Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 66950 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Rahmadhona Freshe Mulya
"ABSTRAK
Pecok adalah bahasa yang pernah digunakan oleh sekelompok masyarakat di Indonesia. Bahasa Pecok lahir
akibat adanya kontak antara bahasa Melayu dan bahasa Belanda. Secara umum bahasa Pecok menggunakan
sistem gramatika bahasa Melayu begitu juga dengan fonologinya. Dengan demikian kosakata yang berasal dari
bahasa Belanda dilafalkan menurut sistem fonologi bahasa Melayu. Perbedaan fonologi antara bahasa Melayu
dan bahasa Belanda mengakibatkan kosakata bahasa Belanda yang diserap mengalami perubahan bunyi pada
bahasa Pecok. Analisis dalam makalah ini bertujuan untuk memaparkan pola fonologis yang menyebabkan
terjadinya perubahan bunyi pada kosakata Belanda dalam bahasa Pecok, seperti penghilangan dan penambahan
fonem. Contoh kata bahasa Belanda yang mengalami perubahan bunyi dalam bahasa Pecok yaitu zeg, konsonan
[x] dengan ciri [-suara, +frikatif, +velar] berubah menjadi [h] yang memiliki ciri [-suara, +frikatif, +glotal].

ABSTRACT
Pecok is a language used by a group of people in Indonesia. Pecok was born due to contact between Malay and
Dutch. In general, the Pecok language uses the Malay grammar system as well as its phonology. Thus the
vocabulary derived from Dutch is pronounced according to the phonological system of the Malay. The
phonological differences between Malay and Dutch causes the sound change of Dutch vocabulary in Pecok
language. The analysis in this paper aims to describe the phonological patterns that cause sound changes of the
Dutch vocabulary in Pecok, such as disappearance and phoneme addition. The examples of Dutch words that
have the changes in sound in Pecok are in the words zeg, consonant [x] with the characteristics of [-sound, +
fricative, + velar] changing to [h] which has the characteristics [-sound+ fricative + glotal]."
2018
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Bakti Supriadi
"Skripsi ini membahas penggunaan dan permainan bahasa pecok sebagai pembebasan ekspresi kelompok indo kecil pada empat belas sketsa Piekerans van Een Straatslijper I dan II karya Tjalie Robinson. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian menyatakan bahwa bahasa pecok digunakan oleh kelompok indo kecil sebagai pembebasan ekspresi mereka untuk membangun dan mempertahankan identitas.

The Focus of this study is the use of pecok language as a term of freedom of expression by small indo group in fourteen sketches Piekerans van Een Straatslijper I and II from Tjalie Robinson. This research is qualitative interpretive. Result of the research explained that pecok language was use by small indo group as freedom of expression to built up and maintained their identiy."
Depok: Universitas Indonesia, 2011
S18
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Regita Marthalivia
"Bahasa Pecok merupakan bahasa yang terbentuk melalui interaksi budaya antara orang-orang Belanda dengan penduduk pribumi. Secara umum, bahasa Pecok memiliki pelafalan yang berbeda dengan bahasa Belanda karena adanya pengucapan bahasa Belanda yang menggunakan sistem fonologis bahasa Melayu, sehingga menyebabkan terjadinya perubahan fonem dalam Bahasa Pecok. Penelitian ini berfokus untuk menguraikan pola fonologis yang mengakibatkan perbedaan fonem antara kata-kata dalam kedua bahasa ini dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Melalui penelitian ini ditemukan beragam bentuk perubahan fonem dari bahasa Belanda ke bahasa Pecok. Perubahan fonem-fonem ini terjadi karena adanya perbedaan sistem fonologis yang menjadi dasar bagi bahasa Pecok, yang secara signifikan berbeda dari sistem fonologis yang diterapkan dalam bahasa Belanda. Perubahan ini termasuk penambahan fonem vokal dan konsonan, pengurangan gugus konsonan, serta perubahan pola konsonan dan vokal pada kata berbahasa Pecok.

Pecok language is a language formed through cultural interaction between the Dutch and the local population. Pecok in general has a different pronunciation from Dutch because of the Dutch pronunciation which uses the Malay phonological system, causing phoneme changes in the Pecok language. This study focuses on elaborating the phonological patterns that lead to phoneme differences between words in these two languages by using a qualitative descriptive method. Through this study, a variety of phoneme changes from Dutch to Pecok were found. These phoneme changes occurred due to differences in the phonological system on which the Pecok language is based, which is significantly different from the phonological system applied in Dutch. These changes include the addition of vowel and consonant phonemes, reduction of consonant clusters, as well as changes in consonant and vowel patterns in Pecok words."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Amabel Odelia Bilbo
"Bahasa petjok adalah salah satu bahasa yang berkembang di Hindia Belanda dan bahkan masih dituturkan oleh berbagai kalangan hingga akhir abad 20. Salah satu orang yang mempopulerkan bahasa petjok ke dunia luas adalah Wieteke van Dort atau Tante Lien. Selain dipopulerkan melalui pertunjukan, bahasa petjok juga dibawa oleh Tjalie Robinson dalam salah satu bukunya yang berjudul “Ik en Bentiet” yang ditulis pada tahun 1984. “Ik en Bentiet” adalah buku yang menceritakan tentang tokoh “Ik” dan tokoh Bentiet dalam berbagai cerita pendek pada setiap babnya. Tjalie Robinson menulis buku ini dengan bahasa petjok yang disajikan dalam percakapan maupun narasi yang berjumlah 40 bab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kalimat berbahasa Petjok di dalamnya serta menganalisis apakah kalimat yang digunakan merupakan kalimat lengkap atau tidak. Melalui penelitian ini, pembaca diharapkan dapat memahami dengan lebih jelas apa maksud dari dialog-dialog tersebut dan memahami kalimat-kalimat berbahasa Petjok yang terdapat dalam buku ini.

Petjok, or creole, is one of the languages that flourished in the Dutch East Indies and was still spoken by many until the end of the 20th century. One of the people who popularized petjok language to the wider world was Wieteke van Dort or Tante Lien. Besides being popularized through performances, petjok language was also brought up by Tjalie Robinson in one of her books entitled "Ik en Bentiet" written in 1984. "Ik en Bentiet" is a book that tells about the character "Ik" and the character Bentiet in various short stories in each chapter. Tjalie Robinson wrote this book with petjok language presented in conversation and narration which amounted to 40 chapters. This study aims to analyze the Petjok language sentences in it and analyze whether the sentences used are complete sentences or not. Through this research, readers are expected to understand more clearly what the dialogues mean and understand the Petjok language sentences contained in this book."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rayvaldo
"Bahasa Melayu Manado adalah bahasa kreol yang terbentuk dari proses pidginisasi dan kreolisasi dari berbagai bahasa, salah satunya adalah bahasa Belanda. Proses pembentukan tersebut menciptakan bahasa Melayu Manado yang mengandung banyak sekali kata serapan dari bahasa Belanda. Penelitian ini membahas mengenai perubahan bunyi yang ada pada kata serapan bahasa Belanda dalam kosakata Bahasa Melayu Manado yang berawalan dengan huruf V. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan paparan mengenai perubahan bunyi yang terjadi pada kosakata bahasa Belanda yang berawalan V, yang diserap dalam bahasa Melayu Manado, dilihat baik dari bunyi kosonan atau vokal yang terdapat pada kata-kata tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan korpus berupa seluruh kata berawalan V yang terdapat dalam kamus bahasa Melayu Manado dengan mencermati perubahan bunyinya berdasarkan sistem tulisan fonetis International Phonetic Alphabet. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 39 kata serapan berawalan V yang ditemukan, terdapat enam jenis perubahan bunyi, yaitu perubahan frikatif labiodental bersuara [v] menjadi frikatif labiodental tak bersuara [f], perubahan frikatif velar tak bersuara [x] menjadi plosif velar tak bersuara [k], perubahan frikatif velar tak bersuara [x] menjadi frikatif glottal tak bersuara [h], getar alveolar [r] menjadi lateral alveolar bersuara bersuara [l], vokal panjang menjadi vokal pendek, serta vokal schwa [?] menjadi vokal hampar tengah depan kendur [?]. Perubahan-perubahan tersebut terjadi karena adanya perbedaan sistem pelafalan serta perbedaan fonologi pada masing-masing bahasa.

Manado Malay is a creole language that has developed through the processes of pidginization and creolization from various languages, one of which is Dutch. This formation process has resulted in Manado Malay containing numerous loanwords from Dutch. This research discusses the sound changes that occur in Dutch loanwords found in the vocabulary of Manado Malay, specifically focusing on words that begin with the letter "V". The aim of this study is to provide an overview of the sound changes that take place in Dutch loanwords absorbed into Manado Malay that begin with the letter “V”, both consonants and vowels.. This research adopts a qualitative descriptive approach, using a corpus consisting of all the "V"-initial words found in the Manado Malay dictionary, while observing the sound changes based on the International Phonetic Alphabet. The results of the analysis indicate that out of the 39 identified loanwords beginning with "V", six sound changes were found: the change of voiced labiodental fricative [v] to voiceless labiodental fricative [f], the change of voiceless velar fricative [x] to voiceless velar plosive [k], the change of voiceless velar fricative [x] to voiceless glottal fricative [h], the change of alveolar trill [r] to voiced alveolar lateral [l], the change of long vowels to short vowels, and schwa [?] becoming open-mid front unrounded vowel [?]. These changes occur due to differences in pronunciation systems and phonology between the respective languages."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2023
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Omar Benjamin Spekman
"Petjo adalah bahasa campuran antara bahasa Indonesia dan Belanda yang dituturkan oleh orang Indo. Meski Petjo, atau yang dikenal dengan krom holland atau ‘broken dutch’ dan terkesan terkesan sangat Belanda. Metode yang digunakan adalah analisis-deskriptif. Sebagian besar leksikonnya adalah bahasa Belanda dengan beberapa kosakata bahasa Indonesia, namun struktur kalimatnya hampir mirip dengan bahasa Indonesia. Salah satu struktur tersebut adalah posisi verba terutama persoonsvorm serta beberapa konjungsi yang digunakan di dalam kalimat. Dalam bahasa Belanda terdapat aturan dan kedudukan yang tegas dari verba tersebut dan dapat menentukan bahwa ada dua kedudukan yang sering terjadi dalam bahasa Belanda yaitu het principe van de polen atau lebih dikenal dengan tangconstructie. Tangconstructie ini tidak berlaku di Petjo karena tata bahasa yang digunakan sangat mirip dengan bahasa Indonesia.
..... Petjo is a mixed language of Indonesian and Dutch, and it is spoken by the Indo`s. Even though Petjo, or also known as krom holland or `broken Dutch`, might seem very Dutch. The method used in this analysis is a descriptive-analysis, and by analyzing the videos it seems that the lexicons are mainly Dutch, with some Indonesian vocabulary, but the structure of the sentence is almost similar to Indonesian. One of those structures are the positions of the verbs, mainly persoonsvorm¸ that are used in the sentence, as well as some conjunctions. In Dutch there are strict rules and positions of these verbs in the sentences and could determine that there are two positions that frequently occur in Dutch, which are het principe van de polen, or better known as tangconstructie. This tangconstructie does not apply in Petjo, because of the very Indonesian-like grammar that it is using."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2021
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Ahmad Qolbuddin Akhyar
"ABSTRAK
Skripsi ini mengangkat sebuah penelitian tentang kesalahan cara baca dan kesalahan pemaknaan dalam proses identifikasi kosakata kanji yang terjadi pada kegiatan membaca nyaring oleh mahasiswa Program Studi Jepang FIB UI angkatan 2007 yang telah menyelesaikan seluruh mata kuliah keterampilan bahasa Jepang. Penelitian dilakukan dengan tes baca teks disertai wawancara mendalam terhadap para responden untuk mengetahui proses kognitif yang terjadi. Analisis kesalahan sendiri membuktikan bahwa kemampuan memaknai dan kemampuan melafalkan sebuah kosakata kanji secara kognitif berdiri terpisah. Temuan yang didapat adalah klasifikasi tipologi kesalahan fonetis dan kesalahan semantis masing-masing meliputi bentuk-bentuk kesalahan dan faktor penyebabnya.

ABSTRACT
This thesis is raised on a case study of word reading miscue and word meaning miscue during the process of identifying kanji vocabularies occurred in reading aloud test by students of the FIB UI Japanese Studies Program 2007 class, who have completed all Japanese language skill courses. The study was conducted with a text reading and followed up by in-depth interviews to the respondents to determine the cognitive processes that occur. Analysis of the miscue itself proves that the ability to interpret and the ability to pronounce a kanji vocabulary cognitively stand apart. The finding obtained from research is the classification of types of phonetic errors and semantic errors each, covering the forms of error and factors."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2011
S425
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Faatimah Azzahrah
"ABSTRAK
Skripsi ini membahas kosakata transportasi pada tulisan anak-anak usia 10 mdash;11 tahun. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan kosakata dan medan makna yang terdapat dalam konsep transportasi pada tulisan anak usia 10 mdash;11 tahun. Data dalam penelitian ini diperoleh dari tulisan anak usia 10 mdash;11 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Teori yang digunakan untuk menunjang analisis adalah teori medan makna oleh Cruse 2004 , yaitu teori cluster. Hasil penelitian ini adalah kosakata yang ditemukan berdasarkan USAS Category System pada kelompok ranah semantis perpindahan movement , lokasi location , bepergian travel , dan transportasi transport , terdiri dari 141 kata. Kemudian, medan makna tentang transportasi yang ditemukan ada 6 kelompok, yaitu medan makna alat-alat transportasi, aktivitas, tempat, prasarana, lokasi dan arah, dan pengemudi.
ABSTRACT
This study discusses the vocabulary of transportation on the writing of children aged 10 11 years. The purpose of this study is to explain the vocabulary and the meaning field contained in the concept of transportation on the writing of children aged 10 11 years. The data in this study were obtained from the writings of children aged 10 11 years. This research uses qualitative and quantitative methods. The theory used to support the analysis is the word fields theory by Cruse 2004 , namely the cluster theory. The results of this study are the vocabulary found based on USAS Category System in the semantic sphere of movement, location, traveling, and transport, consisting of 141 words. Then, the word fields about transportation found there are 6 groups, namely the word fields of means of transportation, activity, place, infrastructure, location and direction, and the driver. "
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hutabarat, George William Douglas
"Kosakata adalah pembawa makna utama dalam sebuah bahasa, sehingga pembelajaran kosakata sangat penting dalam mempelajari bahasa asing, khususnya bahasa Belanda. Bossers (2010) dalam bukunya memperkenalkan dua metode dalam pembelajaran kosakata, yaitu intentioneel leren (pembelajaran intensional) dan incidenteel leren (pembelajaran insidental). Ada tiga tahapan dari metode intentioneel leren, yaitu: semantiseren (semantisasi), consolideren (konsolidasi), dan controleren (pengecekan). Penelitian ini membahas bentuk latihan consolideren yang dilatih pada buku ajar Werkboek Contact! deel 1. Tujuan dari penelitian ini yaitu menemukan apakah tahapan consolideren dilatih pada buku ajar Werkboek Contact! Deel 1. Penelitian diawali dengan mengumpulkan soal-soal latihan kosakata dari bab 1 sampai bab 12 pada werkboek, kemudian penulis mencari dan mengelompokkan soal-soal latihan yang termasuk ke dalam proses consolideren pada sebuah tabel. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 254 soal latihan kosakata pada werkboek, 83,47% merupakan soal latihan consolideren, dengan bentuk latihan terbanyak yaitu invullen. Dengan demikian, dapat disimpulkan buku Werkboek Contact! Deel 1 memiliki proses consolideren dalam latihan soal kosakatanya.

Vocabulary carries the main meaning in a language, so learning vocabulary is very important in learning foreign languages, especially in Dutch. Bossers (2010) in his book introduced two methods in learning vocabulary, namely intentioneel leren (intentional learning) and incidenteel leren (incidental learning). There are three stages of the intentioneel leren method: semantiseren (semantic), consolideren (consolidation), and controleren (control). This research focused on the form of consolideren exercises that are trained in Werkboek Contact! deel 1. This research aimed to discover whether the process of consolideren is applied through Werkboek Contact! Deel 1. This research began by collecting vocabulary exercises questions from chapters 1 to chapter 12 on the werkboek, then searched for and grouped the exercises questions included in the consolideren process in a table. The results showed that out of the 254 vocabulary exercises questions on werkboek, 83.47% belong to the consolideren exercises questions with the most forms of exercise that is invullen. Hence, can be concluded that Werkboek Contact! Deel 1 has a consolidation process in the vocabulary practice questions."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2023
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Lestari Ningsih
"ABSTRAK
Skripsi ini membahas peran bahasa daerah sebagai sumber kebahasaan dalam pengayaan kosakata bahasa Indonesia di Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kelima KBBI V. Pembahasan tersebut ditinjau melalui analisis ranah semantis pada kosakata daerah bahasa Jawa, Minangkabau, Jakarta, Sunda, dan Madura di KBBI V. Analisis ranah semantis dilakukan dengan menggunakan sistem kategori UCREL Semantic Analysis System USAS. Selain itu, skripsi ini juga membahas daya ungkap bahasa Indonesia berdasarkan dominasi ranah semantis yang ditemukan pada kosakata daerah di KBBI V. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan sumber data 3.231 kosakata dari bahasa daerah di dalam KBBI V. Hasil penelitian ini, yaitu bahasa Jawa adalah bahasa daerah yang paling banyak memperkaya kosakata bahasa Indonesia dengan kosakata daerah berjumlah 1.247 lema. Sementara itu, daya ungkap bahasa Indonesia yang paling banyak diisi oleh kosakata daerah berada pada ranah semantis TINDAKAN SOSIAL, KEADAAN, DAN PROSES S. Dalam penelitian ini juga ditemukan beberapa kosakata daerah yang berpotensi meningkatkan daya ungkap bahasa Indonesia, dua di antaranya adalah kata uring dan oreng. Namun, berdasarkan seluruh kosakata daerah di dalam KBBI V, terdapat 43 pasang lema yang melewah atau bersifat mubazir.

ABSTRACT
This undergraduate thesis discusses the role of regional languages as the source of linguistic in enriching Indonesian vocabulary in Kamus Besar Bahasa Indonsesia KBBI V. The study is reviewed through the analysis of the semantic domain at regional vocabulary from Javanese, Minangkabau, Jakarta, Sundanese, and Madurese at KBBI V. Semantic domain analysis is done by using UCREL Semantics Analysis System USAS. Besides that, this undergaduate thesis also discusses the vocabulary coverage Indonesian language based on the dominance of the semantic domain on the regional vocabulary in KBBI V. This research is a qualitative descriptive research with data source 3.231 vocabularies from regional language in KBBI V. The results of this research show that the regional language that most enriching the vocabulary of Indonesian language is the Javanese language with a regional vocabulary amount to 1.247 entries. Meanwhile, the vocabulary coverage the Indonesian language is most widely filled by regional vocabulary is in the semantic domain of social action, condition, and process. In this research also found some regional vocabularies that has potential to improve the vocabulary coverage the Indonesian language, two of them are uring and oreng. However, based on the entire regional vocabulary in KBBI V, there are 43 pairs of redundant or pleonastic entries. "
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>