Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 76504 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Yusuf Donner Dwiyantama
"Sistem propulsi merupakan salah satu komponen utama dalam perancangan sebuah kapal. Kapal. Kapal ikan merupakan kapal atau alat apung lainnya yang dipergunakan untuk melakukan penangkapan ikan, pengangkutan ikan, pengolahan ikan, pelatihan perikanan, dan penelitian/eksplorasi perikanan. Saat ini sistem propulsi yang mayoritas digunakan pada kapal ikan yaitu, sistem propulsi bahan bakar.
Penelitian ini dilakukan untuk merancang kapal ikan dengan sistem propulsi elektrik dan menganalisis perbandingan penggunaan antara sistem propulsi bahan bakar dengan sistem propulsi elektrik.
Setelah dari perancangan dan analisis di dapatkan bahwa sistem propulsi elektrik secara efisiensi dan energy ramah lingkungan lebih baik dari sistem propulsi bahan bakar. Namun dari segi berat dan biaya awal instalasi maka sistem propulsi bahan bakar lebih baik disbanding sistem propulsi elektrik.

Propulsion system is one of the main component in a ship designing process. Fishing ship is a ship other floating tools used for fishing, fish transportation, fish processing, fisheries training, and fisheries research exploration Today the majority propulsion system that used in fishing ship that, fuel propulsion system.
The purpose of this research are to design a fishing ship with an electric propulsion system and to analyze the comparison of the use between fuel propulsion system and electric propulsion system.
After the design and analysis, the electric propulsion system in an efficient and environmentally friendly energy is better than the fuel propulsion system. But from the weight and installation cost Diesel Propulsion better than electric propulsion.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Reno Purnomo Asmoro
"Perkembangan teknologi sistem propulsi telah melahirkan alternatif dari sistem propulsi yang sudah ada. Perkembangan teknologi sistem propulsi ini bertujuan untuk menciptakan suatu sistem yang efisien dan dapat diandalkan. Namun pengaplikasian sitem propuisi baru ini di Indonesia belum terlalu luas Permasalahan inilah yang kemudian menjadi alasan perlu adanya suatu kajian tentang pertimbangan pemilihan mesin yang paling tepat.
Penelitan ini terbatas untuk studi perbandingan jenis sistem propuisi untuk kapal patroli tipe 28 meter dari aspek teknis dan ekonomis. Kegiatan pengkajian ini dimulai dengan studi literatur dan studi lapangan untuk menentukan kapal yang akan dianalisa serta jenis sistem propulsinya. Selanjutnya adalah memilih sistem propuisi lainnya yang paling memungkinkan untuk digunakan pada kasus tersebut.
Hasil akhir dari penelitian ini adalah berupa hasil perbandingan dari aspek teknis dari penggunaan sistem propuisi dengan menggunakan Arneson Surface Drive sebagai pengganti Conventional System yang terdapat pada kapal tersebut.

Technological growth of propulsion system is make new kind of propulsion system. The new kind propulsion system invented to get more efficient and more reliable propulsion system. But a new kind of propulsion system is not familiar in Indonesia. This problems later, then become reason need existence study about consideration of most machine election precisely.
This research limited for study of comparison of type of propulsion system for patrol boat 28 metre type from technical and economical aspect. This study activity started with study of literature and field study to determine ship to be analysed and also type of propulsion system. Then selected most other propulsion system enable to be used at the case.
End result from this research in the form of comparison result from technical aspect the than use of propulsion system by using Arneson Surface Drive in the place of Conventional System that found on the ship.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2006
S38081
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mohamad Erish Azhari
"Kaum nelayan masih menduduki taraf ekonomi masyarakat lapisan bawah, hal ini dikarenakan tingkat produktifitas hasil lautnya yang minim dan tidak didukung dengan sarana penangkapan ikan yang baik. Beberapa cara dilakukan pemerintah guna meningkatkan taraf kehidupan nelayan, seperti pemberian kredit motor beserta alat tangkapnya. Tetapi hal tersebut tidak banyak membuahkan hasil. Hasil tangkapan para nelayan masih minim, dikarenakan nelayan harus berusaha lebih giat lagi untuk membayar kredit ditambah lagi motor dan unit propulsi yang butuh perawatan mahal dan mudah rusak. Penggunaan motor tempel atau 'z' peller, harganya sangat mahal, dan sangat tidak cocok untuk kaum nelayan yang tergolong kurang mampu dalam pengadaannya. Selain itu pemakaian poros propeller yang panjang dianggap tidak efisien. Dengan menggunakan unit propulsi dengan transmisi rantai, diharapkan harga dapat ditekan seminimal mungkin, mudah dalam perawatannya, menghemat ruangan, mesin mendapat pendinginan yang baik, serta handal.

The fisherman is still become the marginal economic society, it is caused by the minimum income of production at the sea, and they don't have a good facility for fishing. The government has done many ways to raise the social economics of the fisheries, but it can't make any changes. The fisherman's production income is still not satisfied, it may be caused by the propulsion unit of the ship that need serious care to maintain and easy to spoilt. The outboard engine or 'z' peller has an expensive price and not suitable for the fisherman, and using the long ass of propeller is not efficient. By utilizing the chains transmission of ship propulsion the price can be stressed at the minimum, easy maintenance, larger of space hold, good engine cooling, andreliable."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2009
S52152
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Sri Mayasanti
"Penggunaan mesin propuisi kapal menjadi semakin beragam seiring dengan perkembangan teknologi permesinan yang menghasilkan berbagai produk dengan efisiensi yang jauh lebih baik dan mesin-mesin konvensional. Perkembangan mesin propuisi ini juga sangat beragam dan berbeda untuk setiap jenis kapalnya. Namun perkembangan pengaplikasian di lapangan pada kapal-kapal Indonesia masih sangat terbatas hanya untuk jenis konvensional saja.
Permasalahan inilah yang kemudian menjadi alasan perlu adanya suatu kajian tentang pertimbangan pemilihan mesin yang paling tepat. Penelitan ini terbatas untuk studi perbandingan jenis sistem propuisi untuk kapal patrol i tipe 28 meter dari aspek teknis.
Kegiatan pengkajian ini dimulai dengan studi literatur dan studi lapangan untuk menentukan kapal yang akan dianalisa serta jenis sistem propulsinya. Selanjutnya adalah memilih sistem propuisi lainnya yang paling memungkinkan untuk digunakan pada kasus tersebut.
Hasil akhir dari penelitian ini adalah berupa hasil perbandingan dari aspek teknis dari penggunaan sistem propuisi dengan menggunakan Waterjet Propulsion System sebagai pengganti Conventional System yang terdapat pada kapal tersebut.

Use of machine of ship propulsion become immeasurable progressively along with technological growth of machinery yielding various product with efficiency which far better from conventional machines, growth of this propulsion machine also very immeasurable and differ for every ship type. But growth for application for ships in Indonesia still very limited for conventional type.
This problems later, then become reason need existence study about consideration of most machine election precisely. This research limited for study of comparison of type of propulsion system for patrol boat 28 metre type from technical aspect.
This study activity started with study of literature and field study to determine ship to be analysed and also type of propulsion system. Then selected most other propulsion system enable to be used at the case.
End result from this research in the form of comparison result from technical aspect the than use of propulsion system by using Waterjet Propulsion System in the place of Conventional System that found on the ship.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2006
S38076
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hermawan
"Kapal tunda sangat luas penggunaannya di Indonesia. Namun, sebagian besar kapal tunda yang beroperasi di Indonesia telah berusia di atas 20 tahun. Hal ini akan sangat berpengaruh terhadap efisiensi kerjanya. Mengingat harga pembuatan kapal tunda yang relatif mahal, alternatif yang dapat dilakukan untuk menjaga unjuk kerja kapal dapat dilakukan dengan modifikasi sistem propulsinya yaitu dengan menambahkan semacam selubung pada propelernya, yaitu Kort Nozzle, dengan pertimbangan bahwa Kort Nozzle diharapkan mampu memberikan peningkatan efisiensi pada kapal-kapal berpembebanan tinggi seperti kapal tunda. Panggunaan Kort Nozzle pun dapat menjadi solusi penghematan konsumsi bahan bakar. Tulisan ini diharapkan mampu memberikan gambaran peningkatan efisiensi kapal tunda dengan menggunakan Kort Nozzle dibandingkan dengan kapal tunda dengan propeller konvensional.

Tugboat usage is very common in Indonesia. But, most of them have operated for more than 20 years. This condition may affecting their efficiency. Because of the expensive price of the tugboat, there is an alternative to maintain the performance of the ship by modificate her propulsion system by attaching a nozzle, so called Kort Nozzle, to the propeller, because a Kort nozzle application is very suitable for highly loaded ships, like tugboats. Kort Nozzle application may also affect less fuel consumption. This final assignment will try to make a calculation on the increase of propulsion effieciency as effect of Kort Nozzle application."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
S38102
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Widyhatmoko Nugroho
"Beberapa penelitian untuk meningkatkan propulsi kapal sudah banyak dilakukan seperti wake equalizing ducts, asymmetric stern, grothues spoilers, reaction fins, kort nozzle, kort tunnel, waterjet, dan sebagainya. Penelitian tersebut bertujuan untuk mengarahkan aliran air dan meningkatkan kecepatan aliran air menuju baling - baling kapal. Berdasarkan penelitian tersebut, tercipta ide penggunaan water tunnel. Pada penelitian ini disimulasikan pada software CFD beberapa model water tunnel single dan double dengan variasi luasan inlet dan outlet.
Dari hasil simulasi CFD didapatkan bahwa pada water tunnel single dan zigzag, tidak terjadi pengaruh yang signifikan terhadap kecepatan air keluar tunnel, sementara pada water tunnel double, perluasan outlet mengakibatkan penurunan kecepatan air keluar. Didapatkan juga satu model yang potensial untuk diujikan selanjutnya yakni water tunnel single bend edge.

Several research to improve ship propulsion has been done such as wake equalizing ducts, asymmetric stern, grothues spoilers, reaction fins, kort nozzle, kort tunnel, waterjet, etc. The purpose of the research above is to direct water flow and improve velocity of water flow toward ship propeller. Based on that research, created an idea to make water tunnel system. Therefore, this research done by the simulating the ship on a CFD software using a various model of single and double water tunnel that varying in their inlet and outlet.
From the result of the simulation process, it is found that the single and the zigzag tunnel type doesn't have any significant effect with the varying size of the inlet and oulet. But, on the double tunnel type, an increase in outlet size will leads to decrease in the output velocity. On the other hand, i have found a design that is looks potential and worth to try for the next experiment according to the CFD result that named bend edge water tunnel.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
S45876
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Harvald, Svend Aage
Surabaya: Airlangga University Press, 1992
623.8 HAR rt
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Christofer
"Kapal ikan di Indonesia yang sebagian besar masih bersifat tradisional membuat modernisasi kapal ikan menjadi hal yang penting untuk meningkatkan perkembangan dan daya saing nelayan di Indonesia. Langkah awal modernisasi bisa dimulai dari kapal pelat datar karena memiliki proses produksi yang relatif mudah dan murah. Lebih lanjut, demi mempercepat laju modernisasi, kapal baja perlu dibuat semakin unggul supaya lebih dipilih oleh nelayan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan suatu metode optimasi struktur kapal untuk mengurangi massa kapal yang akan memengaruhi keseluruhan performa kapal secara signifikan. Karena topologi dan bentuk struktur kapal umumnya sudah dioptimasi berdasarkan kegunaan dan keamanan, maka optimasi yang paling penting dan efektif untuk kapal tradisional adalah optimasi ukuran dengan ketebalan pelat yang menjadi variabel desain. Optimasi dimulai dengan mendesain struktur kapal yang akan mengalami iterasi analisis struktur pada kekuatan melintang dan memanjang dan pengubahan ketebalan pelat lambung hingga mendapat ketebalan pelat yang optimal. Analisis struktur menggunakan metode elemen hingga karena cocok untuk permasalahan yang kompleks, dapat diandalkan, dan efisien. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa optimasi sukses memperoleh struktur kapal yang lebih optimal dengan penurunan massa kapal hingga 28.87% dan pemenuhan semua kriteria kekuatan dan batasan yang ada. Metode optimasi yang digunakan hanya memerlukan tiga iterasi untuk memperoleh desain optimum dan keseluruhan proses optimasi dapat diselesaikan dalam waktu yang wajar.

Most fishing vessels in Indonesia still have traditional characteristics. Consequently, the modernization of fishing vessels becomes an important thing to improve the development and competitiveness of fishermen in Indonesia. As the initial step, modernization could start from a flat hull ship because the production is relatively easy and cheap. Moreover, to improve the modernization rate, steel ships need to become more impeccable to make them preferable to the fishermen. Therefore, this study focuses on proposing a method for ship structural optimization to reduce the ship mass, thereby significantly affecting overall ship performance. Since the topology and shape of the ship structure are generally already optimized based on functionality and safety, hence the most crucial and effective optimization for the traditional ship is size optimization with plate thickness being the variable design. Optimization starts by designing the ship structure that will run into an iteration of structural analysis on the longitudinal and transversal strength and updating the hull plate thicknesses until the optimum plate thicknesses are obtained. The structural analysis uses the Finite Element Method as it is suitable for complex problems, reliable and efficient. The result shows that the optimization successfully gets an optimum ship structure with the reduction of ship mass up to 28.87% while meeting all strength requirements and constraints. The optimization method only needs three iterations to obtain the optimum design and the optimization process can be finished in a reasonable amount of time."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Harvald, SV., AA.
New York: John Wiley & Sons, 1972
628 HAR r
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Adhitya Muakbar
"Pengurangan hambatan kapal sangat penting untuk mengurangi konsumsi bahan bakar. Hambatan-hambatan tersebut adalah hambatan gesek dan hambatan sisa, tetapi yang dominan dalam hambatan kapal merupakan hambatan gesek. Pengurangan hambatan kapal dapat dilakukan dengan menggunakan permukaan riblet. Struktur riblet yang paling umum ditemukan di alam adalah struktur riblet yang terputus-putus atau yang tersegmentasi (segmented riblet). Struktur riblet dengan perbedaan perbandingan tinggi dan jarak antar dinding (h/s ratio) menjadi fokus utama dalam penelitian ini. Dari hasil penelitian, struktur riblet mampu mengurangi hambatan total kapal hingga 14%.

Drag reduction is the most crucial step in order to reduce the use of gas for ships. The ship?s resistances consist of frictional resistance and residual resistance, but in the first one is more dominant in most drag cases. This has caused many researchers to find a way to reduce frictional resistance and one of many ways to do so is by applying a grooved structured surface, mostly known as riblets. Riblets can reduce the shear stress that any object makes when moving in fluid. There are many types of riblets in nature but mostly these types are segmented grooved structures rather than continuous ones. Given that riblet surfaces consist of aligned structures like walls, thus the main focus of this research is to analyze the difference in drag reduction by a riblet surface on ship hull when the ratio of riblet`s walls height and their distance with each other is varied. The result shows that a riblet surfaced ship?s hull can reduce drag up to 14 percent."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
T41550
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>