Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 161262 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Michael
"Baterai adalah salah satu komponen kelistrikan yang digunakan untuk menyimpan energi listrik. Pada masa kini, jenis baterai yang banyak digunakan adalah baterai bermaterial lithium. Material lithium memiliki power density yang relatif tinggi daripada material lainnya, namun material lithium sangat beracun dan berbahaya bagi makhluk hidup dan memerlukan penanganan khusus dalam pengoperasiannya, salah satunya dengan sistem manajemen baterai. Pada skripsi ini, dilakukan desain sistem manajemen baterai yang dapat memproteksi baterai dari overcharging dan dapat melakukan passive balancing pada hubung seri baterai lithium. Pada pengujian purwarupa, dilakukan uji coba rangkaian proteksi overcharging dengan memonitor nilai tegangan dan arus tiap sel baterai ketika diisi daya sedangkan uji coba rangkaian passive balancing dilakukan dengan mengukur nilai tegangan tiap sel baterai ketika diisi daya. Berdasarkan hasil pengujian purwarupa rangkaian proteksi overcharging dan passive balancing yang dibuat, rangkaian mampu memproteksi setiap sel baterai dari overcharging dan mampu menyeimbangkan tiap sel baterai hubung seri dengan prinsip passive balancing pada tegangan 3.75 Volt dengan arus pengisian 0.2 Ampere.

Battery is an electrical component used to store electricity. Nowadays, the most widely used battery is the Lithium Ion battery. Lithium battery has a relatively high energy density compared to its predecessor, but is highly toxic and hazardous for living organisms and requires careful handling in its operation, one of such is to use a battery management system. In this thesis, an overcharging protection and passive balancing battery management system for series connected lithium battery is designed. The prototype testing is done by testing the overcharging protection capability by monitoring each cell voltage and current value when charged. The testing of passive balancing capability is done by measuring each cell voltage when charged. Based from the overcharging and passive balancing circuit prototype testing data, it is concluded that the prototype is able to provide cells overcharging protection and able to passively balance each series connected battery cell at 3.75 Volt using 0.2 Ampere of charging current. "
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Michael
"ABSTRAK
Baterai adalah komponen listrik yang digunakan untuk menyimpan listrik. Saat ini, baterai yang paling banyak digunakan adalah baterai Lithium Ion. Baterai lithium memiliki kepadatan energi yang relatif tinggi dibandingkan pendahulunya, tetapi sangat beracun dan berbahaya bagi organisme hidup dan memerlukan penanganan yang hati-hati dalam operasinya, salah satunya adalah dengan menggunakan sistem manajemen baterai. Dalam tesis ini, dirancang perlindungan overcharging dan sistem manajemen baterai balancing pasif untuk baterai Lithium seri terhubung. Pengujian prototipe dilakukan dengan menguji kemampuan perlindungan pengisian berlebih dengan memantau setiap tegangan sel dan nilai saat ini saat diisi. Pengujian kemampuan balancing pasif dilakukan dengan mengukur setiap tegangan sel saat diisi. Berdasarkan dari data pengujian prototipe sirkuit balancing overcharging dan pasif, disimpulkan bahwa prototipe mampu memberikan perlindungan pengisian daya yang berlebihan dan mampu menyeimbangkan secara pasif setiap seri sel baterai terhubung pada 3,75 Volt menggunakan 0,2 Ampere arus pengisian.

ABSTRACT
atteries are electrical components that are used to store electricity. Currently, the most widely used battery is a Lithium Ion battery. Lithium batteries have a relatively high energy density compared to their predecessors, but are highly toxic and dangerous to living organisms and require careful handling in their operations, one of which is to use a battery management system. In this thesis, designed overcharging protection and passive battery balancing management system for connected series Lithium batteries. Prototype testing is done by testing the overcharging protection capability by monitoring each cell voltage and current value when charged. Passive balancing capability testing is done by measuring every cell voltage when filled. Based on the prototype overcharging and passive balancing circuit testing data, it was concluded that the prototype is able to provide excessive charging protection and is able to passively balance each series of battery cells connected at 3.75 Volts using 0.2 Amperes of charging current."
2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rafilham Edifa Daulay
"Skripsi ini membahas perancangan dan manufaktur dari sistem penggerak yang diaplikasikan kepada stairlift. Penelitian ini diawali dengan pemilihan jenis dan spesifikasi motor yang digunakan, jenis dan spesifikasi baterai yang digunakan,jenis perancangan sistem jalur, serta spesifikasi dan jalur rangkaian kelistrikan yang akan digunakan. Hasil penelitian ini adalah stairlift rancangan penulis menggunakan motor PMDC dengan spesifikasi 24 Volt, 350 Watt, 2,04 Nm. Untuk baterai yang digunakan, didapat baterai Ion Lithium dengan spesifikasi 24 Volt, 20 A, 10 Ah. Untuk sistem jalur penggerak, ditentukan bahwa stairlift akan menggunakan sistem rantai dimana rantai akan menempel pada sprocket dengan menjadikan rantai sebagai rel dan sprocket menjadi penggerak yang bergerak pada rel rantai. Sistem penggerak yang telah dirancang dan dibuat sudah bekerja sesuai dengan standardisasi ASME A18.1 dimana antara lain sudut kemiringan, bobot maksimal, dan kecepatan maksimal, namun masih dapat dioptimalkan agar keamanan dan aksesibilitas pengguna dapat ditingkatkan.

This thesis discusses the design and manufacture of propulsion systems that are applied to stairlifts. This research begins with selecting the type and specification of the motor used, the type and specification of the battery used, the type of line system design, as well as the specifications and path of the electrical circuit to be used. The results of this study are the stairlift designed by the author using a PMDC motor with specifications of 24 Volt, 350 Watt, 2.04 Nm. For the battery used, a Lithium-ion battery is obtained with specifications of 24 Volt, 20 A, 10 Ah. For the drive line system, it is determined that the stairlift will use a chain system where the chain will attach to the sprocket by making the chain a rail and the sprocket being the drive that moves on the chain rail. The drive system that has been designed and made already works in accordance with the provisions of ASME A18.1 including inclining angle, maximum weight and maximum speed, but can still be optimized so that user security and accessibility can be improved."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rizal Rusita
"Skripsi ini meneliti tentang pengaruh temperatur ambien terhadap karakteristik baterai Lithium ion. Perancangan sistem uji mencakup perancangan pengkondisi temperatur ruangan, perancangan media charge-discharge, perancangan alat ukur tegangan dan arus, serta instalasi alat ukur temperatur dengan menggunakan data acqusition. Baterai yang digunakan sebagai sampel merupakan baterai Lithium ion silinder tipe CGR18650CG dari produsen Panasonic yang memiliki kapasitas tipikal 2250 mAh dan tegangan nominal 3,6 V. Percobaan dilakukan dengan memberikan variasi temperatur ambien pada 25, 45, dan 6 C sesuai standar baterai Panasonic pada saat baterai melakukan proses charging dan discharging.
Hasil percobaan menunjukan bahwa pada temperatur yang lebih tinggi, nilai konduktansi elektrik baterai menurun yang ditandai denga peningkatan resistansi internal baterai sehingga menyebabkan waktu untuk proses charge-discharge menjadi lebih lama dibandingkan dengan kondisi normal. Pemberian tempertatur ambien tinggi menyebabkan potensi atau kemampuan baterai untuk mentransfer kalor ke lingkungan menjadi menurun dan beresiko terhadap timbulnya mekanisme thermal runaway.

This research is about to comprehending the effect of thermal imposition to Lithium ion battery’s characteristic. Testing system contains designing temperature simulator, charge-discharge medium, current and voltage measurer, also installation of temperature measurer using data acquisition. The Panasonic CGR18650CG cylindrical Lithium ion battery is used in this expermient as a battery sample. That type of battery has typical capacity of 2250 mAh and nominal voltage of 3.6 V. Later, the thermal imposition is given at temperature of 25, 45, and 60 C appropriate to the Pnasonic battery standard charge-discharge when the battery is in the charge and discharge condition.
The result of experiment shows that at higher ambient temperature, conductace value of the battery is decrease that implied to the increasing of internal resistance of the battery. Finally, time to exceed maximum charged or discharged condition is also increase. At higher ambient temperature, capability of battery in transfering heat to the surrounding is decrease so that the thermal runaway mechanism may occur.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
S46671
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jason Anfernee Kaloh
"Mengikuti studi literatur, ekstraksi mangan dan litium dari larutan asam dapat dicapai dengan menggunakan natrium karbonat, menghasilkan presipitat karbonat mangan dan litium. Setelah reaksi, padatan disaring menggunakan filter pelat dari larutan asam. Subsistem filter reaktor kedua kemudian dipasang sebagai sejumlah besar litium yang tidak bereaksi dan litium karbonat terlarut yang tersisa. Dengan cara ini, produk padat mangan dan litium karbonat diperoleh pada 99,5% berat. Aliran daur ulang awalnya direncanakan. Namun, setelah pertimbangan dan penyelidikan lebih dalam dalam neraca massa dan spesifikasi peralatan, hal itu dipertimbangkan. Dengan demikian, aliran daur ulang dapat dianggap dilewati. Area pabrik ini mahal, memiliki total biaya tetap berdasarkan lokasi US$164.864.820 di Jakarta, Indonesia. Artinya, rencana proses ini masih memerlukan optimasi dan pertimbangan ulang. Pabrik ini juga mengeluarkan emisi karbon sebesar 80.910,20 kg CO2 per tahun. Dengan optimasi peralatan lebih lanjut, hal ini dapat dikurangi. Analisis bahaya awal menunjukkan bahwa bahaya yang ditimbulkan dalam proses ini agak minimal dan terkait dengan aliran dan bahan peralatan. Tumpahan, korosi, dan erosi adalah bahaya utama yang dapat dicegah dan dikurangi dengan perawatan dan pemeriksaan rutin.

Following a literature study, the extraction of manganese and lithium from an acidic solution can be achieved using sodium carbonate, producing carbonate precipitates of manganese and lithium. Following reaction, solids are filtered out using a plate filter from the acidic solution. A second reactor-filter subsystem is then set in place as a sizeable amount of unreacted lithium and dissolved lithium carbonate remain. In this way, a solid product of manganese and lithium carbonates are obtained at 99.5% by weight. A recycle stream was initially planned. However, after deeper consideration and investigation in mass balances and equipment specifications, it was considered. Thus, the recycle stream can be considered by-passed. This plant area is costly, having a locationfactored total fixed cost US$164,864,820 in Jakarta, Indonesia. This means that this process plan still requires optimisation and reconsiderations. This plant also gives off a carbon emission of 80,910.20 kg CO2 annually. With further equipment optimisation, this can be reduced. Preliminary hazard analysis shows that the hazards posed in this process are rather minimal and are related with flowrates and equipment materials. Spillage, corrosion, and erosion are the major hazards which can be prevented and mitigated by routine maintenance and check-up."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ahadhim Dary Ismaya
"Lithium-ion batteries (LIBs) are a popular energy storage system, it has high energy density and high specific energy. This characteristic of LIB making it to become a proper energy storage system in electric vehicle, and as the increasing use of electric vehicle, in-depth research about LIB become a trend lately. The aim of this project is to review degradation mechanisms for LIB system that are used in electric vehicles. This is due to the concern of LIB application in electric vehicle as the degradation of LIB can affecting the performance of it, whether its capacity fade or power fade. An extensive literature review has been conducted to gain the performance data of LIB that installed in electric vehicle and to see the past studies that related to degradation mechanisms in LIB.The data collecting of LIB is focusing on its capacity, operating condition, and number of cycles. From there, degradation rate can be calculated and presented in several graphs. These graphs compare the performance of different type LIB that available for electric vehicle. From the result, the two-outstanding performance are shown in Lithium Iron Phosphate (LFP) and Nickel Cobalt Aluminium (NCA) batteries as both of batteries have almost similar in capacity to degradation rate ratio. Each of battery have a slight advantage between another, with LFP battery good at operating under different current rates (c-rates) and NCA battery good at operating under different temperature. The degradation mechanisms that happen to these LIBs that are used in electric vehicle will mostly correlates to temperature. EV batteries have high potential risk to be exposed to environment, and temperature change can accelerate the degradation process in LIB.

Baterai lithium-ion (LIB) adalah system penyimpanan energi yang popular, ia memiliki kepadatan energi dan energi spesifik yang tinggi. Karakteristik LIB ini membuatnya menjadi system penyimpanan energi yang tepat dalam kendaraan listrik, dan seiring dengan meningkatnya penggunaan LIB pada kendaraan listrik, penelitian tentang LIB menjadi tren belakangan ini. Tujuan proyek ini adalah untuk meninjau mekanisme degradasi untuk system LIB yang digunakan pada kendaraan listrik. Hal ini disebabkan oleh kekhawatiran penggunaan LIB pada kendaraan listrik karena degradasi LIB dapat mempengaruhi kinerja kendaraan, baik penurunan kapasitas maupun daya yang diperoleh dari LIB. Tinjauan literature telah dilakukanuntuk mendapat data kinerja LIB yang dipasang pada kendaraan listrik dan untuk melihat kembali studi yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya yang terkait dengan mekanisme degradasi pada LIB. Pengumpulan data LIB berfokus pada kapasitas, kondisi operasi, dan jumlah siklusnya. Selanjutnya, laju degradasi dapat dihitung dan disajikan dalam beberapa grafik. Grafik ini membandingkan kinerja berbagai jenis LIB yang tersedia untuk kendaraan listrik. Hasilnya, terdapat dua tipe LIB yang memiliki kinerja luar biasa yang ditunjukkan dalam baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) dan Nickel Cobalt Aluminium (NCA) karena kedua baterai memiliki kapasitas yang hampir sama dengan rasio laju degradasi. Masing-masing baterai memiliki sedikit keunggulan di antara yang lain, dengan baterai LFP bagus untuk beroperasi di bawah laju arus yang berbeda (c-rates) dan baterai NCA bagus untuk beroperasi di bawah suhu yang berbeda. Mekanisme degradasi yang terjadi pada LIB ini yang digunakan dalam kendaraan listrik sebagian besar akan berkorelasi dengan suhu. Baterai kendaraan listrik memiliki potensi risiko tinggi untuk terpapar lingkungan, dan perubahan suhu dapat mempercepat proses degradasi di LIB. "
Depok: Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aldyan Natajaya
"Dewasa ini dengan banyaknya alat seperti sensor dan kendaraan yang bersumber daya listrik baterai, maka sistem pemantauan State of Charge (SoC) baterai khususnya yang berbahan dasar lithium semakin diperlukan. Salah satu tantangannya adalah bagaimana bisa mendesain sistem pemantau SoC yang mampu mengetahui isi baterai secara real time untuk aplikasi jarak jauh. Sehubungan dengan hal tersebut maka skripsi ini disusun dengan tujuan untuk merancang purwarupa alat yang bisa memantau SoC baterai. Alat tersebut menggunakan mikrokontroler Arduino dan LoRa SX1278 433MHz sebagai sarana komunikasinya. Akan tetapi, karena keterbatasan dari LoRa yang dipakai, maka purwarupa alat ini hanya mampu dalam kondisi Point-to-Point (PTP). Pengukuran SoC pada skripsi ini menggunakan metode pengukuran hambatan internal baterai. Pada proses karakterisasi baterai lithium ion awal diperoleh look-up table yang merupakan hubungan antara hambatan internal baterai pada proses charging dan discharging dengan nilai SoC. Look-up table ini yang selanjutnya selalu dijadikan acuan dalam penentuan SoC baterai yang terimplementasi pada sistem. Hasil percobaan membuktikan bahwa alat pemantau SoC yang diusulkan mampu melakukan pemantauan SoC baterai dengan tingkat keberhasilan pemantauan sebesar 98% pada delay 1ms.

Nowadays, with so many devices such as sensors and vehicles that are powered by batteries, a battery of State of Charge (SoC) monitoring system, especially those based on lithium, is increasingly needed. One challenge is how to design a SoC monitoring system that is able to find out the battery contents in real time for remote applications. In connection with this, this thesis was prepared with the aim of designing prototypes of devices that could monitor battery SoC. The tool uses an Arduino microcontroller and LoRa SX1278 433MHz as a means of communication. However, due to the limitations of the LoRa used, the prototype of this tool is only able to acquire Point-to-Point (PTP) conditions. SoC measurement in this thesis uses the method of measuring the internal resistance of the battery. In the initial lithium ion battery characterization process a look-up table is obtained which is the relationship between the internal resistance of the battery in the charging and discharging process with the SoC value. This look-up table is then always used as a reference in determining the battery SoC implemented in the system. The experimental results prove that the proposed SoC monitoring tool is capable of monitoring battery SoC with a monitoring success rate of 98% at 1ms delay.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mohamad Wafirul Hadi
"Seiring perkembangan kehidupan yang semakin pesat peningkatan penggunaan energi di dunia juga mengalami peningkatan terus menerus tiap tahunnya, salah satunya di bidang transportasi. Pemanfaatan kendaraan listrik merupakan cara yang efektif dalam mengurangi emisi gas-gas rumah kaca dan emisi polutan lainnya serta menghemat konsumsi energi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan box heat sink dan menentukan efektivitas heat pipe dan PCM RT22HC dan soy wax sebagai media pendinginan dalam menjaga temperatur baterai dalam meningkatkan performa baterai. Untuk Pengukuran temperatur pada pengujian ini menggunakan termokopel tipe K dengan Modul NI DAQ 9214, c-DAQ 9174, dan daya listrik menggunakan digital power meter. Variasi daya listrik untuk menguji baterai simulator memiliki arus listrik : 1.2 W, 6.2 W, 15.1 W, 27.8 W, 37.8 W, dan 52.5 W. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem manajemen termal yang hanya menggunakan heat pipe dapat menurunkan suhu sekitar 31.02 %, dari 120.38°C menjadi 92.03°C. Pada energi kalor 52.5 W menggunakan PCM soy wax dapat menyerap panas lebih besar yakni 48.77 % sebesar 44.57 ºC. PCM soy wax mampu menyerap energi kalor lebih besar dibandingkan PCM RT22HC. Temperatur baterai terbaik saat pengukuran menggunakan heat pipe yang dikombinasikan dengan PCM soy wax dan heat sink box pada beban panas maksimum 52.5 W diperoleh temperatur sebesar 60.16 ºC yang berarti penurunan temperatur 65.83 % lebih rendah dibandingkan tanpa sistem pendingin, penambahan pendinginan dengan box heat sink dapat menurunkan suhu hingga 40.08 %. Sehingga dari ketiga sistem pendingin yang paling efektif untuk menurunkan suhu baterai adalah dengan menggunakan kombinasi heat pipe, PCM dan heat sink. PCM soy wax dapat digunakan sebagai PCM alternatif dalam sistem pendingin pasif untuk baterai kendaraan listrik di masa depan dan memerlukan biaya produksi murah.

Along with the rapid development of life, the increase in the use of energy in the world is also experiencing a continuous increase every year, one of which is in the field of transportation. Electric vehicles are an effective way to reduce greenhouse gas emissions and other pollutant emissions and also save energy consumption. The purpose of this research is to develop a heat sink box and determine the effectiveness of heat pipe and PCM RT22HC and soy wax as cooling media in maintaining battery temperature in improving battery performance. The temperature measurement in this test uses a type K thermocouple with the NI DAQ 9214 Module, c-DAQ 9174, and the electric power using a digital power meter. Power variations to test the simulator battery have electric currents: 1.2 W, 6.2 W, 15.1 W, 27.8 W, 37.8 W, and 52.5 W. The results show that a thermal management system that only uses heat pipes can reduce the temperature by about 31.02 %, 120.38°C to 92.03°C. At At heat energy of 52.5 W using PCM soy wax can absorb more heat, which is 48.77 % at 44.57 C. PCM soy wax is able to absorb higher heat energy than PCM RT22HC. The best battery temperature, when measured using a heat pipe combined with PCM soy wax and heat sink box at a maximum heat load of 52.5 W, obtained a temperature of 60.16 C which means a 65.83 % lower temperature drop than without a cooling system additional cooling with a box heat sink can reduce the temperature by up to 40.08 %. So of the three cooling systems, the most effective way to reduce battery temperature is to use a combination of heat pipe, PCM and heat sink. PCM soy wax can be used as an alternative PCM in passive cooling systems for electric vehicle batteries in the future and requires low production costs. "
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Thalia Marsaulina Kusumawardani
"Dengan berkembang pesatnya bisnis baterai lithium-ion (Li-ion), telah terjadi pertumbuhan yang signifikan dalam ekstraksi cadangan mineral untuk memasok bahan baku, dengan jejak karbon yang menyertainya. Daur ulang telah terbukti menjadi solusi yang layak untuk mengurangi penggunaan sumber daya dalam pembuatan bahan baku sekaligus mengurangi emisi bahan berbahaya dan limbah yang dibuang di tempat pembuangan sampah. Oleh karena itu, investigasi terhadap proses daur ulang yang berkembang diperlukan, dengan mempertimbangkan berbagai komponen yang dipulihkan dan kualitasnya, serta keselamatan, risiko lingkungan, dan kelangsungan daur ulang baterai dalam jangka panjang. Teknologi daur ulang hidrometalurgi dipilih karena sesuai untuk semua komposisi dan konfigurasi baterai. Fungsi yang dibutuhkan dari proses ini adalah untuk memulihkan bahan yang ditargetkan dengan tingkat pemulihan yang tinggi dan produk dengan kemurnian tinggi. Dalam laporan ini, pabrik yang diusulkan beroperasi pada 1000 ton/tahun blackmass di Jakarta, Indonesia. Seluruh prosedur dibagi menjadi empat bagian utama, Pencucian dan Pemisahan Scrap Sodium Aluminate Hidroksida, Pencucian dan Filtrasi Grafit, Pengendapan Hidroksida dan Pengendapan Lithium Karbonat.
Tesis ini hanya akan fokus pada proses leaching dan filtrasi grafit. Ada tiga aspek utama dalam proses ini: pemanasan umpan, pencucian, dan filtrasi. Katoda yang dipisahkan dari unit pengayakan akan dilindi di daerah ini menggunakan asam sulfat dan hidrogen peroksida. Tangki pelindian harus dijaga pada suhu 65°C. Campuran padat-cair kemudian akan disaring untuk memisahkan bahan yang larut dan tidak larut. Setelah itu, yang larut akan dikirim ke area berikutnya untuk pengendapan lebih lanjut. Peralatan utama di area ini adalah leaching stirred tank dan filter press, yang menjadi fokus tugas akhir ini.

As the lithium-ion (Li-ion) battery business has expanded enormously, there has been significant growth in the extraction of mineral reserves to supply raw materials, with the accompanying carbon footprint. Recycling has been proven to be a feasible solution for lowering resource use in the manufacture of raw materials while reducing the emission of hazardous materials and waste discarded in landfills. Thus, a critical examination of the growing recycling process is required, taking into account the wide range of recovered components and their quality, as well as the safety, environmental risk, and long-term viability of battery recycling. The hydrometallurgy recycling technology was chosen since it is suitable for any battery composition and configuration. The function need of this process is to recover the targeted materials with high recovery rates and high purity products. In this report, the plant proposed operates on 1000 tonnes/year of blackmass in Jakarta, Indonesia. The whole procedure was divided into four key sections, Sodium Aluminate Hydroxide Leaching and Scraps Separation, Graphite Leaching and Filtration, Hydroxide Precipitation and Lithium Carbonate Precipitation.
This thesis will solely focus on graphite leaching and filtration process. There are three major aspects to the process: feed heating, leaching, and filtration. The separated cathode from the sieving unit will be leached in this area using sulfuric acid and hydrogen peroxide. The leaching tank must be kept at 65°C. The solid-liquid mixture will then be filtered to separate the soluble and insoluble materials. After that, the soluble will be sent next area for further precipitation. The main equipment in this area is a leaching stirred tank and a filter press, which is the focus of this thesis.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Julian Permana
"Seiring dengan perubahan dunia yang sangat cepat, efisiensi dalam mengelola persediaan menjadi hal yang sangat penting, terutama bagi UKM. Ada beberapa sumber daya penting yang dibutuhkan oleh UKM untuk meningkatkan bisnis mereka: sejumlah dana, penguasaan teknologi, dan sumber daya manusia. Robotic Process Automation (RPA) sebagai salah satu teknologi unggulan di Industri 4.0 dapat mengatasi kebutuhan sumber daya manusia untuk melakukan tugas-tugas dalam manajemen persediaan. RPA dianggap sebagai salah satu teknologi modern yang memungkinkan UKM melakukan tugas berulang dengan lebih efisien sehingga menghasilkan kinerja organisasi yang lebih baik. Penelitian ini mengadopsi tahap Inisialisasi dan Implementasi dari The Consolidated Framework for Implementing RPA Project. Data bersumber dari salah satu UKM dalam bisnis kecantikan yang beroperasi di Provinsi Jawa Tengah- Indonesia, dimana bisnis kecantikan dianggap sebagai salah satu sektor yang berkembang pesat saat ini di Indonesia. Ruang lingkup penelitian ini difokuskan pada manajemen persediaan seperti pengecekan stok persediaan, peramalan permintaan produk berdasarkan data historis, membuat rencana pembelian, memesan barang ke vendor melalui email dan menindaklanjuti menggunakan email jika barang yang dipesan belum datang. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan RPA dalam manajemen persediaan dapat menghemat banyak biaya yang sebelumnya dianggap sebagai beban. Adanya RPA di perusahaan telah berhasil membantu AuradermA Skin Care dalam mengelola persediaan dengan lancar, mengurangi beban kerja staf dan pada akhirnya memastikan persediaan tidak habis atau berlebihan. Diharapkan penelitian ini memberikan kontribusi dalam bidang RPA karena implementasi RPA belum begitu banyak ditemukan terutama untuk UKM.

State of Charge (SOC) is a condition that states battery charge condition. This condition is important to know to ensure safe battery operating condition. One of the challenge in estimating SOC is that the battery dynamic system. To estimate SOC, battery undergoes characterization process. The Li-Ion battery characterization system monitors voltage across the battery as well as current going to or out of the battery. After the system is assembled, battery will be prepared before characterization using Constant Current Constant Voltage (CCCV) charging. Characterization process starts with battery undergoing discharging and charging process. In this research, Li-Ion battery made from LiNiMnCoO2 is modelled based on second order Thevenin Equivalent Circuit Model. SOC estimation is optimized using Uscented Kalman Filter (UKF). Next, battery undergoes Hybrid Pulse Power Characterization (HPPC) test to obtain ECM parameters. Next, ECM parameters are used as value to be fitted with SOC from Coulomb Counting (CC) with seventh order polynomial method from HPPC result. SOC estimation validation is done using Dynamic Stress Test (DST). The SOC estimation result using UKF is compared to the estimation which doesn’t use UKF. The simulation and experiment result show that UKF algorithm is able to adjust its estimation result when given wrong initial SOC estimation value. The simulated SOC estimation result using UKF is compared with the CC method and reference SOC have Root-Mean Square Error (RMSE) of 0.7 % and Maximum Error (ME) of 9.9 %. The experiment SOC estimation result compared with CC SOC method has RMSE of 2.76 % and ME of 10%."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>