Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 61128 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Indra Fauzi
"ABSTRAK
Baja tulangan bekas bongkaran bangunan banyak juga digunakan kembali oleh masyarakat untuk konstruksi, dirakit untuk dijadikan tulangan pada kolom dan balok. Baja tulangan tersebut hasil dari bongkaran bangunan yang bentuknya bengkok-bengkok, kemudian diluruskan kembali dan dirakit menjadi tulangan kolom, tulangan balok. Pemakaian kembali baja tulangan bekas untuk konstruksi, harus memenuhi syarat yang ditentukan, diantaranya tegangan lekatnya dalam beton, sehingga dapat nanti disimpulkan apakah masih layak untuk dipakai kembali untuk konstruksi. Tujuan jangka panjang dari penelitian ini adalah mengetahui tentang tegangan lekat dari baja tulangan bekas bongkaran bangunan yang ada di Jalan Mahkamah Medan yang digunakan kembali untuk konstruksi dan berapa tegangan lekatnya dalam beton dengan menggunakan campuran beton perbandingan 1:2:3 yang umum digunakan masyarakat untuk buat rumah dll. Material yang digunakan yaitu bahan baja tulangan polos, diameter 12 mm dan 14 mm. Jumlah benda uji untuk diameter 12 mm sebanyak 10 buah dan untuk diameter 14 mm sebanyak lima buah. Kemudian dilanjutkan dengan uji lekat tulangan tersebut pada beton. Pengujian dilakukan di Laboratorium Teknik Sipil Politeknik Negeri Medan. Dari hasil penelitian ini untuk tulangan beton diameter 12 mm tegangan lekat rata-rata = 0.77 Mpa. untuk tulangan beton diameter 14 mm tegangan lekat rata-rata = 0.75 Mpa. Nilai tegangan lekat ini diperkuat dengan terjadinya keruntuhan lekatan (bond stress failure) pada benda uji, yaitu terjadinya retak beton arah melintang (transverse failure) dan retak beton arah memanjang (Splitting failure)."
Medan: Polimedia Negeri Medan, 2018
338 PLMD 21:4 (2018)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Nova Juliana
"Abstrak
Penelitian ini menjawab pertanyaan tentang seberapa besar penyimpangan hasil pengujian mutu beton pada campuran/ adukan yang sama dan umur yang sama dengan dua macam metode pengujian yaitu sampel beton dan hammer test, yang didasarkan pada benda uji (sampel) yang dibuat. Tujuan jangka panjang dari penelitian ini adalah untuk mencari faktor konversi dari model pengujian hammer test terhadap pengujian sampel beton, sehingga untuk sementara dapat dipakai/ dipedomani oleh kontraktor atau konsultan dalam menentukan mutu beton hasil pengujian beton keras (yang sudah terpasang). Penelitian ini menggunakan metode experiment yaitu mengadakan percobaan dengan menggunakan sampel beton dengan mutu beton yang direncanakan yaitu K-200. Adapun besaran yang dipakai sebagai acuan adalah nilai kuat tekan dari hasil compression test. Data dihimpun (teknik pengumpulan data) menggunakan hasil pengujian mutu dari sampel yang dibuat di Laboratorium Pengujian Bahan Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Medan. Hasil penelitian berdasarkan hasil data menunjukkan bahwa faktor konversi dari metode pengujian hammer test terhadap pengujian sampel beton yaitu 1: 0,762 atau dikatakan faktor konversi perbandingan hasil pengujian menggunakan hammer test yaitu 0,7620 dibandingkan dengan pengujian sampel beton."
Medan: Politeknik Negeri Medan, 2017
338 PLMD 20:4 (2017)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Panggabean, Daulat
"ABSTRAK
Sloof yang diteliti menggunakan besi 10 mm sebagai tulangan balok ukuran 15cm x 15 cm dengan panjang 60 cm dengan begel 6 mm yang berjarak 15 cm. Sedangkan untuk pengganti begel digunakan kawat harmonika 1,58 mm adapun cara pemasangan dengan membungkusnya untuk menirukan begel. Sebagai bahan campuran beton digunakan perbandingan dengan cara volume yaitu 1:2:3 dan 1:3:5. Jumlah kubus beton digunakan ukuran 15 cm x 15 cm 15 cm sebanyak enam buah dengan tegangan maksimun untuk perbandingan 1:2:3 adalah 226,66 kg/cm2, 221,515 kg/cm2, 211,212 kg/cm2 dan untuk perbandingan 1:3:5 adalah 221,515 kg/cm2, 190,606 kg/cm2, 231,810 kg/cm2 dan balok sloof berjumlah sebanyak delapan buah. Pengujian balok dengan menggunakan mesin tes universal (universal test machine) dan diperoleh beban peak load rata-rata dari hasil pengujian yaitu 144,953 kN untuk balok dengan begel biasa, dan 120,792 kN untuk balok dengan kawat harmonika. Kemudian berdasarkan perbandingan antara nilai beban (peak load) analisis dengan hasil uji dalam persen, dimana pada begel tulangan biasa 36,16 kN dan kawat harmonika 11,523 kN. Berdasarkan hasil pengujian yang didapat, diperoleh suatu hasil bahwa perbedaan tegangan geser antara begel besi biasa diameter 6 mm dan begel dengan kawat harmonika diameter 1,58 mm tidak berbeda jauh yaitu hanya sebesar 1,2 berbanding satu atau dengan kata lain dengan perbedaan 20 persen. Salah satu alternatif pembesian sebagai tulangan sloof dapat digunakan kawat harmonika untuk rumah tinggal sederhana/rumah tinggal biasa (tidak bertingkat)."
Medan: Polimedia Negeri Medan, 2018
338 PLMD 21:4 (2018)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Tarigan, Hairanus
"Abstrak
Kualitas daya listrik yang diterima pelanggan sangat ditentukan oleh tegangan AC yang sampai ke pelanggan, tegangan yang digunakan pelanggan adalah tegangan rendah 220V satu fase atau 380V tiga vase, tegangan dijaringan tidak selamanya baik karena sistem tenaga listrik yang begitu luas sangat rawan terkena gangguan, seperti ketika terjadi sambaran petir di jaringan tegangan tinggi, maka berdampak ke jaringan tegangan rendah, dimana jaringan tegangan rendah akan mengalami kenaikan tegangan atau mendapat tegangan lebih, begitu juga ketika terjadi pemadaman secara tiba-tiba karena ada salah satu mesin pembangkit tenaga listrik yang sedang beroperasi tiba-tiba harus dimatikan oleh sebab alasan teknis, atau karena ada salah satu penyulang tenaga menengah, tiba-tiba harus diputuskan supaya sistem jangan mengalami over load, pemadaman yang tiba-tiba ini yaitu beban yang begitu besar tiba-tiba diputuskan akan menyebabkan timbulnya tegangan kejut/ transien pada jaringan tegangan rendah dan disamping itu dengan kemajuan teknologi sekarang ini pelanggan banyak menggunakan alat-alat listrik/ elektronik yang banyak menyerap daya reaktip salah satu contohnya adalah lampu hemat energi, yang menyebabkan terjadinya harmonisa dijaringan atau terjadi distorsi tegangan di jaringan tegangan rendah, juga adanya noise di jaringan karena adanya efek kapasitansi pada trafo daya, semua gangguan diatas dapat mengakibatkan kerusakan alat-alat listrik/ elektronikyang terpasang di instalansi pelanggan atau setidak-tidaknya mengurangi umur peralatan listrik/ elektronik tersebut, maka dengan adanya trafo isolasi, tegangan kejut, distorsi tegangan dan noise dapat diredam atau kualitas daya listrik yang dipakai pelanggan semakin baik, selain itu trafo isolasi juga berfungsi sebagai pengaman dimana apabila manusia tersentuh alat yang bertegangan maka arus bocor tidak mengalir dalam tubuh manusia, sehingga manusia tadi selamat dari bahaya maut"
Medan: Politeknik Negeri Medan, 2017
338 PLMD 20:4 (2017)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Syarifuddin
"Abstrak
Beton adalah hasil campuran yang diperoleh dengan cara mencampurkan semen Portland, air dan agregat (halus dan kasar) serta bahan tambah, yang sangat bervariasi mulai dari bahan kimia tambahan. Beton digunakan sebagai struktur dalam konstruksi bangunan dapat dimanfaatkan untuk banyak hal. Seperti untuk struktur beton digunakan untuk bangunan pondasi, kolom, balok, pelat atau pelat cangkang. Semen sebagai perekat banyak type/jenis semen namun yang dijual (dipasarkan) ada semen yang disebut semen OPC (ordinary Portland Cement) dalam kemasannya disebut type I dan semen PPC (Portland Puzzoland cement). Penelitian ini, adalah membandingkan dan mengetahui mutu atau kualitas beton dengan menggunakan Semen PPC sebagai penganti dari semen type I. Dari hasil pengujian dengan membuat benda uji kubus dengan ukuran 15 x 15 x 15 cm dibuat 20 buah dengan umur uji 7, 14, 21,dan 28 hari serta masing-masing umur lima buah. Perlakuan pembuatan benda uji sama antara pengunaan semen type 1 dan semen PPC. Pelaksanaan pengujian dilakukan di Laboratorium Teknik Sipil Politeknik Negeri Medan, beton dibuat dengan menggunakan berat dari masing-masing bahan sesuai rencana, selanjutnya bahan tersebut diaduk dengan molen, setelah adukan merata dituang kedalam cetakan kubus 15 x 15 x 15 cm dan dipadatkan dengan rojokan menggunakan tongkat besi sampai merata, lalu diratakan dan di catat tanggal pembuatannya, setelah benda uji dibuat berumur 24 jam cetakan dibuka dan direndam dalam bak perendaman, sehari sebelum pelaksanaan pengujian sesuai dengan umur yang diinginkan benda uji dikeluarkan dari bak perendaman selanjutnya diuji kuat tekan dengan dengan alat tes kuat tekan, selanjutnya hasilnya diolah sesuai dengan jenis semen yang direncanakan. dihitung kuat tekan beton sesuai umur dan di hitung kuat tekan rata-rata sesuai umur benda uji. Hasil pengujian untuk umur 7, 14, 21, dan 28 hari semen type I 140 kg/cm, 180 kg/cm2, 186 kg/cm2, dan 175 kg/cm2, sedang semen PPC 139 kg/cm2, 171 k/cm2, 168 kg/cm2, dan 148 kg/cm2. Dari hasil pengujian serta pengolahan data maka dapat disimpulkan semen type 1 lebih tinggi dengan umur 7, 14, 21, dan 28 hari , yaitu 0,71 % , 3,9 %, 9,8%, dan 15,43 % kualitasnya dari semen PPC."
Medan: Politeknik Negeri Medan, 2018
338 PLMD 21:3 (2018)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
"Penggunaan teknologi informasi dalam pengelolaan perpustakaan sudah merupakan suatu keharusan. Namun demikian belum semua perpustakaan di Palembang telah menggunakan teknologi ini..."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Noviarty
"Abstrak
Telah dilakukan analisis radionuklida dalam sampel batuan menggunakan spektrometer gamma. Analisis radionuklida dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jenis dan jumlah radionuklida yang terdapat dalam sampel batuan, sehingga asal dari radionuklida tersebut juga dapat diketahui. Analisis radionuklida dapat dilakukan dengan pencacahan sampel menggunakan spektrometer gamma genny. Pencacahan sampel dilakukan terhadap sampel batuan dengan waktu pencacahan selama 80000 detik.
Dari hasil pencacahan diperoleh 5 jenis radionuklida yang tercacah yaitu radionuklida Pb-212 dengan kandungan 5,14E-11 μg/g aktivitas 0,11 Bq/g; radionuklida Ac-228 3,41E-11 μg/g, dengan aktivitas 0,13 Bq/g; radionuklida U-235 0,15 μg/g, dengan aktivitas 0,013 Bq/g; radionuklida Pb-214 9,77E-14 μg/g dengan aktivitas 0,12 Bq/g; dan radionuklida Bi-214 5,71E-13 μg/g dengan aktivitas 0,98 Bq/g.
Selanjutnya untuk melihat keberterimaan hasil analisis aktivitas radionuklida dalam sampel batuan tersebut dilakukan perhitungan akurasi dari standar uranium bersertifikat dari CRM. Pada penentuan nilai akurasi tersebut diperoleh nilai akurasi rerata pengukuran radionuklida uranium (U-235) yang terdapat dalam standar uranium bersertifikat dari CRM yaitu 3,45%, nilai akurasi yang diperoleh cukup baik yaitu lebih kecil dari 5%."
Jakarta: Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional, 2017
600 PIN 10:19 (2017)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
"melalui aplikasi e-recruitment memberikan banyak kemudahan dan kehandalan untuk memperoleh karyawan dengan potensi keahlian dan keterampilan yang spesifik tanpa batasan ruang dan waktu serta dengan biaya saluran penarikan yang murah. pengenbangan e-recruitument dapat membantu pemilik toko graha komputer untuk mendapatkan karyawan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan dalam waktu yang cepat. bentuk penelitian berbentuk studi kasus dengan variabel tunggal yaitu pengembangan aplikasi e-recruitment dan penelitiannya menggunakan metode research and development. perancangan aplikasinya menggunakan model SWDLC (Software Development Life Cycle) dengan pendekatan waterfall. "
000 JEI 3:2 (2014)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Ratna Noviani
"Abstrak
Berita televisi tentang kasus korupsi yang melibatkan sosok perempuan sebagai saksi cenderung melakukan pergeseran isu dengan menempatkan seksualitas perempuan dalam pusat pusaran kasus korupsi. Politik feminisasi dan seksualitas isu korupsi ditemukan dalam narasi-narasi berita korupsi yang cenderung merendahkan dan melakukan obyektifikasi pada sosok perempuan. Rivalitas dan seksualitas perempuan dimobilisasi sedemikian rupa dengan memfungsikan tenologi filmik televisi untuk mengkonstruksi personifikasi monstrous feminine (identitas perempuan yang jahat) yang dianggap mengancam superioritas laki-laki dan tatanan sosial yang palosentris."
Jakarta: Yayasan Jurnal Perempuan, 2013
305 JP 18:3(2013)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Arie Setyaningrum Pamungkas
"Abstrak
Bagi para aktivis dakwah perempuan Islam, keberadaan internet memungkinkan mereka untuk menjangkau para pengamat (spectators) menjadi simpatisan dan akhirnya menjadi kader dakwah. Tujuan dakwah adalah representasi perempuan salihah (maratus salihah). Anonimitas Blogger di dunia maya adalah sifat asketis yang juga mendasari watak atau karakter mar'atus salihah. Praktek visualisasi dalam dakwah ini telah meretas tabu bahwa ajaran Islam melarang praktek visualisasi (ditemukan dalam media dakwah era Soeharto). Dalam studi ini ditemukan bahwa sejak akhir tahun 1990an (pasca Orde Baru) praktek ini dilakukan untuk bersaiing dengan media online lain. Kajian ini menyimpulkan bahwa Muslimah merupakan penggerak perubahan sosial dalam dunia virtual, sebagai produsen sekaligus konsumen budaya Islam dan budaya pop."
Jakarta: Yayasan Jurnal Perempuan, 2013
305 JP 18:3(2013)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>