Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 130187 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1995
TA3170
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Kerisna Manto
"

Penelitian dengan judul STUDI PENERAPAN SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA PADA ATAP BANGUNAN INDUSTRI PENGOLAHAN AIR, memliki rumusan masalah untuk menerapkan suatu sistem pembangkit listrk tenaga surya dengan metode on grid dengan menentukan spesifikasi dan desain dari modul surya, inverter, kabel dan sistem proteksi. Penerapan ini dibantu dengan perangkat lunak PVsyst. Berdasarkan analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa desain pembangkit listrik tenaga surya yang dilakukan sudah sesuai dengan kapasitas yang diinginkan. Dengan menggunakan 180 modul surya dengan daya 250 Wp dan 3 Inverter dengan daya 30 kW, sehingga menghasilkan kapasitas daya sebesar 90 kWp. Desain sistem PLTS yang dirancang memiliki nilai daya keluaran yang lebih kecil dibandingkan kurva bebannya. Sehingga, semua keluaran daya PLTS akan terpakai oleh beban dan tidak ada yang diekspor ke jaringan PLN. Sistem PLTS pada industri pengolahan air di penelitian ini menghitung dalam sisi ekonomi. Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai payback period adalah 7 tahun 7 bulan.

 


The research entitled STUDY OF IMPLEMENTATION SOLAR POWER PLANT SYSTEM ON ROOF OF THE BUILDING WATER PROCESSING INDUSTRIES, has a problem statement to implementation a solar power system with on grid method by determining the specifications and design from the solar module, inverter, cable and protection system. This implementation was supported by a software PVsyst. Based on the analysis of the data carried out, it was concluded that the design of the PLTS carried out was in accordance with the desired capacity. By using 180 solar modules with a power 250 Wp and 3 inverters with a power 30 kW, resulting in a power capacity of 90 kWp. Solar power plant system design has a lower output power than the load curve. So that all solar power plant output will be used by the load and nothing will be exported to the PLN network.  Solar power plant system in the water processing industries in this study count on the economic side. Time needed to reach the pay back period is 7 years 7 months.

"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Simanjuntak, Bangun M.
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1990
S38132
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Try Wijayanti
"Penelitian ini merupakan studi kasus pada Perusahaan Pembangkit Listrik dengan melakukan analisis manajemen risiko pada siklus pengeluaran Unit Pemeliharaan Pembangkit Listrik. Pentingnya fungsi manajemen risiko dan belum adanya manajemen risiko pada siklus pengeluaran merupakan dasar dilakukannya penelitian ini agar perusahaan dapat memperoleh gambaran dari proses identifikasi risiko, analisis risiko, evaluasi risiko, penanganan risiko serta usulan mitigasi risiko pada area yang membutuhkan penanganan. Pendekatan penelitian dilakukan secara kualitatif dengan instrumen penelitian menggunakan observasi, telaah dokumen, dan wawancara. Proses manajemen risiko menggunakan framework ISO 31000:2018 dengan hasil penelitian menunjukan terdapat 185 risiko teridentifikasi pada siklus pengeluaran. Terdapat 136 pos risiko (73,51%) dengan kategori risiko moderat dan terdapat 49 pos risiko (26,49%) dengan kategori risiko tinggi. Pada level moderat risiko dapat diterima dengan pemantauan Key Risk Indicator (KRI) dan pada risiko tinggi dilakukan mitigasi risiko sehingga mencapai risiko moderat. Manfaat dari penelitian ini adalah dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan audit berbasis risiko dan sebagai acuan dalam penerapan manajemen risiko pada siklus pengeluaran Unit Pemeliharaan Pembangkit Listrik.

This research is a case study by analyzing the risk management on the expenditure cycle in the Power Plan Maintenance Unit. The importance of the risk management function and the absence of risk management on the expenditure cycle are the basis of this research. The aims of the study are to obtain an overview of the process of risk identification, risk analysis, risk evaluation, risk management, and give the recommendation of risk mitigation in areas that require handling. The research approach with the qualitative method with research instruments used observation, document review, and interviews.  The risk management framework used at ISO 31000: 2018. The results of the study showed that there were 185 identified risks in the expenditure cycle. There are 136 risks (73.51%) with a moderate risk category and 49 risks (26.49%) with a high-risk category. At a moderate level, the risk can be accepted by monitoring the Key Risk Indicator (KRI) and a high-risk level, risk mitigation is carried out to reach a moderate risk. The benefit of this research is that the results can be used as a basis for conducting risk-based audits and as a reference for implementing risk management in the Power Plant Industry. "
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1995
TA3159
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Muhamad Arif Pratama
"Keandalan dan efisiensi adalah komitmen pembangkit listrik kepada pemerintah untuk mengantisipasi dan mengatasi ancaman krisis energi dan dampak lingkungan akibat konsumsi energi. Tuntutan pembangkit listrik untuk beroperasi secara efisien memicu persaingan diantara industri pembangkit listrik. Sistem Manajemen Energi merupakan salah satu scenario untuk mengevaluasi konsumsi energi baik primer maupun sekunder dalam operasi pembangkit listrik. Tesis ini akan memaparkan mekanisme pengujian sistem manajemen energi primer dan sekunder pada sistem pembangkit listrik tenaga gas uap. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa sistem manajemen energi primer mampu menghemat konsumsi bahan bakar HSD sebanyak 3,795 KL untuk setiap proses turbin uap dan penghematan energi sekunder sebesar 932,4 kWh. Sistem manajemen energi juga mampu menurunkan heat rate rata-rata sebesar 0,22 kcal/kWh dalam satu tahun pembangkit beroperasi. Selain itu, sistem manajemen energi juga memberikan keuntungan secara ekonomis dan menurunkan aspek risiko kerugian finansial pembangkit.

Reliability and efficiency are the power plant’s commitment to the government to anticipate and overcome the threat of the energy crisis and environmental impact of energy consumption. The demand for a highly-efficient operation has sparked competition among power generation industries. The Energy Management System was adopted to evaluate energy consumption, both primary and secondary, in power plant operations. This thesis will describe the mechanism for primary and secondary energy management systems in the combined cycle power plant. This study proposed a mathematical opportunity of saving 3,795 KL of diesel fuel consumption and 932,4 kWh of in-house usage. The energy management system is also lowering the average heat rate by 0.22 kcal / kWh in one year. The energy management system also provides economic benefits and reduces the financial loss risk for power plants."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Budi Hadi Santoso
"Sejalan dengan berkembangnya jaman, maka pada saat sekarang ini, banyak perusahaan manufaktur menggunakan sistem produksi yang lebih banyak menggunakan mesin. Hal ini terutama terjadi pada perusahaan yang telah menerapkan teknologi maju, seperti penerapan sistem otomatisasi dalam proses produksinya. Selain itu faktor yang menentukan dalam memenangkan persaingan dalam memperebutkan konsumen pada saat ini bukan tergantung pada harga jual dari produk saja. Namun saat ini yang menjadi pertimbangan dari para konsumen adalah faktor lain seperti kualitas produk yang dihasilkan dan pelayanan yang dapat diberikan perusahaan atas produk yang dihasilkan seperti pengiriman tepat waktu. Agar suatu perusahaan dapat mengukur sejauh mana perusahaan dapat memenuhi tuntutan konsumen dan untuk mengetahui efisiensi produksi yang lebih banyak menggunakan mesin, perusahaan membutuhkan ukuran-ukuran dalam pengukuran kinerja tersebut. Ukuran yang digunakan dalam mengukur kinerja yang ada pada sistem akuntansi manajemen tradisional kurang dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Karena terdapat banyak kelemahan dalam sistem tersebut, sehingga tidak dapat memberikan masukan lagi bagi pihak manajemen. Oleh karena itu dibutuhkan ukuran-ukuran baru yang dapat melengkapi ukuran yang ada pada sistem akuntansi manajemen tradisional. Faktor-faktor penting yang harus diukur dalam kesatuan produksi yang maju lebih bersifat kualitatif. Oleh karena itu ukuran-ukuran tersebut lebih bersifat bukan ukuran keuangan. Pembangkit tenaga listrik yang lebih banyak menggunakan mesin dalam proses produksinya, ternyata tidak pernah melakukan analisa pengukuran kinerja tentang kegiatan operasi yang telah dilakukannya. Oleh karena itu penulis menyarankan agar pembangkit tersebut segera melaksanakan program pengukuran kinerja, baik dengan menggunakan ukuran-ukuran keuangan maupun ukuran-ukuran non keuangan. "
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1994
S18640
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Amien Rahardjo
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, [s.a.]
03 Rah s-3
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>