Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 158308 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Supiyan
"ABSTRAK
Penelitian ini menganalisa perilaku kunjungan berulang ke science center sebagai indikator ketertarikan masyarakat terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendekatan perilaku seperti aspek sosiodemografi / sosioekonomi, perilaku kunjungan di masa lalu, dan motivasi dan persepsi pengunjung digunakan untuk memprediksi peluang untuk berkunjung ulang dan memprediksi jumlah rata-rata kunjungan berulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa science center perlu memberikan perhatian yang lebih besar kepada pengunjung rombongan atau keluarga yang datang di akhir pekan / hari libur, dengan cara meningkatkan kualitas content dan kemasan produk yang up to date, menarik dan menyenangkan terutama bagi anak kecil dan menerapkan strategi bundling untuk meningkatkan jumlah partisipasi pengunjung loyal ke science center.

ABSTRACT
This study analyzes the behaviour of repeat visitation to science center as an indication of community rsquo s interest in science and technology. Behavioural approaches such as sociodemographic socioeconomic aspects, past visit behaviour, and visitor 39 s motivation and perception are used to predict the chances for a repeat visit and the average number of repeat visits. The result shows that the science center needs to give more attention to visitors who visit as a group or family, that come on weekends or holidays by improving the content quality and product packaging to make them up to date, more interesting and fun especially for children, and applying bundling strategy to increase the number of loyal visitor rsquo s participation in the science center. "
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2017
T47628
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Alan Lewis
"There has recently been an escalated interest in the interface between psychology and economics. The Cambridge Handbook of Psychology and Economic Behaviour is a valuable reference dedicated to improving our understanding of the economic mind and economic behaviour. Employing empirical methods - including laboratory and field experiments, observations, questionnaires and interviews - the Handbook provides comprehensive coverage of theory and method, financial and consumer behaviour, the environment and biological perspectives. This second edition also includes new chapters on topics such as neuroeconomics, unemployment, debt, behavioural public finance, and cutting-edge work on fuzzy trace theory and robots, cyborgs and consumption. With distinguished contributors from a variety of countries and theoretical backgrounds, the Handbook is an important step forward in the improvement of communications between the disciplines of psychology and economics that will appeal to academic researchers and graduates in economic psychology and behavioral economics."
New Delhi: Cambridge University Press, 2018
e20528360
eBooks  Universitas Indonesia Library
cover
Halimah Tun Syakdiah
"Skripsi ini membahas perkembangan metodologi dalam ilmu ekonomi. Perkembangan tersebut berupa ekonomi perilaku yang mengangkat peran asumsi yang tidak riil dan realisme psikologis. Asumsi yang tidak riil merupakan hipotesis para ekonom untuk memperoleh gambaran mengenai persoalan ekonomi. Sedangkan realisme psikologis sebagai cara untuk mengidentifikasi persoalan tersebut. Dalam upaya mengangkat pentingnya peran realisme ilmiah dan penelitian psikologi untuk memperoleh pengetahuan yang benar. Ekonomi perilaku mendasarkan pengetahuan pada realitas teramati berupa perilaku manusia Human behaviour . Dengan demikian, ekonomi perilaku mampu menganalisis proses pembuatan keputusan ekonomi yang dilakukan oleh individu hingga perilaku sosial melalui pemodelan Loss Aversion.

This study discusses the development of methodology in economics. The development are behavioral economics. Behavioral economics that raises the role of unrealistic assumptions and psychological realism. Unrealistic assumptions are the economist's hypothesis to get a abstraction of the economic problem. While psychological realism as a way to identify the problem. In an effort to raise the importance of the role of scientific realism and psychological research to obtain correct knowledge. The behavioral economics bases knowledge on the observed reality of human behavior. Thus, behavioral economics is able to analyze the economic decision making processes undertaken by individuals to social behavior through the modeling of Loss Aversion.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2017
S69387
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dita Putri Andana Kusuma
"ABSTRAK
Studi ini bertujuan untuk mengetahui apakah perilaku merokok remaja
dipengaruhi oleh keluarga yang merokok. Salah satu inisiasi merokok remaja
berasal dari lingkungan keluarga. Berdasarkan data SUSENAS 2012, hasil
estimasi model logit menunjukkan bahwa probabilitas remaja merokok
dipengaruhi oleh ayah perokok atau intensitas anggota keluarga dewasa yang
merokok dalam rumah tangga. Pengaruh dari anggota keluarga dewasa yang
merokok dalam rumah tangga relatif lebih besar dibandingkan dengan pengaruh
ayah perokok dan lingkungan tempat tinggal.

ABSTRACT
The study aims to analysis whether adolescent smoking behaviour is influenced
by smoking family. One of adolescent smoking initiations comes from family
environment. Based on SUSENAS 2012 data, logit estimation result shows that
the probability of adolescent become smokers is influenced by smoking father and
the intensity of adult family members? smoking in the household. However, the
influence which comes from the intensity of adult family members? smoking in
the household relatively larger than smoking father and the intensity of
neighborhood smoking."
2015
S58809
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Andhika Putra
"Gino, Schweitzer, Mead, dan Ariely (2011) menemukan bahwa kegagalan dalam melakukan regulasi diri menyebabkan peningkatan kemunculan perilaku tidak etis. Kegagalan dalam melakukan regulasi diri disebabkan oleh ego depletion, merujuk pada kondisi manusia yang “kehabisan tenaga” untuk bisa melakukan regulasi diri. Hanya saja, beberapa faktor telah ditemukan bisa “menyembuhkan” ego depletion. Salah satu faktor tersebut adalah uang (Boucher & Kofos, 2012). Dengan demikian, uang mungkin bisa membuat manusia menghindari perilaku tidak etis dengan memperbaiki performa regulasi diri mereka. Di sisi lain, Kouchaki, Smith-Crowe, Brief, dan Sousa (2013) justru menemukan bahwa aktivasi konsep uang membuat individu melakukan perilaku tidak etis. Kouchaki dkk. (2013) mendasarkan temuan mereka pada temuan Vohs, Mead, dan Goode (2006) bahwa uang membuat seseorang tidak ingin terlibat dalam interaksi sosial.
Dalam penelitian ini, penulis menduga bahwa aktivasi konsep uang akan membuat partisipan yang mengalami ego depletion menghindari perilaku tidak etis. Hasil analisis chi-square menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam persentase kemunculan perilaku tidak etis pada partisipan yang mengalami aktivasi konsep uang dan konsep netral, χ2 (1, N = 40) = 1.90, p > .05. Penulis menyarankan penelitian selanjutnya untuk menggunakan manipulation check yang lebih banyak serta menggunakan desain faktorial 2 x 2.

Recent research by Gino, Schweitzer, Mead, and Ariely (2011) found that the failure of self-regulation exertion leads to an increased number of cheating behavior. Psychologists attribute the failure to ego depletion. However, this condition is apparently “curable” by some factors. One of those factors is money (Boucher & Kofos, 2012). Thus, money may make people act more morally, by bettering their self-regulation performance. On the other hand, Kouchaki, Smith- Crowe, Brief, and Sousa (2013) found evidences on the same money concept activation to unethical conduct, basing their logic on Vohs, Mead, and Goode’s (2006) finding in which money prime makes people less likely to be involved in a social interaction.
In this study, I hypothesized that money concept activation will make depleted participant less likely to do unethical behavior. The result shows that there are no significant difference in the percentage of unethical behavior emergence between college students in money-primed and neutral-primed group, χ2 (1, N = 40) = 1.90, p > .05. I suggested future research to utilize better manipulation checks and a 2 x 2 factorial design.
"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2013
S47700
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lauterbach, Albert
New York: Cornell University Press, 1954
658.3 LAU m
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Hoboken : John Wiley &​ Sons, 2018
330.019 ECO
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Moh. Irzat Choirun Nawaz
"Berangkat dari proses decision-making berdasarkan intertemporal choice dalam behavioral economics theory, penelitian ini mengevaluasi penerimaan kontrak berhenti merokok pada perokok di Jabodetabek. Menggunakan desain potential gain-looses, dengan beragam magnitude, penelittian ini menunjukkan isu yang menarik berkebalikan dengan teori standard ekonomi. Tingkat pendiskonan yang lebih tinggi, diikuti dengan permasalahan optimism bias mendorong penerimaan program meskipun pada rentang nilai insentif-denda yang lebih besar korelasi tersebut menjadi negatif. Preferensi risiko, ditunjukkan melalui status quo bias mendorong penolakan dari program. Perbedaan magnitude pada nilai denda tidak mempengaruhi korelasi positif dari penerimaan bagi perokok dengan kategori risk averse, menunjukkan program dianggap sebagai commitment device. Implementasi program dapat menjadi langkah efektif yang dapat membantu mengurangi beban ekonomi akibat rokok di Indonesia, dengan penerimaan yang tinggi meskipun terdapat kemungkinan pembayaran denda dapat menjadi pertimbangan efektivitas biaya pada kalangan policy makers.

Depart from a decision-making process that incorporates intertemporal choices based on behavioral economics theory, we evaluate acceptance of smoking cessation contracts among smokers in Greater Jakarta. By using a potential gain-losses design, negative penalties of different magnitudes, this study finds interesting issues regarding the decision-making process that violates the standards of economic theory. A high discount rate, followed by an optimism bias increases acceptance even though higher incentives-penalties will be a bottleneck for the program. Risk preferences, as indicated by the status quo bias, lead to program rejection. Penalties of different magnitudes did not change the positive correlation of acceptance among those who risk averse, indicating that the penalty program was accepted as a commitment device. Program implementation would be an effective tool for reducing the tobacco burden in Indonesia, with higher acceptance despite the possible loss of money that would be special concern among policy makers regarding the program's cost effectiveness. "
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Syela Monita Rizkiazani
"ABSTRAK
Penelitian ini menganalisis mengenai penyebab mobilisasi massa berskala nasional dalam penyebaran pergerakan populer Occupy Wall Street di Amerika Serikat (AS) yang dilakukan tanpa rencana organisasi dan terjadi dalam waktu yang relatif singkat. Dengan berpijak pada penerimaan meme oleh masyarakat AS, maka fokus penelitian diarahkan pada tiga faktor, yaitu proses konstruksi pemikiran individu, analisa framing, dan peran mass-self communication. Melalui analisis dengan menelaah faktor-faktor tersebut, kita dapat mengetahui proses keputusan untuk melakukan aksi, faktor eksternal lain yang membantu penyebaran pergerakan, dan yang terpenting, menemukan jawaban di balik motivasi masyarakat untuk melakukan perlawanan melalui OWS.

ABSTRACT
This research is analyzing the causes of nationwide mass mobilization in the spreading of a popular movement, Occupy Wall Street, in the United States (US) that has taken place without organized planning and within a relatively short time. By grounded on the meme acceptance by the people, this research is focusing on three factors namely the process of one’s mind construction, framing analyses, and the role of mass-self communication. By analyzing those three factors, we can observe the decision process to carry out the action, external factors that help the spreading of such movement, and most importantly, understand the essential reason behind the people’s motivation to join OWS resistance movement."
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2013
T35472
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>