Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 83978 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Agung Ginanjar
"ABSTRAK
Perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan dapat meningkatkan risiko diabetes melitus yang berpengaruh terhadap terjadinya luka dan mengakibatkan luka cepat memburuk dan sulit sembuh. Luka tekan merupakan kondisi akibat dari tekanan pada daerah tertentu dalam jangka waktu yang cukup lama. Karya ilmiah ini bertujuan menggambarkan efektifitas perawatan luka dengan balutan lembab (moist) dan pencegahan risiko luka tekan dengan skala Braden, menggunakan metode studi kasus. Perawatan luka dengan konsep moist, dan pencegahan risiko luka tekan dengan menggunakan skala Braden terbukti efektif dalam perawatan luka tekan serta membantu mempercepat proses penyembuhan luka diharapkan menjadi upaya yang perlu dipertimbangkan dalam manajemen dan penangan luka tekan.

ABSTRACT
Lifestyle changes in urban community could increase the risk of diabetes mellitus that caused a wound and make in faster wound deteriorating and difficult to heal. Pressure ulcer is caused by prolonged pressure in certain areas. The aim of this paper was to describe the effectiveness of moist wound care and prevention of pressure ulcer risk using Braden scale. The concept of moist wound care, and prevention the risk of pressure ulcer using the Braden scale proved to be effective in the treatment of pressure ulcer and help accelerate the wound healing process. Wound care with moist concept and prevention using Braden scale should be addressed for pressure ulcer management."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2015
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Arin Hasanudin
"Masyarakat perkotaan berisiko mengalami kecelakaan yang menyebabkan fraktur.  Peningkatan jumlah kendaraan  bermotor  dan  padatnya  populasi serta pola aktivitas masyarakat perkotaan yang serba terburu-buru menyebabkan fraktur seperti fraktur hip.  Salah satu upaya manajemen fraktur yaitu Total Hip Replacement (THR) yakni pergantian tulang  sendi  yang patah dengan protesis. Karya ilmiah ini disusun berdasarkan asuhan keperawatan yang dilakukan mahasiswa selama 3 minggu di lantai 4 Gedung A RS Ciptomangunkusumo Jakarta.
Tulisan ini difokuskan pada pasien fraktur femur post Total Hip Replacement. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, abservasi klien, catatan individu, rekam medik dan dokumentasi proses keperawatan yang dilakukan selama 4 hari (8-11 Mei 2019). Data yang telah dikumpul dianalisis untuk  melihat masalah keperawatan yang dialami klien serta meninjau keefektian intervensi edukasi pencegahan dislokasi yaitu memberikan pendidikan kesehatan kepada klien terkait hal apa yang perlu diperhatikan dan dihindari agar tidak terjadi dislokasi dan melakukan latihan kekuatan otot seperti : angkle pump, quad sets, glut sets, heel sets, dan short arc quad.
Hasil yang didapatkan klien mampu melakukan latihan kekuatan otot dan mempercepat mobilisasi serta klien tidak terjadi dislokasi hip replacement. Latihan  kekuatan otot sangat bermanfaat untuk mencegah terjadinya dislokasi pada pasien post THR dan meningkatkan kekuatan otot dalam melakukan mobilisasi klien serta meminimalkan komplikasi dari fraktur. Dalam memberikan asuhan keperawatan pasien post THR perawat memberikan asuhan keperawatan dengan berulang kali dan menggunakan leflet agar klien mudah mengingat dan melakukannya kembali dan sebaiknya edukasi dilakukan saat pasien preoperasi dan post operasi THR.

Urban communities are at risk of having an accident that causes a fracture. Increasing the number of motorized vehicles and the density of the population and the pattern of activities of urban communities that are in a hurry cause fractures such as hip fractures. One attempt at fracture management is Total Hip Replacement (THR), which is a broken joint replacement with a prosthesis. This scientific work was prepared based on nursing care carried out by students for 3 weeks on the 4th floor of Building A, Ciptomangunkusumo Hospital, Jakarta.
This paper focuses on femur fracture patients post Total Hip Replacement. As for the data collection techniques used include interviews, client attendance, individual records, medical records and documentation of the nursing process carried out for 4 days (8-11 May 2019). Data that has been collected is analyzed to see the nursing problems experienced by the client and review the effectiveness of dislocation prevention education interventions, namely providing health education to clients regarding what needs to be considered and avoided so as not to dislocate and do muscle strength training such as angkle pump, quad sets, glut sets, heel sets, and quad short arc.
The results obtained by the client are able to do muscle strength training and accelerate mobilization and the client does not have a hip replacement dislocation. Muscle strength training is very useful for preventing dislocation in post THR patients and increasing muscle strength in mobilizing clients and minimizing complications from fractures. In providing nursing care for post-THR patients nurses provide nursing care repeatedly and use leaflets so that clients are easy to remember and do it again and education should be done when the patient is preoperative and post-THR surgery.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2019
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Ester Inung Sylvia
"Terapi Reiki merupakan salah satu terapi komplementer untuk membantu menurunkan kadar glukosa darah pasien DM tipe 2. Terapi ini menggunakan energi alami yang disalurkan pada tubuh pasien DM tipe 2 dengan tujuan menyelaraskan energi yang tidak seimbang dalam tubuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Reiki terhadap penurunan kadar glukosa darah pasien DM tipe 2 di Klub Diabetes Instalasi Rehabilitasi Medis RSUP Fatmawati, Jakarta. Desain penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimental dengan pendekatan the one-group pretest-posttest design (before and after) menggunakan teknik purposif sampling untuk pengambilan sampelnya. Sampel berjumlah 18 responden. Terapi Reiki dilakukan dengan dua metode, secara langsung dan dari jarak jauh (distant healing) yang diberikan selama 30 hari. Terapi Reiki dilakukan oleh peneliti dibantu oleh praktisi Reiki khususnya dalam transfer energi. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kadar glukosa darah adalah glukometer. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang bermakna antara KGDS sebelum dan setelah intervensi Reiki (p=0,000). Disarankan pemberian asuhan keperawatan menggunakan terapi komplementer Reiki dalam membantu mengatasi masalah kesehatan pasien.

Reiki therapy is one of the complementary therapy that is used to decrease blood glucose level of Type 2 Diabetes Mellitus patient. The therapy employs nature energy which was transferred into patient body to synchronize the imbalance energy in the body. This research was aimed to examine the effect of Reiki in decreasing blood glucose level of patient with Type 2 Diabetes Mellitus at Diabetes Club in Medical Rehabilitation Instalation Fatmawati Hospital, Jakarta. Research design in this study was pre-experimental with the one-group pretest-posttest design (before and after). Purposive sampling technique was employed in sample selection and 18 patients participated in this study. Reiki therapy was performed in two methods, directly and by distant healing, which is done for 30 days. The therapy was conducted by the researcher and helped by Reiki practitioner, especially in the energy transferring. To measure blood glucose level glucometer was instrument. The result revealed that there was a significant difference in casual blood glucose levels before and after Reiki intervention (p=0,000). It is recommended to employ Reiki as a complementary therapy in nursing care."
Depok: Universitas Indonesia, 2008
T-Pdf
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Sekar Dwi Purnamasari
"Fraktur merupakan dampak yang paling sering terjadi akibat cedera baik yang disebabkan karena kecelakaan lalu lintas maupun disebabkan karena penyebab lain seperti terjatuh. Salah satu manifestasi klinik yang disebabkan karena fraktur adalah nyeri. Penatalaksanaan nyeri pada fraktur dapat menggunakan terapi farmakologi dan terapi non-farmakologi. Studi kasus ini menganalisis asuhan keperawatan pada pasien dengan fraktur femoral neck dengan nyeri menggunakan terapi non-farmakologi berupa teknik relaksasi napas dalam. Hasil studi kasus penggunaan teknik relaksasi napas dalam dapat menurunkan nyeri yang ditimbulkan akibat fraktur.

Fracture is the common impact in accident that caused by traffic accident or other cause such as fall. One of clinical manifestation from fracture is pain. The pharmacology and non-pharmacological therapy can be used in pain management for the patient with fracture. This case study analizing the nursing care of patient with pain in femoral neck fracture by using non-pharmacological technique, deep breathing relaxation technique. The result of this case study show that the deep breathing relaxation technique can reduce the level of pain in patient with fracture."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2019
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Wardayani
"

 Stroke merupakan salah satu penyakit neurologis yang dapat menyebabkan kematian hingga kecacatan dan memiliki angka kejadian yang meningkat setiap tahun di dunia. Faktor risiko yang menyebabkan pasien menderita stroke yaitu merokok, hipertensi, dan tingginya kadar kolesterol. Pasien dirawat dengan diagnosa stroke iskemik onset hari ke tiga. Terdapat masalah keperawatan pada pasien diantaranya ketidakefektifan perfusi jaringan serebral, hambatan mobilitas fisik, dan risiko kerusakan integritas kulit. Penegakan diagnosa menyesuaikan kondisi pasien saat pengkajian dilakukan. Saat pengkajian, didapatkan data bahwa pasien berisiko mengalami luka tekan akibat tirah baring yang lama. Oleh karena itu pasien diberikan intervensi berupa back massage selama perawatan. Back massage merupakan gerakan pijat yang dilakukan di area punggung hingga bokong dengan tujuan untuk meningkatkan vaskularitas kulit. Pemberian back massage pada karya ilmiah ini dilakukan pada pasien stroke iskemik selama 6x24 jam, sebanyak 2x/hari dengan 5 gerakan selama 15 – 30 menit dan melibatkan keluarga. Pengukuran intervensi menggunakan skala braden dan observasi kemerahan pada kulit. Hasil karya ilmiah ini menunjukkan bahwa back massage efektif untuk mencegah terjadinya luka tekan pada pasien stroke yang mengalami tirah baring. Terjadi peningkatan skala braden dari 14 atau risiko sedang mengalami luka tekan menjadi 15 atau risiko ringan mengalami luka tekan, kemudian kemerahan pada kulit sudah tidak ada. Pemberian intervensi ini juga aman dan efektif serta dapat dilakukan oleh keluarga secara mandiri. Implikasi karya ilmiah ini menunjukkan bahwa pemberian back massage pada pasien stroke dengan tirah baring perlu dilakukan dengan rutin dan diperlukan keterlibatan keluarga untuk melakukan back massage pada pasien.


Stroke is a neurological disease with increasing prevalence annually in the world and may lead to death and disability. There are some risk factors in patient may be related to stroke; hypertension, hypercholesterolemia, and smokers. Patient with Ischemic stroke, on going to day 3. Nursing diagnosis in patient is ineffective cerebral tissue perfusion, impaired physical mobility, and risk for impaired tissue integrity. We can choose the diagnose by doing assessment in patient. Patient have a bed rest, so this condition may causes a pressure ulcer. Mean while, back massage is a movement carried out in the area of the back to the buttocks that aims to increase vascularity of the skin. Back massage in this paper were performed on patient with stroke for 6x24 hours, 2x per day, with 5 steps and duration about 15 until 30 minutes and family involvement. The intervention was evaluated by using braden scale and monitoring the redness on the skin. The result indicated that back massage was effective for preventing pressure ulcer in patient with stroke and bedrest. There was an increase in braden scale from 14 or middle risk to 15 or mild risk, and the redness of the skin has gone.Giving this intervention is also safe and effective and can be carried out independently by the family. The implication of this paper is that back massage should be performed regularly on patient with stroke and family involvement is essential for back massage implementation.

"
2019
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Aini Yusra
"Dukungan keluarga diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup pada pasien DM tipe 2. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan antara dukungan keluarga ditinjau dari empat dimensi (emosional, penghargaan, instrumental dan informasi) dengan kualitas hidup pasien DM tipe 2 di RSUP Fatmawati Jakarta.
Desain dalam penelitian ini analitik cross sectional dengan jumlah sampel 120 pasien DM tipe 2. Analisa data menggunakan koefesien korelasi Pearson, uji t- independen dan regresi linier berganda.
Hasil penelitian didapatkan variabel yang berhubungan dengan kualitas hidup yaitu umur (p value 0.034; α 0.05), pendidikan (p value 0.001; α 0.05) dan komplikasi (p value 0.001; α 0.05). Terdapat hubungan antara dukungan keluarga ditinjau dari empat dimensi dengan kualitas hidup (p value 0.001, α: 0.05). Peningkatan satu satuan dukungan keluarga, akan meningkatkan kualitas hidupnya sebesar 35 % setelah dikontrol oleh pendidikan dan komplikasi DM.
Perawat dapat meningkatkan dukungan keluarga dengan pendidikan kesehatan terstruktur, memfasilitasi pemberian dukungan keluarga serta supervisi dan monitoring terkait penerapan pemberdayaan keluarga dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien DM tipe 2.

Family support is needed to improve quality of life in patients with type 2 DM. This study aimed to identify the relationship between family support from perspective of four dimensions (emotional, appraisal, instrumental and information) and the quality of life of patients with type 2 DM in Fatmawati Hospital Jakarta.
The design of descriptive analytical with cross sectional approach, 120 patients with type 2 DM was participated in the study. Statistical analysis used for this study was Pearson correlation coefficient, independent t-test and multiple linear regression.
The results showed that the variables are associated with quality of life, consist of the age (p value 0034; α 0.05), education (p value 0.001; α 0.05) and complications (p value 0.001; α 0.05). There is a relationship between family support in terms of four dimensions and quality of life (p value 0.001, α: 0.05). The increase of one unit family support, will improve the quality of life by 35% when controlled by education and complications of DM.
Recommendation from the research nurses can improve support for families with a structured education programmes, facilitated family support and improve, monitoring related to the implementation of the family empowerment in providing nursing care to patients with type 2 DM."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2011
T-Pdf
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Ahmad Hasyim Wibisono
"Praktik residensi keperawatan medikal bedah merupakan salah satu bentuk pendidikan keperawatan berkelanjutan yang ditempuh setelah tercapainya gelar magister keperawatan. Tujuannya adalah mencetak ners spesialis keperawatan medikal bedah yang mampu berperan sebagai clinical leader bagi tim pelayanan keperawatan, dengan fokus pada pasien dewasa yang mengalami gangguan pememenuhan kebutuhan dasar manusia akibat gangguan struktur dan fungsi pada sistem organ tubuh, berikut dengan respon pasien yang ditimbulkan. Praktik klinik dilaksanakan di setting gawat darurat, perawatan intensif, rawat inap, dan rawat jalan di RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta, dan RSUP Fatmawati Jakarta. Dengan fokus pada pasien dengan gangguan sistem endokrin, asuhan keperawatan diberikan dengan menggunakan pendekatan teori model adaptasi Roy pada pasien dengan masalah utama pada gangguan kelenjar tiroid dan pankreas. Contoh kasus yang telah dikelola antara lain pasien dengan komplikasi akut dan kronis dari diabetes, stroma tiroid, keganasan tiroid, serta gangguan multi sistem yang melibatkan diabetes. Asuhan keperawatan berbasis bukti diterapkan berupa latihan kaki Buerger Allen Exercise bagi pasien dengan PAD untuk meningkatkan perfusi kaki. Inovasi pelayanan keperawatan dilakukan dengan fokus pada pencegahan hipoglikemia berat pada pasien diabetes di rawat inap melalui bundle intervensi Hy-NEWSS.

 

Kata kunci: Perawat spesialis, asuhan keperawatan, teori model adaptasi, Buerger Allen Exercise, pencegahan hipoglikemia


The medical surgical nursing residency program is a continuous nursing education process following the master of nursing degree completion. The graduates are medical surgical nurse specialist, who will take role as clinical nursing leaders in providing care for adult patients with compromised human basic need fulfillment due to structural and functional dysfunctions of body systems along with the responses. The clinical education was conducted in RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta and RSUP Fatmawati Jakarta covering emergency unit, intensive care unit, inpatient, and outpatient care unit.  Using the Roy Adaptation Model as the framework, patient care was aimed to patients with pancreas and thyroid problems. The examples of the cases were, but not limited to, acute and chronic complications of diabetes, thyroid stroma and malignancy, and multisystem cases related to diabetes. The Buerger Allen Exercises was implemented as evidence based nursing, and the nursing innovation project was aimed towards severe hypoglycemia prevention for patients with diabetes in inpatient setting through the Hy-NEWSS intervention bundle.

 

 

Keywords: Nurse specialist, nursing care, adaptation model, Buerger Allen Exercise, hypoglycemia prevention

"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia , 2020
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Christyna Marissani
"Satu sampai tiga orang anak dirawat karena diare dalam waktu lima minggu praktik Keperawatan Masyarakat Perkotaan dan satu orang anak dirawat kembali karena diare berulang dalam waktu lima minggu tersebut. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pemberian perencanaan pulang pada anak dengan diare. Perencanaan pulang merupakan proses mempersiapkan pasien untuk meninggalkan satu unit pelayanan kepada unit yang lain di dalam atau di luar suatu agen pelayanan kesehatan umum.
Tujuan umum penulisan karya ilmiah ini adalah memberikan gambaran pemberian asuhan keperawatan berfokus pada perencanaan pulang pada pasien anak yang mengalami masalah diare. Masalah keperawatan utama yang muncul pada pasien kelolaan terpilih adalah risiko kekurangan volume cairan, risiko ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh dan kurang pengetahuan. Disarankan perencanaan pulang diberikan kepada pasien anak dengan diare sejak awal perawatan dengan tujuan untuk mengurangi angka perawatan kembali akibat diare.

One to three children were treated for diarrhea every week within five week nursing practice and one child within those five weeks had been treated for recurrent diarrhea, therefore it is necessary to conduct discharge planning for children who experience diarrhea. Discharge planning is the process of preparing the patient before leaving the hospital to other units inside or outside a public health service agencies.
The general objective of this scientific writing is to give an overview of nursing care focusing on discharge planning in pediatric patients experiencing diarrhea problems. The main nursing problems that emerged were high risk of fluid volume deficit, high risk of nutritional imbalance less than the body needs, and lack of knowledge. It is suggested that discharge planning is given to pediatric patients with diarrhea since the admission period in order to reduce the number of re-treatment due to diarrhea.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2017
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Amalia Reza Setyawati
"ABSTRAK
Perubahan fisiologis merupakan hal yang terjadi pada lansia, perubahan meliputi perubahan sistem integumen. Tujuan dari karya ilmiah ini adalah menganalisis hasil praktik klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan klien dengan kerusakan integritas kulit. Praktik klinik dilakukan selama tujuh minggu di Sasana Tresna Werdha (STW) Budi Mulia 1 Ciracas. Hasil pemeriksaan fisik yang didapatkan adalah pada klien terdapat eksem, gatal-gatal (pruritus), dan kulit kering (xerosis). Klien juga mengalami penurunan kognitif. Intervensi keperawatan yang dilakukan adalah perawatan kulit dengan emollient. Intervensi dilakukan selama enam minggu, dengan total intervensi adalah 30 kali pertemuan dan teknik yang digunakan adalah dengan mengolesi vaseline di kulit sambil dilakukan massage. Hasil setelah diberikan intervensi adalah peningkatan elastisitas, hidrasi, tekstur, integritas kulit, kondisi lesi kulit, dan kemerahan dari gangguan sedang menjadi gangguan ringan. Perawat dapat melakukan pemberian perawatan kulit pada lansia sebagai upaya meningkatkan kualitas integritas kulit sehingga kualitas dan kesejahteraan lansia meningkat.

ABSTRACT
Physiological changes are things that happen in the elderly, the changes include changes in integument system. The purpose of this paper is to analysed the result of clinical practice to the client with impaired skin integrity. Clinical practice was carried out for seven weeks in Sasana Tresna Werdha (STW) Budi Mulia 1 Ciracas. The result of physical assessment such as there are eczema, pruritus, and xerosis within client. Client also have cognitive problem. Nursing interventions was skin care with emollient. Interventions was carried out for six weeks, with total intervention was 30 times and the techniques was smearing Vaseline to the skin with a little bit massage. The result such as there are improvement to the client's skin elasticity, hydration, texture, skin integrity, skin lesions, and redness from moderate to mild. Nurses can perform skin care to the elderly as an effort to improve the quality of the skin integrity so that the quality and welfare of the elderly increases.;Physiological changes are things that happen in the elderly the changes include changes in integument system The purpose of this paper is to analysed the result of clinical practice to the client with impaired skin integrity Clinical practice was carried out for seven weeks in Sasana Tresna Werdha STW Budi Mulia 1 Ciracas The result of physical assessment such as there are eczema pruritus and xerosis within client Client also have cognitive problem Nursing interventions was skin care with emollient Interventions was carried out for six weeks with total intervention was 30 times and the techniques was smearing Vaseline to the skin with a little bit massage The result such as there are improvement to the client 39 s skin elasticity hydration texture skin integrity skin lesions and redness from moderate to mild Nurses can perform skin care to the elderly as an effort to improve the quality of the skin integrity so that the quality and welfare of the elderly increases"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2015
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Yawestri Pudjiati Giningrum
"ABSTRAK
Penyakit Diabetes Melitus (DM ) cukup tinggi prevalensinya (1,5 - 2,3 % ) dan cenderung terus meningkat seiring dengan perubahan pola makan dan pola hidup masyarakat. Oleh karenanya penyakit DM perlu mendapat perhatian serius, karena penyakit ini menetap seumur hidup dengan komplikasi yang banyak ragamnya, serta dapat berakibat fatal.
Pengelolaan DM terdiri dari 4 pilar, yaitu perencanaan makan, olah raga, obat - obatan dan edukasi. Edukasi bagi penderita DM dilakukan oleh berbagai disiplin ilmu antara lain melibatkan dokter, apoteker, ahli gizi dan perawat, sehingga memerlukan keseriusan dalam penanganannya.
Mengingat jumlah Rumah Sakit yang melaksanakan edukasi bagi penderita DM masih terbatas jumlahnya, maka diharapkan RSUP Fatmawati yang juga berstatus sebagai Rumah Sakit Pendidikan dapat mengelola Klinik Edukasi DM secara profesional dari sisi manajemen dan pelayanan.
Pada penelitian ini peneliti melakukan analisis manajemen Klinik Edukasi DM RSUP Fatmawati sejak berdirinya yaitu Mei 1995 sampai dengan Juli 1998.
Penelitian ini menggunakan rancang penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan cara triangulasi metoda dan sumber data. Analisis data dilakukan dengan teknik analisa isi, kemudian hasil yang didapat dibandingkan dengan teori.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek manajemen Klinik Edukasi DM RSUP Fatmawati belum dilaksanakan secara optimal. Antara lain, (1) sebagian SDM belum menjalankan tugasnya sebagaimana mestinya, (2) tidak adanya dana operasional, (3) masih kurangnya peralatan yang dibutuhkan, (4) pelaksanaan SOP belum sesuai, (5) Uraian tugas belum dilakukan dengan baik, (6) Kurangnya komunikasi dan koordinasi antara atasan dan bawahan, (7) Fungsi pengawasan dari pimpinan kurang. Hal ini semua mempengaruhi kinerja Klinik Edukasi.
Diharapkan dengan dilakukannya penelitian ini dapat memberikan masukan bagi manajemen Klinik Edukasi DM, sehingga dapat meningkatkan kinerja. Dengan demikian fungsi Rumah Sakit dalam melayani masyarakat mencakup aspek promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, khususnya bagi pasien DM.

ABSTRACT
Analysis Management of Diabetic Clinical Education Fatmawati Hospital Jakarta The prevalence of Diabetic disease is quite high (1,5 - 2,3 % ) and tend to increase in line with change of eating style and life style. Due to that diabetic disease needs to get serious attention, because it will stay long life with its various complications which could bring fatal impact.
Managing diabetic consist of 4 pillars, i.e ; meals planning, sports, medicine and education. The education for diabetic patient is executed by several disciplines involving physician, pharmacist, nutricist, nurses for serious handling.
Considering that only few hospitals conduct education for diabetic patient , Fatmawati Hospital as a teaching hospital hope could manage the Diabetic Educating Clinic profesionally.
In this research , I conduct a management analysis of the Education Diabetic Clinic at Fatmawati Hospital, since its established in May 1995 until July 1998.
This research is made by using Case Study design with a qualitative approach . Data validation was done using triangulation of method and data sources. The data analysis was done with Content Analysis techniques, and were compared by the theory afterwards.
The research shown that the management aspects was not conducted properly in the Diabetic Clinical Education of Fatmawati Hospital. For instance, (1) a few staff in the diabetic clinic were not doing their job very well, (2) there is no operational budget, (3) this clinic face a problem causing by needed equipment, (4) the standard operating procedure has not been followed properly , (5) the job description were not doing well yet, (6) the coordination and the communication between the manager and the staff were not doing well, (7) the manager has not been a function control yet. and lack of the controlling function manager. These were influenced the diabetic clinic performance.
Hopefully, this research could give a feedback to the management of the diabetic clinic, in order to increase their performance. So the hospital could fulfil its functions as a promotion, prevention, curative and rehabilitation facility, especially for the diabetic patients.
"
Depok: Universitas Indonesia, 1998
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>