"
ABSTRAKLevenol Pan merupakan surfaktan kationik yang bersifat sebagai penghambat masuknya zat warna secara cepat ke dalam serat akrilik, sehingga pewarnaan menjadi rata. Dalam kondisi tertentu Levenol Pan tampak seperti membantu penyerapan zat warna, karena mempunyai muatan positif.
Tujuan Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang dilakukan adalah untuk mengetahui pengaruh besarnya Konstanta Pencelupan (DC) dalam penentuan konsentrasi Levenol Pan (Dodesildimetil benzil ammonium klorida). Serta mengetahui pengaruh konsentrasi Levenol Pan terhadap kecerahan warna pada benang akrilik 100 % hasil pencelupan.
Dalam PKL ini beberapa uji yang dilakukan adalah uji kecerahan warna, pengujian pH larutan celup, dan pengujian pH sisa larutan celup. Metode analisis yang digunakan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan PT. ACTEM.
Kecerahan warna (L) mempunyai skala nilai 0 (hitam) sampai 100 (putih). Artinya semakin besar nilai (L), warna akan semakin cerah. Sebaliknya semakin rendah nilai (L), kecerahannya semakin berkurang. Dari pengukuran kecerahan warna diketahui bahwa pada konsentrasi Levenol Pan yang terendah (1,24 %) menghasilkan nilai kecerahan warna (L) yang paling rendah, yaitu 18,08. Sebaliknya pada konsentrasi Levenol Pan yang paling tinggi (3,91 %) nilai kecerahan warnanya yang paling tinggi , yaitu 18,78.
Pada pengukuran kecerahan warna pada benang akrilik yang dicelup dengan sisa larutan celup diketahui bahwa pada konsentrasi Levenol Pan yang terendah (1,24 %) diperoleh nilai kecerahan warna (L) yang paling tinggi , yaitu 87,64. Sebaliknya pada konsentrasi Levenol Pan yang paling tinggi (3,91 %) diperoleh nilai kecerahan warna yang paling rendah , yaitu 73,78."