Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 157818 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Anita Natasya
"Hiperlipidemia salah satu faktor resiko penyakit jantung koroner yang meningkatkan viskositas darah. Umbi kucai (Allium schoenoprasum L.) mengandung allisin yang berefek antihiperlipidemia. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol umbi kucai sebagai antihiperlipidemia pada tekanan darah tikus yang diinduksi diit tinggi kolesterol dan lemak. Tikus galur Sprague-Dawley sebanyak 36 ekor dibagi menjadi 6 kelompok. Semua kelompok kecuali kelompok normal diberikan diit tinggi kolesterol dan lemak. Kelompok normal, induksi, simvastatin, dosis 1, 2, dan 3 berturut-turut diberikan CMC 0,5%, CMC 0,5%, simvastatin, ekstrak umbi kucai 4,79 mg, 9,58 mg dan 19,16 mg/200g bb selama 56 hari. Tekanan darah sistol, diastol, dan tekanan arteri rata-rata diukur dengan alat pengukur tekanan darah non-invasif CODA® pada hari ke-0, ke-29 dan ke-57. Hasil analisis menunjukkan ekstrak etanol 80% umbi kucai pada dosis 9,58 mg/200g bb dapat mempengaruhi tekanan darah secara bermakna (p<0,05).

Hyperlipidemia is one of risk factors for coronary heart disease that increased blood viscosity. Bulb chives (Allium schoenoprasum L.) contains allicin as antihyperlipidemia. The study aimed to determine the effect of ethanol extract of blub chives as antyhiperlipidemia on rats blood pressure induced with a high dietary cholesterol and fat. Thirty six Sprague-Dawley rats were divided into 6 groups. All groups except the normal group was given a high dietary cholesterol and fat. Normal group, induction, simvastatin, dose 1, 2, and 3 respectively was given 0.5% CMC, CMC 0.5%, simvastatin, bulb chives extract 4,79 mg, 9,58 mg and 19,16 mg/200 g mm during 56 day. Systole, diastole, and mean blood pressure was measured with a non-invasive blood pressure tools from CODA® on days 0, 29th and 57th. The analysis showed the extract of bulb chives at a dose of 9,58 mg/200 g mm influence blood pressure significantly (p <0,05)."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2014
S55296
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Irsalina Nurul Putri
"Hiperlipidemia adalah peningkatan salah satu atau lebih dari kolesterol, kolesterol ester, fosfolipid, atau trigliserida. Allium schenoprasum L. merupakan tanaman satu genus dari Allium sativum yang sudah teruji efek hiperlipidemianya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antihiperlipidemia ekstrak etanol 80% kucai (Allium schoenoprasum L.) pada tikus jantan yang diberi diit tinggi kolesterol dan lemak. Sebanyak 36 tikus putih jantan galur Sparague dawley dibagi secara acak ke dalam 6 kelompok perlakuan, yaitu kelompok normal, induksi, simvastatin, dan 3 kelompok dosis. Semua kelompok diberi diit tinggi kolesterol dan lemak kecuali kelompok normal. Kelompok normal hanya diberikan CMC 0,5%. Setelah 1 jam pemberian diit tinggi kolesterol dan lemak, kelompok induksi, simvastatin, dosis 1, dosis 2, dan dosis 3 secara berturut-turut diberikan larutan CMC 0,5%, simvastatin 1,8 mg/200 g bb, ekstrak kucai 4,79 mg, 9,58 mg, dan 19,16 mg/200 g bb. Setelah 56 hari perlakuan, sampel darah tikus diambil melalui sinus orbital dan dilakukan penetapan kadar kolesterol total, trigliserida, HDL, dan LDL pada plasma darah tikus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 80% umbi kucai memiliki efek antihiperlipidemia pada dosis 9,58 mg/200 g bb dilihat dari penurunan kadar kolesterol total, trigliserida, dan LDL dan memberikan hasil berbeda bermakna dibandingkan dengan kelompok induksi (p <0,05).

Hyperlipidemia is defined as an elevation of one or more of cholesterol, cholesterol esters, phospholipids, or triglycerides. Allium schoenoprasum L. is a plant of the same genus with Allium sativum which had been proven to have effect as antihyperlipidemia. This study aimed to evaluate antihyperlipidemic effects of 80% ethanolic extract of chives (Allium schoenoprasum L.) in male rats induced by high cholesterol and fat diet. Thirty-six male rats of Sprague dawley strain were divided randomly into 6 groups, those were normal group, induction group, simvastatin group, and three dose groups. All groups except the normal group were given high dietary cholesterol and fat. The normal group was given only 0,5 % CMC solution. After one hour of high dietary cholesterol and fat administration, the induction group, simvastatin group, dose I group, dose II group, and dose III group were given 0,5% CMC solution, 1,8 mg/200 g bw simvastatin, 4,79 mg/200 g bw, 9,58 mg/200 g bw, and 19,16 mg/200 g bw chives extract as follows. Blood samples were collected by the orbital sinus after 56 days of treatment to be analysed for total cholesterol, triglycerides, HDL, and LDL. The results showed that 80% ethanolic extract of bulbs chives have antihyperlipidemic effects at dose of 9,58 mg/200 g bw proven by significant (p < 0,05) decreases in total cholesterol, triglycerides, and LDL compared to induction group."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2014
S55236
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Septi Purwanti
"Hiperlipidemia merupakan faktor resiko terjadinya aterosklerosis dan penyakit jantung koroner yang berbahaya. Oyong termasuk dalam marga luffa telah diteliti memiliki efek antihiperlipidemia. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek antihiperlipidemia dari ekstrak etanol 70% buah oyong (Luffa acutangula (L.) Roxb). Sebanyak 30 ekor tikus putih jantan galur Sprague Dawley berumur 2 bulan dibagi secara acak ke dalam enam kelompok, yaitu kelompok kontrol normal, induksi, simvastatin (sebagai pembanding), dosis I, II, dan III. Kelompok kontrol normal hanya diberikan larutan CMC 0,5%. Kelompok kontrol induksi, simvastatin, dosis I, II, III diberikan makanan diit tinggi kolesterol dan lemak 2,5 g/200 g bb dengan komposisi kuning telur 80%, lemak hewan 5%, dan larutan sukrosa 15%. Setelah satu jam pemberian ditambahkan berturut-turut CMC 0,5%, simvastatin 1,8 mg/200 g bb, esktrak 20, 40, dan 80 mg/200 g bb. Setelah 8 minggu perlakuan dilakukan pengambilan darah melalui sinus orbital dan penetapan kadar kolesterol total, trigliserida, HDL, dan LDL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% buah oyong memiliki efek antihiperlipidemia pada dosis 20, 40 dan 80 mg/200 g bb ditinjau dari penurunan kadar kolesterol total, LDL, dan peningkatkan kadar HDL, tetapi penurunan kadar trigliserida hanya terjadi pada dosis 80 mg/200 g bb.

Hyperlipidemia is a risk factor of atherosclerosis and coronary heart disease. Ridged gourd included in genus Luffa have been researched antihyperlipidemia effect. This research aimed to observe the effect of antihyperlipidemia from 70% ethanol extract of the ridged gourd (Luffa acutangula (L.) Roxb). Thirty male rats Sprague Dawley strain with 2 month were divided randomly into six groups, is : normal control, induction control, simvastatin control (as a comparison), ridged gourd dose I, II, and III. Normal control group only given 0.5% CMC solution. Induction control, simvastatin control, ridged gourd dose I, II, III given high cholesterol and lipid diet (2,5 g/200 g bw) with the composition 80% egg yolk, 5% fat, and 15% sugar solution. After an hour giving, added successively 0,5% CMC, 1,8 mg/200 g bw simvastatin, extracts 20, 40, and 80 mg/200 g bw. After eight weeks of treatment was blood sampling by the orbital sinus and determination of total cholesterol, triglycerides, HDL, and LDL. The results showed that 70% ethanol extract of ridged gourd have antihyperlipidemia effects at doses of 20, 40 and 80 mg/200 g bw in decreased of total cholesterol, LDL and increasing HDL levels, but the decrease in triglyceride levels only at doses of 80 mg/200 g bw."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2012
S43394
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Brillianty Shitta Devi
"Studi terakhir menunjukkan bahwa kulit bagian dalam durian (Durio zibethinus (Murr.)) yang terdiri dari mesocarp dan endocarp memiliki efek hepatoprotektif dan mengandung sejumlah senyawa bioaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek antihiperlipidemia dari ekstrak etanol 70% kulit bagian dalam durian. Tiga puluh ekor tikus putih jantan galur Sprague dawley dan berat sekitar 200 gram dibagi dalam enam kelompok yang terdiri dari kontrol normal, kontrol perlakuan, kontrol pembanding, dan kelompok dosis 1, 2, serta 3. Kelompok kontrol normal hanya diberikan larutan CMC 0,5%. Kelompok kontrol perlakuan, kontrol pembanding, dan kelompok dosis 1, 2, serta 3 diberikan makanan tinggi kolesterol dan lemak. Setelah satu jam, berturut-turut diberikan CMC 0,5%, simvastatin 1,8 mg/200 g bb, ekstrak dengan dosis 36, 72, dan 144 mg/200 g bb. Setelah 56 hari, dilakukan pengambilan darah melalui sinus orbital dan penetapan kadar kolesterol total, trigliserida, HDL, dan LDL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% kulit bagian dalam durian (Durio zibethinus (Murr.)) memiliki efek antihiperlipidemia dengan dosis 36; 72; dan 144 mg/200 g bb terhadap tikus putih jantan ditinjau dari penurunan kadar kolesterol total, LDL, dan peningkatan HDL, tetapi penurunan kadar trigliserida hanya terjadi pada dosis 72 dan 144 mg/200 g bb.

The latest study showed that durian (Durio zibethinus (Murr.)) inner shell, which is consisted of mesocarp and endocarp, has a hepatoprotective effect and contains several kinds of bioactive compounds. This research aimed to observe antihyperlipidemic effect of 70% ethanol extract of durian inner shell. Thirty white male rats Sprague dawley strain with body weight 200 gram were divided into 6 groups, which are normal control, treatment control, comparator control, and dose group I, II, and III. Normal control group was only given 0.5% CMC solution. Treatment control, comparator control, and dose I, II, dan III groups were given high cholesterol and fat diet. After an hour, the following groups were given 0,5% CMC solution, simvastatin 1.8 mg/200 g bw, and extract 36; 72; and 144 mg/200 g bw. After 56 days, blood sampling was done through the orbital sinus and also the determination of total cholesterol, triglycerides, HDL, and LDL. The results showed that 70% ethanol extract of durian (Durio zibethinus (Murr.)) inner shell have an antihyperlipidemic effect at doses 36; 72; and 144 mg/200 g bw based on decreasing level of total cholesterol, LDL, and increasing level of HDL, yet decreasing level of triglyceride was only happened at doses 74 and 144 mg/200 g bw."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2014
S57359
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Haviani Rizka Nurcahyaningtyas
"Hiperlipidemia merupakan peningkatan kadar kolesterol atau trigliserida atau kedua-duanya di atas batas normal yang menjadi penyebab utama aterosklerosis. Susu kacang kedelai telah diteliti memiliki efek antihiperlipidemia karena diduga mengandung senyawa isoflavon, protein, dan lesitin. Tujuan penelitian untuk mengetahui efek susu kacang kedelai terhadap penurunan kadar kolesterol total, trigliserida, kolesterol HDL, dan peningkatan kolesterol LDL pada tikus putih jantan. Tikus diberi diit tinggi kolesterol dan lemak dengan komposisi kuning telur 80%, larutan sukrosa 65% sebesar 15%, dan lemak hewan 5%. Tikus putih jantan galur Sprague dawley sebanyak 30 ekor dengan berat sekitar 200 g dibagi dalam enam kelompok yang terdiri dari kontrol normal (CMC 0,5%), kontrol perlakuan (diit tinggi kolesterol dan lemak), kontrol pembanding (simvastatin), dan kelompok uji yang diberi susu kacang kedelai dengan dosis 2,25 g/kg bb, 4,5 g/kg bb, dan 9 g g/kb bb. Setelah 56 hari perlakuan dilakukan pengujian terhadap kadar kolesterol total, trigliserida, kolesterol HDL, dan kolesterol LDL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa susu kacang kedelai dengan dosis 9 g/kg bb dapat menurunkan kadar kolesterol total, trigliserida, dan kolesterol LDL serta meningkatkan kadar kolesterol HDL paling baik dibandingkan dengan dosis 2,25 g/kg bb dan dosis 4,5 g/kg bb karena memberikan hasil yang tidak berbeda bermakna dibandingkan dengan kontrol normal.

Abstract
Hyperlipidemia is elevated levels of cholesterol or triglycerides or both of them above normal limit that is a major cause of atherosclerosis. Soymilk have been studied for antihiperlipidemia effects because expected contain isoflavone, protein, and lecithin. This study aimed to determine effects of soymilk to decreased levels of total cholesterol, triglycerides, HDL cholesterol, LDL cholesterol and an increased in male white rats. Rats given high cholesterol and fat diet by composition of 80% yolk, 65% sucrose solution 15%, and 5% animal fat. Thirty white male rats Sprague dawley strain with body weight 200 gram were divided into 6 groups are normal control (CMC 0,5%), treatment control (high cholesterol and fat diet), comparator control (simvastatin), and test group who were given doses of soy milk with 2,25 g / kg body weight, 4,5 g / kg body weight, and 9 g / kg body weight. After 56 days, examination carried out on total cholesterol, triglycerides, HDL cholesterol, and LDL cholesterol. Result findings showed that soymilk with dose 9 g/kg body weight can reduced levels of total cholesterol, triglycerides, and LDL cholesterol and increased HDL cholesterol levels are best compared with a dose of 2,25 g / kg body weight and a dose of 4,5 g / kg body weight because it gives results that not significantly different compared with normal control."
Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2012
S43221
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Zahra Farhanni Suhardi
"Asam gelugur atau Garcinia atroviridis mengandung bahan aktif flavonoid dan asam hidroksisitrat yang dilaporkan memiliki aktivitas hipolipidemik Penelitian dilakukan untuk mengetahui efek ekstrak kulit dan buah G atroviridis terhadap kadar kolesterol total darah pada tikus galur Wistar yang diberi asupan tinggi lemak Dua puluh lima ekor tikus galur Wistar betina dibagi menjadi lima kelompok perlakukan secara acak Dua kelompok pertama adalah kelompok kontrol dan kelompok percobaan induksi peningkatan kadar kolesterol total dengan pemberian asupan lemak berlebih selama 21 hari Tiga kelompok lainnya adalah kelompok uji dosis yaitu tikus diberikan tambahan asupan tinggi lemak selama 21 hari pertama Kemudian 21 hari berikutnya tikus diberikan asupan ekstrak G atroviridis sambil mempertahankan asupan tinggi lemak Setelah perlakuan selesai sampel darah tikus diambil untuk pemeriksaan kadar kolesterol totalnya Kemudian dilakukan uji statistik terhadap hasil yang didapat Kadar kolesterol total kelompok uji dosis 20 mg lebih rendah secara signifikan dibandingkan kelompok uji dosis 10 mg dan 30 mg Sedangkan kelompok uji dosis 10 mg tidak berbeda bermakna terhadap kelompok uji dosis 30 mg Penelitian ini menunjukkan bahwa asupan G atroviridis dapat menurunkan kadar kolesterol total darah Peningkatan dosis ekstrak tidak selalu meningkatkan efektivitas penurunan kadar kolesterol total.

Asam gelugur or Garcinia atroviridis contains active ingredients such as flavonoids and hydroxycitric acid which have been reported to have a hypolipidemic activity This experiment was conducted to examine the effect of G atroviridis fruit and skin extract on total cholesterol level of rats fed a high fat diet Twenty five female Wistar rats were randomly divided into five groups The first two groups are the control group and hyperlipidemia induction group fed with high fat diet for 21 days The rest three groups are dose trials in which rats were fed with high fat diet for the first 21 days And for the next 21 days rats were given G atroviridis extract in three different doses which were 10 mg 20 mg and 30 mg while maintaining high fat diet After all the interventions were done blood samples were obtained for laboratory analysis The results are processed using Post Hoc test Total cholesterol of G atroviridis extract 20 mg dose trial group showed significantly lower results compared with 10 mg dan 30 mg dose group However results from 10 mg dose group are not significantly different compared with 30 mg dose group This study has shown that dietary intake of G atroviridis may decrease total cholesterol level Increased dose of G atroviridis extract does not guarantee an increase in effectiveness of decreasing total cholesterol level."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2013
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rivelino Dewanto Cittra
"Latar Belakang Jumlah penduduk dengan obesitas semakin meningkat setiap tahunnya di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Obesitas dikaitkan dengan banyak gangguan kesehatan seperti inflamasi, gangguan metabolik, jantung dan menimbulkan stres oksidatif. Karbonil merupakan salah satu penanda biologis yang digunakan untuk mengukur tingkat stres oksidatif. Ketumbar diduga memiliki efek antioksidan dan berpotensi menjadi terapi dalam stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak ketumbar (Coriandrum sativum L.) terhadap kadar karbonilasi protein pada jaringan jantung tikus Rattus norvegicus dengan obesitas. Metode Studi ini merupakan studi eksperimental. Tikus wistar diberikan pakan tinggi lemak selama 12 minggu pertama. Selanjutnya tikus diberikan 100 mg/kgBB ketumbar 12 minggu berikutnya. Jaringan jantung tikus diambil dan dihomogenasi. Pengukuran karbonil menggunakan reagen 2,4-dinitrofenilhidrazin dan dibaca dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 390 nm. Data kemudian dianalisis dengan IBM SPSS dengan nilai acuan p=0,05. Hasil Terdapat peningkatan tidak signifikan (p>0,999) kadar karbonil pada kelompok diet normal dengan ketumbar dibanding kelompok kontrol. Terdapat penurunan tidak signifikan (p>0,999) kadar karbonil pada kelompok diet tinggi lemak dengan ketumbar dibandingkan kelompok diet tinggi lemak. Penurunan signifikan (p=0,009) tampak pada kadar karbonil kelompok diet tinggi lemak dengan ketumbar dibandingkan kelompok diet normal dengan ketumbar. Kesimpulan Pemberian ketumbar tidak memberikan perbedaan signifikan pada kadar karbonilasi protein baik pada kondisi diet normal maupun diet tinggi lemak. Diet tinggi lemak mungkin mampu meningkatkan efektivitas kerja ketumbar sebagai antioksidan.

Introduction
The number of people with obesity is increasing every year throughout the world, including Indonesia. Obesity is associated with many health disorders such as inflammation, metabolic disorders, heart disease and oxidative stress. Carbonyl is a biomarker of oxidative stress. Coriander (Coriandrum sativum L.) is thought to have antioxidant effects and potentially therapeutic to oxidative stress. This study aims to determine the effect of administering coriander extract on protein carbonylation levels in the heart tissue of obese rats.
Method
This study was an experimental study. Wistar rats were given a high-fat diet for the first 12 weeks. Next, rats were given 100 mg/kgBW of coriander for the next 12 weeks. Rat heart tissue was acquired and homogenized. Carbonyl were measured with 2,4-dinitrophenylhydrazine reagent and read on a spectrophotometer at a wavelength of 390 nm. The data was then analyzed using IBM SPSS using p=0.05.
Results
Carbonyl levels increased non-significantly (p>0.999) in the normal diet group fed with coriander compared to the control group. Carbonyl levels decreased non-significantly (p>0.999) in the high-fat diet group fed with coriander compared to the high-fat diet group. A significant decrease (p=0.009) was seen in the carbonyl levels of the high fat diet group fed with coriander compared to the normal diet group fed with coriander.
Conclusion
Coriander consumption did not make a significant difference in protein carbonylation levels either under normal diet or high fat diet conditions. A high-fat diet might increase the effectiveness of coriander as an antioxidant.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Christopher Rico Andrian
"Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia dengan angka kejadian yang terus bertambah. Salah satu faktor resiko dari penyakit ini adalah hipertrigliserida. Penelitian ini merupakan studi eksperimental yang ditujukan untuk mengetahui metode induksi peningkatan kadar trigliserida, dan efektifitas ekstrak buah Garcinia atroviridis sebagai antitrigliserida.
Penelitian terbagi menjadi 2, pertama untuk mencari metode induksi, untuk membuktikan efektifitas ekstrak buah Garcinia atroviridis. Penelitian pertama terdiri dari kelompok tinggi lemak diberikan diet tinggi lemak (0,375ml gajih ayam, 1,5ml kuning telur puyuh, dan 1ml PTU) dan kelompok tanpa lemak diberikan diet standar dan PTU. Penelitian kedua terdiri dari kelompok uji diberikan diet tinggi lemak dengan jumlah yang sama ditambah dengan ekstrak buah Garcinia atroviridis dalam 3 dosis (10mg, 20mg, 30mg). Setiap kelompok tersebut kemudian dilakukan pemeriksaan kadar trigliserida darah.
Hasilnya diuji dengan tes parametrik t-test untuk menguji metode induksi, dan one way ANOVA untuk menguji efektifitas ekstrak. Terdapat perbedaan tidak signifikan (p=0,255). Pada kelompok ekstrak didapatkan perbedaan yang signifikan pada kelompok uji 1a, dan 1c (p=0,006). Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat efek yang signifikan dari ekstrak buah Garcinia atroviridis untuk menurunkan kadar trigliserida berdasarkan dosis pada darah tikus strain Wistar yang diberi asupan lemak berlebih.

Cardiovascular diseases, the world?s number one cause of death has certainly keep increasing. One of the risk factor is hypertriglyceride. This study is an experimental based study which was conducted to learn induction method to increase triglyceride level, and the effect of extract Garcinia atroviridis fruit extract as antitriglyceride.
This study was separated into 2, first to look for induction method, second to prove the effect of Garcinia atroviridis fruit extract. The first study consists of high-fat group that was given high fat diet (0,375ml fatty portion of chicken meat; 1,5ml quail's egg yolk; and 1ml PTU) and non-fat group, that was given standard diet and 1ml PTU. The second study consists of group treatments, which were given high fat diet and extract of Garcinia atroviridis fruit in 3 doses (10mg, 20mg, 30mg). Each group then examined for their triglyceride level.
The results were analyzed using t-test for induction method and one-way ANOVA test for the effect of extract There are no significance different between groups without extract (p=0,255). In groups with extract, there?s a significance difference between groups (p=0,006). Therefore it concluded that there are significance effect of Garcinia atroviridis fruit extract in reducing triglyceride level in Wistar strain rats blood.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2013
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Anyelir Nielya Mutiara Putri
"Pendahuluan: Penyakit ginjal diabetikum PGD merupakan komplikasi diabetes dan etiologi utama dari penyakit ginjal kronis PGK . Konsumsi diet yang tinggi akan fruktosa dan kolesterol dapat berujung pada PGD. Obat yang menjadi lini pertamanya adalah penghambat sistem renin-angiotensin-aldosteron RAA , seperti kaptopril. Diperlukan agen yang dapat membantu penanganan PGD dengan menargetkan jalur patofisiologis lainnya. Beberapa studi telah menunjukkan potensi efek renoprotektif dari Acalypha indica AI , sehingga dapat menjadi alternatif penanganan PGD.
Metode: Sebanyak 32 ekor tikus Sprague-Dawley dibagi ke dalam enam kelompok, dengan empat yang mendapatkan diet tinggi fruktosa dan kolesterol DTFK dan dua mendapatkan diet normal selama tujuh minggu. Selama empat minggu berikutnya tiga kelompok DTFK mendapatkan terapi dengan AI 250 mg/kgBB , kaptopril 2,5 mg/kgBB , dan kombinasi keduanya, sementara satu kelompok diet normal diterapi dengan AI. Dilakukan pengukuran kadar ureum dan kreatinin serum dari sampel darah yang diperoleh sebelum minggu ke-7 dan sesudah terapi diberikan minggu ke-11.
Hasil: Pada kelompok normal, pemberian AI dapat menurunkan kadar ureum dan kreatinin serum, meskipun tidak berbeda secara signifikan dengan kontrol normal. Pada kelompok DTFK, monoterapi AI dan kaptopril dapat menurunkan kadar ureum serum jika dibandingkan dengan kontrol negatif, namun tidak berbeda secara signifikan. Sementara itu, kadar keratinin serum kedua kelompok tersebut mengalami penurunan. Terapi kombinasi ditemukan menimbulkan peningkatan kadar ureum dan kreatinin serum yang berbeda secara signifikan dengan kelompok kaptopril dan kedua kelompok normal. Ini dapat mengindikasikan potensi interaksi antagonistik antara AI dan kaptopril.
Kesimpulan: Pemberian AI secara tunggal cenderung memberikan efek protektif terhadap ginjal, meskipun tidak signifikan secara statistik. Terdapat potensi interaksi antagonistik antara AI dengan kaptopril, yang dapat berdampak negatif bagi ginjal. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengkaji efek renoprotektif dari AI dan potensi interaksi antagonistiknya dengan kaptopril.

Introduction Diabetic kidney disease DKD is a complication of diabetes and main etiology of chronic kidney disease CKD . Consumption of diets with high fructose and cholesterol content may lead to the development of DKD. Drugs that inhibit the rennin angiotensine aldosterone RAA system, such as captopril, are the first line treatment for the disease. Studies have shown that Acalypha indica AI has a potential renoprotective effect, thus it may become an alternative treatment for DKD.
Method Thirty two Sprague Dawley rats are divided into six groups, with four groups receiving high fructose and high cholesterol diet HF CD and two groups receiving normal diet for seven weeks. After that, for another four weeks, three groups with HF CD received treatment with AI 250 mg kgBW , captopril 2,5 mg kgBW , and both, while one group with normal diet received treatment with AI. Serum urea and creatinine levels from blood samples collected before week 7 and after the therapy was given week 11 were measured.
Results In the normal group, AI therapy decreases serum urea and creatinine levels, but the difference is not stastically significant. In the HF CD group, AI and captopril monotherapy is shown to decrease serum urea and creatinine levels compared to negative control group, though not statistically significant. Meanwhile, the serum creatinine levels of the two groups decrease. Combination therapy group is found to elevate serum urea and creatinine levels. The elevation of serum urea level is significantly different with captopril group and the two normal groups. This may indicate potential antagonistic interaction between AI and captopril.
Conclusion AI as a monotherapy has a tendency to give protective effect to the kidney, though is not statistically significant. This study has also shown antagonistic interaction between AI and captopril, which may have negative effects toward the kidney. Another study should be conducted to learn more about the renoprotective effect of AI and its potential antagonistic interaction with captopril."
Depok: Universitas Indonesia, 2017
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"[Hiperkolesterolemia merupakan suatu kondisi dimana terjadi peningkatan
kolesterol plasma dan lipoprotein. Hiperkolesterolemia dapat menimbulkan
berbagai komplikasi apabila tidak ditatalaksana dengan baik. Pengobatan utama
yang umum digunakan untuk mengatasi hiperkolesterolemia adalah simvastatin.
Namun, pada penggunaannya, apabila dikonsumsi pada dosis tinggi dan
berkepanjangan simvastatin dapat menyebabkan toksisitas pada hati. \Pada
penelitian ini dilakukan studi eksperimental untuk menguji pengobatan alternatif
hiperkolesterolemia dengan menggunakan ekstrak akar akar kucing (Acalypha
Indica) pada tikus hiperkolesterolemia. Tikus Sprague-Dawley jantan dibagi ke
dalam empat kelompok yang terdiri atas diit tinggi fruktosa-kolesterol,
simvastatin, ekstrak akar Acalypha Indica dan kelompok normal. Kolesterol total
dan LDL diolah dengan uji Kruskal Wallis dan post hoc Mann-Whitney. Dari
hasil penelitian ini, didapatkan perbedaan yang bermakna pada uji kolesterol total
(p < 0,05) dan kolesterol LDL (p < 0,05) terhadap kelompok kontrol. Sementara
itu, kolesterol HDL dan trigliserida diolah dengan uji One Way ANOVA dimana
ditemukan perbedaan yang bermakna pada percobaan kadar trigliserida (p < 0,05)
dan tidak bermakna pada percobaan HDL (p > 0,05). Hasil dari penelitian ini
menunjukkan bahwa ekstrak akar Acalypha Indica bermanfaat sebagai terapi
alternatif untuk hiperkolesterolemia, Hypercholesterolemia is a condition in which the lipoproteins and cholesterol
plasma levels increase. Untreated hypercholesterolemia can cause several
complications such as myocardial infarction, stroke, and insulin resistance.
Simvastatin is a first line drug commonly used to treat this lipid abnormality.
Long-term use of simvastatin can cause hepatotoxicity. The aim of this study is to
determine the alternative treatment for hypercholesterolemia using the extract of
Acalypha Indica roots in hypercholesterolemia rats. Male Sprague-Dawley rats
were assigned to four groups (n=6) and give the intervention for 4 weeks. One
normal group receive normal feed, one group receive high fructose-cholesterol
diet, while the others were supplemented with 250 mg/kgBW ethanol extract of
Acalypha Indica roots and 10 mg/kgBW simvastatin. Total cholesterol and LDL
level were analyzed by using Kruskal Wallis test and post hoc Mann-Whitney
test. The results showed that total cholesterol (p < 0,05) and LDL level (p < 0,05)
are significantly different compared to the normal group. Meanwhile, HDL and
triglycerides were analyzed by using One Way ANOVA test. There is
significantly different results in triglycerides level (p < 0,05) and no different
results in HDL level ( p > 0,05) compared to the control groups. In conclusion, the
result of this study indicated that the extract of Acalypha Indica roots can be used
as alternative therapy for hypercholesterolemia]"
[Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, ], 2015
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>