Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 99568 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Galih Wicaksono
"Media massa elektronik di Indonesia menjadi salah satu media yang paling berkembang dan banyak ditonton oleh masyarakat, karena kecepatannya menyampaikan sebuah informasi. Indonesia sendiri memiliki banyak media massa swasta tapi ada satu media massa yang cukup banyak memiliki khalayak yaitu TV One, dalam praktik kesehariannya TV One harus bersaing dengan media sejenis lainnya yang cukup banyak di Indonesia untuk menyajikan ulasan informasi yang berbeda. Persaingan inilah yang terkadang memaksa media massa melupakan atau mengabaikan kaidah atau 10 element dasar dari jurnalisme, dan berujung pada penyimpangan dalam menyampaikan sebuah informasi ke masyarakat luas. Dalam makalah ini akan menganalisa bagaimana bentuk pengabaian yang dilakukan TV One dalam menyampaikan informasi dan mengapa pengabain tersebut bisa sampai terjadi.

Electronic mass media in Indonesia has become one of the fastest growing media and watched by the public, because of its speed to convey information. Indonesia it self has many private mass media but there is a considerable mass media have audiences that TV One, in the daily practice of TV One has to compete with other similar media which is quite a lot in Indonesia to present a review of different information. Competition is what sometimes forcing the media to forget or ignore the rules or the 10 elements of journalism, and lead to irregularities in delivering an information to the public. This paper will analyse how the waiver form that made TV One in conveying the information and why disregard able to happen.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2016
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Novita Eliana
"Lingkungan merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Kerusakan lingkungan hidup akan berdampak negatif terhadap kualitas hidup. Saat ini, baik di tingkat global maupun nasional, isu mengenai lingkungan hidup telah sering didiskusikan. Indonesia juga mengalami kerusakan lingkungan yang serius. Hal ini terjadi karena rendahnya kepedulian masyarakat untuk menjaga lingkungan. Media massa berpotensi untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap isu lingkungan dengan kekuatan agenda setting yang dimiliknya. Sayangnya isu lingkungan hidup belum maksimal diliput oleh media massa. Salah satu penyebabnya adalah karena adanya ketidakharmonisan hubungan antarstakeholder sehingga jurnalis lingkungan mengalami banyak hambatan dalam mengangkat isu lingkungan ke media massa. Metode yang digunakan dalam makalah ini adalah studi literartur. Makalah ini akan membahas bagaimana upaya jurnalis lingkungan agar dapat mengangkat isu lingkungan ke dalam agenda media massa. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan jurnalis lingkungan dalam hal ini yaitu 1) Kemasan isu lingkungan 2) Kecakapan awak media dalam pemberitaan isu lingkungan 3) Strategi diplomatis dalam pemberitaan isu lingkungan.

Environment is a very essential thing in human life. The environmental damages give negative impacts to the quality of life. Nowadays, environmental issues are frequently discussed in global or national level. Indonesia faces serious environmental damages. This happen because society pay less attention to protect surrounding. Mass media play very important role in increasing awareness of society, through its agenda setting, to preserve environment. Unfortunately media coverage on environment issues is still lacking. One of the reasons is because there's relationship disharmony among environment stakeholders, which hinder environmental journalists to prioritize environmental issues in media. This paper will discuss about the strategy on how environmental journalists promote environmental issues through agenda setting. There are several ways environmental journalists could do in order to achieve that goal 1) The packaging of environmental issues 2) Journalists ability in reporting the issues 3) Diplomatic strategy in reporting environmental issues. Literature review method is used to gather informations in this paper.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2014
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Morris, Meghan
London: Sage, 2006
302.23 MOR i
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Adnan Satyanugraha Putra
"ABSTRAK
Penulisan ini berupaya untuk menjelaskan reaksi sosial informal masyarakat yang ditunjukan dalam media online visual YouTube ketika bereaksi terhadap kecelakaan lalu lintas yang dialami orang-orang dari dua status yang berbeda yaitu celebrity or high status person dan masyarakat biasa, serta untuk melihat dampak dari penegakan hukum dari reaksi masyarakat yang ditimbulkan terkait subjek pemberitaan di Youtube berdasarkan perbedaan dari reaksi terhadap status sosial orang yang terlibat dalam kecelakaan lalu lintas yang dimuat dalam media online visual. Penulisan ini juga berupaya untuk melihat komentar-komentar yang diberikan masyarakat sesuai dengan teori differential social power yang dikemukakan oleh W.J Chambliss dan pandangan subjektif masyarakat yang memiliki unsur blameworthiness dalam komentar mereka dalam menanggapi video berita kecelakaan lalu lintas yang di unggah kedalam YouTube.

ABSTRACT
This paper aims to explain the informal social reaction of society shown in the online visual media YouTube when reacting towards traffic accidents of celebrity or high status person versus normal citizens, and to analyze the impact on the law enforcement from the society s reactions aroused relating to the news coverage in YouTube based on differences in their reactions towards the social status of the subjects involved in the traffic accidents that is posted on the online visual media. This paper also aims to analyze the comments from the society in accordance to the differential social power theory by W.J Chambliss and the subjective point of view of society that contains blameworthiness factor in their comments on reacting to the news coverage video of the traffic accident uploaded to Youtube."
2017
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Maria Sattwika Duhita
"[Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hiperrealitas gender yang digaungkan melalui YouTube terhadap fans perempuan JKT48, secara khusus menilik pada konstruksi industri budaya jepang terhadap budaya dan gambaran perempuan di Indonesia melalui JKT 48. Melalui penelitian ini akan diperoleh pemahaman hiperealitas gender yang terbentuk dan menjadikan JKT48 sebagai sebuah system simulacrum bagi para fans perempuannya. Paradigm yang digunakan adalah critical constructionism dan menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa para fans perempuan JKT48 terjebak dalam ilusi realita perempuan ideal dan menjadikan JKT48 sebagai standard perempuan yang ideal bagi dirinya.

This research aims to know the gender hyperreality echoed through YouTube towards female JKT48 fans. By seeing the Japanese culture industry towards cultural value and depiction of Indonesian women through JKT48, this research seeks to understand how gender hyperreality is formed and using JKT48 as simulacrum system to their female fans. The paradigm used in this research is critical constructionism, using qualitative approach with descriptive design. The result of the research shows that female JKT48 fans are ensnared in ideal women illusion and making JKT48 as ideal woman they have to be.;This research aims to know the gender hyperreality echoed through YouTube towards female JKT48 fans. By seeing the Japanese culture industry towards cultural value and depiction of Indonesian women through JKT48, this research seeks to understand how gender hyperreality is formed and using JKT48 as simulacrum system to their female fans. The paradigm used in this research is critical constructionism, using qualitative approach with descriptive design. The result of the research shows that female JKT48 fans are ensnared in ideal women illusion and making JKT48 as ideal woman they have to be., This research aims to know the gender hyperreality echoed through YouTube towards female JKT48 fans. By seeing the Japanese culture industry towards cultural value and depiction of Indonesian women through JKT48, this research seeks to understand how gender hyperreality is formed and using JKT48 as simulacrum system to their female fans. The paradigm used in this research is critical constructionism, using qualitative approach with descriptive design. The result of the research shows that female JKT48 fans are ensnared in ideal women illusion and making JKT48 as ideal woman they have to be.]"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2015
S61751
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Gde Dharma Gita Diyaksa
"ABSTRAK
Menjelang Pemilihan Umum Presiden Indonesia tahun 2014 ramai pemberitaan dengan isu kejahatan, pelanggaran hukum, kecurangan, atau bentuk tindakan lain yang tidak sesuai dengan nilai-nilai moral masyarakat yang dilakukan oleh kandidat calon Presiden, calon Wakil Presiden, atau pendukungnya. Dari sejumlah pemberitaan media massa dengan isu tersebut, peneliti menetapkan pemberitaan Metro TV dan TV One sebagai subjek dalam penelitian ini. Adapun metode yang digunakan adalah analisis framing. Metode tersebut digunakan untuk mengetahui makna dibalik tayangan berita Metro TV dan TV One pada periode 1 Mei 2014 sampai dengan 6 Mei 2014, 1 Juni 2014 sampai dengan 4 Juni 2014, dan 1 Juli 2014 sampai dengan 8 Juli 2014. Hasilnya, peneliti melihat fenomena ini sebagai suatu bentuk kejahatan tersembunyi. Terdapat hubungan yang tidak setara dan konstruksi yang bersifat merugikan yang terkandung dalam makna pemberitan Metro TV dan TV One. Disisi lain juga terdapat pemaksaan makna dan simbol yang mengganggu otonomi pihak lain.

ABSTRACT
Ahead of 2014 Indonesian‟s Presidential Election news are crowded with the issue of crime, lawlessness, fraud, or any other action that is incompatible with the moral values of society by Presidential candidates, candidate for Vice President, or their enthusiasts. Based from a number of news on mass media regarding these issue, researcher establishes Metro TV and TV One news as a subject in this study. The method used is framing analysis. This method used to determine the meaning behind the news shows on Metro TV and TV One between the period of May 1st, 2014 until May 6th, 2014, June 1st, 2014 until June 4th, 2014, and July 1st, 2014 until July 8th, 2014. As a result, the researcher sees this phenomenon as a form of hidden crime. There are unequal relations and constructions that are detrimentals within the meaning of Metro TV and TV One news. On the other hand there is also an imposition of meanings and symbols that interfere with the autonomy of others.
;"
2016
S65235
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dwi Febrina Fajrin
"Berita merupakan hasil pengolahan realitas yang dipengaruhi unsur kognisi serta nilai-nilai yang dibawa oleh jurnalis aspek psikologis serta pengaruh dari lingkungan, nilai-nilai organisasi, dan kebijakan redaksional media tempat berita diproduksi aspek sosiologis . Sehingga, peristiwa bencana yang sama dapat saja dibingkai dan diberitakan secara berbeda oleh media yang berbeda. Artikel ini melihat bagaimana media massa melakukan peliputan terhadap bencana mulai dari pemahaman kognitif jurnalisnya hingga implementasinya di lapangan dengan mengkolaborasikan hasil penelitian pada skripsi berjudul Pemahaman Jurnalis Mengenai Konsep Jurnalisme Bencana Wawancara Lima Jurnalis dari Media Cetak, Media Televisi, dan Media Online karya Adhika Pertiwi dan Pembingkaian Dampak Erupsi Merapi 26 Oktober pada Fase Tanggap Darurat oleh Televisi Lokal di Daerah Bencana dan Swasta Nasional karya Meylisa Badriyani.
News is the result of processing reality that is influenced by the elements of cognition and values brought by journalists the psychological aspect and the influence of the environment, the values of the organization, and the editorial policy of media where the news is produced the sociological aspect . Thus, the same disaster phenomenon can be framed and reported differently by different media. This article sees how media reported disaster news by studying journalist s comprehension about disaster journalism to its implementation in the field, as well as by literature study on two theses titled Journalist s Comprehension about Disaster Journalism by Adhika Pertiwi and Framing Impact of Merapi Eruption on October 26th by Local Television in Disaster Areas and National Mass Media by Meylisa Badriyani."
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2017
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Luntungan, Steven Y. Audy
"ABSTRAK
Kompetisi di lndustri televisi begitu ketat terlihat dengan kehadiran 11 TV nasional dan
28 TV lokal yang maslh terus bertambah. PerTarungan menampilkan tayangan yang
menarik akan menjadi faktor yang paling penting dalam industri televisi. Tren program
saat ini dikendalikan oleh rating, yang berakibat pada keseragaman program yang
mengedepankan nilai-nilai dan budaya metropolis perkotaan. Namun, masyarakat di
daerah saat ini telah memilikI ruang untuk menikmati informasi seputar daerahnya
melalui tayangan Televisi lokal. Tayangan yang membawa kandungan lokal adalah
andalan sekaligus strategi yang dilakukan TV lokal untuk bisa bersaing dengan TV
Nasional. Strategi seperti itu dinamakan TV Proximity.
Kedekatan pada konsep TV Proximity iidak hanya diukur dengan jarak , namun juga
dengan kedekatan emosi. Kedekatan emosi pemirsa bisa ditunjukkan lewat budaya,
perilaku, gaya hidup, lingkungan, sosial, ekonomi, dan politik. Dengan mempelajari
sumber sekunder, melakukan wawancara mendalam terhadap sejumlah narasumber,
melakukan observasi terhadap dinamika proses bisnis televisi lokal, serta melakukan
analisa isi terhadap program acara, penelitian kualitatif ini dilakukan untuk mengetahui
apakah konsep TV Proximity sudah disadari dan dllaksanakan oleh TV lokal di dalam
bersaing dengan TV nasional khususnya dengan memperhatikan program acara yang
ditayangkan.
TV Lokal yang dipilih adalah JAKTV di kota jakarta dengan kasus program acara
Gubemur Kita. Analisa yang digunakan untuk studi dengan perspektif Ekonomi Media
ini, menggunakan beberapa level analisa; dimana analisa akan dilakukan secara
holistik, mulai dari level makro untuk melihat kondlsi pertelevisian di Indonesia, lalu level
meso untuk meneliti Tv Proximity pada proses produksi dan proses konsumsi program
TV Lokal, serta di level mikro untuk meneliti TV Proximity pada isi acara Gubemur Kita.
Penelitian ini memperlihatkan bahwa JAKTV sebagai stasiun TV lokal memang sangat
memperhitungkan dan membuat rencana serta proses produksi yang berbasis pada TV
Proximity. Penampilan dan pemilihan lagu pembuka acara Gubemur Kita yang sarat
dengan budaya Jakarta (Betawi) serta pemilihan tokoh-tokoh dan topik yang memang
tepat dengan suasana Jakarta (sampah, banjir, mahalnya sekolah, fasilitas kesehatan,
pengangguran), satu tahun menjelang Pilkada 8 Agustus 2007, membuat JAKTV melaju
sendirian sebelum TV-TV Iain (nasional) baru membicarakannya pada sekitar 3 bulan
menjelang hari pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta. Dari proses konsumsi media,
terbukti baik para penonton maupun pemasang iklan tertarik serta masih memiliki
memori yang baik terhadap TV Proximity dari acara Gubernur Kita.
Penelitian ini merekomendasikan agar konsep TV Proximity -khususnya sebagai
strategi TV Iokal- bisa Iebih banyak dikaji dalam perspektif Ekonomi Media, karena di
tengah keterbatasan sistem rating (yang jarang sekali memberi angka yang memadai
bagi program-program TV Iokal; ini harus dibaca dalam konteks rating di Indonesia yang
mulai diragukan validitas dan reliabiiitasnya karena tidak pernah disertifikasi/diperiksa
oleh sebuah Media Rating Council), temyata TV Proximity -melalui acara sejenis
Gubernur Kita di Jak TV- mampu memenangkan hati berbagai stakeholders yang terkait
dengan program tersebut."
2007
T17370
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Novita Hemalini
"Penelitian jurnal ini dilatarbelakangi oleh banyaknya bahasa Arab yang diadopsi dalam bahasa Indonesia oleh para jurnalis di Media Massa. Namun pembentukan serapan dari bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia cukup menarik. Seperti contohnya adalah kata Mutilasi yang digunakan oleh jurnalis. Kata mulitasi merupakan serapa dari bahasa Arab, yang sebelumnya disebutkan dalam sebuah Hadist atau perkataan Nabi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripsi. Penulis meneliti kata serapan kosakata dalam Media Masssa selama kurun waktu 2 sampai 5 tahun terakhir pada Media Massa Kompas dan Media Indonesia. Dalam metode deskripsi tersebut penulis menemukan ada beberapa kosakata yang cukup menarik dalam pembentuka konstruksi morfologis pembentukan kosakata tersebut.
Pendekatan yang digunakan adalah dengan menggunakan pendekatan konten analisis. Melalui konten analisis tersebut penulis membaca Media Massa seperti Koran, Surat Kabar kemudian penulis mengeluarkan kosakata yang akan diteliti lebih dalam mengenai makna dan asal mula kosakata tersebut. Hipotesa jurnal ini menyimpulkan bahwa banyak kosakata bahasa Indoensia yang berasal dari bahasa Arab dan memiliki pembentukan kosakata yang menarik. Hal yang menarik dalam pembentukan kosakata bahasa Indonesia dapat dilihat dari hasil yang berasal dari pengucapan bahasa Arab kemudian digunaka sebagai bahasa sehari-hari, bahkan tak jarang kosakata tersebut digunakan oleh jurnalis dalam Media Massa.

Journal research is motivated by the Arabic number adopted in Indonesian by journalists in the mass media. However, the formation of uptake of Arabic into Indonesian quite interesting. Mutilation such example is the word used by journalists. Mulitasi word is serapa from Arabic , previously mentioned in a Hadith , or sayings of the Prophet . The method used in this study is a description of the method. The author examines the uptake of vocabulary words in the mass media during the period of 2 to 5 years at Compass Mass Media and Media Indonesia. In the description of the method the authors found that there are some good interesting vocabulary in construction pembentuka morphological formation of the vocabulary.
The approach used is to use a content analysis approach. Through the analysis of the content authors read like a newspaper Mass Media, Newspapers later issued a vocabulary authors to be studied more deeply about the meaning and origin of the vocabulary. The hypothesis of this journal concluded that many premises vocabulary derived from Arabic and has an interesting vocabulary formation. The interesting thing in the formation of Indonesian vocabulary can be seen from the results derived from the Arabic pronunciation then digunaka as everyday language, even the vocabulary often used by journalists in the mass media.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2014
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Sawqi Muttaqi
"ABSTRAK
Seorang presiden perlu melakukan tindakan membangun dan menjaga hubungan dengan media seperti jurnalis, pemimpin redaksi, dan pemilik media. Hubungan tersebut tidak hanya dilaksanakan oleh staf kepresidenan atau staf humas Presiden, tetapi dari Presiden sendiri juga harus ikut terlibat secara personal dengan para awak media. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menggambarkan tindakan Presiden Jokowi menjalin hubungan dengan para awak media dari semenjak beliau menjabat sebagai Walikota Solo, Gubernur DKI Jakarta, dan menjadi Presiden RI ke-7 hingga tulisan ini dibuat. Hal yang ditemukan dalam penulisan ini, bahwa hubungan Jokowi dengan media sangat dekat dengan dibuktikan bahwa yang bersangkutan mendapat label media darling dari kalangan media sendiri yang dianugrahkan pada Hari Dewan Pers Nasional tahun 2014. Selain itu, Jokowi juga melaksanakan berbagai program media relations sesuai dengan metode media relation menurut Michael Bland, Alison Theaker, dan David Wrag.
Kesimpulan yang didapatkan adalah adanya perubahan strategi media relations Presiden Jokowi dari menjadi seorang Walikota hingga menjadi Presiden RI ke-7. Hal yang perlu diingat dalam membangun hubungan dengan para media membutuhkan usaha dan proses yang cukup besar dan lama.

ABSTRACT
A president needs to take action in order to build and maintaining relationships with the media, such as a journalist, editor, and media owners. The relationship is not only carried out by the presidential staff or public relations staff of the President, but the President himself should also be involved personally with the media crew. The purpose of this paper is to describe Jokowi?s action in maintaining a relationship with the media crew, since he served as mayor of Solo, Jakarta Governor, and ultimately, became the seventh President until now. It is found in this article, regarding the relationship between Jokowi and the media in the form of a label obtained by Jokowi as a media darling. The ?media darling? label Jokowi got from media crew in National Press Council Day in 2014. Then any changes since the Jokowi media relations strategy of becoming Mayor of Solo to become President 7th. In addition, in this article it will be discussed about how to implement various Jokowi?s media relations programs in accordance with the method according to Michael Bland, Alison Theaker, and David Wrag.
The conclusion obtained is that there are some changes in the form of President Jokowi media relations strategy from the beginning he as mayor until he became the seventh President of Indonesia. Another thing to make sure that in building relationships with the media requires great effort and a fair amount of time.
"
2016
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>