Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 195855 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Juhdeliena
"[ABSTRAK
Praktik residensi keperawatan medikal bedah peminatan sistem respirasi memiliki tujuan untuk menjalankan tiga peran ners spesialis. Peran sebagai manajer kasus, pemberi layanan dan inovator. Sebagai manajer kasus, residen mengelola kasus utama pasien tuberculosis dan diabetes mellitus, dan 30 kasus resume dengan menggunakan Teori Self-Care Orem. Masalah keperawatan utama yang paling sering muncul adalah ketidakefektifan bersihan jalan napas. Sebagai pemberi layanan, residen telah menerapkan intervensi keperawatan berdasarkan pembuktian yaitu oral hygiene dengan chlorhexidine 0,12% yang dapat mencegah terjadinya Ventilator Associated Pneumonia (VAP). Inovasi keperawatan yang dilakukan yaitu modifikasi Water Seal Drainage (WSD) 1 botol yang telah mendapatkan respon yang baik dari para ahli dibidangnya untuk meningkatkan keselamatan pasien dan keselamatan pekerja atau petugas kesehatan dalam proses asuhan keperawatan.ABSTRACT The purpose of medical-surgical nurse resident in respiratory system clinical practice is to perform three roles of a nurse specialist as a case manager, healthcare provider and innovator. As a case manager, the resident managed a case of Tuberculosis and Diabetes Mellitus patient, and 30 resume cases with Orem Self-Care theory approach. The main nursing problem found during the clinical practice was ineffective airway clearance. As a healthcare provider, the resident had applied an evidence-based nursing intervention that has been using chlorhexidine 0,12% in oral hygiene procedure that can prevent Ventilator Associated Pneumonia (VAP). As an innovator, resident had made a modification of one bottle water-sealed drainage that has received good response from the experts to increase patients and employers or healthcare provider safety during the nursing care process.;The purpose of medical-surgical nurse resident in respiratory system clinical practice is to perform three roles of a nurse specialist as a case manager, healthcare provider and innovator. As a case manager, the resident managed a case of Tuberculosis and Diabetes Mellitus patient, and 30 resume cases with Orem Self-Care theory approach. The main nursing problem found during the clinical practice was ineffective airway clearance. As a healthcare provider, the resident had applied an evidence-based nursing intervention that has been using chlorhexidine 0,12% in oral hygiene procedure that can prevent Ventilator Associated Pneumonia (VAP). As an innovator, resident had made a modification of one bottle water-sealed drainage that has received good response from the experts to increase patients and employers or healthcare provider safety during the nursing care process., The purpose of medical-surgical nurse resident in respiratory system clinical practice is to perform three roles of a nurse specialist as a case manager, healthcare provider and innovator. As a case manager, the resident managed a case of Tuberculosis and Diabetes Mellitus patient, and 30 resume cases with Orem Self-Care theory approach. The main nursing problem found during the clinical practice was ineffective airway clearance. As a healthcare provider, the resident had applied an evidence-based nursing intervention that has been using chlorhexidine 0,12% in oral hygiene procedure that can prevent Ventilator Associated Pneumonia (VAP). As an innovator, resident had made a modification of one bottle water-sealed drainage that has received good response from the experts to increase patients and employers or healthcare provider safety during the nursing care process.]"
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2015
SP-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Halimatul Nurhikmah
"ABSTRAK
Kasus HIV/AIDS dan tuberkulosis banyak diderita masyarakat perkotaan.
Penyakit pada masyarakat perkotaan berkaitan dengan karakteristik lingkungan
dan gaya hidup masyarakat perkotaan. Kasus HIV biasanya disertai dengan
berbagai infeksi oportunistik. Infeksi opportunistik yang paling banyak ditemukan
adalah tuberkulosis, diikuti dengan kandidiasis oral, dan diare. Masalah
keperawatan utama pada pasien dengan tuberkulosis adalah ketidakefektifan
bersihan jalan napas berhubungan dengan retensi sputum. Penulisan karya ilmiah
akhir ini bertujuan untuk menganalisis intervensi mandiri keperawatan berupa
kombinasi antara anjuran minum air putih hangat, postural drainase, dan batuk
efektif untuk mengatasi masalah bersihan jalan napas tidak efektif. Intervensi
dilakukan pada pasien HIV/AIDS dengan tuberculosis di ruang rawat penyakit
dalam RSCM. Hasil dan evaluasi dari intervensi yang dilakukan yaitu
berkurangnya penumpukan sputum pada jalan napas pasien, sehingga pasien tidak
merasakan sesak seperti sebelumnya dan bisa bernapas lebih lega. Perawat
diharapkan dapat melakukan intervensi mandiri keperawatan berupa kombinasi
antara anjuran minum air putih hangat, postural drainase, dan batuk efektif
tersebut untuk membantu memperbaiki status pernapasan pasien.ABSTRACT Cases of HIV / AIDS and tuberculosis affects many urban communities. Diseases
in urban communities are related to environment and lifestyle characteristics of
urban communities. HIV cases are usually accompanied by a variety of
opportunistic infections. The most common opportunistic infections is
tuberculosis, followed by oral candidiasis and diarrhea. The main nursing
problems in patients with tuberculosis is the ineffectiveness of airway clearance
related to the retention of sputum. This final scientific thesis aims to analyze the
independent nursing intervention in the form of a combination of the
recommendation to drink warm water, postural drainage, and cough effectively to
address the problem of ineffective airway clearance. The intervention was
conducted in HIV/AIDS patient with tuberculosis in medical ward RSCM. The
result of interventions was reduced sputum buildup in the airway of the patient, so
the patient did not feel crowded as before and could breathe more easily. Nurses
are expected to conduct independent nursing interventions in the form of a
combination of the recommendation to drink warm water, postural drainage and
effective coughing to help improve patient's respiratory status. ;Cases of HIV / AIDS and tuberculosis affects many urban communities. Diseases
in urban communities are related to environment and lifestyle characteristics of
urban communities. HIV cases are usually accompanied by a variety of
opportunistic infections. The most common opportunistic infections is
tuberculosis, followed by oral candidiasis and diarrhea. The main nursing
problems in patients with tuberculosis is the ineffectiveness of airway clearance
related to the retention of sputum. This final scientific thesis aims to analyze the
independent nursing intervention in the form of a combination of the
recommendation to drink warm water, postural drainage, and cough effectively to
address the problem of ineffective airway clearance. The intervention was
conducted in HIV/AIDS patient with tuberculosis in medical ward RSCM. The
result of interventions was reduced sputum buildup in the airway of the patient, so
the patient did not feel crowded as before and could breathe more easily. Nurses
are expected to conduct independent nursing interventions in the form of a
combination of the recommendation to drink warm water, postural drainage and
effective coughing to help improve patient's respiratory status. ;Cases of HIV / AIDS and tuberculosis affects many urban communities. Diseases
in urban communities are related to environment and lifestyle characteristics of
urban communities. HIV cases are usually accompanied by a variety of
opportunistic infections. The most common opportunistic infections is
tuberculosis, followed by oral candidiasis and diarrhea. The main nursing
problems in patients with tuberculosis is the ineffectiveness of airway clearance
related to the retention of sputum. This final scientific thesis aims to analyze the
independent nursing intervention in the form of a combination of the
recommendation to drink warm water, postural drainage, and cough effectively to
address the problem of ineffective airway clearance. The intervention was
conducted in HIV/AIDS patient with tuberculosis in medical ward RSCM. The
result of interventions was reduced sputum buildup in the airway of the patient, so
the patient did not feel crowded as before and could breathe more easily. Nurses
are expected to conduct independent nursing interventions in the form of a
combination of the recommendation to drink warm water, postural drainage and
effective coughing to help improve patient's respiratory status. "
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2015
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
"Penyakit TBC atau tuberkulosis masih merupakan penyakit yang sangat tinggi diderita oleh penduduk di dunia dan terutama negara yang sedang berkembang termasuk di Indonesia. Penyakit tuberkulosis adalah penyakit menular dimana penularannya melalui udara. Sehingga saat seseorang menghisap droplet yang mengandung kuman mycobacterium tuberculosis dan kuman tersebut menginfeksi paru-paru, maka orang ini positif terinfeksi TBC.
Seseorang yang telah terinfeksi akan terus aktif menularkan pada orang lain, dimana diperkirakan orang ini mampu menularkan pada sedikitnya 10 sampai 15 orang tiap tahunnya. Untuk itu sebagai bagian integral dan profesi kesehatan, perawat perlu untuk melakukan upaya dalam menurunkan angka kegagalan penanganan pasien TB dengan cara meningkatkan kualitas asuhan keperawatan klien dengan TBC selain mendapatkan pengobatan TBC yang efektif.
Rencana asuhan keperawaran pasien TBC merupakan suatu pendekatan proses pemecahan masalah untuk menangani pasien TBC. Tahapan proses asuhan keperawatan dimulai dengan pengkajian keperawatan, dimana didalamnya dielaborasi pengkajian fisik dan diagnostik. Kemudian penegakan diagnosa keperawatan beserta data dan tujuannya. Intervensi mandiri dan kolaborasi dibuat untuk menyelesaikan masalah keperawatan pasien TBC yang muncul. Untuk mengetahui perkembangan kasus pasien TBC ini diperlukan evaluasi untuk menilai keberhasilan capaian dari tiap masalahnya. Dengan pelaksanaan asuhan keperawatan pasien TBC sesuai dengan standar, diharapkan angka insiden pasien TBC dan angka kematian pasien TBC akan dapat menurun."
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2005
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Jajang Rahmat Solihin
"Short Message Services TB (SMS TB) sebagai salah satu media intervensi keperawatan komunitas berhasil di kembangkan pada praktik residensi spesialis keperawatan komunitas dengan penguatan kelompok pendukung gertak TB. Model diintergasikan dari Community as Partner, Family Center Nursing, Health Belief Model menjadi kerangka kerja penyelesaian masalah pengelolaan manajemen pelayanan keperawatan, asuhan keperawatan keluarga dan komunitas.
Hasil intervensi menunjukkan peningkatan Case Detection Rate (CDR) di Kelurahan Cisalak Pasar naik 20%. Peningkatan pengetahuan klien 14,2%, ketrampilan 23,1%, dan sikap 19.0%. Sementara peningkatan pengetahuan kader 45,6%, ketrampilan 46.5%, dan sikap 10%. Ada peningkatan kemandiran III sebesar 60% dan kemandiaran IV sebesar 40%. Media SMS TB akan dilanjutkan oleh Puskesmas melalui upaya penguatan promosi kesehatan pada program tuberkulosis (TB).

Short Message Services tuberculosis (TB SMS) as a medium of community nursing intervention succeeded in developing the specialist community nursing practice residency at strengthening TB bullying support group. Diintergasikan Model of Community as Partner, Family Center Nursing, Health Belief Model framework for problem solving into the management of the nursing service, nursing care families and communities.
The results showed improvement interventions Case Detection Rate (CDR) in the Village Cisalak market rose 20%. 14.2% Increased client knowledge, skills 23.1%, and 19.0% attitude. While 45.6% increase in the cadre of knowledge, skills, 46.5%, and 10% attitude. There is an increase of 60% kemandiran III and IV kemandiaran by 40%. SMS Media TB will be followed by efforts to strengthen PHC through health promotion program of tuberculosis (TB).
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
"Menurut laporan WHO (1999) diperkirakan di Indonesia setiap tahunnya ditemukan
583.000 penderita tuberkulosis paru dengan kematian sekitar 140.000 penderita. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui gambaran hasil pengobatan pada penderita tuberkulosis
paru dengan menggunakan strategi Directly Observed Treatment Short Cause (DOTS)
di Puskesmas Beji Kota Depok pada tahun 2005. Desain yang digunakan dalam
penelitian adalah deskriptif sederhana, cross sectional dan melihat distribusi iiekuensi
angka kesembuhan dengan menggunakan kuisioner. Hasil dari penelitian ini pengobatan
pada 26 orang penderita tuberkulosis paru dengan menggunakan strategi DOTS di
Puskesmas Beji Kota Depok tahun 2005 adalah angka kesembuhan 22 orang atau
84,62%. Penderita yang meninggal 2 orang atau 7,69%, sedangkan yang pengobatan
lengkap ada 2 orang atau 7,69%. Penelitian ini merekomendasikan penelitian dengan
menggunakan analisa bivariat atau multivariat untuk mengetahui keterkaitan faktor
internal dan eksternal dari penderita tuberkulosis paru dengan angka kesembuhan."
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2006
TA5530
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
"Penderita tuberkulosis paru yang tidak menjalankan pengobatannya selama 2 bulan
berturut-turut atau Iebih dikatakan sebagai penderita putus obat. Putus obat ini berkaitan
dengan perilaku tidak patuh dalam menjalankan pengobatan. Ketidakpatuhan penderita
tuberkulosis pam dalam menjalankan pengobatannya mengakibatkan terjadinya
peningkatan angka putus obat, penularan, kesakitan, kematian setiap tahunnya dan
merupakan masalah utama kesehatan masyarakat. Angka kejadian tuberkulosis paru di
Puskesmas Mekarmukti Cikarang meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2005
peningkatan angka kejadian tuberkulosis paru 24,1 % dari tahun sebelumnya dengan
presentasc yang putus obat 13,9 % untuk ilu perlu diketahuinya faktor-faktor yang
menyebabkan penderita tuberkulosis paru putus obat sehingga tidak ada lagi penderita
tuberkulosis paru yang putus obat. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi
tentang gambaran faktor predisposisi, pemungkin dan penguat pada penderita
tuberkulosis paru putus obat di Puskesmas Mekarmukti Cikarang. Desain penelitian ini
adalah deskriptif sederhana, dengan responden seluruh penderita tuberkulosis paru yang
pemah tidak menambil obat 2 bulan berturut-turut atau lebih sebelum masa pengobatan
selesai, pengambilan sampel dilakukan dengan cara total sampling yaitu sebanyak 33
orang. Inslrumen penelitian berupa kuesioner dengan pertanyaan tertutup yang terdiri
dari data demografi, faktor predisposisi, pemungkin dan penguat yang menyebabkan
perilaku putus obat. Hasil penelitian menunjukan bahwa kurangnya pengetahuan
(66,7%), persepsi tidak adanya ancaman terhadap penyakitnya (57,6%), persepsi adanya
hambatan untuk mendapalkan pengobatan (66,7%), jarak yang jauh (81 ,8%) dan kurang
adanya dukungan dad teman (57,6%) menyebabkan penderita tuberkulosis paru menjadi
putus obat. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut berupa
penyuluhan kesehatan yang lebih efektif pada penderila, keluarga dan masyarakat
sekitamya, adanya Puskesmas Kelurahan/ pembantu atau Puskesmas keliling untuk
meningkatkan keterjangkauan pelayanan kesehatan serta meningkatkan upaya
pencegahan putus obat dengan program pengobatan jangka pendek dengan pengawasan
langsung."
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2006
TA5519
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
"Motivasi merupakan variabel yang mempengeruhi keinginan berperilaku yang dapat bersifat internal maupun eksternal, motivasi ini mendorong keluarga berperilaku dalam mengambil sesuatu keputusan (Pender, 1980). Penelitian deskriptif sederhana ini dilakukan pada 30 orang anggota keluarga klien dengan Tuberkulosis Paru di RSUP Persahabatan, yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan Tuberkulosis Paru. Untuk mengumpulkan data faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi keluarga tersebut peneliti menggunakan instrumen kuisioner. Setelah data terkumpul, data dianalisa dengan menggunakan statistik sederhana. Berdasarkan hasil penelitian pada bab III maka terlihat bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi molivasi keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan Tuberkulosis Paru yaitu terdiri dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal yang paling besar mempengaruhi motivasi keluarga adalah pengetahuan (89,9 %), keyakinan (47,5 %), dan pendidikan (dominan) SMU (37,6 %). Sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi motivasi keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan Tuberkulosis Paru adalah lingkungan (86,6 %), fasilitas kesehatan (53,3 %), dan penghasilan (dominan) Rp. 500.000 - 1.000.000 (50%).
Dari kedua faktor tersebut diatas ( internal, eksternal ) berdasarkan penelitian terhadap 30 orang responden didapatkan bahwa faktor yang paling dominan berpengaruh pada motivasi keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan TB Paru adalah pengetahuan 24,09%, Iingkungan 23,18 %, keyakinan 14,99 %, fasilitas kesehatan 14,27 %, penghasilan 13,38 % dan pendidikan 10,09 %."
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2002
TA5184
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Sugiri
"Peran keluarga sebagai perawat kesehatan utama dalam kepatuhan pasien TB Paru terhadap pengobatan merupakan kunci keberhasilan dari program penanggulangan TB Paru. Penelitian mengenai factor-faktor yang berhubungan dengan keberhasilan fungsi perawatan kesehatan keluarga dalam kepatuhan pengobatan TB Paru di Wilayah Puskesmas Carita Kabupaten Pandeglang Propinsi Banten mempunyai tujuan inti untuk mengidentifikasi gambaran keberhasilan fungsi perawatan kesehatan keluarga dalam kepatuhan pengobatan TB Paru di Wilayah Puskesmas Carita Kabupaten Pandeglang Propinsi Banten Tahun 2009.
Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi, jumlah sample 55 responden yang tersebar di 10 desa wilayah Puskesmas Carita. Pengambilan sample menggunakan tehnik consecutive sampling clan instrument yang digunakan adalah kuesioner.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi pola dan proses komunikasi keluarga dan struktur peran keluarga sangat tinggi dengan prosentase masing-masing 98,2 % dan 96,4 %. Hasil analisis bivariat pada faktor pola dan proses komunikasi keluaraga menunjukkan Ho ditolak artinya ada hubungan antara faktor tersebut dalam kepatuhan pengobatan TB Paru di Wilayah Puskesmas Carita Kabupaten Pandeglang Propinsi Banten Tahun 2009.
Terkait penelitian, perawat dalam rnemberikan asuhan keperawalan kepada keluarga dapat memberdayakan number daya keluarga semaksimal rnungkin sehiugga fungsi-fungsi keluarga yang lainpun dapat mendukung program penanggulangan TB Pam secara optimal.

Family's role as a primary health care in obedience to lungs TB medication can be a succsessfull key in TB medication program. Reseach about factor-factor related to successful of family health care function in obedience to lungs TB medication in Carita's Community Health Centre, Pandeglang District Office, Banten Province, have a main purpose to identify the description of successful of family health care function in obedience to lungs TB medication in Carita's Community Health Centre, Pandeglang District Office, Banten Province in 2009.
This reseach use a descriptive correlation as a design and include in Quantitative reseach. 55 number of respondence have been taked spread in 10 area villages in Carita. Consecutive sampling had selected and used a quesioner as instrument.
Reseach results show that pattern and communication process factor and family strength structure factor placing the higher proportion with each 98,2 % and 96,4 %. Result of bivariat analysis show that (Ho) denied on pattern and communication process factor, its mean there were relationship between that factor with obedience in lungs TB medication.
Further more, nurses can give the nursing care by optimize family resources and wrap in the family participation, so that another family functions can be maximize support the lungs TB medication program.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2009
TA5745
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
I Gusti Ayu Putu Desy Rohana
"TB Paru dinyatakan sebagai kedaruratan global bagi kemanusiaan oleh WHO.Keluarga yang tinggal serumah dengan klien TB Paru merupakan population atrisk. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen pretest and posttest withcontrol group, dan metode consecutive sampling. Intervensi edukasi kesehatanterstruktur meliputi pemberian materi TB Paru dan pencegahannya, fungsiperawatan kesehatan, dan penyusunan kegiatan harian yang diberikan selama 5minggu, dengan besaran sampel 62 responden.
Hasil penelitian menunjukkanbahwa karakteristik responden didominasi oleh perempuan 93,6, usia 18-40tahun 64,5, tingkat pendidikan dasar 61,3, penghasilan keluarga dibawahUMK Bogor 74,2, dan lama pengobatan >6 bulan 48,4. Penelitian inimembuktikan adanya peningkatan yang bermakna pada pelaksanaan fungsiperawatan kesehatan keluarga p value 0,00 dan perilaku pencegahan penularanTB Paru p value 0,00 pengetahuan, p value 0,01 sikap, dan p value 0,00keterampilan di kelompok intervensi. Edukasi kesehatan terstruktur terkait TBParu dapat menjadi alternatif pilihan intervensi keperawatan untuk keluarga dikomunitas.

Behavior of Pulmonary Tuberculosis Transmission in Family atBogor RegencyPulmonary TB is stated as global emergency for humanity by WHO. Families wholive at home with Pulmonary TB clients are population at risk. This study usedquasi experimental pretest and posttest with control group design, and consecutivesampling method. Structured health education interventions included thepresentation of materials on Pulmonary TB and its prevention, health care functionand daily activities preparations. Intervention was given for 5 weeks with samplesize 62 respondents.
The result of study showed that the characteristics ofrespondents were dominated by women 93.6, age 18 40 64.5, primaryeducation level 61.3, low family income UMK Bogor regency 74.2, andtreatment duration 6 months 48.4. This study proved significant increases inthe implementation of family health care functions p value 0.00 and the preventionbehavior of Pulmonary TB transmission p value 0,00 knowledge, p value 0,01attitude, and p value 0,00 skill in intervention group. Structured health educationrelated to Pulmonary TB could be an alternative choice of nursing intervention forfamilies in the community.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2017
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"TB merupakan masalah kesehatan dunia, Indonesia mempakan salah satu negara di
dunia dengan kasus TB terbanyak setelah India dan Cina (WHO, 2002). Tujuan dari
penelitian ini adalah mengetahui gambaran tingkat kepatuhan penderita TB dalarn
menjalani pengobatan di Puskesmas Cimahi Tengah. Penelitian ini dilakukan di
Puskesmas Cimahi Tengah dengnjumlah responden 22 orang yang terdiri dari 18 orang
dengan tingkat kepatuhan tinggi dan 4 orang dengan tingkat kepatuhan rendah. Desain
penelitian yang digunakan adalah deskriptif sederhana clengan mengunakan instrument
penelitian kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah metode tendensi sentral untuk
mengetahui gambaran tingkat kepathhan. Hasil penelitian ini menyimpulkan tingkat
kepatuhan penderita TB dalam menjalani pengobalan adalah tinggi (8l,8 %). Penelitian
ini merekomendasikan untuk melakukan promosi pengetahuan tentang pentingnya
menjalani pengobatan dengan patuh dan peningkatan pengobatan terutama pada daerah-
daerah tinggi prevalensi TB paru."
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2006
TA5454
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>