"
ABSTRAKKosakata dalam bahasa Indonesia banyak yang diserap dari bahasa asing khususnya bahasa Belanda dan penyerapan kata ini akibat dari adanya kontak bahasa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penggunaan dan pemahaman kata serapan dari bahasa Belanda di Indonesia pada kalangan rentang usia 20 tahun, 50 tahun, dan 70 tahun ke atas serta kata apa saja yang dahulu dikenal, tetapi kini hilang dan tidak digunakan lagi dalam komunikasi sehari-hari. Misalnya dahulu ada kata droogkap untuk menyebutkan alat pengering rambut, tetapi sekarang kata tersebut sudah tidak digunakan lagi dan digantikan oleh kata steamer dari bahasa Belanda. Kata yang dijadikan sumber data didapat dari hasil wawancara melalui seorang narasumber, kemudian hasil temuan dijadikan bahan kuesioner dan diajukan pada responden. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa kata serapan ada yang masih digunakan, meskipun beberapa kata hanya digunakan oleh orang tua, sehingga bila penutur kata hilang maka kata pun ikut hilang.
ABSTRACTSo many Indonesian vocabulary are absorbed from the foreign language especially from The Dutch and these absorptions are the result of the language contact. The study was conducted to know how the use and understanding of loanwords from the Dutch in Indonesia among the age range of 20, 50, and 70 years and above, and also to know what words people used to know but now lost and no longer used in daily communication. For example there was droogkap for mentioning hairdryer, but now it no longer used and replaced by the word steamer from the Dutch. The words used as the source for the data are obtained from interviews through an informants, then the findings used as a questionnaire and being submitted to specific respondent. It can be seen from the study that there are some loanwords are still being used, though some words are only used by the old people, so when the speaker say is missing, the words go missing too."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2016