Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 129071 dokumen yang sesuai dengan query
cover
cover
cover
"Praktek Kerja Profesi Apoteker di Industri PT. Kimia Farma (persero)
Tbk. Plant Jakarta mempunyai tujuan:
1. Mengetahui dan mempelajari kegiatan teknis kefarmasian yang dilakukan di
Industri PT. Kimia Farma (persero) Tbk Plant Jakarta
2. Mengetahui pelaksanaan CPOB yang diterapkan di PT. Kimia Farma
(persero) Tbk Plant Jakarta
3. Mengetahui dan memahami tugas, tanggung jawab, serta wewenang apoteker
dalam industri farmasi, sehingga dapat dijadikan suatu bekal untuk
mempersiapkan diri dalam menghadapi dunia kerja sesungguhnya."
Universitas Indonesia, 2011
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Farah Mufidah
"Kimia Farma Trading and Distribution (KFTD) merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan dan distribusi. KFTD cabang jakarta 3 merupakan cabang ketiga KFTD yang mencangkup wilayah distribusi di selatan jakarta. Dalam menjaga kerja sama yang baik dengan mitra, KFTD mengedepankan sistem mutu yang baik. Sistem mutu yang baik KFTD dapat terlihat melalui sertifikasi Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) dan Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik (CDAKB), melengkapi dan review Standard Operational Procedure (SOP). Pencegahan terjadinya kerugian tersebut dapat diatasi salah satunya dengan sistem retur. Dari hasil observasi dan wawancara dapat disimpulkan bahwa sistem retur obat pada Kimia Farma Trading and Distribution (KFTD) Cabang Jakarta 3 dimulai dengan penerimaan obat oleh Apoteker Penanggung Jawab (APJ) hingga obat kembalian dapat dijual kembali. Waktu yang dibutuhkan untuk proses retur dimulai dari satu hari hingga seminggu bergantung kepada semua pihak yang memprosesnya.

Kimia Farma Trading and Distribution (KFTD) is a company engaged in trading and distribution. KFTD Jakarta 3 branch is the third branch of KFTD which covers the distribution area in South Jakarta. In maintaining good cooperation with partners, KFTD puts forward a good quality system. KFTD's good quality system can be seen through the certification of Good Drug Distribution Methods (CDOB) and Good Medical Device Distribution Methods (CDAKB), completing and reviewing Standard Operational Procedures (SOPs). Prevention of these losses can be overcome of them with a return system. From the results of observations and interviews it can be concluded that the drug return system at Kimia Farma Trading and Distribution (KFTD) Jakarta 3 Branch begins with receiving the drug by the Responsible Pharmacist (APJ) until the returned drug can be resold. The time needed for the return process starts from one day to a week depending on all parties who process it."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2022
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Shafira Puspita Andini
"Artikel ini membahas tentang bagaimana peran dan kinerja dari PT Kimia Farma pada tahun 1971 hingga 1981. Tahun 1971 adalah awal mula Kimia Farma bertransformasi dari bentuk Perusahaan Negara Farmasi (PNF) menjadi perseroan. Di waktu yang bersamaan, Indonesia mengalami krisis obat yang diakibatkan oleh kurangnya devisa untuk untuk impor obat. Antisipasinya adalah dengan membuka kesempatan bagi para importir di bidang farmasi agar persediaan obat dalam negeri bertambah. Berkat antisipasi tersebut, jumlah obat memang bertambah namun harganya melonjak. Banyaknya obat di pasaran terlebih dengan harganya yang tinggi ini tidak mampu meraih seluruh lapisan masyarakat. Untuk itu, pemerintah Indonesia menunjuk PT Kimia Farma sebagai salah satu perusahaan yang bertugas sebagai distributor obat-obatan dengan harga yang lebih rendah dan mendorong PT Kimia Farma untuk dapat membuat obat dalam negeri. Dalam penulisan artikel ini, penulis menyoroti sejauh mana kinerja PT Kimia Farma. Hasil dari penelitian ini adalah PT Kimia Farma mampu melakukan kinerja yang efektif dalam upaya penyediaan obat esensial, dengan bekerjasama dengan mitra-mitra, sumber daya manusia serta teknologi. PT Kimia Farma juga dapat mendistribusikan obat esensial ke seluruh Indonesia tanpa melalui hambatan. Penulisan artikel ini menggunakan metode sejarah dan menggunakan berbagai sumber dalam bentuk arsip seperti undang-undang dan peraturan pemerintah, koran sezaman seperti Kompas, Warta Berita dan lainnya, serta majalah sezaman seperti Majalah Kesehatan dan Bulletin Kesehatan.

This article discusses the role and performance of PT Kimia Farma from 1971 to 1981, which in 1971 was the beginning of Kimia Farma's transformation from the form of the State Pharmaceutical Company (PNF) to a company. At the same time, the Indonesian government was pursuing public health and welfare through various policies. One of the crucial areas was medicines procurement. In the early days of the New Order (Orde Baru), Indonesia experienced a medicine crisis caused by a lack of foreign exchange to import medicines. The anticipation was to open up opportunities for importers in the pharmaceutical sector to increase the supply of domestic medicines. Thanks to this anticipation, the number of medicines did increase but their prices soared. The number of medicines on the market, especially with their high prices, was not able to reach all levels of society. For this reason, the Indonesian government appointed PT Kimia Farma as one of the companies that served as a distributor of medicines with lower prices. In this article, the author highlights the extent to which the performance of PT Kimia Farma. The result of this research is that PT Kimia Farma is able to carry out effective performance in the effort to provide essential medicines, by collaborating with partners, human resources and technology. PT Kimia Farma can also distribute essential drugs throughout Indonesia without going through obstacles. The writing of this article uses the historical method and uses various sources in the form of archives such as government laws and regulations, contemporary newspapers such as Kompas, Warta Berita and others, as well as contemporary magazines such as Majalah Kesehatan and Bulletin Kesehatan"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2022
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Tasya Wijayanti
"Pemantauan terapi obat adalah salah satu metode untuk memastikan ketepatan penggunaan obat. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan terapi obat yang aman, efektif, dan rasional bagi pasien. Kimia Farma apotek merupakan perusahaan yang bergerak dalam bisnis penjualan obat dan alat kesehatan yang memiliki 1300 cabang di seluruh Indonesia. Dalam pembangunannya, terdapat beberapa outlet yang disertai dengan klinik dan dokter umum serta dokter spesialis. Oleh karena itu, diperlukan pemantauan terapi obat terhadap pasien yang mendapatkan terapi yang dilakukan di klinik dan penyiapan obat di kimia farma apotek. Pengambilan data diambil secara retrospektif terhadap data sekunder, yaitu resep pasien yang dilakukan pelayanan resep Ny. K. di apotek kimia farma. Berdasarkan hasil pemantauan terapi obat yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa pengobatan pada pasien Ny. K sudah sesuai indikasi, akan tetapi terdapat permasalahan terkait obat seperti potensi interaksi, ketidak sesuaian dosis dan interval penggunaan.

Monitoring drug therapy is one method to ensure the accuracy of drug use. The aim of this activity is to ensure safe, effective, and rational drug therapy for patients. Kimia Farma Pharmacy is a company engaged in the business of selling drugs and medical devices which has 1300 branches throughout Indonesia. During its development, there are several outlets accompanied by clinics and general practitioners and specialist doctors. Therefore, it is necessary to monitor drug therapy for patients who receive therapy carried out in clinics and preparation of drugs in pharmacy pharmacies. Data collection was taken retrospectively on secondary data, namely patient prescriptions for Ny. K. in a chemical pharmacy pharmacy. Based on the results of monitoring drug therapy that has been carried out, it can be concluded that the treatment of Mrs. K is indicated according to indications, but there are problems related to drugs such as potential interactions, mismatched doses and intervals of use."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas ndonesia, 2023
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
"Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) yang dilaksanakan di Kimia Farma
ini bertujuan untuk:
1. Mengamati penerapan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) yang
dilakukan PT. Kimia Farma.
2. Mengamati kegiatan yang dilakukan oleh PT. Kimia Farma.
3. Mengamati peranan apoteker dalam industri farmasi sehingga dapat
dibandingkan dengan teori yang diperoleh selama masa perkuliahan dan
menjadi bekal untuk menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya."
Universitas Indonesia, 2012
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
"Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) yang dilaksanakan di Kimia Farma
ini bertujuan untuk:
1. Mengamati penerapan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) yang
dilakukan PT. Kimia Farma.
2. Mengamati kegiatan yang dilakukan oleh PT. Kimia Farma.
3. Mengamati peranan apoteker dalam industri farmasi sehingga dapat
dibandingkan dengan teori yang diperoleh selama masa perkuliahan dan
menjadi bekal untuk menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya."
Universitas Indonesia, 2012
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Tanjung, Satriati
"Obat merupakan obat jadi termasuk produk biologi yang merupakan bahan atau paduan bahan yang digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka pengobatan, peredaan, pencegahan atau diagnosa serta peningkatan kesehatan pada manusia dengan tujuan utama meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakat. Industri farmasi merupakan badan usaha yang memiliki izin dari Menteri Kesehatan untuk melakukan kegiatan pembuatan obat atau bahan obat. Apoteker merupakan tenaga kefarmasian yang berhak melakukan pekerjaan kefarmasian di berbagai fasilitas kefarmasian, baik di sektor produksi, distribusi, maupun pelayanan kefarmasian.
Industri farmasi merupakan salah satu fasilitas kefarmasian di sektor produksi obat yang wajib melibatkan peran serta apoteker. Industri farmasi memiliki peran strategis dalam usaha pelayanan kesehatan kepada masyarakat yaitu menyediakan obat dalam jenis, jumlah, dan kualitas yang memadai serta memenuhi persyaratan keamanan, khasiat, dan mutu dalam dosis yang digunakan untuk tujuan pengobatan. Dalam pembuatan obat, industri farmasi harus mengikuti Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan. Salah satu cara untuk memahami aplikasi aspek-aspek CPOB, diperlukan adanya pemberian bekal pengetahuan dan pengalaman praktis bagi para calon apoteker secara langsung di industri farmasi.

Drugs are finished drug products including biological products that are an ingredient or a blend of materials that are used to influence or explore physiological systems or pathological state in the framework of the treatment, mitigation, prevention or diagnosis and improvement of human health with the main goal of improving the degree of public welfare. The pharmaceutical industry is a business entity that has a permit from the Minister of Health to conduct the manufacture of drugs or drug ingredients. Pharmacist is a kind of profession that is in charge of doing the work in pharmaceutical production, drug distribution, and pharmaceutical care.
Pharmaceutical industry is one of the production facilities of pharmaceutical drugs sector that must involve the participation of pharmacists. The pharmaceutical industry has a strategic role in health care business to provide all kinds of drug type, enough in amount, and adequate quality also meets the requirements of safety, efficacy, and quality that are used for medicinal purposes. In the manufacturing of drugs, the pharmaceutical industry must follow Good Manufacturing Practice of Drugs (CPOB) that issued by National Agency of Drug and Food Control Republic of Indonesia. It is necessary to give knowledge and practical experience directly for pharmacist candidates in the pharmaceutical industry as one technique to understand the application of CPOB aspects.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2014
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Arrahman
"Praktek Kerja Profesi Apoteker dilaksanakan di PT. Kimia Farma Plant Jakarta. Kegiatan PKPA ini bertujuan agar mahasiswa profesi apoteker dapat melihat langsung aktivitas yang berlangsung dalam suatu industri farmasi, memperoleh pengetahuan dan wawasan tentang segala aspek yang terkait di industri farmasi terutama dalam hal penerapan CPOB di PT. Kimia Farma Plant Jakarta. Dalam pembuatan obat, industri farmasi harus mengikuti Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan. Tugas khusus yang diberikan berjudul Kualifikasi Peralatan. Tugas khusus ini bertujuan untuk mengetahui proses kualifikasi peralatan yang dilakukan oleh PT. Kimia Farma Plant Jakarta.

Pharmacists Professional Practice implemented in PT. Kimia Farma Plant Jakarta. PKPA activity is intended that students can see the direct profession pharmacists activity that takes place in the pharmaceutical industry, gaining knowledge and insight into everything related aspects in the pharmaceutical industry, especially in terms of the implementation of GMP in PT. Kimia Farma Plant Jakarta. In the manufacturing of drugs, the pharmaceutical industry must follow Good Manufacturing Practice of Drugs (CPOB) that issued by National Agency of Drug and Food Control Republic of Indonesia. Special task given equipment qualification. This particular assignment aims to get information about equipment qualification done by PT. Kimia Farma Plant Jakarta.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2014
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>