin. Penelitian ini ingin melihat perbedaan kadar kalium yang diperiksa menggunakan spesimen berupa serum dari tabung vakum berisi clot activator tabung II , plasma dari tabung vakum berisi litium heparin tabung III , dan plasma dari tabung vakum berisi litium heparin dengan gel separator tabung IV . Penelitian ini juga ingin mengetahui perbedaan kadar kalium yang diperiksa menggunakan spesimen dari tabung berisi clot activator pada pengambilan darah pertama tabung I dan kedua tabung II . Desain penelitian adalah potong lintang dengan subjek penelitian 80 orang. Perbedaan kadar kalium yang bermakna statistik terdapat antara tabung II dan III p=0.001 , serta antara tabung II dan IV p=0.01 . Persentase perbedaan rerata dengan standar kadar kalium serum, antara tabung II dan III adalah 6.8, dan tabung II dan IV adalah 7.7, sedangkan terhadap standar kadar kalium plasma litium heparin yaitu 7.3 dan 8.3. Angka tersebut melebihi batas desirable bias 1.81 , yang berarti ada kemaknaan klinis pada perbedaan kadar kalium antara tabung II dan III serta tabung II dan IV. Hasil uji t-berpasangan pada tabung I dan II didapatkan perbedaan kadar kalium yang bermakna secara statistik ABSTRACT Potassium is a the most intracellular cation in the body that essential for the continuity of cell function, especially keeping the electrically stimulated heart and muscle. Changes in blood potassium levels greatly affect the work of the heart muscle and cell function so it is necessary to check the exact potassium levels and accurate for proper patient therapy and monitoring. Results of potassium assay is strongly influenced by pre analytic factors. Recommended specimen for potassium assay is plasma heparin. Aim this study wanted to see differences in potassium levels examined using serum specimens from vacuum tubes containing clot activators tube II , plasma specimens from vacuum tubes containing lithium heparin tube III , and plasma specimens from a vacuum tube containing lithium heparin with a separator gel tube IV . The study also wanted to know the difference in potassium levels examined using specimens from tubes containing clot activators on first blood collection tube I and second tube II . The study design was cross sectional with 80 subjects. The difference in potassium levels was statistically significant between tubes II and III p 0.001 , and between tubes II and IV p 0.01 . Mean percentage difference with standard serum potassium level, between tubes II and III was 6.8, and tubes II and IV were 7.7, whereas to the heparin lithium plasma potassium level of 7.3 and 8.3. This figure exceeds the desirable limit of bias 1.81 , which means there is clinical significance on the difference in potassium levels between tubes II and III and tubes II and IV. The result of paired t test on tube I and II showed that the difference of potassium content was statistically significant p"
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2017
SP-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
R. Amanda Sumantri
"ABSTRAK
Penelitian ini membandingkan efektivitas terapi topikal larutan KOH 10% dengan larutan kantaridin 0,7% terhadap moluskum kontagiosum pada anak, dilihat dari aspek medis dan efektivitas-biaya. Penelitian analitik dengan rancangan uji klinis acak terbuka dilakukan di Divisi Dermatologi Anak poliklinik Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta tahun 2012. Pembuatan larutan KOH 10% dilakukan di Departemen Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara klinis efektivitas larutan KOH 10% lebih baik daripada larutan kantaridin 0,7% dan biaya keseluruhan yang diperlukan lebih rendah. Meskipun demikian, tidak ditemukan perbedaan bermakna secara statistik.

ABSTRACT
This study compares the effectiveness between topical 10% potassium hydroxide solution and 0,7% cantharidin solution against molluscum contagiosum in children, viewed from the medical and cost-effectiveness aspects. The analytical open randomized clinical trial was conducted in Pediatric Dermatology Division, Dermatovenereology Clinic of dr. Cipto Mangunkusumo Hospital in 2012. The making of 10% potassium hydroxide solution was performed at the Department of Pharmacy Faculty of Medicine, University of Indonesia. Result shows that clinically, 10% potassium hydroxide solution is more effective than 0,7% cantharidin solution with less total cost. There were no statistically significant difference."
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2012
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Wilsen Jefta
"

Optimasi diperlukan untuk meningkatkan kinerja teknologi elektrolisis plasma guna memperbesar intensitas dan reaktivitas dari spesi yang bereaksi, khususnya radikal hidroksil, yang mengoksidasi senyawa-senyawa organik dalam limbah cair. Dengan pertimbangan untuk memperoleh kondisi elektrolisis plasma tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi larutan elektrolit, konsentrasi aditif ion Fe2+, dan daya operasi terhadap degradasi Remazol Red dengan teknologi elektrolisis plasma menggunakan elektroda berbahan stainless steel. Metode ini akan dilakukan pada reaktor batch menggunakan variasi konsentrasi larutan elektrolit K2SO4 0,01 M, 0,02 M, 0,04 M, dan konsentrasi ion Fe2+ 0 mg/L, 10 mg/L, 20 mg/L, 30 mg/L, 50 mg/L, pada daya 500 W dan 600 W. Efektivitas proses ditinjau berdasarkan persentase COD, Pt-Co dan degradasi Remazol Red, yield amonia dan nitrat, konsumsi energi, serta erosi anoda. Pada percobaan ini, persentase degradasi Remazol Red optimum mencapai 99,76% dengan energi spesifik sebesar 4265,43 kJ/mmol dan erosi anoda sebesar 0,1 g, dengan penurunan nilai Pt-Co pada akhir degradasi sebesar 99,16%, serta COD sebesar 84,16% untuk konsentrasi awal limbah 200 ppm dan penambahan Fe2+ 20 ppm. Pada kondisi tersebut, terdapat produk samping berupa amonia sebesar 0,438


Optimization needed to improve the performance of plasma electrolysis technology to increase the reactivity of the reacting species, especially hydroxyl radicals, which oxidize organic compounds in wastewater. Therefore, this study aims to determine the effect of Fe2+ ion additive concentration, electrolyte concentration, and electrical power on the degradation of Remazol Red by plasma electrolysis using stainless steel electrodes. This method was carried out in a batch reactor using variations in the concentration of K2SO4 electrolyte 0.01 M, 0.02 M, 0.04 M and concentrations of Fe2+ 0 mg/L, 10 mg/L, 20 mg/L, 30 mg/L , 50 mg/L, carried out with power consumption of 500 W and 600 W. Process effectiveness is analyzed based on the COD, Pt-Co, Remazol Red degradation, ammonia and nitrate yield, energy consumption, and anode erosion. In this experiment, the maximum degradation of Remazol Red reached 99.76% with a specific energy of 4265.43 kJ/mmol and anode erosion of 0.1 g, the decrease in Pt-Co value by 99.16% and COD by 84.16% for an initial Remazol Red concentration of 200 ppm and the addition of 20 ppm Fe2+. Under these conditions, by-products of 0.438 mmol of ammonia and 1.736 mmol of nitrate which were measured in the 30th minute.

 

"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Andhika Daniswara
"Tingginya kandungan sulfur pada minyak solar di Indonesia menyebabkan permasalahan, seperti masalah lingkungan, kesehatan, dan performa mesin diesel. Oxidative Desulfurization (ODS) adalah metode yang banyak dikembangkan karena dapat menurunkan jumlah sulfur aromatik yang sulit dilakukan pada proses HDS. Banyak penelitian ODS dengan berbagai macam oksidator, katalis, dan pelarut, namun kebanyakan penelitian menggunakan senyawa model sulfur. Penelitian ini menggunakan Biosolar yang sulfurnya akan diturunkan melalui proses ODS. Penelitian ini menggunakan variasi rasio sulfur/oksidator kalium permanganat 1:20, 1:25, 1:30, 1:35, dan 1:150 gram dan rasio sulfur/katalis asam perklorat 1:86. Selain itu, penelitian ini menggunakan variasi suhu 30, 50, 70, 80, 90, dan 100 , kecepatan pengadukan 700, 800, 900, dan 1000 rpm, dan waktu reaksi 60 menit. Sulfur sampel yang diambil sebelum dan sesudah proses ODS di analisis menggunakan metode Fourier-Transform Infrared (FTIR). Dari penelitian ini, didapatkan persen desulfurisasi tertinggi, yaitu 19,22% dari 361 ppm menjadi 291 ppm dengan massa oksidator 0,42 gram, suhu 70°C dan kecepatan pengadukan 1000 rpm. Sedangkan untuk persen desulfurisasi tertinggi dengan alat prototipe didapatkan hasil, yaitu 10,30% dengan rasio sulfur/oksidator dan sulfur/katalis adalah 1:35 dan 1:86, suhu 70 , kecepatan pengadukan 700 rpm, dan waktu pengambilan sampel pada menit ke-13 dengan metode ekstraksi.

The high sulfur diesel in Indonesia fuel causes problems, like environmental, health, and engine performance problems. Oxidative desulfurization (ODS) is a method that has been developed because the ability to decrease the aromatic sulfur compound which is hard to do in the HDS process. Researches have been done in the ODS using many oxidizer, catalyst, and solvent, but most of it use the sulfur model compound. This research will uses Biosolar that contains a high sulfur content which will be removed with the ODS process. This research will uses potassium permanganate as the oxidizer with variation sulfur/oxidizer ratio of 1:20, 1:25, 1:30, 1:35, 1:150 and sulfur/catalyst ratio of 1:86 with perchloric acid as catalyst. Beside that, this research also uses temperature variation of 30, 50, 70, 80, 90, and 100 , stirring speed with variation of 700, 800, 900, and 1000 rpm, and the reaction time of 60 minutes. Sulphur in samples that have been taken before and after ODS process will be analyzed with the Fourier-Transform Infrared (FTIR). From this research, the highest desulfurization percentage is 19,22% from 361 ppm to 291 ppm of sulphur with the oxidator mass of 0.42 gram, temperature of 70°C, and stirring speed of 1000 rpm. Whereas, the highest desulfurization percentage is 10.30% with the oxidator/sulfur and catalyst/sulfur of 1:35 and 1:86, temperature of 70 °C, stirring speed of 700 rpm, and sampling time at minute 13 with the extraction separation method."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Linda Isnaeniyah
"Polianilin (PANI) merupakan salah satu polimer konduktif yang menarik karena memiliki karakteristik yang menguntungkan, seperti dapat memiliki konstanta dielektrik. Dengan demikian, PANI konduktif dapat berperan sebagai material dielektrik. Pada penelitian ini, telah dilakukan sintesis PANI konduktif melalui proses reaksi kimia untuk melangsungkan proses polimerisasi. Konduktifitas listrik PANI ditimbulkan melalui doping garam dengan cara mencampurkan PANI-EB sebanyak 8 gram kedalam 20-100 ml larutan kalium klorida 10 %. Keberhasilan sintesis PANI konduktif diindikasikan oleh spectrum FTIR dan pengukuran nilai konduktifitas listriknya.
Hasil evaluasi kedua indikator tersebut menujukkan bahwa semua PANI yang telah didoping memiliki puncak karakteristik transmisi IR antara lain pada angka gelombang 835,21, 1440,87 3059,20 cm-1. Sedangkan konduktifitas listrik yang diperoleh dari PANI-EB sebesar 0,006 mS/cm meningkat menjadi 4,3; 6,7 dan 11,2 mS/cm setelah didoping dengan KCl konsentrasi 10 % berturut-turut sebanyak 100mL, 60 mL dan 20 mL. Sifat konduktif ini mucul karena adanya pengikatan ion Cl- pada rantai polimernya.
PANI hasil sintesis melalui proses polimerisasi dan doping KCL ini bersifat dielektrik dengan nilai permitivitas listriknya adalah 0,05 ≤ ε? ≤ 19,97 dan 0,60 ≤ ε?? ≤ 18,69 dalam rentang frekuensi 8-12 GHz. Sebagai konsekuensi sifat dielektrik, PANI hasil sintesis memilki kemampuan menyerap gelombang elektromagnetik, meskipun pada jangkau frekuensi pengujian, nilai Reflection Loss (RL) yang baik diperoleh pada PANI dengan nilai konduktifitas yang rendah.

Polyaniline (PANI) is one of the conductive polymer which interesting because it has attractive characteristics like dielectric constant in addition to electric conductivity. Thus, conductive PANI can also be considered as dielectric materials. In this study, conductive PANI has been synthesized through the chemical reaction process to allow the polymerization process. Physical property of electrical conductivity in PANI was generated through doping treatment by mixing between PANI-EB of 8 grams in mass and 20-100 ml of 10 % potassium chloride salt solution. The success of the synthesis of conductive PANI was indicated by FTIR spectrum and their respective electrical conductivity values.
Results of evaluation for both indicators showed that all doped PANI have an infra-red spectrum characteristic of PANI indicated by absorptions at wave numbers 835.21, 1440.87 and 3059.20 cm-1. Whereas the electrical conductivity value obtained from PANI-EB was 0.006 mS /cm then increased to 4.3; 6.7 and 11.2 mS /cm after doped with KCl salt solutions with the amount respectively100mL, 60 mL and 20 mL. The electrical conductivity of PANI apparently presents due to the formation of ionic binding of Cl- ions in the polymer chains.
Hence, the synthesized PANI through polymerization and doping with KCL salt solution has resulted in the dielectric materials with a typical of the electric permittivity value of 0,05 ≤ ε? ≤ 19,97 and 0,60 ≤ ε?? ≤ 18,69 in the frequency range of 8-12 GHz. Consequently, the Synthesized PANI has the ability to absorb electromagnetic waves, though the value of Reflection Loss (RL) which obtained in current frequency low was relatively low.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2016
S63181
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Iqbal Tawakkal
"Nanogel merupakan suatu hidrogel dengan ukuran lebih kecil dari 1000 nm dan mempunyai sifat yang dimiliki polimer penyusunnya. Karakteristik polimer penyusun nanogel antara lain sensitif terhadap suhu, pH, dan cahaya. Pada penelitian ini digunakan nanogel polimer responsif temperatur poli(N-vinilkaprolaktam-ko-N-metilolakrilamida) dengan kalium diklofenak sebagai model bahan aktif. Nanogel P(NVCL-ko-NMA) disintesis melalui polimerisasi emulsi dan dikarakterisasi menggunakan FT-IR dan 1H-NMR untuk mengetahui gugus fungsi dan struktur kimia dari nanogel, turbidimetri untuk mengetahui suhu transisi fasa (Tc) nanogel serta nano PSA untuk mengetahui ukuran partikel nanogel. Kemudian dilakukan uji enkapsulasi nanogel terhadap obat dengan kalium diklofenak. Dilakukan karakterisasi PSA untuk mengetahui ukuran nanogel sebelum enkapsulasi dan UV-Vis untuk mengetahui efisiensi enkapsulasi. Enkapsulasi dilakukan menggunakan bahan aktif kalium diklofenak dan penyalut nanogel P(NVCL75-ko-NMA25) dan didapat persen kadar atau efisiensi enkapsulasi rata – rata 79%. Uji pelepasan dilakukan untuk mengetahui profil pelepasan kalium diklofenak. Hasil yang diperoleh menunjukkan penggunaan nanogel P(NVCL75-ko-NMA25) meningkatkan laju pelepasan kalium diklofenak pada pH 1,2 maupun 7,4 pada suhu 37°C .

Nanogel is a hydrogel with a size smaller than 1000 nm and has the properties of its constituent polymer. The characteristics of the polymers that make up the nanogels include sensitivity to temperature, pH, and light. In this study, a temperature-responsive polymer nanogel of poly(Nvinylcaprolactam-co-N-methylolacrylamide) was used with diclofenac potassium as the active ingredient model. P(NVCL-co-NMA) nanogels were synthesized through emulsion polymerization and characterized using FT-IR and 1H-NMR to determine the functional groups and chemical structure of the nanogels, turbidimetry to determine the phase transition temperature (Tc) of nanogels and nano PSA to determine particle size nanogels. Then the nanogel encapsulation test was carried out on the drug with diclofenac potassium. PSA characterization was performed to determine the nanogel size before encapsulation and UV-Vis to determine its encapsulation efficiency. Encapsulation was carried out using the active ingredient potassium diclofenac and P(NVCL75-koNMA25) nanogel coating and the average percentage or encapsulation efficiency was 79%. The release test was carried out to determine the release profile of diclofenac potassium. The results showed that the use of P(NVCL75-ko-NMA25) nanogel increased the diclofenac potassium release rate at pH 1.2 and 7.4 at 37°C."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Pandu Pradana
"Latar belakang dan tujuan: Pilihan utama terapi kondilomata akuminata KA di Poliklinik Divisi Infeksi Menular Seksual Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo RSCM adalah tingtur podofilin 25 yang mengharuskan pasien untuk datang ke rumah sakit secara teratur. Larutan kalium hidroksida KOH 5 merupakan alternatif terapi yang dapat dilakukan sendiri oleh pasien di rumah. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas dan efek samping terapi topikal larutan KOH 5 dibandingkan dengan tingtur podofilin 25 pada KA genitalia eksterna dan/atau perianus.
Metode: Uji klinis acak terbuka paralel tidak berpasangan terhadap 50 subyek penelitian SP. Pada kelompok KOH kelompok K dilakukan aplikasi terapi setiap hari oleh pasien sendiri di rumah, sedangkan pada kelompok podofilin kelompok P dilakukan aplikasi oleh dokter satu kali seminggu. Evaluasi dilakukan setiap minggu selama enam minggu.
Hasil: Respons terapi baik pada kelompok K adalah 56 dan kelompok P adalah 64 . Secara statistik tidak terdapat perbedaan bermakna antara kedua kelompok p= 0,468. Efek samping pada kedua kelompok berupa rasa gatal, nyeri, eritema dan erosi yang sifatnya sementara dan dapat ditoleransi. Efek samping tidak berbeda bermakna secara statistik.
Kesimpulan: Larutan KOH 5 dapat dijadikan alternatif pengobatan KA yang dapat diaplikasikan sendiri oleh pasien.

Background and objectives: 25 podophyllin tincture, a first line therapy in Sexually Transmitted Division of Dermatology and Venereology Department Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo RSCM , requires patient to come regularly to the health facilities, while a 5 potassium hydroxide KOH solution is an alternative therapy that can be done byself. This study compares the effectiveness and side effects of 5 KOH solution and 25 podophyllin tincture in the treatment of external genitalia and or perianal condylomata acuminata.
Methods: A randomized open controlled trial on 50 patients. In the KOH group, patients were instructed to apply the medication at home byself to the lesions once daily, while in the podophyllin group the doctor applying the medication once weekly. The evaluation was performed every week for six weeks.
Results: Good response was achieved by 56 and 64 in KOH and podophyllin groups, respectively. No statistical difference between groups p 0,468. Side effect in both groups includes a temporary pruritus, pain, erythema and erosion. No statistical difference in side effect between groups.
Conclusion: A 5 potassium hydroxide solution is a self applied alternative treatment for condylomata acuminata.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2016
T58844
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Stroke menyebabkan kondisi hipoksia-iskemia yang menimbulkan berbagai kerusakan. Perubahan neurokimia otak pada stroke menyebabkan oksidasi kolesterol. Produk oksidasi kolesterol yaitu 7-ketokolesterol diketahui mengubah komposisi lipid raft, sifat protein membran dan meningkatkan eksositosis neurotransmitter. Kanal Kv berperan pada terminasi eksositosis dan mempertahankan keseimbangan ionik sel saraf. Pemberian 7-ketolesterol pada
sel PC-12 bertujuan melihat respon kanal Kv. Perekaman patch clamp dilakukan dengan tehnik whole-cell secara voltage clamp. Hasil eksperimen terekam kenaikan arus listrik (p<0.05) pada potensial membran negatif, penurunan reversal potensial (p>0.05) dan peningkatan konduktansi maksimal ion kalium (p<0.05). Hasil eksperimen berupa perubahan konduktansi maksimal menunjukkan pengaruh 7-ketokolesterol pada kinetika dan fungsi kanal Kv yang diperkirakan sebagai akibat perubahan interaksi lipid-protein pada lipid raft. Pada konteks stroke respon kanal Kv turut berkontribusi pada proses neurotoksisitas yang berujung pada kematian sel."
610 JKY 20:2 (2012)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>