Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 143197 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Siregar, Putri Sheyla Febriyanti Puspita
"Penulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan dimensi kekerasan yang ada pada program anak yang masih ditayangkan sampai saat ini, khususnya program anak "Crayon Sinchan" dan "Spongebob Squarepants". Penulis menganalisis kedua program anak tersebut dengan melihat konten kekerasan yang(ditampilkannya dari berbagai dimensi, yakni dimensi bentuk kekerasan, partisipan kekerasan, motif kekerasan, dan ekspresi kekerasan. Penulis menggunakan analisis konten dengan memaparkan adegan atau tindak kekerasan apa saja yang terdapat dari tiga episode yang telah dipilih secara acak oleh penulis dari kedua program tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa tiap episode yang telah dipilih dari kedua program tersebut terdapat beberapa bentuk kekerasan, salah satunya kekerasan yang dominan adalah kekerasan psikologis.

The purpose of this paper is to describe a dimension of violence in children?s television programs which, nowadays, are still on air, specifically "Crayon Sinchan? and "Spongebob Squarepants". The author analyze both the children?s programs to see the violent content of various dimensions, which are dimension of violence, participant?s violence, motive force, and the expression of violence. The author also analyses the content of the series by explaining the scenes or any violence appears in three episodes that have been chosen randomly from the two TV shows by the author. From the observed finding, in every episode of the children?s TV series, that has been chosen by the author, contains any violence. One of the dominant force is psychological violence."
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2016
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
"Pentingnya kedudukan televisi pada banyak rumah tangga terlihat dari penempatan pesawat TV yang umumnya diletakkan di jantung rumah tangga, yakni ruang keluarga. Hal ini bukan tak disadari oleh pabrik pesawat TV. Sehingga produsen pesawat TV membuat disain TV yang makin lama makin bagus dan bermutu, sehingga dapat sejajar dengan peralatan rumah tangga modern lainnya dan menjadi bagian disain interior yang elegan."
384 WACA 7:26 (2009)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Mochammad Dlaify Karami
"Media televisi sebagai salah satu saluran informasi massal bagi khalayak telah membawa berbagai perubahan dalam kehidupan bermasyarakat. Televisi merupakan media yang berpengaruh terhadap serangkaian aspek kehidupan sosial budaya melalui pembentukan karakter individu. Teori kultivasi berargumen bahwa semakin banyak waktu yang dihabiskan untuk menonton televisi, semakin tinggi atensi khalayak dalam memberi makna terhadap realitas sosial yang dibentuk oleh media tersebut.
Televisi memiliki "long term effect" kepada khalayaknya. Khalayak yang secara konsisten mengkonsumsi konten televisi dalam jangka waktu tertentu akan berpengaruh pada individu dalam mendefinisikan dirinya. Salah satunya yaitu muatan kekerasan di dalam konten televisi. Apabila dikonsumsi hingga intensitas tertentu, secara perlahan akan memberi pengaruh terhadap agresivitas khalayak.
Urgensi penulisan jurnal ini yaitu bertujuan untuk menjelaskan pengaruh penayangan konten bermuatan kekerasan dalam media televisi terhadap perubahan persepsi dan behavioral khalayak mengenai agresivitas dengan menggunakan metodologi eksplanatif dan studi kepustakaan melalui literatur serta beberapa hasil penelitian sebelumnya mengenai dampak media yang dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya.
Kesimpulan dari analisis ini menunjukkan bahwa terpaan materi kekerasan dalam televisi memiliki pengaruh dalam membentuk agresivitas khalayak yang mengarah pada perilaku destruktif.

Television media as one of the channels of mass information to the public has brought many changes in social life. Television is a medium that affects the range of socio-cultural aspects of life through the creation of individual characters. Cultivation theory argues that the more time spent watching television, the higher attention of audiences in interpretation of social reality created by the media.
Television has a long term effects to society. Audiences who consistently consume television content in a certain period of time will affect the individual in defining himself. One of them is the charge of violence in television content. When consumed up to a certain intensity, gradually will give effect to the aggressiveness of the audience.
Urgency of the writing of this journal that aims to explain the influences of exposure to the material of violence on television against adolescent perception and behavior changing about aggressiveness using an explanatory methodology and the study of literature through the literature and some of the results of previous studies on the effects of media that can be accounted for validity.
The conclusion of this analysis indicate that exposure to violence in television material has an influence in shaping public aggressiveness that lead to destructive behavior.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2014
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Rini Nurfitriani Mustari
"Makalah ini membahas tentang intersectionality, cara memahami bagaimana suatu diskriminasi diprakarsai oleh bentuk diskriminasi lainnya karena ketidakadilan terjadi tidak hanya dengan satu faktor, tetapi juga faktor lainnya, pada serial televisi drama kriminal tahun 2016 The Night Of. Penelitian yang membahas intersectionality mudah ditemukan, namun penelitian tentang intersectionality di serial televisi masih terbatas. Makalah ini menyimpulkan bagaimana persimpangan identitas seseorang, seperti agama dan etnisitas, dapat digunakan sebagai alat untuk melakukan penindasan, dengan menganalisis sebagian besar aspek tekstual dari serial televisi ini. Ada tiga hal utama yang hendak disampaikan dalam makalah ini. Pertama, makalah ini menganalisis diskriminasi ganda yang dialami karakter utama Nasir Khan. Kedua, makalah ini membahas kelemahan Naz, agama dan etnisnya, dimanfaatkan oleh kekuatan dominan. Ketiga, orang lain dan Naz sendiri sangat menderita, sebagai akibat dari kasus Naz. Tujuan dari makalah ini adalah untuk memberikan informasi baru tentang persimpangan berbagai bentuk diskriminasi dalam serial televisi.

This paper examines intersectionality, a way of understanding how discrimination is mutually initiated by other forms of discrimination because injustice occurs not only with one factor but also other factors as well, in 2016 crime drama television miniseries The Night Of. Research on intersectionality may be found easily, however, research about intersectionality in television series is still limited. This article discovers how intersection of one's identities, such as religion and ethnicity, can be used as an oppressive measure by examining mostly textual aspect of this television miniseries and categorizing it into three parts. First, double discrimination that Nasir Khan, the main character, experiences. Second, his own disadvantages, his religion and ethnicity, are being taken advantage of by dominant power. Third, other people and Naz himself have to suffer, as a result of Naz's case. This article expects to provide new information on intersection of multiple forms of discrimination in television series.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2017
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Yudhi Pramadiansyah
"Maraknya fenomena tindak kekerasan yang dilakukan oleh anak-anak menjadi salah satu bentuk bukti bagaimana televisi dapat membentuk perilaku khalayaknya. Fenomena ini sangat memprihatinkan karena mengakibatkan jatuhnya banyak korban, contohnya korban meninggal akibat sering menonton tayangan mengandung kekerasan. Jatuhnya korban ini juga yang termasuk dalam perilaku kejahatan oleh anak, karena telah menimbulkan korban terhadap orang lain. Oleh karena itu,dalam makalah ini akan dibahas bagaimana televisi membentuk perilaku kekerasan.
Metode yang digunakan adalah studi literatur, yakni menggunakan studi kepustakaan. Dengan menggunakan teori kultivasi, dapat diketahui bahwa semakin sering anak menghabiskan waktu untuk menonton televisi, semakin kuat pula kecenderungan untuk menyamakan realita di televisi dengan realita sosial. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa tayangan yang mengandung unsur kekerasan di televisi dapat membuat anak-anak akhirnya meniru tayangan tersebut.

The rise of violence phenomenon that committed by children is one form of evidence to see how television can shape the behavior of the audience. This phenomenon is very alarming because it led to the downfall of many victims, for example, the victim died as a result of watching violent show on television. The casualties also included in criminal behavior by children, because it has caused the victim to others. Therefore, this paper will discuss how the television form violent behavior.
The method used is the study of literature, the use of library research. By using cultivation theory, it is known that the more time children spend watching television, the stronger the tendency to equate reality in television with the social reality. So it can be concluded that the the television show which contain elements of violence can make children eventually emulate those impressions.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2014
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Fitri Adona
Padang: Andalas University Press, 2006
659.1 Ado c
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Hardani Satrio Wibowo
"Persepsi adalah proses memilih, mengorganisir, dan menginterpretasilean sensoris menjadi berarti dan menghubungkannya secara logis.Tayangan kekerasan adalah tayangan yang di dalarnnya terdapat perbuatan seseorang atau kelornpok yang menyebabkan atau matinya orang lain atau menyebabkan kerusakan fisik atau barang orang lain. Menurut survey Media Indonesia tahun 2006 ada beberapa tayangan di televisi yang berisi adegan kekerasan : berita kriminal, sinetron, iklan, smack down dan video game.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi anak usia sekolah (10-12 tahun) terhadap tayangan kekerasan di televisi. Penelitian ini menggunakan desain deskripsi sederhana, Sampel pada penelitian ini diambil secara acak yaitu siswa yang sedang duduk di kelas 4 sarnpai 6 Sekolah Dasar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuh responden (59,7%) mempunyai persepsi pdsitif bahwa tayangan kekerasan rnempunyai dampak yang kurang baik, seperti melakukan atau meniru adegan kekerasan sedangkan 40,3 % responden mempunyai persepsi negatif bahwa tayangan kekerasan mempunyai dampak yang kurang baik. Artinya sebagian besar (59,7%) anak usia sekolah setuju bahwa tayangan kekerasan mempunyai dampak yang kurang baik dan sebanyak 40,3 % anak usia sekolah tidak semju bahwa tayangan kekerasan mempunyai dampak yang kurang baik.
Untuk penelitian selanjutnya hendaknya menambah jumlah responden, memperluas area penelitian, meneliti dan menggali lebih dalam lagi variabel-variabel yang lain."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2007
TA5576
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Erick Bintang Sulaiman
"Breaking Bad AMC, 2008-103 , sebuah drama seri televisi yang menceritakan seorang tokoh utama yang bernama Walter White. Walter adalah seseorang pria keluarga yang berwatak halus dan santun dan pada akhirnya berubah menjadi seorang kriminal yang kejam. Dia memiliki tujuan untuk menyokong finansial keluarganya dan juga untuk membuktikan ke laki-lakiannya. Dari Breaking Bad, dapat dilihat bagaimana konsep hegemoni maskulinitas berkorelasi kepada kekerasan yang merepresentasikan toxic masculinity. Tujuan dari riset ini adalah untuk menunjukan dan mengidentifikasi bagaimana Walter White merepresentasikan bahwa hegemoni maskulinitas bisa merusak hubungan dalam keluarga dan juga hubungan kepada publik atau orang disekitarnya. Diremehkan sebagai pria dari orang sekitarnya mengarahkan saya untuk mengkontekstualisasi Walter White sebagai studi kasus dan representasi konvensional seorang pria yang tertekan akan sebuah standar sosial tentang bagaimana menjadi pria lsquo;sejati rsquo;. Aspek yang di eksplorasi dari riset ini adalah karakterisasi dari Walter White yang mencakup kepribadian, peran sosial, dan interaksi dengan orang di sekitarnya. Riset-riset sebelumnya berfokus pada Breaking Bad adalah tentang argumentasi dan membuktikan bahwa maskulinitas Walter White adalah hasil dari konstruksi sosial dan sebagai kritik terhadap maskulinitas. Belum ada riset yang membahas tentang toxic masculinity yang direpresentasikan oleh Walter White di serial televisi ini. Riset ini mengungkapkan elemen-elemen karakteristik Walter White yang menggambarkan konsep tentang toxic masculinity sebagai akibat dari tidak tercapainya standar maskulinitas pria yang dimana Walter merasa terpinggirkan karena tidak menjadi sosok pria yang ideal dan sesuai standar ekspektasi sosial.

Breaking Bad AMC, 2008-2013 , a crime drama television series that told a story of Walter White, a mild-mannered and underachieving family man who later became a violent criminal drug kingpin in order to fulfill his family financial future as well as his manliness. From Breaking Bad, we can see how the concept of hegemonic masculinity links men towards violence that represents toxic masculinity. The goal of this research is to show and examined how Walter White portrayed hegemonic masculinity can be destructive for a man rsquo;s public and domestic matters. The emasculation of Walter White by his public and domestic matters leads me to contextualize the character of Walter White as a case study and as a conventional representation of men who are oppressed by the pervasive idea of how a man is supposed to be. The aspects explored were Walter White rsquo;s characteristic that includes personality traits, social roles, and interaction between his public and domestic affairs. Previous research focused on Breaking Bad were to argue and examine how Walter rsquo;s masculinity is constructed and as a critique of masculinity. Due to lack of study that examined the consequences of toxic masculinity that is represented through Walter White, this research reveal the characteristic elements of Walter White immaculately depicted the concept of toxic masculinity as result of marginalized ways of being a man."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2018
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Maryani
"Saat ini tayangan kriminal di televisi semakin meningkat. Padahal sudah banyak penelitian yang menyatakan bahwa tayangan /criminal di televisi memiliki potensi besar dalam merubah sikap dan perilaku masyarakat terutama anak dan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh tayangan kriminal di televisi terhadap persepsi remaja tentang perilaku kekerasan.
Desain yang digunakan adalah deskriptif korelasi secara Cross Sectional. Responden sebanyak 62 responden diambil dengan menggunakan teknik Random Sampling, yang merupakan siswa SMUN 38 dan SMU Banda Kandung Jakarta. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang disebarkan. Selanjutnya data dianalisa menggunakan uji Chi square dan uji Pearson Correlation Coeffisient.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa X2 hitung = 0.296 dan X2 tabeI=3.84 dengan Df=1 dan alpha=0.05, maka X2 hitung lebih kecil dari X2 label yang berarti Ho gagal ditolak. Oleh karena tidak ada hubungan atau Ho gagal di tolak maka tidak dilakukan uji Pearson Correlation Coeffisient. Kesimpulannya tidak ada pengaruh antara tayangan kriminal di relevisi terhadap persepsi remaja tentang perilaku kekerasan."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2004
TA5399
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Andriana Devi
"Televisi telah ada sejak abad 18 akan tetapi mulai berkembang pada abad 19 dimulai dari televisi hitam putih hingga berwama. Televisi Amerika memiliki acara televisi yang beragam ada yang bersifat positif dan negatif menurut Milton Chen seorang Direktur KOED Center for Education and Lifelong Learning (CELL). Acara televisi yang negatif mengandung unsur kekerasan dan seks sedangkan positif yang mendidik anak-anak untuk mengembangkan kemampuan kreatifitasnya dan daya nalar mereka. Untuk memenuhi sasaran penilitian saya menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan mengumpulkan data-data dan metode penelitian kualitatif.
Hasil penelitian membuktikan bahwa dampak televisi dan kejahatan anak-anak yang dilakukan pada usia 8 hingga 15 tahun dari tahun 1970 sampai dengan 1997 perubahan yang signifikan di Amerika Serikat terhadap tayangan-tayangan yang bersifat negatif yang menimbulkan mereka untuk meniru dan melakukan hal yang mereka lihat di televisi tanpa bimbingan orang tua untuk mencema apa yang mereka lihat sehingga teman yang menghibur disaat orang tua tidak ada ialah televisi. Kejahatan yang dilakukan mereka membuktikan bahwa televisi secara tidak langsung mempengaruhi mereka dalam kehidupan nyata."
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2006
T18369
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>