Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 194441 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Desti Ermawati Putri
"Diabetes mellitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya. Diabetes mellitus merupakan penyakit degeneratif dengan prevalensi yang terus meningkat khususnya di daerah perkotaan akibat adanya perubahan pola hidup masyarakat yang cenderung mengkonsumsi makanan yang tinggi lemak, tinggi kalori serta minim melakukan aktivitas fisik. Salah satu komplikasi DM adalah terjadinya ulkus diabetik khususnya di bagian ekstremitas bawah dan berisiko untuk mengalami infeksi dan sepsis. Masalah tersebut jika tidak diatasi dengan baik dapat menyebabkan sepsis berat, syok sepsis, Multiple Organ Dysfunction Syndrome (MODS), dan kematian. Oleh sebab itu, diperlukan deteksi dini dan penanganan segera agar dapat meningkatkan tingkat kelangsungan hidup pasien dengan sepsis.

Diabetes mellitus (DM) is one of metabolic diseases with hyperglycemia characteristic that occurs due to abnormal insulin secretion, action of insulin, or both them. Diabetes mellitus is a degenerative disease with increasing prevalence, especially in urban areas due to changes in lifestyle of the people who tend to consume foods that are high fat, high calories and lack of physical activity. One of the complications of diabetes is diabetic foot ulcers especially in the lower extremities and at risk for infection and sepsis. These problems if not treated properly can lead to severe sepsis, septic shock, multiple organ dysfunction syndrome (MODS), and death. Therefore, early detection and treatment is required immediately in order to improve the survival rate of patients with sepsis."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Rohmad Widiyanto
"Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit degeneratif yang sering terjadi pada masyarakat perkotaan. Ulkus kaki merupakan salah satu komplikasi yang terjadi pada DM, dan mempunyai dampak yang signifikan terhadap kualitas hidup, kecacatan dan kematian. Karya ilmiah ini bertujuan untuk memberikan gambaran asuhan keperawatan yang telah dilakukan pada klien DM yang menjalani perawatan di rumah sakit dan melakukan analisis intervensi keperawatan pada ulkus kaki DM. Balutan konvensional masih digunakan pada perawatan ulkus kaki DM dan pencegahan dilakukan dengan latihan rentang gerak sendi. Perawat perlu mempertimbangkan berbagai aspek dalam pemilihan jenis balutan luka dan melakukan pencegahan ulkus kaki DM.

Diabetes mellitus (DM) is a degenerative disease that often occurs in urban communities. Diabetic foot ulcers is one of the complications that occur in diabetes, and have a significant impact on the quality of life, morbidity and even mortality. This paper aims to describe of nursing care in DM patient in hospital setting and analyze of nursing interventions on diabetic foot ulcers. Conventional dressings are still used in the treatment of diabetic foot ulcers. Prevention of diabetic foot ulcers with range of motion exercises. Nurses need to consider various aspects of the choice of wound dressing and prevention of complications of diabetes foot ulcers."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Destiana Agustin
"Laporan dari rumah sakit umum pemerintah di Indonesia rata-rata prevalensi sirosis hati adalah 47,4% dari seluruh pasien penyakit. Kematian terbesar dari sirosis hepatis pada kelompok umur 60-70 tahun. Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan pada klien sirosis hepatis di ruang perawatan PU 6 RSPAD Gatot Soebroto. Pemantauan berat badan dan lingkar abdomen setiap hari bertujuan untuk melihat keefektivan dari pemberian terapi diuretic. Intervensi ini penting dilakukan untuk mengetahui perkembangan asites dan edema.
Hasil dari intervensi yang sudah dilakukan selama 8 hari perawatan adalah terjadi penurunan berat badan sebesar 5 kg dan perubahan lingkar abdomen sebanyak 7,5 cm. Rekomendasi bagi masyarakat ialah untuk berhenti atau menghindari konsumsi alkohol yang dapat membahayakan organ hati. Rekomendasi dalam pelaksanaan intervensi ini adalah perawat harus rutin setiap hari menimbang berat badan dan mengukur lingkar abdomen serta mendokumentasikan hasilnya.

The report from public hospitals in Indonesia, prevalence of cirrhotic hepatic was 47,4% of all cirrhotic hepatic patients. The greatest mortality of cirrhotic hepatic in the age group 60-70 years. The aim of this report was describing nursing care for hepatic cirrhosis patient in PU 6 at RSPAD Gatot Soebroto. Monitoring of body weight and abdominal girth for noticing the effectivity of diuretic therapy. This intervention was necessary to be done to find out the progress of ascites and edema.
The results from intervention that already done during eight days care was decreasing weight loss 5 kg and abdominal girth 7,5 cm. Recommendation of doing this intervention for nurse is they should measurement of daily body weight and abdominal girth and reporting the results.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Niimma Nur Azizah
"Prevalensi Diabetes Mellitus (DM) di perkotaan masih cukup tinggi. Hal ini berkaitan dengan berbagai faktor risiko DM akibat gaya hidup masyarakat perkotaan. Pasien DM berisiko terkena komplikasi kronis, salah satunya neuropati sehingga rentan mengalami luka akibat berkurangnya sensitifitas terhadap nyeri dan suhu.
Karya Ilmiah ini bertujuan untuk menganalisis implementasi asuhan keperawatan pada pasien diabetes mellitus tipe II yang mengalami luka bakar derajat II akibat neuropati.
Hasil Perawatan luka menggunakan madu secara topikal untuk merawat luka bakar derajat II pada pasien DM tipe II terbukti mengurangi pus dan menumbuhkan granulasi sebagai tanda proses penyembuhan luka. Perawat diharapkan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan menerapkan inovasi di bidang keperawatan terutama dalam asuhan keperawatan untuk pasien DM.

The prevalence of Diabetes Mellitus (DM) at urban community is still high. It is related with various risk factor of DM due to urban lifestyle. Diabetes patient have a risk to get chronic complication, one of them is neuropathy, so they are vulnerable toinjury cause of pain and temperature sensitivity reduction.
This scientific work is aimed to analyze the implementation of nursing care in type II diabetes mellitus patient who suffer grade II combustion caused by neuropathy.
The result of wound care using honey as topical therapy to care grade II combustion in diabetes mellitus patient is proven to reduce pus and make granulation as the criteria of healing process. So, nurse should concern in recent nursing science and apply the inovation in nursing implementation of diabetes mellitus patient
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Putri Dwi Andriyani
"Diabetes melitus adalah gangguan dalam proses metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang memiliki angka kejadian nasional yang cukup tinggi. Praktik profesi dilakukan di ruang perawatan umum 6 RSPAD Gatot Soebroto pada pasien Tn M dengan diabetes melitus pada tanggal 5 Juni hingga 20 Juni 2013. Masalah keperawatan pasien adalah nyeri akut, risiko infeksi dan risiko ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh. Intervensi keperawatan yang telah dilakukan adalah napas dalam, perawatan luka dengan menjaga kelembapan kondisi luka, dan monitor glukosa darah. Masalah keperawatan nyeri dan risiko infeksi teratasi namun masalah risiko ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan teratasi sebagian.

Diabetes mellitus is a disorder in the metabolism of carbohydrates, fats, and proteins that has high enough incident in national. Profession practice was done in the patient Mr M with diabetes mellitus in the general care room 6th RSPAD Gatot Soebroto during June 5 until June 20, 2013. The nursing problems were acute pain, risk of infection, and imbalanced nutrition: less than body requirement. The nursing interventions were done were pursed lip breathing, kept a wound moist, and glucose monitoring. The nursing problems acute pain and risk of infection were solved, but imbalanced nutrition less than body requirement was solved a part."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Septi Kurniasih
"Kecelakaan akibat kendaraan bermotor meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah kendaraan bermotor di wilayah perkotaan. Fraktur ektremitas bawah sering menjadi akibat dari berbagai jenis kecelakaan bermotor. Karya tulis ilmiah penganalisis asuhan keperawatan kepada pasien dengan fraktur tibia. Klien dengan fraktur tibia mengalami 3 masalah keperawatan utama yaitu: nyeri, hambatan mobilitas fisik, dan cemas. Intervensi diberikan antara lain manajemen nyeri, latihan rentang pergerakan sendi (RPS) dan pendidikan kesehatan. Setelah dilakukan intervensi, klien dapat mengontrol nyeri yang dirasakan, mengalami peningkatan Luas Gerak Sendi (LGS) dari 27o menjadi 35o dan cemas berkurang. Dari hasil ini karya tulis ini, penulis menyarankan pada instansi rumah sakit untuk melakukan asuhan keperawatan yang mencegah terjadinya komplikasi pada fraktur.

Accidents because of motor vehicle increases with the increasing number of motor vehicles in urban areas. Lower extremity fractures are often the result of different types of motor accidents. This scientific papers analyze nursing care to patients with fractures of the tibia. Clients with tibia fractures had 3 major nursing diagnoses are: pain, impaired physica mobility, and anxiety. Interventions provided include pain management, joint range of motion exercises (ROM) and health education. After the intervention, the client can control the pain, increase joint motion area from 27o to 35o and reduced anxiety. From these results of this paper, the authors recommend the hospital authorities to conduct nursing care to prevent the occurrence of complications in fractures.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Devista Kusuma Dewi
"Pemanjangan masa imobilisasi sering terjadi pada klien paska hemiarthroplasty. Hal ini disebabkan karena klien merasa nyeri dan takut untuk melakukan pergerakan (mobilisasi). Mobilisasi yang tidak sesuai pada klien paska hemiarthroplasty dapat menyebabkan dislokasi pada area operasi. Dislokasi adalah hal yang harus dicegah dengan program mobilisasi yang tepat. Penulisan ini berisi mengenai asuhan keperawatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup, mencegah terjadinya komplikasi dan meningkatkan kesehatan klien paska hemiarthroplasty. Asuhan keperawatan yang dilakukan dapat tercapai dengan efektif karena adanya kerjasama antara klien, keluarga dan tenaga keperawatan.

Elongation immobilization period often occurs on the client after hemiarthroplasty. This is because the client feels pain and fear to do the movement (mobilization). Mobilization is not appropriate to the client after hemiarthroplasty may cause dislocation in the area of operation. Dislocation is a thing to be prevented by proper mobilization program. This writing contains about nursing care that aims to improve the quality of life, prevent complications and improve the health of the client post hemiarthroplasty. Nursing care can be achieved by effective due to the cooperation between the client, family and nursing staff.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Sandra Amelia
"Gaya hidup masyarakat perkotaan dalam mengkonsumsi makanan cepat saji yang cenderung tinggi lemak dan kolesterol merupakan faktor risiko terjadinya kolelitiasis. Karya ilmiah akhir ini menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien pascabedah laparoskopik kolesistektomi. Perawat berperan penting dalam memberikan edukasi diet rendah lemak pada pasien kolelitiasis. Diet rendah lemak membatasi asupan kolesterol, sehingga tidak terjadi hipersaturasi cairan empedu yang akan memicu terbentuknya batu empedu kembali setelah pengangkatan kandung empedu. Peningkatan pemahaman pasien sebagai hasil edukasi diet rendah lemak yang diberikan, penting untuk mengubah perilaku pasien setelah pulang dari rumah sakit. Penggunaan media yang lebih bervariasi dalam edukasi harus menjadi discharge planning untuk klien.

Urban lifestyle in consumpting fast food which contains high fat and cholesterol is a risk factor for cholelithiasis. This papers describe the implementation of nursing care to post laparoscopic cholecystectomy surgery patients. Nurses give an important role in educating low-fat dietary in patients with cholelithiasis. Low-fat diet can decrease intake of cholesterol, so hipersaturasion of bile that would lead to the formation of gallstones come back after gall bladder removal will not happened. Improved understanding of the patient as a result of a given low-fat diet education is important to change the behavior of patients after discharge from the hospital. A more varied of media use in education should be a discharge planning for clients.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Hesti Rahayu
"Sirosis hepatis adalah gangguan fungsi hati tahap akhir dengan angka kejadian nasional yang cukup tinggi. Praktik profesi dilakukan di ruang perawatan umum 6 RSPAD Gatot Soebroto pada pasien Tn B dengan sirosis hepatis pada tanggal 15 Mei hingga 28 Mei 2013. Masalah keperawatan pasien adalah pola napas tidak efektif, kelebihan volum cairan, dan ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh. Intervensi keperawatan yang telah dilakukan adalah teknik napas dalam, monitor berat badan, diet putih telur, dan diet nutrisi tinggi kalori dan protein. Masalah keperawatan pola napas tidak efektif dan ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan teratasi, sedangkan kelebihan volum cairan teratasi sebagian.

Cirrhosis hepatic is the end stage liver disorder that has high enough incident in national. Profession practice was done in the patient Mr B with cirrhosis hepatic in the general care room 6th RSPAD Gatot Soebroto during May 15 until May 28, 2013. The nursing problems were breathing pattern ineffective, fluid overload, and imbalanced nutrition: less than body requirement. The nursing interventions were done were pursed lip breathing, weight monitoring, egg white and high calori-protein diet. The nursing problems: breathing pattern ineffective and imbalanced nutrition less than body requirement were solved, but the fluid overload was solved a part."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Hutapea, Elda Lunera
"Chronic Kidney Disease (CKD) atau yang biasa dikenal dengan gagal ginjal kronis adalah penyakit gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversible dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit dimana pada akhirnya menyebabkan uremia. Praktik profesi dilakukan di ruang perawatan umum 6 RSPAD Gatot Soebroto pada pasien Tn B dengan CKD. Masalah keperawatan utama pada pasien adalah kelebihan volume cairan tubuh. Intervensi keperawatan yang telah dilakukan adalah restriksi cairan yang dikombinasikan dengan perhitungan balans cairan dan pengukuran berat badan setiap harinya untuk mengetahui kefektifan intervensi restriksi cairan. Intervensi ini efektif untuk mengatasai maslaah kelebihan volume cairan tubuh ditandai dengan balans cairan yang mendekati positif dan penurunan berat badan klien.

Chronic Kidney Disease (CKD) is a progressive and irreversible renal function disturbance that caused the failure of human body to maintain the metabolism proccess and the balance of fluid and electolyte. The Internship was held at Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto towards Mr. B, a patient with CKD. The main nursing problem of the patient is the excess of body fluid volume. Intervention that was given to the patient was fluid restriction combined with body fluid balance and wieght measurement. This intervention was effective to solve the problem which was shown by the positif body fluid balance and the decreasing of the patient's weight."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>