Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 162005 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Zhanas Zenia Suntoro
"ABSTRAK
Dalam penggunaan ragam bahasa di Jerman, terdapat kata-kata pinjaman yang berasal dari bahasa Inggris (Anglizismen) yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan memberi contoh kata apa saja yang merupakan Anglizismen dan mengidentifikasi serta menjelaskan bentuk klasifikasi Anglizismen kata tersebut berdasarkan bentuk morfologinya. Metode penelitian yang digunakan dalam makalah ini adalah metode kualitatif dengan teori pembentukan kata Fleischer dan klasifikasi bentuk Anglizismen menurut Wenlian Yang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kata-kata pinjaman dari bahasa Inggris (Anglizismen) dalam praktik penggunaan bahasa di Jerman yang ditemukan dalam harian online di Jerman khususnya pada rubrik anak muda dengan bentuk morfologis yang berbeda-beda seperti yang dimuat pada Stuttgarter Zeitung, Süddeutsche Zeitung dalam rubrik anak mudanya Jetzt, dan Flensburger Tageblatt.

ABSTRACT
In the use of variety of language in Germany, there are loanwords which derived from English that are used. The purpose of this research is to explain and to give example of the words that are considered loanwords that derived from English and to identify the form of classification based on its morphology, ortography, and phonology form. The method used in this research is qualitative method with Fleischer's word forming theory and Wenliang Yang's classification of loanwords theory. The result of this research showed there are loanwords that derived from English in the use if German language which had been found on German online newspapers especially in rubric for teenagers with different forms of morphologicak structure as published in Stuttgarter Zeitung, Süddeutsche Zeitung in its rubric for teenagers Jetzt, dan Flensburger Tageblatt.;"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2016
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Annes Farah Utami
"Majalah adalah salah satu media yang dibaca perempuan sebagai referensi gaya hidup yang modern. Di dalam makalah ini, saya meneliti Anglizismen sebagai fenomena bahasa secara etimologis dan semantis pada enam artikel mode pada Deutsche Moden Zeitung pada tahun 1939 dan 1940, Neue Mode pada tahun 1970 dan 1971 dan SisterMag pada tahun 2012 dan 2015. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari perkembangan penggunaan Anglizismen dalam enam artikel rubrik mode majalah.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa semua artikel menggunakan Anglizismen dalam bentuk Fremdwort dan Lehnwort. Fremdwort merupakan kata-kata yang diserap dari bahasa asing tanpa ada pengubahan, sementara Lehnwort merupakan kategori yang meminjam kata bahasa asing dan kemudian disesuaikan dengan bahasa Jerman.

Magazine is one of the media read by women as modern lifestyle references. In this paper, I have analysed Anglizismen as a language phenomenon ethimologically and semantically in six different fashion articles from Deutsche Moden Zeitung from 1939 and 1940, Neue Mode from 1970 and 1971, and SisterMag from 2012 and 2015. The purpose of this research is to study the development of using Anglizismen in these six fashion articles.
The result from this research shows that all six articles use Anglizismen in the form of Fremdwort and Lehnwort. Fremdwort is words that are absorbed from foreign languages without any adaptation, meanwhile Lehnwort is a category that borrows foreign words and adapts it to the German language."
2016
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Fitri Harini
"Atribut dalam bahasa Jerman pads artikel surat kabar Siiddeutsche Zeitung (di bawah bimbingan Jossy Darman, S.P., M.Hum.). Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Penelitian mengenai atribut dalam bahasa Jerman yang digunakan dalam tujuh buah artikel dari rubrik Themen aus Deutschland surat kabar Siiddeutsche Zeitung. Artikel-artikel ini terdiri atas dua buah jenis teks, yaitu jenis teks wawancara dan berita. Sebagai landasan teori utama adalah teori mengenai klasifikasi atribut dari Harald Weinrich (1993). Selain itu, digunakan pula teori mengenai bahasa surat kabar dari Heinz-Helmut Luger.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis jenis atribut yang digunakan dalam dua jenis artikel surat kabar Siiddeutsche Zeitung dan mengetahui jenis atribut yang paling dominan dalam masing-masing jenis artikel. Selain mengetahui jenis atributnya, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui variasi pola penggunaan atribut dalam kalimat.
Setelah dilakukan penelitian didapatkan basil bahwa atribut banyak digunakan untuk memperjelas elemen-elemen nominal dalam kalimat pada artikel surat kabar. Jenis jenis atribut yang dapat ditemukan dalam teks yang diteliti antara lain atribut ajektiva, termasuk Parlizipialattribut, atribut genitif, atribut preposisional, atribut konjungsional, atribut infinitif, atribut relatif dan aposisi.
Jenis atribut yang tidak ditemukan dalam penelitian ini adalah adverbia atributif. Setelah dianalisis dapat diketahui bahwa jenis atribut yang dominan digunakan adalah atribut ajektiva yang meliputi 42,15 % dari seluruh penggunaan atribut. Variasi pola penggunaan atribut yang dapat ditemukan dalam penelitian ini berjumlah 55 pola."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2000
S14698
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Marlina
"Kata pinjaman merupakan hasil dari peminjaman kata yang dapat terjadi akibat dari adanya kontak antara penutur satu bahasa dengan bahasa lainnya. Kontak bahasa yang terjadi antara penutur bahasa Arab dengan penutur bahasa Turki pada kekuasaan Islam di Turki telah mempengaruhi bahasa Turki. Salah satu pengaruh yang dapat kita lihat dari kontak bahasa adalah penyerapan kosakata dari bahasa Arab ke kosakata bahasa Turki. Penelitian ini menjelaskan mengenai perubahan fonetis kata pinjaman bahasa Turki yang berasal dari bahasa Arab.
Melalui penelitian ini penulis menemukan bahwa perubahan bunyi yang terjadi pada bahasa Turki yang berasal dari bahasa Arab dapat dikelompokan menjadi disimilasi, syncope, apocope, penambahan bunyi vokal, dan penyesuaian diftong. Meskipun dari segi fonetis mengalami berbagai perubahan, tetapi dari segi makna tidak mengalami perubahan yang berarti.

Loanwords is the result of borrowing words which can occur as a result of contact between speakers of one language to another. Language contact that occurs between speakers of Arabic to speakers of Turkish during the reign of Islam in Turkey has affected Turkish language. One of the influence of language contact that we can see is borrowing vocabulary from Arabic to Turkish vocabulary. The research explain the change in phonetic.
Through this research the author found that the sound changes occur in Turkish loanwords origin from Arabic can be classified into dissimilation, syncope, apocope, addition of the vowels, and diphtong sound adjustment. Although in terms of phonetic changed significantly, but in terms of meaning doesn?t change at all. "
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2015
S58162
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sofia Dwi Yannita
"ABSTRAK
Skripsi ini membahas tentang kata asing dan kata pinjaman yang berasal dari bahasa Inggris (Anglizismen) dalam film Little Thirteen ditinjau dari segi morfologi, fonetis dan semantik. Dalam skirpsi ini dipaparkan bagaimana perubahan kata-kata tersebut setelah dipinjam oleh bahasa Jerman, seperti perubahan bentuk kata, perubahan bunyi dan perubahan makna. Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat kualitatif yang dijelaskan melalui uraian-uraian kata secara deskriptif dan menggunakan metode studi pustaka. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa kata-kata bahasa Inggris yang dipinjam oleh bahasa Jerman dapat dikelompokkan ke dalam berbagai jenis peminjaman.

ABSTRAK
The focus of this study is about foreign words and load words which came from English (Anglizismen) in the movie LITTLE THIRTEEN and is analyzed morphologically, phonetically and semantically. This study explains how the words change, for example the change of the form, the pronounciation and also the meaning. This study uses a descriptive qualitative method of research and the data is gained through literary research. The result of this study shows that the words which are taken or came from English to German could be classified into types of loan."
2016
S63634
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Refina Setiani
"Dalam skripsi ini, saya meneliti mengenai perujukan kembali Jemaah Islamiah dalam artikel mengenai pengeboman hotel Marriott dua Surat kabar berbahasa Jerman, yaitu Frankfurter Allgemeine Zeitung dan Suddeutsche Zeitung, Perujukan kembali yang saya teliti adalah perujukan kembali dengan menggunakan nomina atau frase nominal lain karena saya juga melihat makna afektif apa yang ditimbulkan oleh perujukan kembali tersebut. Korpus data diteliti dengan hanya menggarisbawahi segmen wacana yang menunjukkan perujukan kembali tersebut.
Penelitian dilakukan berlandaskan teori analisis wacana yang dikembangkan oleh Klaus von Brinker dan teori makna yang dikembangkan oleh Gustav H. Blanke. Hubungan semantis perujukan kembali dibuktikan dengan menggunakan teori analisis komponen makna dari Eugene A. Nida.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Jemaah Islamiyah yang secara etimologis bermakna afektif positif dalam korpus data diberikan perujukan kembali yang afektif negatif. Perujukan kembali yang bermakna afektif netral hanya ditemukan sebanyak dua buah."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2005
S15017
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Danan Viardi
"Penelitian ini membahas kosakata bahasa Jerman dalam bidang teknologi dan informatika yang dianalisis pembentukannya secara morfologis dan semantis. Kosakata yang dianalisis merupakan Anglizismus, yaitu kata yang dipinjam dari bahasa Inggris. Kata pinjaman bahasa Inggris banyak digunakan dalam bahasa Jerman sebagai istilah teknis dalam dunia teknologi, karena bahasa Inggris adalah bahasa komunikasi di seluruh dunia. Pembentukan kata secara morfologis kemudian digolongkan ke dalam jenis pembentukannya dan jenis peminjaman kosakata Inggris menurut Anglizismus.
Sumber data penelitian berasal dari situs berita daring PCWelt dari bulan November 2019 sampai dengan bulan Desember 2019. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pembentukan kata secara morfologis yang digunakan dalam data adalah Determinativkomposita, Possessivkomposita, Kopulativkomposita dan Zusammenrückung, dan jenis peminjaman kata asing secara Anglizismus yang ditemukan dalam data adalah Fremdwort, Lehnübersetzung, dan Lehnübertragung.

This paper discusses about morphology and semantic analysis German vocabulary of technology and informatic field. The vocabulary which are being analysed are from English terminology that known as Anglizismus in German or Anglicism in English terminology. Many English words are widely used or loaned in IT world. The morphological formation of the words are classified in the way how they are formed.
The data that are being used are from the website known as PCWelt.de from November 2019 to December 2019. Through qualitative descriptive method and purposive sampling method, the results are the types of formation of words in morphology such as Determinativkomposita, Possessivkomposita, Kopulativkomposita and Zusammenrückung, and the types of loanword from Anglicism such as Fremdwort, Lehnübersetzung, and Lehnübertragung.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2020
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Yohanes Baptista Fandis Nggarang
"ABSTRAK
Pada tahun 2015, pemerintah Jerman menerima pengungsi dalam jumlah yang hampir mencapai 1 juta orang. Kebijakan ini memicu pro dan kontra. Kecemasan dan ketakutan karena keberadaan orang asing semakin meningkatkan sikap antipengungsi dan bahkan antiislam yang dalam konteks sosial politik di Jerman digerakkan oleh kelompok kanan seperti Pegida dan partai AfD. Pegida dan AfD, sebagai bagian dari gerakan populis Eropa, menarik untuk diteliti karena kedua kelompok ini mempengaruhi perdebatan dan kebijakan pengungsi atau migran dan mendapatkan perhatian yang besar dari media arus utama di Jerman. Sebagai pembentuk opini publik, konstruksi media mengenai kelompok sayap kanan di Jerman sangat perlu dipahami. S ? ddeutsche Zeitung dipilih dalam penelitian ini karena media ini menjadi salah satu media rujukan masyarakat di Jerman dalam berita politik. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah mengungkapkan strategi pemberitaan dan ideologi S ? ddeutsche Zeitung dalam mengkonstruksi relasi antara Pegida dan AfD dalam wacana anti pengungsi di Jerman selama periode 2014-2016. Data penelitian ini adalah berita berbahasa Jerman dari Desember 2014-Desember 2016. Berita yang diambil adalah berita yang hanya memuat kolokat Pegida dan AfD yang berjumlah 82 konkordansi sebagai sampel dari total 155 konkordansi. Penelitian ini menggunakan ancangan analisis wacana kritis Ruth Wodak yaitu Discourse Historical Approach dengan bantuan linguistik korpus. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah Pegida dan AfD digambarkan secara negatif melalui strategi nominasi yang memposisikan kedua kelompok ini sebagai outgroup dan masyarakat demokrasi Jerman sebagai ingroup. Topoi dominan yang dipakai adalah Topoi definisi/Interpretasi yang mengklaim keduanya meruntuhkan tabu dan demokrasi barat. Dalam strateginya, SZ mendiskreditkan Pegida dan AfD secara intensif melalui penggunaan kalimat langsung yang memuat pernyataan aktor, pertanyaan retoris, kata penghubung, dan metafora. Ideologi SZ di balik konstruksi ini adalah ideologi liberal yang dalam masyarakat Jerman dipertentangkan dengan ideologi nativisme kanan yang dianut oleh Pegida dan AfD. Analisis ideologi dalam tesis ini dilakukan dengan melacak intertekstualitas, interdiskursivitas, situasi sosial, budaya, dan sejarah yang melatari topik yang diteliti.

ABSTRACT
In 2015, the German government welcomed refugees of nearly 1 million people. This policy triggered pros and cons. Anxiety and fear because of the presence of foreigners increased the anti refugee attitude and even antiislam which in the political and social context in Germany was driven by right winged groups such as Pegida and AfD party. Pegida and AfD, as part of the European populist movements, is interesting to study because both groups influence the debate and policy about migrants and refugees and get the most attention from the mainstream media in Germany. As a shaper of public opinion, media construction of the right winged group in Germany really needs to be understood. S ddeutsche Zeitung was chosen in this study because the media has become one of the media references in German society in political news, Therefore, the objective of this research was revealing the news strategy and ideology of S ddeutsche Zeitung in constructing the relation between Pegida and AfD in the discourse of anti refugee in Germany during the period of 2014 2016. This research data was a German language news from December 2014 to December 2016. The news taken for this research study was news which contained kolokat of Pegida and AfD, amounting to 82 concordances as samples from a total of 155 concordances. This study used the Definition of critical discourse analysis, namely Ruth Wodak Discourse Historical Approach with the help of corpus linguistics. The conclusion of this study was that Pegida and AfD were portrayed negatively through the nomination strategy that placed these two groups as outgroup and German democratic society as ingroup. The dominant topoi used in the research study were the topoi of definition interpretation that claimed both undermined the taboo and western democracy. In its strategy, SZ discreditted Pegida and AfD intensively through the use of direct sentences that loaded statements of actor, rhetorical question, aber connecting words and metaphors. SZ ideology behind this construction is liberal ideology into German society opposed to the ideology espoused by the right nativism, Pegida and AfD. The analysis of ideology in this thesis was done by keeping track of intertextuality, interdiscursivity, the social, cultural, and historical background of the topic under study"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2018
T51408
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siti Zubaidah
"Funktionsverbgefuge pada artikel berita dan surat pembaca dalam surat kabar harian Siddeutsche Seitung: Suatu Tinjauan Morfosintaksis (di bawah bimbingan Jossy Darman, M. Hum.). Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Skripsi ini membahas tentang Funktionsverbgefuge (FVG) sebagai salah satu ciri bahasa koran. Oleh karena itu, sumber data dari skripsi ini adalah artikel berita dan surat pembaca dalam surat kabar harian Suddeutsche Zeitung. FVG dalam sumber data tersebut kemudian dianalisis secara morfosintaksis dan semantis. Landasan teori yang digunakan dalam skripsi ini ialah teori FVG dari Gerhard Helbig dan Hans-Jurgen Grimm. Dari teori ini dapat diketahui jenis FVG yang ada. Selain melihat pemunculan FVG dalam artikel berita dan surat pembaca, diteliti juga jenis FVG yang sering muncul. Setelah melakukan analisis dapat disimpulkan bahwa pemunculan FVG dalam artikel berita dan surat pembaca tidak terlalu sering, walaupun FVG, menurut Loffler, merupakan salah satu ciri dari bahasa koran. Janis FVG yang paling sexing muncul pada artikel berita adalah FVG dengan nomina berpreposisi, sedangkan pada surat pembaca adalah FVG dengan nomina dalam akusatif. Selain itu, ditemukan juga beberapa FVG yang tak diperikan dalam teori, seperti munculnya FVG dengannomina dalam bentuk plural dan dengan atribut ajektiva, serta FVG yang tidak hanya berfungsi sebagai predikat, melainkan juga sebagai atribut dalam kalimat."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2000
S14816
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ery Lukito Dewi
"Internet saat ini menjadi sebuah media bagi setiap manusia untuk memperoleh atau mengakses informasi, serta berkomunikasi dengan mudah. Dari internet juga muncul berbagai media sosial dan teknologi digital. Istilah dan kata dalam media sosial dan teknologi digital yang sebagian besar berasal dari bahasa Inggris banyak diserap oleh bahasa lain, seperti bahasa Belanda. Permasalahan mengenai proses morfologis pembentukan kata serapan dari bahasa Inggris dalam bahasa Belanda dan penyesuaian kata tersebut dalam konteks gramatikal bahasa Belanda menarik untuk diteliti. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Hal yang menjadi fokus utama pada penelitian ini adalah proses morfologis pembentukan kata serapan tersebut. Selain itu, penggunaan kata tersebut dalam konteks kaidah gramatikal bahasa Belanda juga menjadi hal lain yang menarik dalam skripsi ini. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa kata serapan yang berasal dari bahasa Inggris tersebut dapat menjadi kata bahasa Belanda yang disesuaikan dengan aturan morfologis Belanda, sehingga dari hal tersebut dapat ditarik simpulan bahwa kata-kata serapan yang mengalami perubahan bentuk dalam bahasa Belanda tersebut sebagian besar merupakan loanwords atau vreemde woorden yang dapat menjadi bastaardwoorden setelah mengalami penyesuaian kaidah morfologis bahasa Belanda.

Internet has now become a media for people to access information and to communicate with ease. Through internet many social medias and digital increase. Terms and words in social medias and digital technologies that are mostly from English are borrowed by other foreign languages, like Dutch. The problems of the morphological word formation of the English loanwords in Dutch and the adaptation of the words in Dutch grammatical context are interesting to be researched. The method used in this research is qualitative. The main focus in this research is the morphological processes of word formation of those loanwords. Furthermore, the use of the words in the the Dutch grammatical context is another interesting case. The result of this research indicates that the English loanwords would be adopted in Dutch after the morfphological adjustment. The conclusion of this research is that the borrowed words in Dutch are mostly loanwords or vreemde woorden lsquo foreign words rsquo that would become bastaardwoorden lsquo hybrid words."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>